Pelajaran Dari Kisah Ular & Gergaji

KISAH ULAR DAN GERGAJI

Seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari. Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapihkannya.

Nah ketika ular itu masuk kesana, secara kebetulan ia merayap di atas gergaji. Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka. Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya. Ia pun membalas dengan mematuk gergaji itu berkali-kali.

Serangan yang bertubi-tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya. Marah dan putus asa, ular berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan musuhnya. Ia pun lalu membelit dengan kuat gergaji itu.

Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ia pun mati binasa. Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.

Sahabat…
Kadangkala di saat marah, kita ingin melukai orang lain. Setelah semua berlalu, kita baru menyadari bahwa yang terluka lebih parah sebenarnya adalah diri kita sendiri.

Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat amarah menguasai, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.

Tidak ada musuh yang tidak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.

Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan.

Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh ketekunan.

Tidak ada batu keras yang tidak dapat di pecahkan oleh kesabaran.

Semua itu haruslah berasal dari diri kita.

Dendam, benci, curiga/pikiran negative apapun itu, sebenarnya bagaikan ular yang membelit gergaji, yang bisa terus menerus muncul dalam pikiran kita, menusuk dan membakar bhatin kita sendiri.

Latihlah setiap saat untuk memaafkan, mampu dengan cepat melepaskan dan membuang sampah pengotor bhatin dan pikiran kita.

Sudah Di Surga Firdaus, Tapi Ingin Kembali Lagi Ke Dunia

ORANG YANG TELAH DI BERIKAN SURGA FIRDAUS TETAPI DIA INGIN KEMBALI KE DUNIA

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يُحِبُّ أَنْ يَرْجِعَ إِلَى الدُّنْيَا وَأَنَّ لَهُ مَا عَلَى الأَرْضِ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ الشَّهِيدِ فَإِنَّهُ يَتَمَنَّى أَنْ يَرْجِعَ فَيُقْتَلَ عَشْرَ مَرَّاتٍ لِمَا يَرَى مِنَ الْكَرَامَةِ

“Tidak ada orang masuk surga lalu ia menginginkan kembali ke dunia padahal ia memiliki segala sesuatu yang ada di dunia ini, kecuali orang yang mati syahid. Dia bercita-cita untuk kembali ke dunia kemudian dibunuh, berulang sepuluh kali, setelah dia melihat besarnya kemuliaan (mati syahid)”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Shahih Muslim, dari Masyruq Rahimahullah, berkata: “Kami bertanya kepada Abdullah tentang ayat ini (QS. Ali Imran: 169)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.“ (QS. Ali Imran: 169)

Dia menjawab, “adapun kami telah bertanya tentang hal itu (kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), lalu beliau menjawab:

“Sesungguhnya ruh-ruh para syuhada’ itu ada di dalam tembolok burung hijau. Baginya ada lentera-lentera yang tergantung di ‘Arsy. Mereka bebas menikmati surga sekehendak mereka, kemudian singgah pada lentera-lentera itu. Kemudian Rabb mereka memperlihatkan diri kepada mereka dengan jelas, lalu bertanya: “Apakah kalian menginginkan sesuatu?” Mereka menjawab: “Apalagi yang kami inginkan sedangkan kami bisa menikmati surga dengan sekehendak kami?” Rabb mereka bertanya seperti itu sebanyak tiga kali. Maka tatkala mereka merasa bahwasanya mereka harus minta sesuatu, mereka berkata, “Wahai Rabb kami! kami ingin ruh kami dikembalikan ke jasad-jasad kami sehingga kami dapat berperang di jalan-Mu sekali lagi. “Maka tatkala Dia melihat bahwasanya mereka tidak mempunyai keinginan lagi, mereka ditinggalkan.”
(HR. Muslim)

===========

Kematian di medan jihad (syahid) terhitung sebagai kematian terbaik. Saat nyawa dicabut, ia tak merasakan sakit kecuali seperti dicubit. Setelah itu Arwah mereka ditempatkan di surga Firdaus yang tertinggi.

Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bersabda kepada Ummu Haritsah binti Nu’man -putranya gugur di perang badar-ketika dia bertanya kepada beliau (tentang nasib putranya):
“Di mana dia?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
”Sesungguhnya dia ada di surga Firdaus yang tinggi.”
(HR. Al Bukhari)

Ta’aruf Sesuai Syariat Islam

*Ta’aruf Sesuai Syariat*

Tentang ta’aruf, Islam tidak punya aturan khususnya. Kalau kita baca siroh nabawi, bagaimana kisah pernikahan Rasulullah Saw dengan Khadijah, ataupun pernikahan sahabat, maka cara taarufnya beda-beda.

Setiap kita, punya cara masing-masing. Asal tidak melanggar aturan Islam. Adapun yang umumnya bisa dilakukan saat taaruf:

1. Melakukan Istikharoh dengan sekhusyuk-khusyuknya. Setelah pihak laki-laki atau perempuan mendapatkan data dan foto, lakukanlah istikharoh dengan sebaik-baiknya agar Allah SWT memberikan jawaban terbaik. Dalam melakukan istikharoh ini, jangan ada kecenderungan dulu pada calon yang diberikan kepada kita. Tapi ikhlaskanlah semua hasilnya pada Allah SWT.
.
2. Bila sudah saling tukar biodata dan foto, maka selanjutnya tentukan jadwal ketemuan/taaruf. Tapi, sebelumnya sampaikan sama ustadzahnya. Jadi nanti ikhwannya datang bersama ustadz juga. Tempatnya bisa dimana saja. Tapi baiknya di rumah ustadzah tadi.
.
3. Saat ketemuan maka silahkan masing-masing ajukan pertanyaan. Perdalam informasi tentang si calon. Tanyakan visi-misi, hoby, penyakit yang biasa diderita, jumlah saudara, dan informasi lainnya yang dibutuhkan.
.
4. Bila masing-masing sudah cocok, maka selanjutnya ikhwan datang utk taaruf dengan pihak keluarga akhwat.
.
5. Jika kedatangannya diterima, maka tinggal tentukan khitbah.
.
6. Setelah khitbah maka semuanya sudah selesai tinggal menentukan akad nikah dan walimah.  Wallahu a’lam

From : IndonesiaTanpaPacaran

Menganggap Diri Kita Masih Banyak Dosa

🌷Anggaplah Diri Kita Lebih Rendah Dari Orang Lain🌷 .
.
Sahabat, jauhilah sikap merasa lebih tinggi dan lebih baik dari orang lain. Sikap seperti ini akan menggiring kita kepada kesombongan. Berusahalah untuk rendah hati, selalu merasa lebih rendah dari orang lain.

Abdullah al-Muzani rahimahullah mengatakan,

Jika iblis memberikan was-was kepadamu bahwa engkau lebih mulia dari muslim lainnya, maka perhatikanlah.

Jika ada orang lain yang lebih tua darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Orang tersebut telah lebih dahulu beriman dan beramal sholih dariku, maka ia lebih baik dariku.” Jika ada orang lainnya yang lebih muda darimu, maka seharusnya engkau katakan, “Aku telah lebih dulu bermaksiat dan berlumuran dosa serta lebih pantas mendapatkan siksa dibanding dirinya, maka ia sebenarnya lebih baik dariku.” Demikianlah sikap yang seharusnya engkau perhatikan ketika engkau melihat yang lebih tua atau yang lebih muda darimu. 😊😊😊
.
.

Kisah Rasulullah Yang Tidak Memberi Minum Aisyah

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah r.a menunggu dengan rasa rindu.

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah r.a bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah.

Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman utk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?” Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu, Aisyah r.a Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.

Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Mungkin saking tergesa gesanya Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat salah masukin campuran, yang harusnya sari gula malah masukin sari garam. Kemudian Aisyah r.a lnsng meminta maaf kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Orang mukmin yg paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban). Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dg Baik,

Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,

Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok (HR. Bukhari dan Muslim)

Prinsip
Belajar jadi suami yg baik akhlak dan agamanya, hanya untuk mendapat Ridho-Nya, untuk membawa istrinya menuju Jannah-Nya

#selalu baper disaat mendapati cerita tentang Rasulullah alaihi wasallam..
#tiada yg pantas di tiru selain Rasulullah alaihi wasallam..
#Rasulullah alaihi wasallam slalu Mesra dengan cara nya yg lemah lembut, arif dan bijaksana..
#MasyaAllah..

I ❤ Rasulullah alaihi wasallam..

http://www.islam-nasehat.tk

Sholat Dhuha Sebagai Pembuka Rezeki, Benarkah ?

“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan”. (HR. Muslim)
.
.

Memang tidak ada dalil yang mengatakan bahwa keutamaan sholat dhuha adalah untuk melancarkan rezeki, namun ternyata sholat dhuha dapat mengganti sedekah dimana sedekah adalah amalan yang dapat memperlancar rezeki. .
.
“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
.
. ” Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR-Tirmidzi] .

#dhuha yuk..

Perbedaan Mukmin & Munafik

🍃Bismillahirrahmaanirrahiim🍃
_________________________

ORANG MUKMIN sangat berbeda dengan orang MUNAFIK dalam bersikap.
.
.

💦Orang MUKMIN HANYA TA’AT pada ALLAH dan RASUL-NYA, ta’at pd yg lain jika memang sesuai dlm rangka ta’at kpd Allah dan Rasul-Nya.
.
.

💦Orang MUKMIN tentu akan MENDAHULUKAN PERKATAAN ALLAH dam RASUL-NYA daripada perkataan orang2/ lainnya.
.
.

💦Orang MUKMIN akan TIDAK MAU MEMPERCAYAI (aplg MENGKHABARKN) hanya dari sekedar melihat/mendengar SEBELUM dia YAKIN akan KEBENARANNYA, krn segala pendengaran, penglihatan dan hati akn diminta tanggung jawabnya oleh Allah Yang Maha Menyaksikan.
.
.

💦Orang MUKMIN HANYA PEDULI PANDANGAN ALLAH, dia tdk peduli siapa yg menyanjung (memuji) dan yg mencelanya…baginya hanya Allah lah patokannya.
.
.

💦Orang MUKMIN HANYA MENCINTAI ALLAH dan mencintai apa/siapa yg dicintai-Nya.
Orang MUKMIN HANYA TAKUT KPD KETIDAKREDHAAN ALLAH saja.
.
.

💦Orang MUKMIN HANYA BERHARAP KPD ALLAH saja, harapan kpd yg lain hanya sebatas yg (diidzinkan-Nya.
.
.

💦Orang MUKMIN HANYA MEMAKMURKAN JASADNYA UTK AGAMA ALLAH semata, bukan utk kepentingan dunia yg hina ini.
.
.

💦Orang MUKMIN MENJUAL DIRI & HARTANYA HANYA UTK ALLAH yang telah menciptakannya dan sbg tempat kembalinya.
.
.

💦Orang MUKMIN MEMANDANG DUNIA INI HINA, hanya keindahan/kenikmatan di SURGALAH yg sebenar-benarnya kehidupan, terutama bertemu dg WAJAH ALLAH tuhannya dan tuhan semesta alam.
.
.

Banyak lagi KRITERIA MUKMIN yg selama ini kita pelajari dalam Al Qur-aan….
.
.

namun……..
SUDAHKAH itu menjadi petunjuk dan arahan selalu dalam langkah hidup kita ???
Yaa Rabb…jadikanlah Al Qur-aan sll sbg petunjuk dan penyejuk hati kami.
Aamiin Yaa Rabb.
.
.

HENDAKLAH KITA HATI2 DARI “MENGIKUTI KEBANYAKAN ORANG”.
.
.

” Dan jika kamu MENURUTI KEBANYAKAN orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka AKAN MENYESATKAN dari jalan Allah.
MEREKA tidak lain hanyalah mengikuti PRASANGKA belaka dan mereka tidak lain hanyalah BERDUSTA (terhadap Allah).
(QS. Al-An’am :116)
.
.

“Sesungguhnya Rabb-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang orang yang TERSESAT dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat PETUNJUK.
(QS. Al-An’am:117)

Jangan Tinggalkan Istri Sendirian

💐Jangan tinggalkan istrimu sendirian…

=======

☝Diantara hak seorang istri adalah agar suaminya tidak meninggalkannya bersafar tanpa ada keperluan penting, dan jika memang ada suatu keperluan maka janganlah ia meninggalkan istrinya melebihi enam bulan, dan  hendaklah ia segera menyelesaikan keperluannya dan bersegera kembali kepada istrinya.

🍃Didalam Shahih Bukhari (1804) dan Muslim (1927), dari hadits Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- berkata;

Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda;

السفر قطعة من العذاب، تمنع أحدكم طعامه وشرابه ونومه، فإذا قضى نهمته فليعجل إلى أهله

“Safar adalah bagian dari siksaan, hingga salah seorang diantara kalian akan terhalang dari makan dan minumnya serta tidurnya, maka jika ia telah menyelesaikan keperluannya hendaklah ia bersegera kembali kepada istrinya”.

💓Subhanallah….
Betapa indah dan perhatiannya islam terhadap kebutuhan seorang istri, karena keberadaan seorang suami disisi istrinya adalah perkara yang terpenting dalam hidup seorang istri.

🌹Berkata Imam An Nawawy -rahimahullah-;

“Maksud hadits ini adalah disunnahkannya bersegera untuk kembali kepada istri setelah menyelesaikan suatu kesibukan, dan tidak terlambat sama sekali jika kesibukannya tersebut tidak terlalu penting”.
________
📒Syarhu Muslim (13/75)

🌹Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar -rahimahullah-;

“Dalam hadits ini menunjukkan dibencinya meninggalkan istri tanpa suatu keperluan penting, dan disunnahkannya bersegera kembali, apalagi jika dikhawatirkan akan menelantarkannya dengan ketiadaannya, dan sungguh pada tinggalnya ia ditengah keluarganya terdapat ketenangan yang membantu untuk perbaikan agama dan dunianya, dan juga dengan tinggalnya ia akan menghasilkan persatuan dan kekuatan didalam ibadah”.
________
📒Fathul Bari (13/795)

🍁Hendaklah seorang suami mengetahui bahwa seorang istri membutuhkan kehadirannya, ia membutuhkan penjagaan, ia membutuhkan kasih sayang, ia membutuhkan bantuan dan seterusnya.

🌹Berkata Syeikh Shalih Al Fauzan -hafidzahullah-;

“Jika seorang suami bersafar melebihi enam bulan, sedangkan istrinya memintanya untuk segera kembali, maka kewajibannya adalah untuk kembali, kecuali pada safar haji yang wajib atau peperangan yang wajib, atau pada sesuatu yang ia tidak mampu kembali, maka jika ia enggan untuk kembali tanpa ada udzur yang menghalanginya, maka istrinyapun meminta cerai antara mereka berdua, maka seorang hakim pun hendaklah menceraikan keduanya setelah dikirimkan surat pada suaminya, karena ia telah meninggalkan suatu hak yang membahayakan istrinya dengan meninggalkannya”.
________
📒Al Mulakhkhosh Al Fiqhi (2/290).

Wallohu a’lam.

Cara Rasul Memperlakukan Anaknya

BEGINILAH NABI MEMPERLAKUKAN ANAK-ANAK

Anda sering jengkel dengan anak?

Merasa kesal bahkan pusing dengan kelakuan mereka yang terkadang bandel dan tidak mau diam?

Ya, perasaan itu pasti pernah kita rasakan, karena faktanya, anak-anak tidak selalu lucu dan menggemaskan, tetapi juga terkadang membuat kita jengkel, sedih, bahkan marah.

Tak jarang, para orang tua kewalahan menghadapi tingkah polah anaknya.

Mendidik anak menjadi baik adalah hal yang tidak mudah dan membutuhkan kerja keras.

Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang sholih.

Di antaranya bahwa pahala anak sholih menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang tuanya setelah ia mereka berdua meninggal dunia.

Mengingat betapa berharganya seorang anak dalam Islam, sangat tidak mungkin apabila tidak terdapat bimbingan yang lengkap dalam kitab dan sunnah dalam mentarbiyah mereka.

Salah satu bimbingan Islam dalam hal ini adalah perilaku Nabi  shalallahu alaihi wasallam terhadap anak-anak.

Bagaimanakah Nabi memperlakukan anak-anak pada masanya, sehingga tercetaklah generasi terbaik tiada bandingnya?

※ Dalam hadist Abu Hurairah, ia berkata : Kami pernah sholat Isya’ bersama Rasulullah, dan ketika beliau sujud, naiklah Hasan dan Husein di atas punggung beliau.

Bila beliau mengangkat kepala, beliau menurunkan mereka berdua dengan perlahan dan meletakkan mereka di lantai.

Ketika beliau sujud, mereka naik lagi ke punggung beliau, hal itu berulang-ulang sampai selesai sholat, kemudian beliau meletakkan mereka di atas paha beliau.

※ Seorang shahabiyah, Ummu Kholid juga menceritakan masa kecilnya: Aku mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersama ayahku dan aku memakai baju berwarna kuning.
Kemudian aku bermain-main cincin kenabian di punggung beliau, maka ayahku melarangku, tetapi Rasulullah berkata: biarkan saja, kemudian berdoa: “Semoga engkau panjang umur”, sampai tiga kali.

✓Beginilah Rasulullah memahami kebutuhan anak-anak terhadap permainan dan senda gurau. Dan bukannya membatasi kesenangan mereka dan menuntut mereka bersikap seperti orang dewasa.

◆ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga sering menggendong anak kecil.

※ Diriwayatkan bahwa beliau menggendong anak kecil sehingga ia kencing di pakaian beliau, maka beliau meminta air dan memerciki pakaiannya.

※ Dalam riwayat yang lain dikisahkan bahwa Nabi mencium Hasan Bin Ali radhiyallahu ‘anhuma dan di sisinya ada Al Aqra’ Bin Harits, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku memiliki 10 orang anak dan aku tidak pernah mencium mereka.

Maka Rasulullah pun memandangnya dan berkata:

من لا يَرحم لا يُرحم

“Siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayang.”

✓Beginilah Nabi mengasihi dan menunjukkan rasa cintanya pada anak-anak, bahkan memperingatkan orang yang tidak mau menunjukkan cintanya pada mereka

※ Kadang-kadang beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam memangku cucu beliau, Hasan Bin Ali dan Usamah Bin Zaid bersama-sama sambil memeluk mereka dan berkata: “Ya Allah sayangi mereka karena sesungguhnya aku menyayangi mereka”.

※ Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di atas dada atau di antara kedua bahu Ibnu Abbas sembari berdoa: “Ya Allah, berilah ia pemahaman ilmu agama dan ajarilah ia tafsir”.

✓Beginilah Nabi mendoakan anak-anak dengan kebaikan dan bukan sebaliknya mengucapkan kata-kata laknat untuk mereka.

◆ Beliau juga bermain dan berbincang-bincang dengan anak-anak, walaupun dalam dalam hal tampak sepele, sekedar untuk menyenangkan mereka.

※ Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.

Aku memiliki adik yang bernama Abu Umair dan ia memiliki seekor burung kecil yang sering ia mainkan. Maka apabila Rasulullah datang ke rumahku ia berkata pada adikku: “Ya Aba Umair, apa yang dilakukan nughair (burung kecil)?”.

◆ Rasulullah juga mendudukkkan anak-anak seperti Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Umar dalam majelis para shahabat, mengajari dan berdiskusi bersama mereka dan seperti layaknya shahabat yang lain.

◆ Dan beliau membonceng Abdullah Ibnu Abbas di atas kendaraannya sambil menasehati dengan bahasa yang mudah dicerna dan penuh makna: “Wahai anak kecil, jagalah Allah niscaya ia akan menjagamu”.

✓Beginilah Nabi menghargai dan menghormati seorang anak dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Bukan sebaliknya, mengabaikan kehormatan dan keberadaan mereka, serta meremehkan mereka.

※ Berkata Umar bin Abi Salamah: “Aku adalah anak kecil di rumah Nabi, maka ketika makan, tanganku menjelajah di atas nampan. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku dengan lembut: “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu”.

※ Berkata pula Anas Bin Malik: “Pernah suatu hari Rasulullah menyuruhku keluar untuk suatu kebutuhan. Maka aku berkata: “Demi Allah saya tidak mau pergi, padahal sebenarnya aku mau melakukan apa yang disuruh oleh Nabi.”

Maka aku pun keluar, sampai aku melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar, maka Rasulullah (mencariku dan) memegang bajuku dari belakang.

Maka ketika aku menoleh, kulihat beliau tertawa sambil berkata: “Ya Unais, apa kamu pergi seperti yang aku suruh?” Aku menjawab: “Iya wahai Rasulullah.”

Sungguh demi Allah, aku telah melayani beliau selama 9 tahun, dan aku tidak pernah melihat beliau berkata terhadap apa-apa yang aku kerjakan: “Kenapa kamu melakukan itu?” atau terhadap sesuatu yang tidak aku kerjakan “Mengapa kamu tidak melakukan itu ?” (tidak memarahi).

✓Beginilah Nabi bersikap sabar terhadap kenakalan dan kekurangan adab anak-anak, menasehati mereka tanpa teriakan, celaan, apalagi kekerasan.

Ada pula riwayat yang tak kalah mengagumkan.

※ Dalam suatu majelis Rasulullah, duduk di sebelah kanan beliau seorang anak kecil sedangkan di kiri beliau orang dewasa.

Maka ketika beliau shalallahu alaihi wa sallam hendak memberi minum (karena kebiasaan Rasulullah selalu memulai dari kanan beliau), Rasulullah berkata pada anak itu: “Wahai anak kecil, apakah kamu memberi izin untuk memulai dari orang yang lebih tua?”

Maka anak itu menjawab: “Demi Allah, saya tidak mau bagianku diambil seorang pun. Maka Rasulullah pun memberikan haknya.

✓Beginilah Rasulullah menghormati hak setiap orang, walaupun ia seorang anak kecil, meminta izinnya, dan tidak menyia-nyiakannya.

✓Beginilah kasih sayang dan perhatian beliau terhadap anak-anak, padahal beliau adalah orang yang paling mulia, paling sibuk, memiliki kedudukan paling tinggi, tetapi beliau:

• Tetap meluangkan waktu untuk memperhatikan pendidikan dan memelihara kedekatan dengan anak-anak.

• Menunjukkan cinta dan penghormatan.

• Serta mengajarkan kepada orang dewasa bahwa anak-anak sangat butuh kelemah lembutan dan kesabaran.

Maka, akankah kita meneladani beliau dalam hal ini?

💢 Silakan Disebarkan

__________________________