Bolehkah Berbicara Dalam Thawaf?

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Thawaf di Baitullah sebagaimana shalat, hanya saja kalian dalam thawaf boleh berbicara. Barangsiapa yang berbicara hendaknya berbicara dengan kata-kata yang baik.”

Abu ‘Isa berkata; “Hadits ini telah diriwayatkan dari Ibnu Thowus dan yang lainnya dari Thowus dari Ibnu Abbas secara mauquf. Kami tidak mengetahui hadits ini diriwayatkan secara marfu’ kecuali dari hadits ‘Atha bin Sa`ib.

Kebanyakan ulama mengamalkan hadits ini, yaitu mereka menganjurkan seorang yang thawaf untuk tidak berbicara kecuali untuk suatu keperluan atau berdzikir atau membicarakan suatu ilmu.”

– HR. TIRMIDZI

Haji Akbar

Telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Abdushshamad bin Abdul Warits, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Bapaknya dari Muhammad bin Ishaq dari Abu Ishaq dari Al Harits dari Ali berkata; “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang Haji Akbar. Beliau menjawab: ‘Itu adalah hari Nahr’.”

– HR. Tirmidzi

Kisah Umar bin Khattab Dengan Wanita Yang Taat

Umar bin Khattab melewati seorang wanita yang terkena penyakit kusta, wanita tersebut sedang thawaf di Ka’bah. ‘Umar berkata kepadanya, “Wahai hamba Allah, jangan kamu membuat manusia merasa terganggu.

Seandainya kamu duduk di rumahmu (maka hal itu lebih baik bagimu) .” Maka wanita itu pun berdiam diri di dalam rumah. Setelah itu ada seorang laki-laki melewatinya dan berkata kepadanya,

“Orang yang telah melarangmu sekarang telah wafat, maka keluarlah kamu (untuk haji) .” Wanita itu lantas berkata, “Aku tidak ingin mentaati seseorang di masa hidupnya, lalu mendurhakainya saat ia telah tiada.”

– HR. Malik

3 Ikatan Setan Untuk Menggoda Seorang Mukmin

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah,

bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setan mengikat bagian belakang kepala salah seorang dari kalian ketika dia tidur dengan tiga ikatan. Dalam setiap ikatan, dia hendak membuat malam menjadi panjang.

Setan berkata ‘Tidurlah! ‘ Jika salah seorang dari kalian bangun, kemudian berdzikir kepada Allah maka terlepas satu ikatannya. Jika (salah seorang dari kalian) berwudlu, maka terlepaslah satu ikatan lagi.

Jika shalat maka terlepas satu ikatan lagi, hingga pada pagi hari dalam keadaan giat serta tenang jiwanya, namun jika tidak seperti itu, niscaya dia pada pagi hari dalam keadaan kotor jiwanya dan malas.”

– HR. Malik

Sunnah Yang Benar & Dusta

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Fudlail bin Husain Al Jahdari Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid bin Ziyad Telah menceritakan kepada kami Al Jurairi dari Abu Thufail ia berkata; Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas, “Tahukah Anda tentang berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran di Baitullah dan berjalan empat kali putaran, apakah hal tersebut merupakan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? sebab, kaum Anda menganggap bahwa hal tersebut adalah ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?.” Ibnu Abbas menjawab, “Mereka benar, namun mereka juga telah berdusta.” Aku bertanya, “Apa maksud ungkapanmu, bahwa mereka benar, namun dusta?” Ibnu Abbas menjawab, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah datang ke Makkah, lalu orang-orang Musyrik mengatakan bahwa Muhammad dan para sahabatnya tidak mampu thawaf di Baitullah karena lemah. Orang-orang musyrik itu dengki kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas melanjutkan; “Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para sahabat agar berlari-lari kecil tiga kali putaran dan empat kali putaran berjalan biasa.” Aku bertanya lagi kepada Ibnu Abbas, “Beritahukanlah aku tentang Sa’i antara Shafa dan Marwa dengan berkendaraan. Apakah hal tersebut juga termasuk ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam? Sebab, kaummu menganggap bahwa hal tersebut juga termasuk sunnah?.” Ibnu Abbas menjawab, “Mereka benar, tapi mereka dusta.” Aku bertanya, “Apa maksudmu?” Ibnu Abbas menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dikerumuni orang banyak, mereka mengatakan inilah Nabi Muhammad, inilah Nabi Muhammad, sehingga perempuan-perempuan keluar rumah.” Ibnu Abbas melanjutkan, “Pada awal mula beliau lakukan (sa’i), tidak banyak orang-orang dihadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdatangan, hingga ketika jumlah manusia semakin banyak, maka beliau melakukan sa’i dengan naik kendaraan, namun melakukan sa’i dengan berjalan kaki dan berlari-lari kecil adalah lebih utama.” Dan Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Jurairi dengan isnad ini, semisalnya, hanya saja ia menyebutkan; “Penduduk Makkah adalah suatu kaum yang pedengki (Qaumu Hasadin).” Dan ia tidak menyebutkan; “Yahsudun (terus menerus mereka dengki).”

– HR. Muslim

PERKEDEL TAHU GURIH PEDAS – Marimasak

PERKEDEL TAHU GURIH PEDAS

Bahan
3 buah tahu ukuran sedang (haluskan)
1 butir telur (gunakan putihnya saja)
4 siung bawang putih (haluskan) 
7 buah cabai rawit (iris serong tipis) 
Garam (secukupnya) 
Merica bubuk (secukupnya) 
Pala (haluskan, secukupnya) 
Kaldu ayam bubuk (secukupnya)
2 buah batang daun bawang (iris kecil-kecil)

Cara Membuat
1. Campur tahu dengan bawang putih, merica bubuk, garam, kaldu ayam bubuk, cabe, daun bawang dan pala.

2. Aduk rata hingga semua bahan tercampur. Cicipi dan rasakan apakah rasanya sudah pas atau belum.
3. Jika sudah, ambil sedikit-sedikit tahu lalu bentuk bulat atau lonjong sesuai selera.
4. Ketika tahu sudah terbentuk semua, siapkan wajan yang telah diberi minyak goreng dan panaskan.
5. Siapkan telur dalam sebuah wadah khusus. Sebelum menggoreng tahu, celupkan tahu ke dalam telur satu persatu.
6. Goreng tahu hingga warnanya menjadi kuning kecokelatan.
7. Jika sudah matang, angkat lalu sajikan.

#reseplezat #perkedeltahu #tahugoreng #resepperkedel #perkedel #indonesianfood

RESEP TELUR DADAR KEJU – Marimasak

TELUR DADAR KEJU

Bahan:
2 butir telur
2 butir bawang merah
1 siung bawang putih
2 cabai rawit (bisa skip kalau tak suka pedas)
1/2 buah tomat
60 gram keju (bisa tambah sesuai selera)
1/2 sdt garam
1/4 sdt lada halus

Cara Membuat:
1. Siapkan semua bahan.

2. Iris bawang, cabai, dan tomat.

3. Kocok telur dan tambahkan garam serta lada.

4. Kocok dan masukkan bawang, cabai, serta tomat.

5. Parut keju dan masukkan dalam kocokan telur.

6. Panaskan minyak dan goreng telur sampai matang.

7. Angkat dan sajikan bersama nasi hangat.

#reseplezat #telurdadar #reseptelurdadar #indonesianfood #indonesianfoodies #egg #masakantelur

Ampela Ati Goreng Gurih Bumbu Ketumbar – Marimasak

Ampela Ati Goreng Gurih Bumbu Ketumbar

Bahan
Ampela dan hati ayam (masing-masing 5 buah, potong jadi dua atau sesuai selera)
Minyak goreng (secukupnya)

Bumbu Halus
Garam (secukupnya)
Gula (secukupnya) 
Kaldu ayam bubuk (secukupnya) 
Ketumbar (secukupnya) 
4 siung bawang putih (haluskan) 
3 cm lengkuas (parut)

Cara Membuat
1. Cuci bersih ampela dan hati ayam.

2. Campur ampela dan hati dengan bumbu halus. Aduk rata lalu diamkan selama beberapa menit.
3. Jika sudah dicampur, masak ampela dan hati di wajan dengan diberi sedikit air.
4. Masak hingga air kering (asat). 5. Jika sudah, goreng ampela dan hati sampai matang dan bagian luarnya agak kering.
6. Ampela dan hati goreng yang gurih dan super lezat siap untuk disajikan.
sumber: vemale.com

#reseplezat #ampelagoreng #atigoreng #indonesianfood #indonesianfoodies

CEKER LAPINDO KHAS SIDOARJO – Marimasak

CEKER LAPINDO KHAS SIDOARJO

Bahan-bahan:
1 kg ceker ayam, potong kuku dan cuci bersih
2 cm jahe, memarkan
2 batang serai, memarkan
5 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
1 sdm kecap manis

Bumbu cabai:
4 siung bawang putih
10 siung bawang merah
15 buah cabai rawit merah
3 buah cabai keriting
2 buah cabai merah
1 sdt merica
1 sdt gula 
2 sdt garam/secukupnya

Cara membuat:
1. Rebus ceker hingga empuk, kurang lebih selama 40 menit, atau juga bisa dipresto selama 15-20 menit jika ingin cepat empuk. Buang air rebusannya.

2. Haluskan bumbu cabai, masukkan daun jeruk, serai, dan jahe. Tumis hingga harum. Masukkan kecap manis, garam dan gula. Tumis hingga hingga mengental.

3. Masukkan ceker lalu tambahkan air secukupnya. Masak hingga kuah berkurang, bumbu meresap dan ceker empuk. Matikan api.
sumber: vemale.con

#reseplezat #cekerayam #masakanceker #cekerpedas #indonesianfood #cekerayampedas #chickenfood