Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Imam bertanggung jawab dan Mu’adzin dipercaya, ya Allah luruskanlah para imam dan ampunilah para Mu’adzin.”
(HR. Ahmad)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Imam bertanggung jawab dan Mu’adzin dipercaya, ya Allah luruskanlah para imam dan ampunilah para Mu’adzin.”
(HR. Ahmad)
Akan mungkin sangat menyakitkan memang bagi saya dan mungkin bagi kalian. Karena dalam penggambarannya orang orang yang akan memenuhi surga dan paling pertama masuk adalah kaum fakir dan miskin yang saleh.
Sementara kita, masih mencintai dunia. Ingin hidup kaya bergelimang harta. Jangankan untuk hidup miskin, membayangkannyapun pasti kita tidak akan mau. Padahal Rasulullah pernah berdoa,
ALLAAHUMMA AHYINII MISKIINAW WA AMITNII MISKIINAW WAHSYURNII FI ZUMRATIL MASAAKIINI YAUMAL QIYAAMATI
(Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan miskin dan wafatkanlah aku dalam keadaan miskin dan kumpulkanlah aku pada hari kiamat bersama golongan orang orang miskin)
(HR Tirmidzi)
Dan dalam kesempatan lain,
Surga berkata: Sedangkan aku, tidak ada yang memasukiku selain orang-orang lemah, yang hina dalam pandangan manusia.
(HR. Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Orang-orang miskin masuk surga limaratus tahun setengah hari terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya.”
(HR. Tirmidzi)
Bisakah kita zuhud pada dunia seperti Rasulullah? Semua kembali pada diri kita sendiri. Kita kejar dunia secukupnya saja, toh harta juga tidak dibawa mati.
Mari kita perbaiki mindset kita dengan tidak mengejar dunia dan zuhud pada dunia. Semoga kita termasuk golongan yang dimudahkan dalam memasuki surga.
Disusun oleh: Faisal Wachid Yulianto
Sumber: Hadits
Derajat: Shahih
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khallad Al Bahili berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, telah menceritakan kepada kami Qatadah berkata, telah menceritakan kepada kami Jabir bin Zaid dari Ibnu Abbas dari
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Yang memutus shalat adalah anjing hitam dan wanita haid.
(HR. Ibnu Majah)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Ibrahim dan Muhammad bin Ash Shabbah keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim berkata, telah menceritakan kepada kami Al Auza’i berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir dari Abu Qilabah dari Abu Al Muhajir dari Buraidah Al Aslami ia berkata;
Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam peperangan, lalu beliau bersabda: “Bersegeralah kalian kerjakan shalat di hari yang mendung, sebab barangsiapa kehilangan shalat ashar maka amalannya akan musnah.”
(HR. Ibnu Majah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya hanya dengan satu anak panah, Allah akan memasukkan tiga orang ke dalam surga; orang yang membuatnya dengan niat untuk suatu kebaikan; orang yang melemparkannya dan orang yang mempersiapkannya.”
Kemudian beliau bersabda: “(gemarlah berlatih) melempar dan berkendara. Sungguh, kalian melempar lebih aku sukai dari pada kalian berkendaraan. Setiap permainan yang dilakukan oleh seorang laki-laki muslim adalah batil kecuali latihan dia melempar anak panah dengan busurnya, atau pengajarannya terhadap kuda tunggangannya, atau senda guraunya dengan isterinya, karena sesungguhnya itu semua termasuk kebenaran.”
(HR. Tirmidzi)
– Disunnahkan Menikah Atau Berpuasa
“Kami berangkat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Waktu itu kami masih muda. Kami belum mampu melakukan sesuatu.
Beliau bersabda: “Wahai para pemuda, menikahlah! Karena (nikah) itu lebih bisa menjaga pandangan dan kemaluan kalian. Barangsiapa yang belum mampu, berpuasalah. Sebab, puasa itu adalah perisai.”
(HR. Tirmidzi)
Kalau membahas soal nikah kok jadi Baper ya.. 😂.. doain aja admin tahun ini bisa menikah.. Amin 😇😇
Beginilah Sholawat Menurut Hadits Riwayat Muslim, derajat hadits shahih.
‘ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA WABAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID.”
(HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaanku dengan umatku ialah bagaikan seorang yang menyalakan api.
Maka serangga-serangga berterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Padahal aku telah berusaha menghalaunya.
Dan aku, telah mencegah kamu semua agar tidak jatuh ke api, tetapi kamu meloloskan diri dari tanganku.”
(HR. Muslim)