Category: tetangga
Mencintai Tetangga • Fatwa NU
Mencintai Tetangga • Fatwa NU
“Demi Allah, tidak beriman seorang hamba kecuali ia mencintai tetangganya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)
.
Yang pertama kali kita lihat ketika keluar rumah; tetangga.
Yang pertama kali kita mintai tolong ketika kesulitan; tetangga.
Yang tahu bau masakan kita; tetangga.
Yang tahu bagaimana kehidupan kita sehari-hari; tetangga.
Yanh membantu kita ketika hajatan; tetangga.
Hingga kelak yang mengurus jenazah kita ketika meninggal; tetangga.
.
Tetangga adalah saudara dekat kita. Maka, berbaik-baiklah dengan tetangga.
.
Berbuat Baik Pada Tetangga • Nasehat Islam
Berbuat Baik Pada Tetangga • Nasehat Islam
Jika Anda dan tetangga tidak akur, maka saling minta maaf lah.. karena dalam Islam, kita diwajibkan untuk berbuat baik pada tetangga
وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا ۗ وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَالْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَـارِ الْجُـنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَـنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرَا ۙ
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,
[QS. An-Nisa’: Ayat 36]
• Nasehat Islam
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Abdullah Al Wasithi dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari ‘Atha` dari Jabir ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tetangga lebih berhak dengan syuf’ahnya (tetangga dengan tetangga), hal itu tetap ditunggu sekalipun ia tidak ada di tempat jika jalan yang mereka berdua lalui itu satu.” Abu Isa berkata; Hadits ini gharib dan kami tidak mengetahui seorang pun yang meriwayatkan hadits ini selain Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari ‘Atha` dari Jabir, sementara Syu’bah telah mengomentari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari sisi hadits ini. Abdul Malik adalah tsiqah lagi terpercaya menurut ulama hadits, namun kami tidak mengetahui seorang pun mengomentarinya selain Syu’bah dari sisi hadits ini. Waki’ telah meriwayatkan hadits ini dari Syu’bah dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dan telah diriwayatkan dari Ibnu Al Mubarak dari Sufyan Ats Tsauri ia berkata; Abdul Malik bin Abu Sulaiman adalah seimbang yakni dalam masalah ilmu. Hadits ini menjadi pedoman amal menurut para ulama, bahwa seseorang lebih berhak dengan syuf’ahnya meskipun ia tidak ada di tempat, jika ia datang maka baginya syuf’ah meskipun dalam waktu yang lama.
(HR. Tirmidzi)
Tetangga Lebih Berhak Untuk Diajak Berinteraksi Sosial
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Sulaiman Telah menceritakan kepada kami Abdullah Abu Ya’la Ath Tha`if dari Amru bin Syarid dari bapaknya -dan diriwayatkan dari jalur lain- Abu Amir berkata, Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman bin Ya’la ia berkata, saya mendengar Amru bin Syarid menceritakan dari bapaknya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang tetangga adalah lebih berhak ditetanggai (diajak berinteraksi sosial) daripada selainnya.” Abu Amir berkata dalam haditsnya; “Al Mar`u (seseorang itu) lebih berhak.”
HR. Ahmad
Berbuat Baik Pada Tetangga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika kamu masak sayur perbanyaklah kuahnya, lalu bagikanlah kepada tetanggamu, “
(HR. Ibnu Majah)
Berbuat Baik Pada Tetangga
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa beriman pada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berbuat baik terhadap tetangganya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berbicara baik atau diam.”
(HR. Ibnu Majah)
IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk