Inilah 5 Muadzin Terbaik Rasulullah

Muadzin adalah pengumandang adzan. Memanggil dan mengingatkan kaum muslimin telah masuk waktu shalat tertentu. Syariat adzan datang setelah perintah shalat. Shalat disyariatkan di Mekah. Sedangkan adzan disyariatkan di Madinah. Artinya, ada masa yang dilalui kaum muslimin, masuk waktu shalat tanpa mengumandangkan adzan.

Adzan disyariatkan pada tahun pertama hijrah Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma mengatakan,

كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاةَ لَيْسَ يُنَادَى لَهَا فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِي بِالصَّلاَةِ فَقَالَ رَسُولُ الله يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ

“Dulu, kaum muslimin saat datang ke Madinah, mereka berkumpul. Mereka memperkirakan waktu shalat tanpa ada yang menyeru. Hingga suatu hari, mereka berbincang-bincang tentang hal itu. Ada yang mengatakan, ‘Gunakan saja lonceng seperti lonceng Nashara’. Dan yang lain menyatakan ‘Gunakan saja terompet seperti terompet Yahudi’. Umar berkata, ‘Tidakkah kalian mengangkat seseorang untuk menyeru shalat?’ Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Wahai, Bilal. Berdirilah dan serulah untuk shalat’.”

Dari hadits ini, kita bisa mengetahui bahwa Bilal adalah muadzin Rasulullah ﷺ. Yang jadi pertanyaan, apakah hanya Bilal? Sedangkan di masa Rasulullah ﷺ, setidaknya kaum muslimin memiliki 3 buah masjid. Masjid al-Haram, Masjid an-Nabawi, dan Masjid Quba. Letaknya berjauhan sehingga tidak mungkin hanya Bilal yang menjadi muadzin Rasulullah ﷺ. Lalu siapa saja muadzin-muadzin Rasulullah?

Pertama: Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah merupakan orang yang pertama-tama memeluk Islam. Ia merasakan siksaan Quraisy di awal datangnya agama suci ini. Ia menjadi muadzin Rasulullah ﷺ sepanjang hidup Nabi. Dalam keadaan safar maupun mukim. Ada yang menyatakan ia sempat beberapa saat menjadi muadzin di masa Abu Bakar. Dan tentu saja pernah satu kali mengumandangkan adzan di zaman Umar. Karena para sahabat rindu dengan adzannya. Dan ingin mengingat Rasulullah ﷺ.

Tentu banyak keutamaan Bilal. Banyak pula ayat-ayat Alquran yang turun, dan Bilal menjadi bagian dari kandungan ayat tersebut.

Kedua: Ibnu Ummi Maktum

Namanya adalah Amr bin Qays bin Zaidah bin al-Asham. Ia memeluk Islam di Mekah. Walaupun buta, tapi Amr termasuk orang yang pertama menyambut seruan Nabi ﷺ hijrah ke Madinah.

Diriwayatkan dari jalan Ibnu Ishaq dari al-Barra, ia berkata, “Yang pertama datang kepada kami adalah Mush’ab bin Umair. Kemudian datang Ibnu Ummi Maktum. Rasulullah mengangkatnya sebagai pemimpin Madinah apabila pergi berperang. Ia mengimami masyarakat.” (al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Juz: 4 Hal: 495).

Az-Zubair bin Bakar mengatakan, “Ibnu Ummi Maktum pergi menuju Perang Qadisiyah. Di sanalah ia syahid. Saat itu ia memegang bendera.” (al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Juz: 4 Hal: 495).

Ibnu Ummi Maktum sama seperti Bilal, muadzin Rasulullah ﷺ di Madinah.

Ketiga: Abu Mahdzurah

Namanya adalah Aus bin Mughirah al-Jumahi. Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk mengumandangkan adzan di Mekah sekembalinya beliau dari Hunain.

Ketika Mekah berhasil ditaklukkan kaum muslimin, Rasulullah ﷺ memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan dari atas Ka’bah. Sebagian pemuda Quraisy, yang masih belum lapang dada menerima Islam, menirukan suara Bilal. Mereka marah dan bermaksud mengejeknya. Sampai salah seorang pemuda yang bernama Abu Mahdzurah al-Jumahi pun meniru-niru adzan Bilal.

Abu Mahdzurah, pemuda 16 tahun, termasuk orang Quraisy yang paling merdu suaranya. Saat ia mengangkat suara mengumandangkan adzan dengan maksud ejekan, Rasulullah ﷺ mendengarnya. Nabi memanggilnya dan mendudukkannya di hadapan beliau. Abu Mahdzurah menyangka inilah akhir riwayat hidupnya karena ulahnya itu. Tapi, Rasulullah ﷺ malah mengusap dada dan ubun-ubun pemuda itu dengan tangan beliau yang mulia. Abu Mahdzurah mengatakan, “Demi Allah, hatiku terasa dipenuhi keimanan dan keyakinan. Dan aku meyakini bahwa ia adalah utusan Allah.” (as-Suhaili dalam ar-Raudh al-Unfu Juz: 7 Hal: 239).

Setelah Abu Mahdzurah beriman, Rasulullah ﷺ mengajarinya adzan. Jadilah ia orang pertama yang mengumandakan adzan setelah Rasulullah meninggalkan Mekah menuju Madinah. Ia terus menjadi muadzin di Masjid al-Haram hingga akhir hayatnya. Kemudian dilanjutkan oleh keturan-keturunannya hingga waktu yang lama. Ada yang mengatakan hingga masa Imam asy-Syafi’i.

Keempat: Saad al-Qarazh

Saad al-Qarazh adalah mantan budak Ammar bin Yasir. Ia muadzin Rasulullah ﷺ di Masjid Quba.

Ada cerita tersendiri pada laqob al-Qarazh pada nama Saad. Diriwayatkan oleh al-Baghawi bahwasanya Saad pernah mengadu kepada Rasulullah ﷺ tentang sulitnya perkonomiannya. Nabi ﷺ memberi masukan agar ia berdagang. Lalu, ia pergi ke pasar dan membeli sedikit al-Qarazh (daun pohon yang dapat dibuat untuk menyamak). Kemudian ia jual lagi. Dari penjualan itu, ia mendapat keuntungan yang banyak. Ia pergi menemui Nabi ﷺ untuk mengabarkan hal ini. Beliau ﷺ menasihati agar ia menekuni perdagangannya.

Di zaman Rasulullah ﷺ, Saad merupakan muadzin di Masjid Quba. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, sang Khalifah menugaskannya untuk adzan di Masjid an-Nabawi. Karena Bilal tak mau lagi menjadi muadzin setelah Rasulullah ﷺ wafat. Setelah Saad wafat, anaknya melanjutkan rutinitas sang ayah. Mengumandangkan adzan di masjid Nabi (al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah, Juz: 3 Hal: 65).

Kelima: Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-i

Sebagian ahli fikih menyatakan bahwa Ziyad juga termasuk muadzin Rasulullah ﷺ. Berdasarkan hadits riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Ziyad pernah adzan di hadapan Nabi ﷺ. Tapi hadits tersebut tidak shahih. Kelima nama inilah yang dikumpulkan oleh Syaikh at-Tawudi bin Saudah dalam syairnya:

عمرو بلال و أبو محذورة
سعد زياد خمسة مذكورة
قد أذنوا جميعهم للمصطفى
نالوا بذاك رتبة و شرفا

Amr, Bilal, dan Abu Mahdzurah
Saad, Ziyad, lima orang yang disebut
Semuanya beradzan atas perintah al-Musthafa
Mereka mencapai derajat dan kemuliaan karena amalan tersebut

Namun, pendapat yang –insya Allah- yang kuat, Ziyad tidak termasuk muadzin Rasulullah ﷺ. Allahu a’lam.

Zaman Wanita Terbaik vs Zaman Wanita Terburuk

Teruntuk saudara muslimahku,
Apa bedanya wanita zaman rasul dan wanita zaman now?
.
Kalo wanita zaman rasul, bersuara untuk taat, sedangkan wanita zaman sekarang bersuara untuk maksiat 😢
.
Miris yaa dear. Dulu, Orang-orang  itu sibuk mencari kebenaran. Karena apa? Karena kehidupan jahiliyah itu sungguh menyiksa, penuh ketidakadilan, apalagi untuk wanita. Maka ketika Rasulullah SAW diutus menyampaikan Islam dengan Firman Allah yang Mahaadil, orang-orang yang lembut hatinya, orang-orang yang mau berpikir, berduyun-duyun mencicipi manisnya iman, indahnya Islam, dan paham betapa Islam memuliakan wanita.
.
Keadaan berbalik, orang-orang zaman sekarang justru sibuk mencari pembenaran atas kemaksiatan yang ia lakukan. Hukum Allah dibilang tidak relevan, sehingga dibuatlah olehnya hukum2 baru berdasarkan pemikirannya sendiri.
Apakah masalah selesai?
Sementara, eh engga deng. Bahkan muncul masalah-masalah baru yang makin “complicated”. Siap-siap mengalami kemunduran pemikiran, kembali ke zaman jahiliyah, sebab menjauhkan Islam dari kehidupan.
.
Maka, yuk sama-sama kita pelajari Islam lebih dalam. Alila yakin, kamu menganggap hukum Islam gak relevan, karena kamu belum paham, belum mau mempelajari lebih dalam. Ingat ya dear.. Islam itu agama yang sangat masuk diakal, berkali-kali Al-Qur’an mengulang ayat yang didalamnya terdapat kalimat
“untuk orang-orang yang berpikir”
“agar mereka berpikir”
“tidakkan kamu memikirkannya?”
.
“kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”
.
Masih Bingung? #YukNgaji

Umat Islam Umat terbaik

Allah SWT berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ  بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ  وَلَوْ  اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ  مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ  الْفٰسِقُوْنَ
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 110)
.
Apa yang sudah kita lakukan sebagai ummat yang terbaik? 😢
.
.
#DakwahTandaCinta

Hadits Terbaik Ibnu Majah

Hadits Terbaik Ibnu Majah

1. Anas bin Malik berkata; Ayat ini turun; “Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih, ” lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai kaum Anshar, sesungguhnya Allah telah memuji kalian di dalam perkara bersuci, maka bagaimana kalian bersuci?” mereka menjawab; “Kami berwudlu untuk shalat, mandi besar, dan beristinja` dengan air.” Beliau bersabda: “Apa yang sekarang kalian lakukan maka tekunilah.”

2.  dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kiamat tidak akan datang hingga manusia berbangga-bangga dengan masjid.”

3.  dari Ibnu ‘Abbas ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku melihat kalian akan memegahkan masjid-masjid kalian setelah sepeninggalku, sebagaimana orang-orang Yahudi memegahkan sinagog-sinagog mereka, dan sebagaimana orang-orang Nasrani memegahkan gereja-gereja mereka.”

4. Dari Irbadl bin Sariyah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan ampun bagi orang-orang yang ada di barisan pertama tiga kali dan barisan kedua satu kali. “

5. dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah seorang laki-laki yang ditinggal mati oleh tiga orang anak laki-lakinya kemudian masuk neraka kecuali hanya sepintas lalu. “

6. dari Abu Sa’id Al Khudlri ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang dari dua bentuk pernikahan; seorang laki-laki menikahi wanita dan menikahi bibi (isteri) nya dari pihak ayah, dan seorang laki-laki menikahi wanita dan menikahi bibinya dari pihak ibu.”

7. dari Abu Hurairah, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang mabuk, maka kalian harus menghukumnya dengan hukuman dera, Apabila ia mengulanginya, maka kalian harus menghukum dera kembali. Dan apabila mengulangi lagi, maka kalian harus menghukumnya dengan hukuman dera kembali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada yang ke empat kalinya: ‘Apabila ia mengulanginya lagi, tebaslah lehernya.’

Yang Terbaik Dari Sahih Muslim Hadits

Yang Terbaik Dari Sahih Muslim Hadits

1. ‘Aisyah dia berkata; “Dua wanita tua Yahudi Madinah pernah menemuiku seraya berkata; “Sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa di kuburan mereka.” ‘Aisyah berkata; Maka aku mendustakan keduanya dan mempercayainya, lalu keduanya pergi. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menemuiku, maka aku beritahukan kepada beliau; “Wahai Rasulullah, dua wanita tua Yahudi Madinah telah menemuiku, keduanya beranggapan bahwa penghuni kubur akan disiksa di kuburan mereka.” Beliau bersabda: “Keduanya benar, sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa dengan siksaan yang dapat didengar oleh semua binatang melata.” Kata ‘Aisyah; “Setelah itu tidaklah aku melihat kecuali beliau selalu meminta perlindungan dari sika kubur dalam shalatnya.” Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sarri telah menceritakan kepada kami Abul Ahwash dari Asy’ats dari Ayahnya dari Masruq dari ‘Aisyah dengan hadis ini, dan didalamnya terdapat redaksi, ‘Aisyah berkata; “Tidaklah beliau melaksanakan shalat setelah itu, kecuali aku selalu mendengar beliau meminta perlindungan dari siksa kubur.”

– Hadits Riwayat Muslim

2. dari Yazid dia berkata, saya mendengar Mu’adzah bahwa dia bertanya kepada Aisyah, “Apakah wanita haid harus mengqadha shalat?” Aisyah menjawab, “Apakah kamu dari golongan Haruriyyah? Sungguh kami dulu, para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam haid, apakah beliau memerintahkan mereka untuk mengqadha shalat?” Muhammad bin Ja’far berkata, maksudnya mengqadha’nya.

– Hadits Riwayat Muslim

3. dari Abu Musa dia berkata, aku berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling utama dalam berIslam?” Beliau menjawab: “Orang yang mana kaum muslimin selamat dari cercaan lisannya dan gangguan tangannya.” Dan telah menceritakannya kepadaku Ibrahim bin Sa’id al-Juhairi telah menceritakannya kepadaku Abu Usamah ia berkata, telah menceritakan kepadaku Buraid bin Abdullah dengan sanad ini, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya, “Siapakah orang yang paling utama di antara kaum msulimin? Lalu beliau menyebutkan hadits seperti ini.”

– Hadits Riwayat Muslim

4.  Saya mendengar Mundzir dari Muhammad bin Ali dari Ali bahwa dia berkata; ‘Aku malu bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang madzi karena posisi Fathimah. Maka aku perintahkan al Miqdad untuk bertanya kepada beliau. Beliau bersabda; ‘Berwudhu’lah karena keluar madzi.”

– Hadits Riwayat Muslim

5. Telah menceritakan kepadaku ‘Urwah biun Zubair, bahwa ‘Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “Dahulu para wanita mukminat menghadiri shalat fajar (subuh) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengerudungi kepala dengan kain, kemudian mereka kembali ke rumah masing-masing, mereka tidak dikenal karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendirikan shalat subuh ketika keadaan masih pagi buta.”

– Hadits Riwayat Muslim

6. dari Ubaidullah bin Abdullah ia berkata, Adl Dlahak bin Qais menulis surat kepada An Nu’man bin Basyir menanyakan tentang surat yang apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jum’at selain surat Jumu’ah. Maka ia menjawab, “Beliau membaca surat Al Ghasyiah.”

– Hadits Riwayat Muslim

7. dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hati orang tua tetap muda dalam mencintai dua hal, yaitu; Mencintai umur yang panjang dan mencintai harta.”

– Hadits Riwayat Muslim 

8. dari Syaqiq dari Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membagikan (harta ghanimah), tiba-tiba seorang laki-laki berkata, “Sesungguhnya itu adalah pembagian bukan karena mengharap wajah Allah.” Maka aku pun segera mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberitahukan akan hal itu padanya, lalu beliau pun sangat marah dan wajahnya memerah hingga aku berangan-angan sekiranya tadi aku tidak menyebutkannya. Dan setelah itu beliau bersabda: “Sesungguhnya Nabi Musa telah disakiti lebih dari ini, namun ia bersabar.”

– Hadits Riwayat Muslim

Manusia Yang Bermanfaat • Fatwa NU

Manusia Yang Bermanfaat • Fatwa NU

Jika seseorang bertanya kepada kita tentang siapa orang-orang terbaik, tentu kita harus menjawab pertanyan itu berdasarkan petunjuk Rasulullah SAW.  Beliau telah menyebutkan kelompok orang-orang terbaik sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits beliau sebagai berikut:
Pertama, orang terbaik adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Kedua, orang terbaik adalalah orang yang paling baik sikapnya terhadap keluarganya.
Ketiga, orang terbaik adalah orang yang  paling bisa diharapkan kebaikannya dan paling sedikit keburukannya.

Keempat, orang terbaik adalah orang yang  memberikan makanan kepada orang lain.
Kelima,  orang terbaik adalah orang yang paling baik dalam membayar hutang.
Keenam, orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.

Jadi, orang-orang terbaik sesungguhnya tidak dimonopoli oleh kelompok orang tertentu, tetapi terbuka lebar bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang ataupun bidang-bidang tertentu sebab substansi dari hal ini adalah tentang seberapa besar kebermanfaatan seseorang kepada orang lainnya secara nyata sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Jabir berikut:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”

#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #orangterbaik #manusia #manusiabermanfaat

9 Hadits Terbaik Pilihan • Nasehat Islam

9 Hadits Terbaik Pilihan • Nasehat Islam

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Pada hari jum’at para malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, mereka menulis orang yang datang lebih awal secara berurutan. Maka permisalan orang yang lebih awal datang ke masjid adalah seperti seorang yang bersedekah dengan seekor unta, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan seekor sapi, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan seekor kambing, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan seekor ayam, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan sebutir telur, maka apabila imam telah keluar dan duduk di atas mimbar mereka menutup buku catatan mereka, lalu mereka duduk dan mendengarkan khutbah.”

(HR. Ahmad)

http://www.islam-nasehat.tk

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berhadats saat shalat hendaklah ia pergi wudlu, kemudian shalatlah kembali.” Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Janganlah kalian menggauli para wanita pada dubur-dubur mereka, sesungguhnya Allah subhanallahu wa ta’ala tidak pernah malu atas sebuah kebenaran.”

(HR. Darimi)

http://www.islam-nasehat.tk

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersedekah dari usaha yang baik, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya dia telah meletakkannya di telapak tangan Yang Maha Pengasih. Allah akan memeliharanya sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kudanya atau anak untanya, hingga (sedekah itu) menjadi seperti gunung.”
(HR. Malik)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Hendaknya kamu selalu mengucapkan Subhanallah wal hamdulillah wa laailaaha illallah wallahu akbar (Maha suci Allah, dan segala pujian bagi Allah, dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha besar), maka kalimat tersebut akan menggugurkan kesalahan-kesalahan sebagaimana pohon menjatuhkan dedaunannya.”
(HR. Ibnu Majah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Seluruh dosa semoga Allah mengampuninya kecuali seorang laki-laki membunuh seorang mukmin secara sengaja, atau serang laki-laki yang meninggal sebagai orang kafir. 
(HR. Nasa’i)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang ia sukai, sebenarnya mimpi tersebut berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah karenanya dan ceritakanlah, adapun jika ia bermimpi selainnya yang tidak disukai, maka itu berasal dari setan, maka hendaklah ia meminta perlindungan dari keburukannya, dan jangan menceritakannya kepada orang lain, sehingga tidak membahayakannya.”
(HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membuat gambar (bernyawa), maka karenanya Allah akan menyiksanya pada hari kiamat hingga ia mampu meniupkan ruh ke dalam gambar tersebut, padahal ia tidak akan mampu. Barangsiapa berpura-pura bermimpi, maka akan dibebankan kepadanya untuk mengikat biji gandum. Dan barangsiapa mencuri dengar pembicaraan suatau kaum yang mereka tidak suka jika didengar, maka pada hari kiamat telinganya akan disiram dengan timah panas.”
(HR. Abu Daud)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” 
(HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ya Allah, aku hanyalah Muhammad, seorang manusia yang bisa marah sebagaimana manusia yang lain. Sesungguhnya aku telah membuat perjanjian dengan-Mu yang Engkau tidak akan menyelisihinya. Maka mukmin mana saja yang pernah aku sakiti, atau aku cela, atau aku cambuk, hendaklah hal itu Engkau gantikan untuknya sebagai penghapus dosa dan pengorbanan yang dengannya mereka bisa mendekatkan diri kepada-Mu pada hari kiamat kelak.”
(HR. Muslim)

Orang Terbaik Dalam Fitnah

Telah menceritakan kepada kami ‘Imran bin Musa Al Qazzaz Al Bashri telah menceritakan kepada kami Abdul Warits bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Juhadah dari seseorang dari Thawus dari Ummu Malik Al Bahziyyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebutkan suatu fitnah lalu beliau mendekatkannya. Berkata Ummu Malik: Wahai Rasulullah, siapakah orang terbaik dalam fitnah itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjawab: Seseorang berada di antara binatang ternaknya, ia menunaikan hak binatang ternaknya, menyembah Rabbnya, seseorang yang memegang kepala kudanya seraya menakuti-nakuti musuh dan mereka takut padanya.” Berkata Abu Isa: Dalam hal ini ada hadits serupa dari Ummu Mubasysyir, Abu Sa’id dan Ibnu ‘Abbas dan hadits ini hasan gharib dari sanad ini. Al Laits bin Abu Sulaim meriwayatkannya dari Thawus dari Ummu Malik Al Bahziyyah dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

HR. Tirmidzi