Waspada Dengan Ulama Yang Memyelisihi Sunnah


.
“Ulama adalah pewaris para nabi.”
(HR At-Tirmidzi)
.
Sering mendengar hadits tersebut dipropagandakan oleh para ahlul bid’ah? Kemudian diikuti pula oleh para jamaah-nya tanpa dikaji lebih dalam kandungannya.

Tanyakan pada mereka, apa yg diwariskan para An-biya tersebut? Tak terelakkan mereka akan menjawab bahwa yg diwariskan para An-biya adalah ilmu (pengajaran) berikut sifat2nya (gaya hidup, adab maupun akhlak). Lantas tanyakan lg kpd mereka, apakah para ‘ulama’ tersebut mengajarkan kepada mereka apa yg datang & diajarkan dari Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam atau apakah mereka para ‘ulama’ tersebut mewarisi akhlak dan gaya hidup seperti Rasulullah? Jawabannya jadi bingung.

Para ulama semakin langka dan semakin banyaknya orang bodoh yang berambisi untuk menjadi ulama dengan ilmu yg pas2an bahkan menyimpang, hanya sekedar menonjolkan tampilan luar yg seolah2 mereka adalah seorang ‘alim dan ulama yg sesungguhnya. هدانا الله

Oleh karena itu, sebagai penuntut ilmu kita dapat mengambil ibrah/pelajaran atau clue dari hadits shahih diatas. Bahwa, para ulama yg sebenar2 ulama pewaris para nabi yaitu mereka yg tidak keluar dari apa yg diajarkan oleh Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam dan juga mereka yg memiliki gaya hidup, adab maupun akhlak yg sebagaimana Rasulullah Salallahu’alaihi Wasallam contohkan dan perintahkan.
.
Wallahu’alam

Utamakan Ibadah Wajib Baru Lakukan Sunnah


ISLAM AGAMA PERTENGAHAN

Hadits Buraidah al-Aslami yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :
.
عَنْ بُرَيْدَةَ اْلأَسْلَمِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ هَدْيًا قَاصِدًا فَإِنَّهُ مَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّينَ يَغْلِبْهُ
.
Dari Buraidah al-Aslami Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasûlullâh ﷺ telah bersabda, “Hendaklah kalian mengikuti petunjuk dan beramal sewajarnya (tidak berlebih-lebihan). Sesungguhnya barangsiapa yang memperberat diri dalam agama ini pasti dia akan kalah.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad 5/361)
.
Hadits tersebut menunjukkan bahwa yang disyari’atkan,  diperintahkan dan dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya adalah sikap pertengahan dan adil dalam ibadah. Amalan ibadah yang keluar dari batasan ini maka itu adalah perkara yang tercela dan menyelisihi syari’at.
.
Banyak contoh kasus yang masuk dalam aplikasi kaidah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:
.
Seseorang yang berlebih-lebihan dalam mengerjakan ibadah, seperti berpuasa terus-menerus, atau shalat malam terus-menerus, sehingga menyebabkan badannya lemah dan tidak bisa melaksanakan kewajiban-kewajibannya maka ia telah berbuat kesalahan, berdosa, dan berhak untuk mendapatkan hukuman.
.
Apabila mengerjakan ibadah sunnah sampai tidak bisa mencari rezeki yang wajib, atau mencari ilmu yang wajib, atau menyebabkannya meninggalkan jihad yang wajib, maka ketika itu tidak diperbolehkan baginya mengerjakan ibadah sunnah tersebut.
.
Wallahu a’lam, semoga bermanfaat.

Tradisi Sesat Islam Nusantara Dan Kejawen

Alasannya Hanya Tradisi
.
Ada yang mengamalkan suatu ibadah yang tidak ada tuntunan, alasannya, “Ini kan sudah jadi tradisi yang turun temurun.”
.
Alasan seperti ini dikemukakan pula oleh orang musyrik dahulu di masa silam. Mereka beralasan dengan tradisi, sama dengan orang-orang saat ini.
.
Inilah alasan orang musyrik,
“Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka” (QS. Az Zukhruf: 22).
.
Sama halnya juga dengan penyembah berhala di masa Nabi Ibrahim. Ketika Ibrahim bertanya pada ayah dan kaumnya,
.
“(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. Al Anbiya’: 52).
.
Kaumnya malah menjawab,
“Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya.” (QS. Al Anbiya’: 53).
.
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitabnya Masail Jahiliyyah berkata, “Sifat orang jahiliyyah adalah biasa berdalil dengan tradisi nenek moyangnya dahulu. Sebagaimana kata Fir’aun,
“Berkata Fir’aun: “Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?” (QS. Thaha: 51).
.
Begitu pula kata kaum Nuh,
“Belum pernah kami mendengar ajaran seperti ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu” (QS. Al Mukminun: 24).”
.
Kaum Quraisy pun beralasan seperti itu.
“Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan” (QS. Shaad: 7)
.
Jadi semuanya beralasan ketika dituntut mengikuti ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, alasan mereka adalah bagaimana dengan ajaran nenek moyang yang sudah mentradisi. Itu saja alasannya. Padahal watak seperti ini hanya mengekor beo dari ajarannya orang musyrik dan jahiliyyah. Berdalil adalah dengan mengemukakan dalil Al Quran dan As Sunnah, bukan beralasan ini sudah jadi tradisi semata.
.
Beda halnya kalau yang jadi ajaran adalah nenek moyang yang sholeh. Seperti yang dialamai Nabi Yusuf ‘alaihis salam,
“Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.” (QS. Yusuf: 38).

Agama Islam Itu Mudah, Bid’ah Yang Membuat Susah

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:
.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ الدِّينَ يُسْر، وَلَنْ يَشادَّ الدينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فسَدِّدوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بالغُدْوة وَالرَّوْحَةِ، وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلَجة” (رواه البخاريُّ وَفِي لَفْظٍ لِلْبُخَارِيِّ “وَالْقَصْدَ الْقَصْدَ تَبْلُغُوْا”)
.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah. Maka bersikap luruslah, mendekatlah, berbahagialah dan manfaatkanlah waktu pagi, sore dan ketika sebagian malam tiba” (HR. Bukhari, dan pada sebuah lafaz Bukhari disebutkan, “Sederhanalah, sederhanalah niscaya kalian akan sampai“)
.
Seluruh ajaran Islam mudah, baik akidah maupun amalan.
.
Kesulitan mendatangkan kemudahan.
.
Jika kita tidak dapat mengejar semua, maka jangan tinggalkan sebagian besarnya.
.
Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan, maka kerjakanlah sesuai kemampuan kita.
.
Memberikan semangat orang-orang yang beramal serta memberikan kabar gembira kepada mereka dengan kebaikan dan pahala yang akan diperoleh dari mengerjakan suatu amalan.
.
Jalan yang perlu dilalui dalam mengadakan perjalanan menuju Allah Subhaanhu wa Ta’ala.
.
Wallahu a’lam wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

1001 Cara Untuk Menasehati Ahlul Bid’ah Yang Ngeyel

Dikasih Tahu.. Malah Ngeyel.. Malah Nantang Debat.. Terus, Harus Gimana ??
.
Bagaimana Cara Menyampaikan Nasehat Terhadap Orang-Orang Yang “Ngeyel” Melakukan Kebid’ahan atau kesyirikan ??
.
Al Jawaab :

Sampaikanlah dengan jelas dan dengan penuh hikmah.. Jika mampu dan memungkinkan : Maka ajak juga untuk dialog dan bertukar pikiran.. Semoga Allah menghilangkan segala syubhat serta membukakan pintu hati dan pikirannya lewat penjelasan – penjelasan kita..
.
Namun.. Jika ini (dialog) justru malah memberikan madhorot yang besar, yaitu jika hanya berujung debat dan saling bantah.. Apalagi jika tanpa dasar pondasi ilmu, menang-menangan dan hanya ingin menuruti hawa nafsu (debat kusir), apalagi kalo yang dinasehati sudah mulai berkata kasar.. Maka dialog tsb tidak perlu..
.
Cukup berikan nasehat seperlunya, tinggalkanlah jika sudah berujung kepada debat tanpa dasar pondasi ilmu dan hanya memperturutkan hawa nafsu.. Dan selalu tunjukkanlah akhlaq yang baik..
.
Berikanlah nasehat lain kali jika kondisi sudah tidak memperturutkan hawa nafsu lagi..
.
Doakanlah dia semoga selalu dibimbing dan dirahmati Allah Ta’ala.. Dan do’akan juga diri kita sendiri agar bisa memberikan penjelasan dan memahamkan ilmu kepadanya..
.
Nabi Musa ‘Alaihis salaam juga berdo’a sebelum berdialog dan menerangkan al-Haq kepada fir’aun laknatullooh ‘alaihi..
.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. [QS An-Nahl :125]
.
Imam Asy-Syafi’i rohimahulloh pernah berkata :
.
“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu.”
.
Do’a Nabi Musa ‘Alaihis Salaam : “Wahai Robb-ku, lapangkanlah bagiku dadaku, mudahkanlah bagiku urusanku, dan lepaskanlah simpulan/kekakuan dari lisanku, Supaya mereka bisa memahami perkataanku (Penjelasanku)” (QS. Taha:25-28)
.
Wallahu A’lam Bish showaab..
.
Semoga Allah memberi hidayah pada kita semua.. Aamiin

Nasehat Untuk Ahlusunnah Waljama’ah Gadungan

[ AHLUSUNNAH WALJAMA’AH ]
.
Bismillah,
.
Yang mengaku dirinya sebagai Ahlusunnah Waljama’ah adalah…..
.
Mereka yang mencintai sunnah
Mereka yang beribadah sesuai sunnah
Mereka yang menghidupkan sunnah
Mereka yang memutuskan perkara menurut sunnah
Mereka yang menghukumi sesuatu menurut sunnah
.
SUNNAHnya siapa?…….
Tentunya sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam…..
.
Dan yang mengaku sebagai Ahlusunnah Waljama’ah seharusnya…
.
Mati-matian membela sunnah
Selalu berdiri di depan untuk menegakkan sunnah
Selalu berbicara berdasarkan hadits Nabi
Disetiap dakwahnya tidak keluar dari hadits Nabi
Memberantas perbuatan syirik. khurofat dan bid’ah
.
Tetapi sayang dengan mereka yang mengaku Ahlusunnah Waljama’ah……
.
Karena apa yang kita lihat dihadapan kita…..
.
Mereka malah yang pertama sekali membantah jika ada orang yang berbicara dan berdakwah berdasarkan hadits nabi.
Mereka malah yang berdiri di depan membuat syubhat untuk membantah kebenaran hadits.
Mereka malah yang mengutak-atik makna sebuah hadits sehingga hadits menjadi saling bertentangan.
Mereka malah yang menjadi pelopor berdakwah tidak berdasarkan hadits nabi, tapi berdakwah malah dengan membuat fitnah2.
Mereka malah yang melegalkan adanya dakwah dengan membuat-buat kejelekan-2 terhadap ulama.
.
Ternyata mereka bukan pembela sunnah seperti yang Islam harapkan yang membela sunnah nabi dengan mati-matian
.
Ternyata mereka bukan yang memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan sunnah nabi
.
Semoga kedepannya mereka sadar dan faham apa sebenarnya makna ahlusunnah wal jama’ah yang berjalan di atas sunnah
.
Sehingga suatu saat nanti kita melihat ahlusunnah waljama’ah berdiri di depan untuk menegakkan dan membela sunnah dengan jiwa dan raga…
.
Bukan yang berdiri di depan untuk membela perbuatan syirik, khurofat dan bid’ah
.
Barakallahu fiikum
Aamiin….

Jangan Ikuti Jika Tidak Sesuai Alquran Dan Sunnah

Ikutilah kebenaran, bukan mengikuti orang.
.
Guru kami, Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizahullah (ulama senior di Kerajaan Saudi Arabia saat ini) berkata:
.
Jika mereka tidak berada di atas kebenaran, maka kami tidak mengikuti mereka, walau mereka itu manusia yang terbaik. (Syarh Al-Manzhumah Al-Haiah, hlm. 54)
.
Ibnu Mas’ud berkata, “Yang disebut jama’ah adalah jika mengikuti kebenaran, walau ia seorang diri.” (Dikeluarkan oleh Al Lalikai dalam Syarh I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah 160 dan Ibnu ‘Asakir dalam Tarikh Dimasyq 2/ 322/ 13)
.
Sebagian salaf mengatakan, “Hendaklah engkau menempuh jalan kebenaran. Jangan engkau berkecil hati dengan sedikitnya orang yang mengikuti jalan kebenaran tersebut. Hati-hatilah dengan jalan kebatilan. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya orang yang mengikuti yang kan binasa” (Madarijus Salikin, 1: 22)
.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
« ﻃُﻮﺑَﻰ ﻟِﻠْﻐُﺮَﺑَﺎﺀِ ‏» . ﻓَﻘِﻴﻞَ ﻣَﻦِ ﺍﻟْﻐُﺮَﺑَﺎﺀُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺃُﻧَﺎﺱٌ ﺻَﺎﻟِﺤُﻮﻥَ ﻓِﻰ ﺃُﻧَﺎﺱِ ﺳَﻮْﺀٍ ﻛَﺜِﻴﺮٍ ﻣَﻦْ ﻳَﻌْﺼِﻴﻬِﻢْ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣِﻤَّﻦْ ﻳُﻄِﻴﻌُﻬُﻢْ »
.
Beruntunglah orang-orang yang asing. “Lalu siapa orang yang asing wahai Rasulullah”, tanya sahabat. Jawab beliau, “Orang-orang yang sholih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, lalu orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mentaatinya” (HR. Ahmad 2: 177. Hadits ini hasan lighoirihi, kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
.
Walau terasa asing, namun begitu indahnya bisa berada di atas kebenaran yang dianut sebelumnya oleh Rasul dan para sahabat, yang jauh dari syirik dan bid’ah.
.
Semoga Allah selalu menunjuki kita jalan yang lurus

Ketika Islam Nusantara Menuduh Islam Sunnah Sebagai Wahabi

Wahabi Yang Mereka Tuduh Sesat.
.
Katanya ‘Kita ini faham wahabi.’ ‘Sesat.’ ‘Isi ceramahnya propokatif.’ ‘Memecah belah ummat.’ ‘Tidak sesuai tradisi.’ Dan lain-lain.
.
Padahal nyatanya yang kami dengar di setiap kajian hanyalah mengajak untuk kembali kepada kemurnian Islam, mengajak untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah, mengajak untuk menegakan tauhid, meninggalkan syirik, mengamalkan sunnah dan menjauhi bid’ah.
.
Maka jangan asal tuduh. Tidaklah yang disampaikan orang-orang yang dituduh wahabi melainkan perkataan Allah dan Rasul-Nya. Semua bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah serta pemahaman para Shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in.
.
Wallahi. Wahabi adalah tuduhan keji.

Nasehat Sesuai Alquran Dan Hadits

Mengobati Sifat Ngeyel
.
Dinasehati malah marah-marah
.
Dinasehati malah menuduh yang menasehati sombong, sok suci, dsb.
.
Dinasehati malah mencaci maki
.
Saudaraku seiman… Itulah tingkah laku sebagian orang yang susah menerima nasehat, bahkan ketika dibacakan Al Quran dan Hadits kepadanya, tidak bergeming sedikitpun untuk menerima nasehat tersebut.
.

Allah telah memberikan tips agar orang yang susah menerima nasehat, yang hatinya keras, bahkan mungkin lebih keras daripada batu!
.
Ketauhilah…, semoga Anda dirahmati Allah…
.
Obat sifat ngeyel adalah:
.
MENGINGAT AKHIRAT!
.
Ingatlah bahwa ada hari kebangkitan, pengumpulan manusia di padang mahsyar
dalam keadaan tdk memakai alas kaki, telanjang, sedangkan matahari di dekatkan hanya sekitar 1 Mil!
.
Ingatlah berjalan di atas shirath yang terbentang antara neraka jahannam, berjalan sesuai dengan amal perbuatan masing-masing.
.
Ingatlah buku catatan amal yang menyebutkan semua kelakuan dan ucapan.
.
Ingatlah Surga dan Neraka!
.
Allah Ta’ala berfirman:
.
ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ .
.
Artinya: “…Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari Akhir. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci…” QS. An Nisa:232, dan juga ayat yang sama pada QS. Ath Thalaq: 2.

Sunnah Seperti Perahu Nabi Nuh

SUNNAH ADALAH PERAHU NABI NUH, SIAPA YANG MENAIKINYA SELAMAT WALAU OMBAK SETINGGI GUNUNG

Saudaraku rahimakumullaah, tidak ada satu pun yang selamat tanpa menaiki perahu nabi Nuh ‘alaihissalaam, putra beliau sendiri pun tidak selamat. Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan perahu itu berlayar membawa mereka menerjang ombak laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya, sedang anak itu berada di tempat yang jauh: ‘Wahai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang yang kafir’.
Anak beliau menjawab: ‘Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!’ Nuh berkata: ‘Tidak ada yang dapat menghalangi azab Allah di hari ini selain Allah terhadap orang yang Dia rahmati’. Dan akhirnya ombak menghalangi antara keduanya; maka anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” [Hud: 42-43]

Demikian pula sunnah Nabi Muhammad shallallaahu’al
aihi wa sallam, barangsiapa berpaling darinya maka ia akan celaka. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh aku telah meninggalkan kalian di atas sesuatu yang putih, malamnya bagaikan siangnya (jelas dan terang), tidak seorang pun yang berpaling darinya sepeninggalku kecuali ia akan binasa.
Barangsiapa yang hidup sepeninggalku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak (munculnya berbagai kesesatan), maka hendaklah kalian berpegang teguh dengan ajaran yang kalian ketahui dari sunnahku dan sunnah al-khulafa ar-rasyidin yang telah mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian.
Dan hendaklah kalian menaati pemerintah kalian, walau yang memimpin kalian seorang budak Habasyah, karena seorang mukmin seperti onta yang penurut, yang selalu taat dalam kebaikan.” [HR. Ibnu Majah dari Al-‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 937]

Al-Imam Malik rahimahullah berkata,
.
‎ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔُ ﺳَﻔِﻴﻨَﺔُ ﻧُﻮﺡٍ ﻣَﻦْ ﺭَﻛِﺒَﻬَﺎ ﻧَﺠَﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺨَﻠَّﻒَ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﻏَﺮِﻕَ
.
“Sunnah ibarat perahu nabi Nuh ‘alaihissalaam, barangsiapa menaikinya maka ia selamat, dan barangsiapa tidak menaikinya maka ia tenggelam.” [Tarikh Baghdad, 7/336]