“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berduasta terhadapku dia akan masuk neraka.”
(HR. Bukhari: 103)
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berduasta terhadapku dia akan masuk neraka.”
(HR. Bukhari: 103)
“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, Muhammad berkata; menurutku beliau mengatakan, “dan kehormatan kalian adalah haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini di bulan kalian ini. Hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.” Dan Muhammad berkata, “Benarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seperti apa yang disabdakannya, ‘Bukankah aku telah menyampaikannya? ‘ beliau ulangi hingga dua kali.
(HR. Bukhari: 102)
“Wahai amir, izinkan aku menyampaikan satu persoalan yang pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampaikan dalam khutbahnya saat pembebasan Makkah. Kedua telingaku mendengar, hatiku merasakannya dan kedua mataku melihat, beliau memuji Allah dan mensucikan Allah seraya bersabda: ‘Sesungguhnya Makkah, Allah telah mensucikannya dan orang-orang (Musyrikin Makkah) tidak mensucikannya. Maka tidak halal bagi setiap orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir menumpahkan darah di dalamnya, dan tidak boleh mencabut pepohonan di dalamnya. Jika seseorang minta keringanan karena peperangan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalamnya maka katakanlah ‘sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengizinkan Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kepada kalian.’ Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengizinkanku pada satu saat pada siang hari kemudian dikembalikan kesuciannya hari ini sebagaimana disucikannya sebelumnya. Maka hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.” Maka dikatakan kepada Abu Syuraij, “Apa yang dikatakan ‘Amru?” Dia berkata, “Aku lebih mengetahui daripadamu wahai Abu Syuraij: “Beliau tidak akan melindungi orang yang bermaksiat, orang yang menumpahkan darah dan orang yang mencuri.”
(HR. Bukhari: 101)
“Siapa yang dihisab berarti dia disiksa” Aisyah berkata: maka aku bertanya kepada Nabi: “Bukankah Allah Ta’ala berfirman: “Kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan” Aisyah berkata: Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang dimaksud itu adalah pemaparan (amalan). Akan tetapi barangsiapa yang didebat hisabnya pasti celaka”.
(HR. Bukhari: 100)
“kaum lelaki telah mengalahkan kami untuk bertemu dengan engkau, maka berilah kami satu hari untuk bermajelis dengan diri tuan” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjanji kepada mereka satu untuk bertemu mereka, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi pelajaran dan memerintahkan kepada mereka, diantara yang disampaikannya adalah: “Tidak seorangpun dari kalian yang didahului oleh tiga orang dari anaknya kecuali akan menjadi tabir bagi dirinya dari neraka”. Berkata seseorang: “bagaimana kalau dua orang?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Juga dua”. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, Telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdurrahman Al Ashbahani dari Dzakwan dari Abu Sa’id Al Khudri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan dengan sanad seperti ini dari Abdurrahman Al Ashbahani berkata; aku mendengar Abu Hazm dari Abu Hurairah berkata: “Tiga orang yang belum baligh”.
(HR. Bukhari: 99)
“Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan”. Berkata Al Firabri Telah menceritakan kepada kami ‘Abbas berkata, Telah menceritakan kepada kami Qutaibah Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam seperti ini juga.
(HR. Bukhari: 98)
“Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya”.
(HR. Bukhari: 97)
-sedang menurut ‘Atho’, dia berkata; aku menyaksikan Ibnu ‘Abbas berkata; – bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar bersama Bilal, -dan dia mengira bahwa dia tidak mendengar, – maka Nabi memberi pelajaran kepada para wanita dan memerintahkan untuk bersedekah, maka seorang wanita memberikan anting dan cincin emasnya, dan Bilal memasukkannya ke saku bajunya. Berkata Abu Abdullah; dan Isma’il berkata; dari Ayyub dari ‘Atho’, dan dia berkata; dari Ibnu ‘Abbas bahwa ia bersaksi terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
(HR. Bukhari: 96)
“Ada tiga orang yang akan mendapat pahala dua kali; seseorang dari Ahlul Kitab yang beriman kepada Nabinya dan beriman kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan seorang hamba sahaya yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya. Dan seseorang yang memiliki hamba sahaya wanita lalu dia memperlakukannya dengan baik, mendidiknya dengan baik, dan mengajarkan kepadanya dengan sebaik-baik pengajaran, kemudian membebaskannya dan menikahinya, maka baginya dua pahala”. Berkata ‘Amir: “Aku berikan permasalahan ini kepadamu tanpa imbalan, dan sungguh telah ditempuh untuk memperolehnya dengan menuju Madinah”.
(HR. Bukhari: 95)
“celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka.” Diserukannya hingga dua atau tiga kali.
(HR. Bukhari: 94)