Kumpulan Fatwa Sesat Imam Syiah

Agama Kotor Syiah: Barangsiapa yang memakan kotoran ulama Syiah akan masuk Surga
.
Dikatakan bahwa meminum air kencing imam, memakan tinja mereka, juga darah mereka, maka Allah mengharamkan neraka baginya dan wajib baginya masuk surga.
.
Hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi kesucian dan mengharamkan segala hal yang najis dan menjijikkan, seperti air kencing, tinja ataupun darah.

Fadhlullah membolehkan memandang para wanita yang sedang telanjang
“Jikalau saja para wanita telah terbiasa keluar rumah dengan pakaian pantai, maka boleh melihat mereka dengan kondisi seperti ini” sampai perkataannya ”Dan termasuk bagian ini adalah bolehnya melihat aurat ketika disingkap sendiri oleh wanita tersebut sebagaimana yang terdapat di klub-klub malam, di pinggir pantai di sebagian negara atau semisal itu” (Kitab An-Nikah, Juz 1, hal 66)
.
Kami katakan: ‘Agama dan fatwa model apa ini?
Namun inilah dia para alumni hauzah, inna lillah wa inna ilaihi raji’un’

Syiah Bukan Islam.
.
Khomeini Membolehkan Nikah Mut’ah Dengan Anak Bayi Yang Masih Disusui
“Adapun seluruh jenis ‘bersenang-senang’ seperti menyentuh dengan syahwat, mencium, ‘main di paha’, maka itu semua tidak mengapa, bahkan untuk anak kecil yang masih menyusu” (Tahrir al-Wasilah, hal 241, no 12)

Nasehat Untuk Tidak Memberi Tumbal Atau Sesajen

Hukum Memanfaatkan Makanan/Harta yang Digunakan untuk Tumbal/ Sesajen
.
Jika makanan tersebut berupa hewan sembelihan, maka tidak boleh dimanfaatkan dalam bentuk apapun, baik untuk dimakan atau dijual, karena hewan sembelihan tersebut dipersembahkan kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dagingnya haram dimakan dan najis, sama hukumnya dengan daging bangkai.
.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
.
ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻤَﻴْﺘَﺔَ ﻭَﺍﻟﺪَّﻡَ ﻭَﻟَﺤْﻢَ ﺍﻟْﺨِﻨﺰﻳﺮِ ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻫِﻞَّ ﺑِﻪِ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ
.
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.”
(Qs. al-Baqarah: 173).

Jimat Syirik Islam Nusantara Kejawen

Ada pelajaran penting dari suatu hadits yang menceritakan peringatan keras Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- kepada sahabatnya yang memakai jimat. Jimat di sini bertujuan untuk menghindarkan dirinya dari penyakit. Namun Nabi -shallallahu ‘alahi wa sallam- ingatkan bahwa jimat tersebut tidak ada manfaatnya. Hati itu harus tawakkal pada Allah bukan pada sebab, apalagi sebab yang tidak terbukti manjurnya dari sisi dalil syar’i dan sisi eksperimen. Inilah pentingnya kita mengetahui bahaya syirik karena di tengah-tengah masyarakat kita jimat, susuk, azimat, pelet, penglaris dagangan, benda-benda pamungkas lainnya di anggap hal biasa. Padahal di sisi Allah hal-hal tadi mengundang petaka.
.
Dari ‘Imran bin Hushoin, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat pada lengan seseorang suatu gelang. Lalu si pengguna tersebut menampakkannya pada beliau lantas ia berkata,
.
قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ « وَيْحَكَ مَا هَذِهِ ». قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ « أَمَا إِنَّهَا لاَ تَزِيدُكَ إِلاَّ وَهْناً انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِىَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَداً »
.
“Ini dari tembaga (yang bagus).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Celaka engkau, apa tujuan engkau mengenakan ini?” Ia menjawab, “Ini untuk melindungiku dari sakit wahinah (suatu penyakit yang ada di tangan).” Beliau pun bersabda, “Jimat tersebut hanyalah menambah rasa sakit padamu. Lepaskanlah ia dari tanganmu. Karena jika engkau masih mengenakannya, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad dalam musnadnya 4: 445, Ibnu Majah 3531, Ibnu Hibban 1410 dan 1411. Hadits tersebut hasan kata Syaikh ‘Abdul Qadir Al Arnauth. Lihat tahqiq dan ta’liq beliau terhadap Kitab At Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, terbitan Darus Salam, hal. 36).
.
Hadits di atas menunjukkan larangan mengenakan kalung untuk menolak bala’, yaitu penyakit. Seperti ini termasuk kesyirikan yang hanya mendatangkan petaka bukan keselamatan.

Marah Dengan Hadits Setiap Bid’ah Sesat

KENAPA MARAH KETIKA MENDENGAR PERKATAAN RASULULLAH YANG INI?
.
Setiap mendengar hadist ” Kullu Bidatin Dholallah”, mendadak sebagian orang tersentak, meriang, darah naik ke ubun-ubun, dan mulutnya siap meluncurkan sejumlah kata kasar untuk melampiaskan amarahnya, sebagian orang yang mebaca posting di sosial media juga siap menumpahkan marahnya dengan jari jemarinya, subhanaAllah.
.
Dalam sebuah kajian Ustadz Maududi Abdullah menjelaskan soal ini. ” sebagian orang merasa dibid’ahkan bahkan merasa dikafirkan ketika disampaikan hadist larangan bid’ah.
.
Padahal hadist ini disampaikan pertama kali dari lisan Nabi Muhammad Shallallahu alahi wassalam yang mulia, hadist ini disampaikan kepada umat sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada umatnya, karena beliau orang yang paling mengetahui mana jalan ke Surga dan mana jalan ke Neraka, jika beliau membenci umatnya tentunya hal tersebut tidak disampaikan beliau. Sama halnya dengan dilakukan Nabi Muhammad Shalallahu alahi wassalam, kami juga berangkat dari kecintaan kepada saudara kami seiman, menghadap kiblat yang sama, kitab suci yang sama dan Rabb yang sama maka kami mengingatkan bahaya bid’ah karena dilandasi kasih sayang dan kecintaan seperti yang di lakukan Rasulullah, waallahua’lam.”
.
Seperti kita ketahui hadist Kullu bidatin dholallah sudah melalui perjalanan panjang sampai kepada kita hari ini, melalui ratusan atau bahkan ribuan ahli hadist dari jaman ke jaman, ditulis diribuan kitab hadist, dikaji lebih dari 1438 tahun, kalau ada yang mengatakan ini pembahasan basi, mungkin orang itu sangat terlambat, dan jika mengatakan ini tidak penting untuk dibahas, kalau gak penting kenapa Nabi Muhammad Shalallahu alahi wassalam sampaikan???.
.
Maka kita akan melihat keanehan kepada para pembenci perkataan ini, disatu sisi mereka mengaku sangat mencintai Rasulullah, disebutkan ribuan kali seumur hidup nama beliau, dirayakan hari kelahirannya, namun ketika perkataan yang dicintai itu tidak sesuai dengan keinginannya maka ditinggalkan.
.
Cinta apakah seperti ini???

Amalan Baru Yang Tidak Diajarkan

Sebagian di antara kaum muslimin, jika kita ingatkan dan kita sampaikan bahwa tata cara ibadah yang mereka lakukan itu tidak ada ajaran dan tuntunan dari Rasulullah shallallahi ‘alahi wa sallam, serta merta mereka beralasan dengan “niat baik”. Yang mereka pahami dan yakini, jika praktik ibadah yang mereka lakukan itu didasari oleh niat baik, tentu Allah Ta’ala akan membalasnya dengan pahala.

Amalan itu bisa diterima tidak hanya dengan niat yang ikhlas, namun juga harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, syarat diterimanya amal itu ada dua yaitu pertama, niatnya harus ikhlas dan kedua, harus sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, amal seseorang tidak akan diterima tatkala dia melaksanakan shalat jum’at empat raka’at walaupun niatnya betul-betul ikhlas dan ingin mengharapkan ganjaran melimpah dari Allah dengan banyaknya rukuk dan sujud. Di samping ikhlas, dia harus melakukan shalat sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 2697 & Muslim no. 1718)

Saudaraku yang di rahmati oleh Allah, kalau setiap kita hanya mengandalkan niat baik saja maka di khawatirkan semua kemaksiatan menjadi boleh dan legal karena banyak orang yang ketika bermaksiat niatnya baik, apa niat koruptor ketika mengkorupsi uang Negara? Ya niatnya baik memberikan nafkah kepada anak dan istri, bukankah memberikan nafkah kepada anak dan istri niat baik?
Saudaraku yang di rahmati oleh Allah dari sini kita sepakat bahwa niat baik saja tidak cukup, niat baik harus di padukan dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Mengenali Sahabat Taat Dan Sahabat Sesat

Imam Hasan al-Bashri menasehatkan,
استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
“Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” Imam Ibnul Jauzi menasehatkan kepada teman-temannya,
إن لم تجدوني في الجنة بينكم فاسألوا عني وقولوا : يا ربنا عبدك فلان كان يذكرنا بك
”Jika kalian tidak menemukan aku di surga, maka tanyakanlah tentang aku kepada Allah. Ucapkan: ’Wahai Tuhan kami, hambaMu fulan, dulu dia pernah mengingatkan kami untuk mengingat Engkau”
.
Bagaimana, menurut temen-temen #Lovalila, tentang perkataan Imam Hasan al-Bashri dan Imam Ibnul jauzi?
.
penyataan diatas benar adanya bahwasannya sahabat yang selalu mengajak kita untuk mendekat kepada Allah, akan menjdi syafaat untuk kita nantinya saat kiamat.
.
terus kayak gimana sih sahabat jahat itu? Mereka adalah yang jelas2 sering membersamai kita dalam kelalaian dan bikin kita melupakan Allah. Yang jahat itu bukan orangnya, tapi saran dan ajakannya itu loh!
Kita melakukan hal yang sia-sia, itu ada hisabnya.  kita maksiatpun ada hisabnya, yaitu siksa neraka. Jadi fix ya, yang hanya ngajak kita asik2 di dunia, atau membiarkan kita melakukan hal yang melanggar syariat itu bisa dibilang “JAHAT”. Karena berarti dia tega ngebiarin sahabatnya disiksa di akhirat.
.
Kalo lalai gini, dimana ya tempat kita nanti? 😢
Di neraka gak mau, di surga juga rasanya gak pantes, amal pas-pasan, gaada yg manggil pula, Yaa Rabb 😭
.
ayo mulai saat ini, perbanyklah sahabat-sahabat taat. ingat mereka akan memebrikan syafaat saat kiamat nanti dan meneyelamatkan kita di akhirat.

Kelompok Sesat Dari Timur • Fatwa NU

Kelompok Sesat Dari Timur • Fatwa NU

Hadits ini menjelaskan tentang kelompok manusia akhir zaman yang pandai membaca ayat suci Al-Qur’an tapi hanya sebatas di mulut saja. Tidak paham dengan mendalam ayat-ayat Al-Qur’an dan tidak masuk ke dalam hatinya. Jadi, sikap agama yang mereka ambil bukan berdasarkan tuntunan agama. Mereka diidentifikasi berasal dari arah timur. Banyak pula ulama yang menyebut kelompok ini akan keluar dari wilayah Nejd. Mereka biasa disebut dengan kelompok Khawarij. Begitu bahayanya kelompok ini karena mereka dengan mudah menuduh sesat muslim lain yang berbeda faham dengannya. Korban pertama mereka adalah Sahabat Ali bin Abi Thalib yang dibunuh karena dianggap telah sesat.
Semoga Allah ta’ala jauhkan kita semua dari kelompok dan faham keagamaan mereka. Na’udzubillah.
***

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #khawarij

Antara Orang Beriman Dan Sesat • Aulia Izzatunisa

Antara Orang Beriman Dan Sesat • Aulia Izzatunisa

Allah Ta’ala berfirman:

    فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Pada ayat ini dijelaskan kondisi orang beriman, yang fithrahnya teguh diatas tauhiid, maka Allah melapangkan dadanya bagi Islam, menyinari jalannya, dan menolongnya dengan kebaikan. Sedangkan orang yang menolak menerima iman, dan condong pada kesesatan, maka Allah menambah kesesatannya dan menjadikan dadanya sempit terjepit,Ia digambarkan seperti orang yang sedang terbang ke langit. Semakin tinggi ia terbang, akan semakin sesak dadanya, hingga hilang nyawanya. Ia tidak mampu menyelamatkan dirinya
  
Allah memperkuat hati orang-orang yang bertauhiid dan menambah petunjuk serta iman kepada mereka
    .
Allah Ta’ala berfirman:

    وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَّاٰتٰٮهُمْ تَقْوٰٮهُمْ

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 17)

Sedangkan orang-orang sesat, maka setan akan menguasai hati mereka, dan mencekik mereka
   
Allah Ta’ala berfirman:

    اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰٮهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.”
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 19)

Tugas Kita Hanya Memberi Nasehat – Allah Yang Berkehendak

وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِيْۤ اِنْ  اَرَدْتُّ اَنْ اَنْصَحَ لَكُمْ اِنْ كَانَ اللّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يُّغْوِيَكُمْ ۗ  هُوَ رَبُّكُمْ ۗ   وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ۗ

Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

(QS. Hud: Ayat 34)

Kesesatan Akibat Cinta Dunia

لَّذِيْنَ يَسْتَحِبُّوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا عَلَى الْاٰخِرَةِ وَيَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَيَبْغُوْنَهَا عِوَجًا  ۗ  اُولٰۤئِكَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ

yaitu orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan menginginkan jalan yang bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

(QS. Ibrahim: Ayat 3)