3 Cara Mendapatkan Manisnya Iman Menurut Hadits

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada tiga perkara yang jika terdapat pada diri seseorang akan mendapatkan manisnya iman: Barangsiapa yang menjadikan Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang hanya karena Allah, membenci kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari azabnya sebagaimana dia membenci untuk dilemparkan ke dalam api neraka.”

(HR. Tirmidzi)

30 Orang Yang Pertama Dalam Islam

Mari kita kenali Islam !

30 ORANG YANG

PERTAMA DALAM ISLAM

—————–

1. Orang yang pertama menulis

Bismillah : Nabi Sulaiman ‘Alaihi Sallam 

2. Orang yang pertama minum air

zamzam :

Nabi Ismail ‘Alaihi Sallam

3. Orang yang pertama

berkhitan :

Nabi Ibrahim ‘Alaihi Sallam

4. Orang yang pertama diberikan

pakaian pada

hari qiamat :

Nabi Ibrahim ‘Alaihi Sallam

5. Orang yang pertama dipanggil

oleh Allah

pada hari qiamat :

Nabi Adam ‘Alaihi Sallam

6. Orang yang pertama

mengerjakan sa’i antara Safa & Marwah :

Sayyidatina Hajar

7. Orang yang pertama

dibangkitkan pada hari

qiamat :

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam 

8. Orang yang pertama menjadi

Khalifah Islam :

Abu Bakar As Siddiq Radhiyallahu’ Anhu

9. Orang yang pertama

menggunakan Kalender

Hijriyyah :

Umar bin Al-Khattab

10. Orang yang pertama

meletakkan Jabatan khalifah

dalam Islam :

Hasan bin Ali Radhiyallahu’ Anhu

11. Orang yang pertama

menyusukan Nabi Muhammad

Shalallahu ‘alaihi wassallam  :

Thuwaibah Radhiyallahu’ Anhu

12. Orang yang pertama syahid

dalam Islam dari kalangan lelaki :

Haris bin Abi Halah

13. Orang yang pertama syahid

dalam Islam dari kalangan

wanita :

Sumayyah binti Khabbat

14. Orang yang pertama menulis

hadis di dalam kitab /

lembaran :

Abdullah bin Amru bin Al-Ash

15. Orang yang pertama memanah

dalam perjuangan

fisabilillah :

Saad bin Abi Waqqas

16. Orang yang pertama menjadi

muazzin dan

menyerukan adzan: Bilal bin

Rabah

17. Orang yang pertama

sembahyang dengan Rasulullah

Shalallahu ‘alaihi wassallam  :

Ali bin Abi Tholib

18. Orang yang pertama membuat

mimbar masjid Nabi

Shalallahu ‘alaihi wassallam  :

Tamim Ad-dary

19. Orang yang pertama

menghunus

pedang dalam

perjuangan fisabilillah : Zubair

bin Al-

Awwam

20. Orang yang pertama menulis

sejarah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam  :

Ibban bin Othman bin Affan

21. Orang yang pertama beriman

dengan Nabi

Shalallahu ‘alaihi wassallam  :

Khadijah bt Khuwailid.

22. Orang yang pertama

menggagas usul fiqh :

Imam Syafi’i RH.

23. Orang yang pertama membina

penjara dalam Islam:

Ali bin Abi Tholib

24. Orang yang pertama menjadi

raja dalam Islam :

Muawiyah bin Abi Sufyan

25. Orang yang pertama membuat

perpustakaan umum:

Harun Ar-Rasyid

26. Orang yang pertama

mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab

27. Orang yang pertama

menghafal Al-Qur’an setelah

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam  :

Ali bin Abi Tholib

28. Orang yang pertama membangun

menara di Masjidil

Haram Mekah:

Khalifah Abu Ja’far Al-Mansur

29. Orang yang pertama digelar

Al-Muqry :

Mus’ab bin Umair

30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga :

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam 

visit,

Instagram : @islam_nasehat

Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Cara Rasul Memperlakukan Anaknya

BEGINILAH NABI MEMPERLAKUKAN ANAK-ANAK

Anda sering jengkel dengan anak?

Merasa kesal bahkan pusing dengan kelakuan mereka yang terkadang bandel dan tidak mau diam?

Ya, perasaan itu pasti pernah kita rasakan, karena faktanya, anak-anak tidak selalu lucu dan menggemaskan, tetapi juga terkadang membuat kita jengkel, sedih, bahkan marah.

Tak jarang, para orang tua kewalahan menghadapi tingkah polah anaknya.

Mendidik anak menjadi baik adalah hal yang tidak mudah dan membutuhkan kerja keras.

Allah menjanjikan pahala yang besar bagi orang tua yang berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang sholih.

Di antaranya bahwa pahala anak sholih menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang tuanya setelah ia mereka berdua meninggal dunia.

Mengingat betapa berharganya seorang anak dalam Islam, sangat tidak mungkin apabila tidak terdapat bimbingan yang lengkap dalam kitab dan sunnah dalam mentarbiyah mereka.

Salah satu bimbingan Islam dalam hal ini adalah perilaku Nabi  shalallahu alaihi wasallam terhadap anak-anak.

Bagaimanakah Nabi memperlakukan anak-anak pada masanya, sehingga tercetaklah generasi terbaik tiada bandingnya?

※ Dalam hadist Abu Hurairah, ia berkata : Kami pernah sholat Isya’ bersama Rasulullah, dan ketika beliau sujud, naiklah Hasan dan Husein di atas punggung beliau.

Bila beliau mengangkat kepala, beliau menurunkan mereka berdua dengan perlahan dan meletakkan mereka di lantai.

Ketika beliau sujud, mereka naik lagi ke punggung beliau, hal itu berulang-ulang sampai selesai sholat, kemudian beliau meletakkan mereka di atas paha beliau.

※ Seorang shahabiyah, Ummu Kholid juga menceritakan masa kecilnya: Aku mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersama ayahku dan aku memakai baju berwarna kuning.
Kemudian aku bermain-main cincin kenabian di punggung beliau, maka ayahku melarangku, tetapi Rasulullah berkata: biarkan saja, kemudian berdoa: “Semoga engkau panjang umur”, sampai tiga kali.

✓Beginilah Rasulullah memahami kebutuhan anak-anak terhadap permainan dan senda gurau. Dan bukannya membatasi kesenangan mereka dan menuntut mereka bersikap seperti orang dewasa.

◆ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam juga sering menggendong anak kecil.

※ Diriwayatkan bahwa beliau menggendong anak kecil sehingga ia kencing di pakaian beliau, maka beliau meminta air dan memerciki pakaiannya.

※ Dalam riwayat yang lain dikisahkan bahwa Nabi mencium Hasan Bin Ali radhiyallahu ‘anhuma dan di sisinya ada Al Aqra’ Bin Harits, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku memiliki 10 orang anak dan aku tidak pernah mencium mereka.

Maka Rasulullah pun memandangnya dan berkata:

من لا يَرحم لا يُرحم

“Siapa yang tidak menyayangi tidak akan disayang.”

✓Beginilah Nabi mengasihi dan menunjukkan rasa cintanya pada anak-anak, bahkan memperingatkan orang yang tidak mau menunjukkan cintanya pada mereka

※ Kadang-kadang beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam memangku cucu beliau, Hasan Bin Ali dan Usamah Bin Zaid bersama-sama sambil memeluk mereka dan berkata: “Ya Allah sayangi mereka karena sesungguhnya aku menyayangi mereka”.

※ Dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di atas dada atau di antara kedua bahu Ibnu Abbas sembari berdoa: “Ya Allah, berilah ia pemahaman ilmu agama dan ajarilah ia tafsir”.

✓Beginilah Nabi mendoakan anak-anak dengan kebaikan dan bukan sebaliknya mengucapkan kata-kata laknat untuk mereka.

◆ Beliau juga bermain dan berbincang-bincang dengan anak-anak, walaupun dalam dalam hal tampak sepele, sekedar untuk menyenangkan mereka.

※ Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya.

Aku memiliki adik yang bernama Abu Umair dan ia memiliki seekor burung kecil yang sering ia mainkan. Maka apabila Rasulullah datang ke rumahku ia berkata pada adikku: “Ya Aba Umair, apa yang dilakukan nughair (burung kecil)?”.

◆ Rasulullah juga mendudukkkan anak-anak seperti Abdullah Ibnu Abbas dan Abdullah Ibnu Umar dalam majelis para shahabat, mengajari dan berdiskusi bersama mereka dan seperti layaknya shahabat yang lain.

◆ Dan beliau membonceng Abdullah Ibnu Abbas di atas kendaraannya sambil menasehati dengan bahasa yang mudah dicerna dan penuh makna: “Wahai anak kecil, jagalah Allah niscaya ia akan menjagamu”.

✓Beginilah Nabi menghargai dan menghormati seorang anak dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Bukan sebaliknya, mengabaikan kehormatan dan keberadaan mereka, serta meremehkan mereka.

※ Berkata Umar bin Abi Salamah: “Aku adalah anak kecil di rumah Nabi, maka ketika makan, tanganku menjelajah di atas nampan. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku dengan lembut: “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang dekat denganmu”.

※ Berkata pula Anas Bin Malik: “Pernah suatu hari Rasulullah menyuruhku keluar untuk suatu kebutuhan. Maka aku berkata: “Demi Allah saya tidak mau pergi, padahal sebenarnya aku mau melakukan apa yang disuruh oleh Nabi.”

Maka aku pun keluar, sampai aku melewati anak-anak yang sedang bermain di pasar, maka Rasulullah (mencariku dan) memegang bajuku dari belakang.

Maka ketika aku menoleh, kulihat beliau tertawa sambil berkata: “Ya Unais, apa kamu pergi seperti yang aku suruh?” Aku menjawab: “Iya wahai Rasulullah.”

Sungguh demi Allah, aku telah melayani beliau selama 9 tahun, dan aku tidak pernah melihat beliau berkata terhadap apa-apa yang aku kerjakan: “Kenapa kamu melakukan itu?” atau terhadap sesuatu yang tidak aku kerjakan “Mengapa kamu tidak melakukan itu ?” (tidak memarahi).

✓Beginilah Nabi bersikap sabar terhadap kenakalan dan kekurangan adab anak-anak, menasehati mereka tanpa teriakan, celaan, apalagi kekerasan.

Ada pula riwayat yang tak kalah mengagumkan.

※ Dalam suatu majelis Rasulullah, duduk di sebelah kanan beliau seorang anak kecil sedangkan di kiri beliau orang dewasa.

Maka ketika beliau shalallahu alaihi wa sallam hendak memberi minum (karena kebiasaan Rasulullah selalu memulai dari kanan beliau), Rasulullah berkata pada anak itu: “Wahai anak kecil, apakah kamu memberi izin untuk memulai dari orang yang lebih tua?”

Maka anak itu menjawab: “Demi Allah, saya tidak mau bagianku diambil seorang pun. Maka Rasulullah pun memberikan haknya.

✓Beginilah Rasulullah menghormati hak setiap orang, walaupun ia seorang anak kecil, meminta izinnya, dan tidak menyia-nyiakannya.

✓Beginilah kasih sayang dan perhatian beliau terhadap anak-anak, padahal beliau adalah orang yang paling mulia, paling sibuk, memiliki kedudukan paling tinggi, tetapi beliau:

• Tetap meluangkan waktu untuk memperhatikan pendidikan dan memelihara kedekatan dengan anak-anak.

• Menunjukkan cinta dan penghormatan.

• Serta mengajarkan kepada orang dewasa bahwa anak-anak sangat butuh kelemah lembutan dan kesabaran.

Maka, akankah kita meneladani beliau dalam hal ini?

💢 Silakan Disebarkan

__________________________

DETIK DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD 😢😢 YANG NGAKU UMATNYA PASTI BACA!!

DETIK DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD 😢😢
YG NGAKU UMATNYA PASTI BACA!!
….
Dikisahkan pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku”.

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. syarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.

Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemahdengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurmayang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berserumengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,”Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.

Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.”Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? ” tanya Rasululllahdengan suara yang amat lemah.”Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu”.

“Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata Jibril.Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuhkecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” tanya Jibril lagi.”Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?””Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allahberfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umatMuhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.”Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalamdan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.”Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”. Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segeramendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.

Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘alaMuhammad wa baarik wasalim ‘alaihi.

KHUTBAH TERAKHIR NABI MUHAMMAD SAW (Khutbah ini disampaikan pada 9 Dzulhijjah 10 H dilembah Uranah,arafah)

“Ya saudara-saudaraku, perhatikan apa yang akan aku sampaikan, aku tidak tahu apakah tahun depan aku masih berada diantara kalian. Karenanya dengarkanlah baik2 apa yang kukatakan ini dan sampaikan kepada mereka yang tidak dapat hadir saat ini”.

“Ya saudara-saudaraku, seperti kita ketahui, bulan ini hari ini dan kota ini adalah suci, karenanya pandanglah kehidupan dan milik setiap orang Muslim sebagai kepercayaan yang suci”.

“Kembalikanlah barang barang yang dipercayakan kepadamu kepada pemilik yang sebenarnya”.

“Jangan kau lukai orang lain sebagaimana orang lain tidak melukaimu”.

“Ingatlah bahwa kamu akan bertemu dengan Allah SWT dan Dia akan memperhitungkan amalanmu dengan sebenar-benarnya”.

“Allah SWT telah merlarangmu memungut riba , karenanya mulai saat ini dan untuk seterusnya kewajiban membayar riba dihapuskan, waspadalah terhadap Syaitan demi keselamatan Agamamu. Dia/Syetan telah kehilangan harapannya untuk membawa kalian pada kesesatan yang nyata tapi waspadalah agar tidak terjebak pada tipuan halusnya”.

“Ya saudara-saudaraku, adalah benar kamu mempunya hak tertentu terhadap istri-istrimu, tapi mereka juga mempunyai hak atas dirimu. Apabila mereka mematuhi hakmu maka mereka memperoleh haknya untuk mendapatkan makanan dan pakaian secara layak. Perlakukanlah istri-istrimu dengan baik dan bersikap manis terhadap mereka, karena mereka adalah pendampingmu dan penolongmu yang setia”.

“Dan adalah hakmu untuk melarang mereka berteman dengan orang-orang yang tidak kamu sukai, dan juga terlarang melakukan Perzinahan”.

“Ya saudara-saudaraku, dengarkanlah baik-baik, SEMBAHLAH ALLAH, SHALAT lima waktu dalam sehari, laksanakan PUASA selama bulan Ramadhan, dan tunaikanlah ZAKAT, laksanakan IBADAH HAJI bila mampu Ketahuilah bahwa sesama Muslim adalah bersaudara, Kamu semua adalah sederajat”.

“Tidak ada perbedaan satu terhadap yang lain KECUALI KETAQWAAN DAN AMALAN SHALIH. Karena itu berhati-hatilah jangan menyimpang dari jalan kebenaram setelah kepergianku nanti”.

“Ya saudara-saudaraku, tidak akan ada Nabi dan Rasul sesudahku dan tidak akan ada agama lain yang lahir karenanya simaklah baik-baik ya Saudaraku, dan pahamilah kata-kata yang kusampaiakn kepadamu bahwa AKU MENINGGALKAN 2 PUSAKA, AL’QURAN DAN contoh-contohku sebagai AS-SUNNAH, DAN BILA KALIAN MENGIKUTINYA TIDAK MUNGKIN AKAN TERSESAT”.

“SIAPA YANG MENDENGARKAN PERKATAANKU INI WAJIB MENYAMPAIKANNYA KEPADA YANG LAIN DAN SETERUSNYA, dan mungkin yang terakhir memahami kata-kataku ini bisa lebih baik dari yang langsung mendengarkan, Demi Allah aku bersaksi, bahwa aku telah menyampaikan ajaran-Mu kepada umat-MU YA ALLAH”.

Alhamdulillah semoga dengan asbab kisah ini kita semakin meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan RasulNya,Bukti cinta Rasulullah hingga detik-detik terakhir beliau kepada kita semua yang tidak pantas untuk dicintai ini sungguh sangat menyakitkan apabila kita membalas dengan penghianatan.

Maka akhwat (wanita)ku seiman yang saya cintai, bersegeralah menutup aurat dengan sempurna, karena jangankan surga, aromanya pun tidak akan engkau cium apabila engkau tidak menutup auratmu. dan buat ihwa (Laki-2)ku seiman yang saya cintai, segerakanlah sholat di mesjid apabila adzan telah dikumandangkan. hingga kita semua bisa berkumpul kembali bersama junjungan kita Baginda Rasulullah, ahlul bait beliau dan juga para sahabat-2 beliau di SurgaNya Allah SWT..

“Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, berarti ia mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga”(H.R Bukhari)

Ya Allah…

😊✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini

😊✔ Lapangkanlah hatinya
😊✔ Bahagiakanlah keluarganya

😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

😊✔ Mudahkan segala urusannya
😊✔ Kabulkan cita-citanya
😊✔ Jauhkan dari segala Musibah

😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar

😊✔Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!

Bermain Bersama Istri Itu Sunnah

Bermain Bersama Istri Itu Sunnah

Membangun kemesraan dalam rumah tangga sangat dianjurkan dalam islam. Salah satunya adalah ‘bermain’ dengan istri. Hampir semua permainan, tidak mengandung dzikrullah, dan tidak dianjurkan dalam dalam islam. Kecuali beberapa permainan, salah satunya bermain dengan istri.
.
Aisyah menceritakan,
.
Aku pernah ikut safar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ketika itu aku masih muda, badannya belum gemuk dan bellum berlemak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh rombongan safar, “Silahkan kalian jalan duluan.”
.
Merekapun jalan duluan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajakku,
.
“Mari kita lomba lari. “
.
Akupun lomba lari dengan beliau dan aku bisa mengalahkan beliau.
.
Hingga setelah aku mulai gemuk, berlemak dan sudah lupa dengan perlombaan yang dulu, aku pergi bersama beliau untuk melakukan safar. Beliau meminta kepada rombongan, “Silahkan kalian jalan duluan.”
.
Merekapun jalan duluan.
.
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajakku,
.
“Mari kita lomba lari”
.
Akupun lomba lari dengan beliau dan beliau bisa mengalahkanku.
.
Beliau tertawa dan mengatakan, “Ini pembalasan yang kemarin.” (HR. Ahmad 26277 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth)
.
Meskipun hadis ini bercerita tentang lomba lari, tapi itu bukan pembatasan. Hanya saja, yang pernah dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah lari, karena itu yang paling memungkinkan.
.
Jika ini tidak memungkinkan dalam keluarga anda, bisa diganti dengan jenis permainan yang lain, misalnya petak umpet atau lompat tali atau gobak sodor, atau permainan sejenisnya. Yang jelas bukan gulat.
.
Semoga keluarga kita semua bahagia…
.
Allahu a’lam.
.
Ustadz Ammi Nur Baits

Amalan Sebelum Tidur Rasulullah Untuk Fatimah

Rasulullah tidak pernah tidur sebelum mencium Fatimah. Pernah suatu ketika ditegur dan ditanya salah satu istrinya, kenapa engkau selalu mencium Fatimah? Rasulullah menjawab, ‘setiap aku rindu surga aku mendapatkan semerbak bau harum surga pada diri Fatimah’.Suatu hari Siti Fatimah sudah masuk di kamarnya, sudah di dalam selimutnya, mau tidur. Rasulullah mengetuk pintu kamarnya, kemudian Rasulullah masuk dan Siti Fatimah bangun, kata Rasulullah ‘jangan, tetaplah kamu di tempat tidurmu’.Kemudian beliau bersabda ‘putriku Fatimah, kamu jangan tidur sebelum mengkhatamkan Al-Quran. Kamu jangan tidur sebelum menjadikan seluruh nabimemberikan syafaat untukmu. Kamu jangan tidur sebelum merelakan atau memberi kerelaan kepada seluruh kaum mukminin-mukminat di dunia ini. Dan terakhir wahai putriku Fatimah jangan kamu tidur sebelum kamu Umrah dan Haji’.Permintaan yang sulit semua. Sebelum tidur khatamAl-Quran. Sebelum tidur menjadikan seluruh Nabi memberikan syafaat. Sebelum tidur merelakan kaummukminin-mukminat. Sebelum tidur Umrah dan Haji.Siti Fatimah terkejut mendapatkan perintah ini. Sebelum sempat Fatimah berkata, Rasulullah shalat dua rakaat di kamar Siti Fatimah. Siti Fatimah duduk menanti selesai shalat ayahnya untuk menanyakan tentang perintah tadi.Setelah Rasulullah salam, Siti Fatimah berkata, ‘ayahku, siapa yang mampu sebelum tidur khatam Al-Quran, menjadikan para Nabi memberi syafaat, merelakan seluruh kaum mukminin-mukminat, dan melaksanakan Umrah dan Haji?’Rasulullah tersenyum kemudian beliau bersabda, ‘bukan begitu putriku, bukankah engkaukalau membaca Qulhuwallahu Ahad (Surah Al-Ikhlas) sebanyak 3x dihitung seperti khatam Al-Quran.Kedua, bershalawatlah kepadaku dan seluruh para nabi, nanti kami semua siap memberi syafaat.Ketiga, doakan kaum mukminin-mukminat; Astaghfirullah lil mukminina wal mukminat, supaya semua kaum mukminin-mukminat rela kepadamu.Ke empat, Umrah dan Haji yang kumaksud ialah membaca; Subhanallah, walhamdulillah,wa Laa Ilaha Illallah, wa Allahu Akbar, maka pahalanya seperti kamu melakukan Umrah dan Haji’.Jadi inilah amalan yang diajarkan Rasulullah kepada putrinya Fatimah. Dan mari kita amalkan dan ajarkankepada anak-anak kita:1. Membaca Qulhuwallahu Ahad (Al-Ikhlas) 3 x.2. Shalawat kepada para Nabi (Allahumma Shalli ala Muhammad wa Ali Muhammad wa Alal Anbiya-i wal Mursalin).3. Mendoakan kaum Muslimin (Astaghfirullahlil mukminina wal mukminat).4. Kemudian membaca (Subhanallah, wa-Alhamdulillah wa Laa ilaa ha Illallah wa-Allahu Akbar).Marilah kita mulai praktikkan dan ajarkan kepada anak-anak kita.

Ngeyelnya Ahlul Bid’ah

Inilah komentar Ahlul Bid’ah
.

Ngaji dulu sana, pelajari dulu kitab kuning (Padahal ustadz yang mengatakan bid’ah lebih pintar dari dia, ustadz nya lulusan madinah, belajar dengan ulama yang jelas ilmunya).
.

Ngaji itu sama kyai, sama habib, jelas ilmunya, bersanad (Katanya doang bersanad tapi amalannya gak ada hadistnya, gak ada contoh dari Rasulullah, terus amalannya bersanad dari mana?)
.

Yaelaahhh dasar wahabi cuman modal copas, nyarinya di google terus sambil foto kitabnya (Lebih baik modal copas tapi shahih daripada belajar kitab tapi amalannya gak sejalan dengan Rasulullah).
.

Dasar wahabi tukang melintir hadist, tukang fitnah (Sejak kapan melintir hadist? Jelas kok kami tampilkan takhrij hadistnya, silahkan buka dikitab hadist” shahih)
.

Belajar dulu sana, ngaji dulu sana, supaya tidak kelihatan bodoh, dasar goblok wahabi (Katanya doang orang berilmu tapi akhlaknya Subhanallah jauh dari kata orang berilmu).
.

Oh wahabi tri tauhid, menyamakan Allah dengan mahkluknya (Pas kami posting bantahannya yang sangat panjang, ilmiah, ada dalil, perkataan para sahabat dan imam madhzab eh malah hilang dari kolom komentar sembunyi pura” gak mau baca)
.

Wahabi tukang fitnah, ngurusin aib orang lain, ngurusin amalan orang lain, sok suci, wahabi yang punya surga, ghibah dan semacamnya (Bentuk dari penyakit hati, tertutupnya hati menerima kebenaran, padahal yang kita lakukan adalah mengingatkan akan bahaya bid’ah dan tahdzir kepada yang menampakkan kesesatan)
.

Ah wahabi suka mengkafirkan orang (Dari mananya suka mengkafirkan? Ini adalah tuduhan palsu, justru kami sangat anti dalam pengkafiran, bahkan yang menyembah kuburan tak lantas kami vonis kafir, tapi harus sesuai dengan kaidah” islam).
.

Itulah sedikit komentar dari orang” yang mengaku Ahlus Sunnah tapi doyannya ngebubarin kajian, doyannya jaga gereja, doyannya bersentuhan dengan yang bukan mahram, doyannya ngalap berkah, doyannya dzikir sambil joged, doyannya makan”, anti berjenggot, anti dengan sunnah” Rasulullah.
.

Cukup kita yang menilai siapa sebenarnya yang Ahlus Sunnah.

Hadits Tirmidzi No. 3349

“BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAAH, ALLAAHUMMA INNAA NA’UUDZU BIKA MIN AN NAZILLA AU NADZHILLA AU NAZHLIMA AU NUZHLAMA AU NAJHALA, AU YUJHALA ‘ALAINAA.” (Dengan nama Allah aku bertawakal kepada Allah. Ya Allah, kami berlindung kepadaMu dari terpeleset atau tersesat, atau berlaku zhalim atau dizhalimi atau bersikap bodoh atau kami dibodohi). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.

(HR. Tirmidzi: 3349)