Keistimewaan Rasulullah Dalam Menahan Syahwatnya

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Uliyyah dari Ibnu ‘Aun dari Ibrahim ia berkata; Al Aswad dan Masruq menemui ‘Aisyah dan bertanya, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencumbu isterinya di saat berpuasa?” ia menjawab, “Ya, beliau pernah melakukannya. Tetapi beliau lebih mampu menahan syahwat dari pada kalian. ”

HR. Ibnu Majah

Rasulullah Selalu Mengucapkan Kebenaran

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ishaq berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Mubarak dari Usamah bin Zaid dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata; Ditanyakan kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa sallam; “wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau bercanda dengan kami, ” maka beliau beliau bersabda: “Sesungguhnya aku tidak mengatakan kecuali kebenaran.”

HR. Ahmad

Bacaan Rasulullah Sebelum Khutbah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertasyahhud (memulai khutbahnya), beliau mengucapkan: “ALHAMDULILLAH NASTA’IINUHU WANASTAGHFIRUHU WANA’UDZU BILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA MAN YAHDIHILLAHU FALA MUDHILLA LAHU WAMAN YUDHLIL FALA HADIYA LAHU. WAASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WAASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASULUHU ARSALAHU BIL HUDA, BASYIRAW WANADZIRAN BAINA YADAYISSA’AH MAN YUTHI’ILLAHA WARASULAHU FAQAD RASYAD WAMAN YA’SHIHIMA FAINNAHU LA YADHURRU ILLA NAFSAHUWALA YADHURRU-LLAHA SYAIAN (segala puji bagi Allah, kita memohon ampun kepada-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya dan berlindung kepada Allah dari kejahatan-kejahatan diri kita, barang siapa yang di beri petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa di sesatkan-Nya, maka tidak ada seorangpun yang dapat memberikannya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya yang diutus dengan kebenaran sebagai pamberi kabar gembira dan sekaligus pemberi peringatan sebelum datangnya hari Kiamat. Barangsiapa menaati Allah dan rasul-Nya, maka dia telah mendapatkan petunjuk dan barangsiapa bermaksiat kepada keduanya, maka sesungguhnya dia tidaklah mencelakakan kecuali dirinya sendiri dan Allah tidak rugi sedikitpun).” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah Al Muradi telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahb dari Yunus bahwa dia bertanya kepada Ibnu Syihab tentang tasyahhudnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada khutbah Jum’at, maka dia menyebutkan seperti diatas dengan tambahan; “WAMAN YA’SHIHIMA FAQAD GHAWA WANAS’ALULLAHA RABBANA AN YAJ’ALANA MIMMAN YUTHI’UHU WA YUTHI’I RASULAHU WA YATTABI’ RIDHWANAHU WA YAJTANIB SAKHATHAHU FAINNAMA NAHNU BIHI WA LAHU” (Dan barangsiapa bermaksiat kepada keduanya, maka dia telah tersesat, kami memohon kepada Allah Rabb kami agar menjadikan kami termasuk orang-orang yang taat kepada-Nya dan taat kepada rasul-Nya dan termasuk orang yang mengikuti keridhaan-Nya serta menjauhi kamurkaan-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang selalu merindukan keridhaan-Nya dan menjauhi kamurkaan-Nya).”

HR. Abu Daud

Dhaif

Orang Orang Neraka Jahanam Yang Selamat

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Dzakwan dari Abu Raja’ Al ‘Utharidi dari Imran bin Hushain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Suatu kaum dari Ummatku pasti akan keluar dari neraka dengan Syafa’atku, mereka dinamakan al Jahannamiyyun (orang-orang neraka jahannam) “. Abu Isa berkata; ‘Hadits ini hasan shahih, adapun Abu Raja’ al ‘Utharidi namanya adalah Imran bin Taim, dan dinamakan juga Ibnu Milhan.’

HR. Tirmidzi

Kelompok Pertama Lebih Baik Dari Kelompok Kedua

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah; Telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far; Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Muhammad bin Abu Ya’qub Aku mendengar ‘Abdur Rahman bin Abu Bakrah bercerita dari bapaknya bahwasanya Al Aqra’ bin Habis pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata; “Ya Rasulullah, sesungguhnya Surraq Al Hajij dan kabilah Aslam, kabilah Ghifar, kabilah Muzainah (saya kira juga kabilah Juhainah, tapi Muhammad -salah seorang perawi hadits- meragukannya) telah membai’at engkau.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: ‘Tidakkah kamu tahu bahwasanya kabilah Aslam, Ghifar, dan Muzainah (menurut saya -perawi hadits ini- juga kabilah Juhainah) lebih baik daripada Bani Tamim, Bani Amir, Bani Asad dan Bani Ghathafan. Apakah mereka (kelompok akhir) itu merasa rugi dengan hal tersebut.’ Al Aqra’ bin Habis menjawab; ‘Ya.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwaku ditangan-Nya sesungguhnya mereka (kelompok pertama) lebih baik daripada kelompok kedua.’ Telah menceritakan kepadaku Harun bin ‘Abdullah; Telah menceritakan kepada kami ‘Abdush Shamad; Telah menceritakan kepada kami Syu’bah; Telah menceritakan kepadaku Sayyid Bani Hatim Muhammad bin ‘Abdullah bin Abu Ya’qub Adh Dhabi melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. Namun dia tidak menyebutkan kata; ‘Aku kira.’

HR. Muslim

Penjelasan Kiamat

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi telah menceritakan kepada kami Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata: Aku mendengar Qatadah dan Abu At Tayyah menceritakan bahwa keduanya mendengar Anas menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Aku diutus dan kiamat seperti ini.” Syu’bah menyandingkan jari telunjuk dan jari tengah saat menceritakannya. Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu’adz telah menceritakan kepada kami ayahku. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu At Tayyah dari Anas dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dengan matan serupa. Telah menceritakannya kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Adi dar Syu’bah dari Hamzah Adh Dhabbi dan Abu At Tayyah dari Anas dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seperti hadits mereka.

HR. Muslim

Doa Rasulullah Untuk Suku

Dan telah menceritakan kepadaku Husain bin Huraits; Telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Musa dari Khutsaim bin ‘Irak dari Bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Semoga Allah memberi kedamaian kepada suku Aslam dan semoga Allah memberi ampunan kepada suku Ghifar. Ini bukan aku yang mengucapkannya, akan tetapi Allah Azza wa Jalla.”

HR. Muslim

Doa Rasulullah Tentang Dunia Akhirat

Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Mu’adz, bapakku telah menceritakan kepada kami; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Tsabit dari Anas dia berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam banyak berdo’a dengan, “Ya Allah, Rabb kami, berikanlah kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa neraka”.

– HR. Muslim

– @islam_nasehat

Rasulullah Sudah Melindungi, Tapi Masih Saja Ada Umatnya Yang Bandel

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Perumpamaanku adalah bagaikan seorang yang menyalakan api. Maka tatkala api itu menerangi sekitarnya, tiba-tiba serangga-serangga beterbangan menjatuhkan diri ke dalam api itu. Dan orang tersebut telah berusaha menghalaunya. Namun serang-serangga tersebut tetap mendesak masuk ke dalam api tersebut. Kata beliau: ‘Maka itulah perumpamaanku dengan kalian, aku telah berusaha melindungimu dengan api neraka, jauhi api neraka, jauhi api neraka, namun kalian tetap nekad dan masuk ke dalamnya.”

HR. Muslim

@islam_nasehat