Jangan Menyerupai Orang Kafir

Jangan Menyerupai Orang Kafir

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wasallam melarang ummatnya untuk meniru ibadah orang kafir. Seorang muslim haruslah menghiasi kehidupannya dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wasallam. Tidak pantas jika ada seorang muslim yang ikut-ikutan ataupun meniru ibadah orang kafir.
.
Cukuplah Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari raya besar ummat islam. Jika ada yang meniru ibadah suatu kaum, maka ia adalah bagian dari kaum tersebut.
.
Tak hanya soal ibadah, begitupun dengan gaya hidup. Bagi seorang laki-laki dilarang meniru pakaian seorang wanita, dan juga sebaliknya.

Jadi, jangan suka ikut-ikutan meniru lifestyle agama lain yaa.

Gelar Teroris Itu Dari Orang Kafir โ€ข Aulia Izzatunisa

Gelar Teroris itu Buatan Orang Kafir ๐Ÿ˜ˆ

Syaikh Shalih bin Fauzan bin โ€˜Abdullah Al Fauzan hafizhahullah berkata,
โ€œOrang-orang kafir sejak dahulu telah memerangi kaum muslimin. Mereka yang selalu memberikan gelaran yang tidak baik para orang Islam, supaya orang-orang menjauh dari Islam. Sebagaimana yang Allah sebutkan,

ูŠูุฑููŠุฏููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุทู’ููุฆููˆุง ู†ููˆุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุฃูŽูู’ูˆูŽุงู‡ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุจูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูู…ู‘ูŽ ู†ููˆุฑูŽู‡ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุฑูู‡ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ

โ€œMereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.โ€ (QS. At Taubah: 32).

Orang kafirlah yang menggelari orang Islam dengan teroris, segala sifat jelek disematkan pada orang Islam. Padahal sebenarnya itu bukan ajaran Islam, namun ajaran dan karakteristik orang kafir. Adapun jika ada orang Islam yang keliru atas dasar kejahilan atau niatan yang jelek, maka perbuatan mereka tak disandarkan pada ajaran Islam karena Islam melarang tindakan tersebut.

Supaya kita terlepas dari tuduhan jelek tersebut, maka hendaklah dijelaskan bahwa tindakan teror semacam itu bukanlah bagian dari Islam. Itu hanya kelakukan perorangan. Orang muslim bisa jadi juga salah. Yang bisa kita anggap selamat dari kesalahan (alias: maโ€™shum) adalah Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.โ€ (Lihat Al Muntaqo min Fatawa Al Fauzan 1: 416, soal no. 247).

Padahal kalau kita menilik sejarah yang melakukan pembantaian paling banyak hingga puluhan juta orang adalah non muslim. Contoh saja:

1. Hitler membantai 6 juta orang Yahudi dan 60 juta orang pada perang dunia II. Hitler seorang Kristian.
2. Joseph Stalin (Uncle Joe) telah membunuh 20 juta orang dan 14,5 juta telah mati kelaparan.
3. Mao Tse Tsung dari Cina telah membunuh 14 โ€“ 20 juta orang.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.๐Ÿ™๐Ÿป

Menyerupai Orang Kafir

JENIS-JENIS TASYABBUH (MENGIKUTI / MENYERUPAI ORANG KAFIR) PADA MALAM TAHUN BARU MASEHI :

1. Perayaan Tahun Baru : Ritual Kekafiran
2. Meniup Terompet : Kafir Yahudi
3. Menyalakan Kembang Api / Petasan dll : Kafir Majusi
4. Membunyikan Lonceng (Detik Pergantian Tahun) : Kafir Nashrani
5. Memakai Topi Kerucut (Sanbenito) : Simbol Kemurtadan
6. Ritual Sex / Cinta Satu Malam / Mut’ah / Menyewa Wanita Malam : Kafir Syi’ah
7. Acara Bakar Bakar Ayam / Jagung dll : Ikut Merayakan Ritual Kekafiran
8. Nonton Acara Konser Malam Tahun Baru : Ikut Merayakan Ritual Kekafiran
9. Ikut Turun Ke Jalan / Lihat Kemeriahan Acara Pergantian Tahun : Ikut Merayakan Ritual Kekafiran
10. Dan lain lain

Merayakan Tahun Baru dan Melaksanakan Salah Satu / Semua Point diatas adalah Tasyabbuh kepada Orang Orang Kafir.

Itu artinya Jika Antum Sebelumnya adalah Muslim maka setelah melakukan Point Point diatas maka Antum :

1. Melakukan Dosa Besar
2. Jatuh kepada Pembatal Keislaman / Murtad
3. Kafir / Menolak Ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk Tidak Tasyabbuh kepada Kaum Kafir

Dari Ibnu โ€˜Umar, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŽ ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’

โ€œBarangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.โ€ (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidhoโ€˜ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwaโ€™ul Gholil no. 1269)

Dari โ€˜Amr bin Syuโ€™aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุจูŽู‘ู‡ูŽ ุจูุบูŽูŠู’ุฑูู†ูŽุง

โ€œBukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kamiโ€ (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Sebagai Muslim maka Kita harus menjauhi semua point diatas untuk menjaga Tauhid dan Iman kita

Jazaakillahu Khairan

Sumber : #Islam_Kaaffah_Ala_Minhajin_Nubuwah

Menghinakan Orang Kafir Dengan Syair

ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆู’ุง ุณูŽูˆูŽุงู“ุกูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุกูŽุงูŽู†ู’ุฐูŽุฑู’ุชูŽู‡ูู…ู’ ุงูŽู…ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูู†ู’ุฐูุฑู’ู‡ูู…ู’ย  ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ููˆู’ู†ูŽ

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.

[QS. Al-Baqarah: Ayat 6]

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Malik bin Syu’aib bin Al Laits; Telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Kakekku; Telah menceritakan kepadaku Khalid bin Yazid; Telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Abu Hilal dari ‘Umarah bin Ghaziyyah dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman dari ‘Aisyah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Cacilah kaum kafir Quraisyy dengan syair, Karena yang demikian itu lebih pedih daripada bidikan panah.”

Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seseorang kepada lbnu Rawahah untuk menyampaikan pesan beliau yang berbunyi; Cacilah kaum kafir Quraisyy dengan syairmu!” Kemudian lbnu Rawahah melancarkan serangan kepada mereka dengan syairnya, tetapi sepertinya Rasulullah belum merasa puas.

Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim seorang utusan kepada Ka’ab bin Malik. Lalu juga mengutus seorang utusan kepada Hassan bin Tsabit. Ketika utusan tersebut datang kepadanya, Hassan berkata; “Telah tiba saatnya engkau mengutus singa yang mengipas-ngipaskan ekornya, menjulurkan dan menggerak-gerakkan Iidahnya.

Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan membawa kebenaran, saya akan menyayat-nyayat hati kaum kafir Quraisyy dengan syair saya ini seperti sayatan kulit.” Tetapi Rasulullah memperingatkannya terlebih dahulu: “Hai Hassan, janganlah kamu tergesa-gesa, karena sesungguhnya Abu Bakar itu lebih tahu tentang nasab orang-orang Quraisyy. Sementara nasab Quraisyy itu sendiri ada pada diriku.”

Kemudian Hassan bin Tsabit pergi mengunjungi Abu Bakar Setelah itu, ia pun kembali menemui Rasulullah dan berkata; Ya Rasulullah, nasab engkau telah saya ketahui silsilahnya. Demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan kebenaran, saya pasti akan mampu mencabut engkau dan kelompok mereka sebagaimana tercabutnya sebutir gandum dari adonannya.”

Aisyah berkata; “Lalu saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Jibril Alahis Salam senantiasa akan mendukungmu hai Hassan selama kamu menghinakan orang-orang kafir dengan syairmu untuk membela Allah dan Rasul-Nya.” Aisyah berkata; Hassan bin Tsabit melontarkan syair-syair hinaan kepada kaum Quraisyy dengan dahsyatnya.” Hassan bin Tsabit berkata; dalam syairnya; ‘Kau hina Muhammad, maka aku balas hinaanmu itu, # dan dengan itu maka aku raih pahala di sisi Allah. # Kau hina Muhammad, orang yang baik dan tulus, # utusan Allah yang tidak pernah ingkar janji. # Ayahku, nenekku, dan kehormatanku akan, aku persembahkan demi kehormatan Muhammad dan seranganmu. # Aku akan pacu kudaku yang tak terkejar olehmu menerjang musuh dan terus mendaki. # Pasukan berkuda kami melesat ke atas bukit, dengan menyanding anak panah yang siap diluncurkan. # Kuda-kuda kami terus berlari, dengan panji-panji yang ditata oleh kaum wanita.# Tantanganmu pasti kami hadapi, sampai kemenangan berada di tangan kami. # Jika tidak, maka tunggulah saat pertempuran # yang Allah akan berikan # kejayaan kepada orang yang dikehendaki-Nya. # Allah berfirman: “Telah Aku utus seorang hamba, # yang menyampaikan kebenaran tanpa tersembunyi.” # Allah berfirman: “Telah Aku siapkan bala bantuan, # yaitu pasukan Anshar yang merindukan musuh. # Setiap hari kami siap menghadapi cacian, # pertempuran, ataupun hinaan. # Hinaan, pujianmu dan pertolonganmu kepada Rasulullah, semua itu bagi beliau tiada artinya. # Jibril yang diutus oleh Allah untuk membantu kami, dialah Ruhul Qudus yang tak tertandingi.

(HR. Muslim)

Balasan Neraka Jahanam Untuk Orang Kafir

Telah menceritakan kepada kami Suwaid telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin al Mubarak dari Sa’id bin Yazid Abu Syuja’ dari Abu as Samh dari Abu al Haitsam dari Abu Sa’id al Khudzri dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menjelaskan firmanNya: “Dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” Beliau bersabda: “Orang kafir dibakar oleh api neraka, maka bibir atasnya mengkerut (ke atas) sehingga mencapai pertengahan kepalanya, sedangkan bibir bawahnya menjulur hingga mendekati pusarnya.” Abu Isa berkata; ‘Ini hadits hasan shahih gharib. Dan Abu al Haitsam namanya adalah Sulaiman bin Amru bin Murrah bin Abd al Utwari. Dia adalah seorang yatim yang berada pada naungan Abu Sa’id.’

HR. Tirmidzi