Amalkan Ilmu Karena Allah

Dear #Lovalila …
Pahala dan dunia kan kau dapat dengan amalkan ilmu karena Allah Ta’ala.
Raihlah ilmu sebanyak-banyaknya, setinggi-tingginya. Sebab dengan ilmu, kau bisa menolong sesama, juga agamamu.
.
Apakah kamu masih betah menjadi orang yang tak berilmu? Mengandalkan orang lain atas segala tugas-tugasmu?
Dear.. Masa depan di tanganmu. Terlebih masa depan yg paling depan (akhirat). Kita di dunia cuma numpang lewat, maka bekali diri tuk hadapi kehidupan ini. Jadilah wanita tangguh yg bermanfaat untuk ummat.
.
Skill apapun yg kau miliki, salurkanlah itu untuk berkontribusi di jalan dakwah. Pengalaman inspiratif yang kau dapatkan, berbagilah kepada sesama muslimah. Mudah2an bisa memotivasi untuk menjadi wanita hebat. Karena ilmu yang diamalkan dengan niat ibadah dan ditujukan kepada  Allah, balasannya bukan hanya materi dunia, tapi juga pahala yang tak berhingga. Itulah sebaik-baiknya harta yang dapat kita bawa. 😇
.
#MuslimahBerpendidikan

Luruskan Niat Hihrahmu

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan””
(HR. Bukhari)”
.
Dear.. Apakah alasan hijrahmu?
Apakah itu karena ingin dianggap baik, sehingga dapet jodoh yang baik?
Apakah ingin dapet rezeki yang banyak? Atau hanya ikut2an teman?
.
Banyak faktor yang mendorongmu mepangkah ke arah yang lebih baik. Secara kasat mata, ketika orang lain melihat perubahanmu mungkin dinilai cukup mengesankan. Namun #tanyahati .. Sudahkah hijrahmu diniatkan karena Allah? Atau sebatas materi dan dunia?
.
Tenang, kau akan dapat apa yang kau niatkan kok. Jika itu sebatas, pujian, materi, kau akan kecewa. Sebab itu semua perkara dunia. Jika tak mendapatkannya, mudah sekali kita balik ke masa lalu yang jahiliyah.
Sekali lagi, kau merugi.. karena hijrahmu tak mendatangkan berkah dan pahala, sebab tak kau sertakan Allah dalam niatmu. 😀
.
Jika iya, maka saatnya pugar niat dari sekarang! Luruskan niat hijrahmu karena Allah ya dear 😊
.
#HijrahSetengahMateng

Niat Karena Allah

“Biar Lelah asal LilLaah”
Ciyehh.. Nyess banget dengernya 😁
.
Btw, kalian udah paham belum tentang niat? Kalo belum tau arti dari niat, gimana dengan kata “LilLaah” yg sering diucapkan, apa bener kau melakukan sesuatu karena Allah?
.
Dear #Lovalila , Keinginan hati untuk melakukan suatu amalan, itulah makna daripada niat. Niat merupakan perkara yang amat penting dalam Islam
.
Nabi shallallahua’laihi wasallambersabda :
“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)
.
Salah satu fungsi niat adalah Membedakan tujuan seseorang dalam beribadah. Pembahasan inilah yang sering kita kenal dengan istilah ikhlas. Jadi apakah seorang tatkala ia beribadah ikhlas lillahi ta’ala, atau hanya mengharap perhatian manusia?
.
Dan kita tahu bahwasannya Allah ta’ala tidak akan merima amalan seorang hamba melainkan yang dilakukan karena ikhlas mengharap keridhaan-Nya semata. Karena Allah ta’ala Maha Kaya, Dia tidak butuh persekutuan dalam peribadatan kepadaNya. Dalam sebuah hadits qudsi Allah ta’ala berfirman :
“Aku sangat tidak butuh sekutu, siapa saja yang beramal menyekutukan sesuatu dengan-Ku, maka Aku akan meninggalkan dia dan syirknya.” (HR. Muslim)
.
Fungsi niat ini pula yang seringkali dimaksudkan dalam perkataan-perkataan ulama salaf. Seperti perkataan seorang alim; Abdullah bin Mubarak rahimahullah :
“Boleh jadi amalan yang sepele, menjadi besar pahalanya disebabkan karena niat. Dan boleh jadi amalan yang besar, menjadi kecil pahalanya karena niat. ”
.
Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa niat akan mempengaruhi kadar pahala yang diperoleh seorang hamba. Semakin murni keikhlasannya, semakin besar pahala yang akan ia dapat. Walau amalan yang ia lakukan ringan. Dan Semakin kecil kadar keikhlasan seorang hamba; walau amalan yang ia lakukan adalah amalan yang berpahala besar, namun bila keikhlasan dalam hatinya kecil, maka semakin kecil pula pahala yang ia peroleh.
.
Wallahu’alam
.
#SemangatFiiSabiilillah

Tetap Dihitung Sholat Selama Sudah Meniatkan Sholat

Berkata; aku telah membaca dihadapan Abdurrahman; dari Malik. Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepadaku Malik dari Al ‘Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub dari bapaknya di hadits Abdurrahman dan Ishaq bin Abdullah, bahwa keduanya mendengar Abu Hurairah berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika shalat telah ditegakka maka janganlah kalian mendatanginya dengan terburu-buru, tetapi datangilah dengan tenang. Apa yang kalian dapati maka shalatlah dan apa yang kalian tertinggal darinya maka sempurnakanlah, sesungguhnya kalian dalam hitungan shalat selama telah meniatkan untuk shalat.”

HR. Ahmad

Bacaan Ihlal • Niat Masuk Haji • Nasehat Islam

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ats Tsauri dari Qais bin Muslim dari Thariq bin Syihab dari Abu Musa Al Asy’ari ia berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutusku untuk (menjadi juru dakwah) kepada kaumku. Ketika musim haji tiba, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi melaksanakan haji dan aku juga pergi melaksanakan haji.

Ketika beliau istirahat di Abthah aku menemui beliau, dan beliau pun bertanya kepadaku: “Wahai Abdullah bin Qais, dengan bacaan apa kamu mengucapkan Ihlal (niat masuk haji)?” saya menjawab, “LABBAIKA BIHAJJIN KA HAJJI RASuULILLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM (Ya Allah aku menyambut pangilan-Mu untuk melaksanakan haji sagaimana hajinya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).”

Beliau bersabda: “Bagus!” Kemudian beliau bertanya lagi: “Apakah kamu membawa binatang hadyu (binatang korban yang dikhususkan untuk haji)? Aku menjawab: tidak, aku tidak membawanya.lalu beliau berkata kepadaku: “Pergilah kamu, thawaflah dika’bah lalu lakukanlah sa’i antara shafa dan marwah lalu bertahallullah kamu! Maka aku pergi dan aku kerjakan apa yang diperintahkan kepadaku, lalu aku menjumpai seorang wanita dari kaumku lalu dia mengeramasi rambutku dengan sampo, kemudian aku berihlal untuk melaksanakan haji pada hari tarwiyah. Dan aku senantiasa berfatwa (menjawab pertanyaan) kepada orang-orang dengan apa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan kepadaku, hingga beliau meninggal kemudian juga pada zaman abu bakar radliallahu ‘anhu.

Kemudian pada zaman umar radliallahu ‘anhu ketika aku sedang berdiri dekat hajar aswad atau maqam ibrahim, dan aku sedang berfatwa kepada orang-orang dengan yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan kepadaku, lantas datang seseorang kepadaku, ia membisikiku dengan berkata: “Janganlah kamu terburu-buru dengan fatwamu, karena amirul mukminin telah mempunyai kebijakan yang baru tentang manasik ini”. Lalu aku berkata: wahai masyaakat, barangsiapa yang telah melaksanakan dari apa yang telah aku fatwakan, maka hendaklah dia tangguhkan karena amirul mukminin datang untuk melaksanakan haji, maka sempurnakanlah! -perawi berkata – lalu umar radliallahu ‘anhu datang, dan aku berkata kepadanya: wahai amirul mukminin, apakah anda mempunyai kebijakan yang baru dalam manasik haji ini? Dia menjawab; ya, yaitu kita mengambil dari kitabullah Azzaa wajalla, karena Dia telah memerintahkan kita untuk menyempurnakan haji.

Dan kita juga mengambil dari sunnah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam, karena beliau tidak bertahallul hingga beliau menyembelih hadyu.

HR. Ahmad

@islam_nasehat