Selalu Patuh Pada Sunnah Nabi • Nasehat Islam

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Syarik dari Al A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah ia berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apa yang aku perintahkan maka ambillah, dan apa yang aku larang maka tinggalkanlah.”

(HR. Abu Daud)

Selalu Patuh Pada Sunnah Nabi • Nasehat Islam

ORANG YANG PALING BERBAHAGIA DENGAN SYAFAAT RASULULLAH • Nasehat Islam

..ORANG YANG PALING BERBAHAGIA DENGAN SYAFAAT RASULULLAH..

Telah menceritakan kepada kami Abdul ‘Aziz bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepadaku Sulaiman dari ‘Amru bin Abu ‘Amru dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah, bahwa dia berkata:

ditanyakan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa perhatian dirimu terhadap hadits.

Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya”.

(HR. Bukhari)

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Asmau Husna • Nasehat Islam

Asmaul Husna adalah nama-nama yang baik milik Allah SWT. Secara harfiyah, pengertian Asmaul Husna adalah “nama-nama yang baik”. Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, gelar, sebutan, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah lagi baik.

Istilah Asmaul Husna juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaa’ul husna (nama-nama yang baik)” (Q.S. Thaha:8).

Umat Islam dianjurkan berdoa kepada Allah sambil menyebut Asmaul Husna. Misalnya, saat seorang Muslim memohon ampunan-Nya, maka ia berdoa mohon ampun sambil menyebut “Al-Ghoffaar” (Yang Maha Pengampun) dan seterusnya.

“Katakanlah (olehmu Muhammad): Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik)…” (Q.S Al-Israa’: 110)

“Allah memiliki Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu…” (QS. Al-A’raaf : 180).

Jumlah Asmaul Husna adalah  99 nama, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, diperkuat dengan hadits riwayat Bukhari.

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata Nabi Muhammad Saw bersabda:“Sesungguhnya Allah Swt mempunyai 99 nama, yaitu seratus kurang satu, barangsiapa menghitungnya (menghafal seluruhnya) masuklah ia kedalam surga” (HR. Bukhari).

Sunnah Rasul Di Malam Jum’at Dan Hari Jum’at

Mari Hidupkan Sunnah Rasul Dimalam Jum’at & Hari Jum’at..

Yuk baca Surat Al Kahfi

Hadits pertama:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيق
ِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Darimi)

Hadits kedua:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْن
ِ
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. Baihaqi)

Silahkan share supaya menjadi amalan jariyah.

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Berhijrahlah Karena Allah • Nasehat Islam

dari Umar bin Al Khathab radliallahu ‘anhu. Dan dalam hadis Al Harits bahwa ia mendengar Umar berkata;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap amalan tergantung niat, dan setiap orang mendapatkan balasan dari niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya dicatat kepada Allah dan RasulNya. Sebaliknya barang siapa yang hijrahnya untuk dunia atau wanita yang hendak ia nikahi, hijrahnya sekedar mendapat tujuan hijrahnya.”

(HR. Nasa’i)

Berbuat Baik Pada Tetangga • Nasehat Islam

Berbuat Baik Pada Tetangga • Nasehat Islam

Jika Anda dan tetangga tidak akur, maka saling minta maaf lah.. karena dalam Islam, kita diwajibkan untuk berbuat baik pada tetangga

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا   ۗ  وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَالْجَـارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَـارِ الْجُـنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَـنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِ  ۙ  وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرَا  ۙ 

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri,

[QS. An-Nisa’: Ayat 36]

• Nasehat Islam 

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Abdullah Al Wasithi dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari ‘Atha` dari Jabir ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tetangga lebih berhak dengan syuf’ahnya (tetangga dengan tetangga), hal itu tetap ditunggu sekalipun ia tidak ada di tempat jika jalan yang mereka berdua lalui itu satu.” Abu Isa berkata; Hadits ini gharib dan kami tidak mengetahui seorang pun yang meriwayatkan hadits ini selain Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari ‘Atha` dari Jabir, sementara Syu’bah telah mengomentari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dari sisi hadits ini. Abdul Malik adalah tsiqah lagi terpercaya menurut ulama hadits, namun kami tidak mengetahui seorang pun mengomentarinya selain Syu’bah dari sisi hadits ini. Waki’ telah meriwayatkan hadits ini dari Syu’bah dari Abdul Malik bin Abu Sulaiman dan telah diriwayatkan dari Ibnu Al Mubarak dari Sufyan Ats Tsauri ia berkata; Abdul Malik bin Abu Sulaiman adalah seimbang yakni dalam masalah ilmu. Hadits ini menjadi pedoman amal menurut para ulama, bahwa seseorang lebih berhak dengan syuf’ahnya meskipun ia tidak ada di tempat, jika ia datang maka baginya syuf’ah meskipun dalam waktu yang lama.

(HR. Tirmidzi)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Jibril senantiasa mewasiatkanku untuk berbuat baik terhadap tetangga sehingga aku mengira tetangga juga akan mendapatkan harta waris.”
(HR. Bukhari)
Instagram: @islam_nasehat
Telah menceritakan kepada kami Ar Rabi’ bin Nafi’ Abu Taubah berkata, telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Hayyan dari Muhammad bin Ajlan dari Bapaknya dari Abu Hurairah ia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengadukan tetangganya. Beliau lalu bersabda: “Hendaklah engkau pergi dan bersabarlah.” Laki-laki itu kembali mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga dua atau tiga kali, beliau pun bersabda: “Pergilah, dan buanglah semua perabotmu ke jalan.” Laki-laki itu kemudian membuang semua perabotnya ke jalan, hingga orang-orang bertanya kepadanya. Ia lalu mengabarkan kepada mereka tentang nasib yang dialaminya hingga mereka melaknat tentangganya tersebut dengan lakanat “Allah Akan melakukan hukuman kepadanya, dan menimpakan keburukan”. Kemudian tetangga itu mendatangi laki-laki tersebut dan berkata, “Kembalilah pulang, engkau tidak akan lagi melihat sesuatu yang engkau benci dariku.”
(HR. Abu Daud)

Rasulullah Melarang Memakan Hewan Buas Bertaring

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ishaq bin Ibrahim dan Ibnu Abu Umar, Ishaq berkata;

telah mengabarkan kepada kami, sedangkan yang dua mengatakan; telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah dari Az Zuhri dari Abu Idris dari Abu Tsa’labah dia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang memakan binatang buas yang bertaring.”

Ishaq dan Ibnu Abu Umar menambahkan dalam haditsnya, Az Zuhri berkata, “Kami tidak mendengar hadits ini hingga kami tiba di negeri Syam.”

HR. Muslim

√ Nasehat Islam

Larangan Membunuh Wanita Dan Anak Anak Dalam Perang

Larangan Membunuh Wanita Dan Anak Anak Dalam Perang

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Muhammad bin Rumh keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Al Laits. (dalam riwayat lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits dari Nafi’

dari Abdullah bahwa dalam salah satu peperangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditemukan jasad seorang wanita, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun melarang pembunuhan wanita dan anak-anak.”

(HR. Muslim)

√ Nasehat Islam

Dalil Of The Day • Nasehat Islam

Dalil Of The Day adalah kumpulan Dalil Al-Quran dan Sunnah pilihan admin Nasehat Islam, semoga bermanfaat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah, tidaklah Allah menambah pada seorang laki-laki yang memberi maaf kecuali kemuliaan, dan tidaklah seorang hamba bersifat tawadhu` kepada Allah kecuali Allah ‘azza wajalla akan mengangkat derajatnya.”

(HR. Ahmad)

وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ   اِنْ يَّتَّبِعُوْنَ اِلَّا الظَّنَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَخْرُصُوْنَ

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.

[QS. Al-An’am: Ayat 116]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam shalat hingga kedua kaki beliau bengkak, dikatakan pada beliau: Apa Tuan memaksakan ini padahal Allah telah mengampuni dosa yang terlalu dan yang dikemudian. Beliau menyahut: “Apakah aku tidak menjadi hamba yang bersyukur?”
(HR. Muslim)

Harta Akan Menjadi Saksi Keserakahan Manusia Di Akhirat Kelak

Telah menceritakan kepadaku Ali bin Hujr telah mengabarkan kepada kami Isma’il bin Ibrahim dari Hisyam, saudaranya Dastawa`i dari Yahya bin Abu Katsir dari Hilal bin Abu Maimunah dari Atha` bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk di atas mimbar, sedangkan kami duduk di sekeliling beliau. Kemudian beliau bersabda: “Yang aku khawatirkan terhadap kamu semua sepeninggalku kelak, ialah karunia Allah terhadap kalian berupa harta benda perhiasan dunia.”

Lalu seorang laki-laki bertanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik mendatangkan keburukan, wahai Rasulullah?” Mendengar pertanyaan itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam terdiam.

Kemudian dikatakanlah kepada sahabat yang bertanya tadi, “Bagaimana pendapatmu, kamu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, namun beliau tidak menjawab pertanyaanmu?” Laki-laki itu menjawab, “Aku mengira, mungkin wahyu sedang diturunkan kepada beliau.”

Setelah sadar kembali, beliau menghapus keringat beliau, lalu bersabda: “Sesungguhnya penanya ini (adalah penanya yang cerdas) ” -beliau mengucapkannya dengan sikap seperti memuji-. Kemudian beliau bersabda: “Sesungguhnya kebaikan itu tidak akan mendatangkan keburukan.

Tetapi apa yang ditumbuhkan di musim hujan, kadang-kadang dapat membunuh atau menyakitkan. Kecuali bagi pemakan sayur-sayuran yang memakan hanya sampai kenyang, kemudian dia menghadap ke matahari, lalu buang air besar atau kecil, sesudah itu barulah ia makan kembali. Sesungguhnya harta benda dunia itu kelihatannya hijau dan manis.

Tetapi sebaik-baik harta seorang muslim, ialah yang disedekahkannya kepada orang miskin atau kepada anak yatim atau ibnu sabil (seorang yang sedang melakukan perjalanan).” Atau seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapa yang memperoleh harta dengan tidak halal, maka ia seperti seorang yang makan namun tidak pernah merasa kenyang (puas). Sedangkan harta itu akan menjadi saksi bagi keserakahannya kelak di hari kiamat.”

HR. Muslim