Anas bin Malik menceritakan: .
“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ketika itu waktu Ahsar telah tiba. Lalu manusia mencari air untuk berwudhu, tetapi tidak memperolehnya.
.
Lalu ada seseorang membawakan air untuk berwudhu. Maka beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana tempat air itu, dan menyuru semua orang berwudhu dari situ.”
.
Anas bin Malik Radiyallahu Anhu berkata: “Saya melihat air keluar dari jari-jari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga semua orang dapat berwudhu dengan air itu.”
.
(HR. Bukhari, 3573, dalam kitab Manaqib, Bab: Alamat Nubuwwah fil-Islam, dan Muslim, 2279)
.
Pada suatu hari saat peperangan Hudaibaiyyah, orang-orang mengalami kehausan. Mereka tidak mendapatkan air untuk minum dan berwudhu kecuali sedikit yang ada di wadah minum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, lalu manusia berebut untuk mendapatkan air karena sangat sedikitnya air, sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah yang terjadi dengan kalian?”
.
Mereka menjawab, “Kami tidak memiliki air untuk berwudhu dan minum melainkan yang engkau miliki.”
.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di sebuah tempat, lalu air memancar dari jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mata air. Kemudian kamipun minum dan berwudhu.
.
Kemudian perawi hadits, Salim bin Abi Ja’d bertanya kepada Jaabir bin Abdillah: “Berapakah jumlah kalian?” Jaabir menjawab, “Seandainya jumlah kami seratus ribu, pastikan akan mencukupi. Akan tetapi jumlah kami hanya lima ratus orang).”
.
(HR. Al-Bukhari no. 3576, dan Muslim no. 1856)
Category: mukjizat
Kisah Mukjizat Rasulullah Menahan Matahari Tenggelam
Sahabat Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
.
“Ada seorang nabi dari nabi-nabi terdahulu pergi berperang, dia berkata kepada kaumnya, ‘Janganlah ikut bersamaku untuk berperang seseorang yang telah menikahi wanita (beristri), bercita-cita membangun mahligai indahnya rumah tangga namun mereka belum merangkul tujuan mulia tersebut. Demikian pula seorang yang telah menancapkan tiang pondasi rumah, sedang dia belum menaikkan atapnya.
.
Serta seorang yang telah membeli kambing atau unta yang bunting, sedang dia tengah menunggu kelahiran anak untanya.’ Maka nabi tersebut pun berangkat berperang. Tatkala telah mendekat ke sebuah qoryah, desa yang dituju, waktu ashar pun menjelang.
kemudian nabi tersebut berkata kepada matahari. ‘Wahai matahari, sesungguhnya engkau diperintah dan aku pun diperintah. Ya Allah, tahankanlah dia untuk perjuangan kami.’ Sesuatu yang keajaiban pu terjadi, matahari tertahan, sampai Allah memenangkan peperangan tersebut atasnya.
Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitabu Fardhi Khumus, no.3124, dan Imam Muslim dalam Kitabul Jihad Wassair, no.1747.
Mukjizat Abdul Somad
Belajar dari Ustad Abdul Somad
Da’wah beliau diterima oleh banyak umat muslim nusantara yang didalam negeri maupun yang diluar negri
Video video pengajiannya viral berserakan di FB,IG,YouTube dan medsos lainnya
Yang mendengar penyampaiannya dalam suatu kajian atau ceramah nya semakin semangat untuk memper dalam agama, Seorang presenter acara Da’wah mengatakan pertanyaan yang masuk biasanya 50-60 tapi ketika Ust Shomad mengisi sampai angka 250 ..ini rekor !!!luar biasa bukan?
Ternyata da’wah lurus, jujur, ikhlas itu lah yang sukses mengetuk hati umat
buktinya Ustad Abdul Somad (UAS) tidak pernah mengatakan semua agama benar dan masuk surga, ‘Kafir ya kafir muslim ya muslim’. Tak pernah beliau menggadai akidah demi mencari aman. Tetap beliau tetap di cintai umat
UAS juga tegas melarang pemimpin kafir memimpin umat Islam tapi justru orang kafir sendiri ada yang suka mengikuti ceramahnya dan mengaku sukaa sama ceramahnya
UAS juga tidak pernah mendukung LGBT bahkan keras terhadap LGBT bahkan minta pelaku nya di tangkap karena tidak sesuai nilai Pancasila
UAS lantang suaranya menentang kriminalisasi terhadap ulama karena di nilai nya itu sesuatu yang jahat dan keji
Jadi, tidak harus menjual Aqidah untuk mendapatkan umat
Tanpa perlu ‘carper’ berlaku seakan paling toleransi hinga mengatakan “apapun agamanya selagi dia cinta NKRI pasti mendapatkan tempt terbaik disisi Allah taala” .
.
Belajar dari Ustad Abdul Somad … untuk dicintai tidak mesti memanipulasi tapi cukuplah menjadi orang yang jujur dalam
berda’wah dan berani dalam mengkampanyekannya
Semoga Allah banyakkan orang orang seperti beliau..Aminn
Panjangkanlah umur beliau Ya Allah, Sehatkan Selalu Dirinya Ya Allah agar selalu bisa memberinpencerahan kepada umat ini, Amin Ya robbal ‘Alamin…
Mukjizat Akhir Zaman
MUKJIZAT AKHIR ZAMAN
.
.
iqro
iqro bismirobbikalladzi holaq
.
Itulah kalimat pertama dalam mukjizat akhir zaman yang turun di malam nuzulul quran.
Sebelumnya, mukjizat berujud sepotong tongkat yang membelah laut luas. Atau suatu kemampuan menghidupkan orang mati.
Bagaimana mungkin? Hanya rangkaian kalimat mampu melampaui kedahsyatan pembelahan laut?
Ya, setiap mukjizat sejatinya adalah penaklukan atas zamannya sendiri.
Pada suatu zaman di mana sihir menjadi puncak peradaban, maka sebuah tongkat yang mampu membelah lautan, adalah sebuah penaklukan atas puncak peradaban sihir.
Pada suatu masa di mana keterampilan penyambuhan menjadi puncak peradaban, maka menghidupkan orang mati adalah penaklukan atas peradaban penyembuhan.
Pada suatu masa di mana puncak peradaban manusia adalah sastra lisan, maka beyond sastra lisan adalah penaklukan atas zamannya.
Kini, di era akhir zaman ini, kita memasuki puncak peradaban baca tulis.
Tak kan ada gelar sarjana, tanpa skripsi.
Tak kan ada gelar magistra, tanpa thesis
Tak kan ada gelar doktoral, tanpa aktivitas membaca dan memproduksi disertasi.
Tak kan dikaji pemikiran Plato tanpa literasi Republik.
Takkan jadi wacana seorang Karl Marx tanpa menulis Das Capital.
Takkan dipuja Baudrillard tanpa buku Hiperrealita.
Di sinilah, mukjizat akhir zaman itu melampaui puncak peradaban ilmu dan literasi.
Mukjizat itu kini berupa sebuah kitab kode hukum, sekaligus kitab epistemologi, sekaligus sejarah nabi terdahulu, sekaligus sastra yang hebat, sekaligus kabar-kabar tentang fenomena semesta.
Semua itu hadir dalam satu komposisi huruf yang terukur, komposisi kata yang luar biasa.
Jika dulu mukjizat menghidupkan mayat itu hanya menyelamatkan empat orang,
Jika dulu mukjizat membelah laut itu hanya menyelamatkan satu kaum,
Maka mukjizat Al Quran itu bertugas menyelamatkan seluruh manusia dan alam semesta.
Dari kehidupan jahiliyah Quraisy maupun jahiliyah modern menuju kehidupan rahmatan lil alamin.
Tentu saja semua itu tercapai hanya ketika Al Quran diterapkan sepenuhnya oleh suatu institusi warisan Rasulullah; Khilafah Rasyidah, ala minhajin nubuwah.
.