Sholat Bisa Menyelesaikan Masalah

MIA HIJAB JEPARA

Sholat Bisa Menyelesaikan Masalah

.
Bangun, wudhu, shalat.

Mari kita simak sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang hasan.

“Nabi kita Shallallāhu ‘alaihi wa sallam apabila berhadapan dengan masalah (yang tidak mengenakan, yang menyedihkan, masalah besar) maka beliau segera mengerjakan shalat.”

Bukan menghubungi relasi, Bukan panik, Bukan galau,

✅ Namun tuntunan Nabi kita Shallallāhu ‘alaihi wa sallam shalat.

Mengapa shalat?

Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman dalam surat Al Baqarah: 45,

“Dan mintalah pertolongan kepada Allāh dengan sabar dan dengan mengerjakan shalat. Sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”

Inilah resep Nabi kita Shallallāhu ‘alaihi wa sallam, beliau mengerjakan shalat karena Allāh akan menolong kita, ketika kita mendekat kepada-Nya.

Kita akan ditolong oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla ketika kita mengingatnya, kita akan dijaga oleh Allāh pada saat kita menjaga hak-hak-Nya.

اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ

“Jagalah hak Allāh maka Allāh akan jaga dirimu.”

(HR Tirmidzi)

Yakinlah bahwa Allāh akan menolong kita dengan shalat kita tersebut jika sesuai dengan sunnah Nabi Shallallāhu ‘alaihi wa sallam dan dilakukan dengan penuh kekhusyu’an penuh kerendahan dan penuh pengharapan kepada Allāh.

Memilih Yang Baik

— Seleksi Alam —

Mereka yang dulu suka hang-out bareng, tertawa bersama, kemana-mana selalu dengan yang itu-itu aja, sehingga seolah dunia hanya milik kita, Perlahan-lahan akan memisahkan diri, atau kita yang menjauh. Entah apakah karena sudah tidak sepaham atau sekedar kesibukan yang menyita waktu.
Namun terkadang, orang-orang yang awalnya tidak sedekat teman se-gang kita, bisa jadi orang-orang yang siap memikul beban bersama, setia untuk menghapus duka lalu membawa tawa.Waktu menunjukkan semuanya.

Namun begitu, tetaplah bersyukur untuk mereka yang telah menjauh, dan mereka yang memuliakan pertemanan. Mereka adalah pembawa pesan. Pesan dari Si Bijak Semesta.

Atas nama persahabatan, baik yang telah hilang ataupun yang masih bertahan, semoga kita akan selalu bertemu di persimpangan

— Unknown

Aku Tidak Sebaik Yang Engkau Ucapkan

Aku Tidak Sebaik Yang Engkau Ucapkan

– Mia Hijab Jepara

“Aku tidak sebaik yang engkau ucapkan.Tetapi aku juga tidak seburuk apa yang terlintas di hatimu”

– Ali Bin Abi Thalib

Yang ku punya hanyalah sederet jari yang berjajar dalam kesatuan dua buah tangan.

Yang ku punya hanya satu lidah yang dipagari oleh barisan rapi batangan gigi dan dilengkapi oleh dua buah bibir.

Kedua tanganku tak mampu membekap banyak mulut yang membicarakanku, entah itu baik atau buruk.

Dan mulutku tak akan sanggup menjawab banyak pertanyaan menerka yang dilontarkan ribuan mulut oranglain.
Barangkali lidahku berubah kelu dan pita suaraku akan rusak sebelum aku selesai menjawab semua pertanyaan yang ditujukan padaku.
Toh aku hanya bisa pasrah, menggunakan tangan yang ku punya untuk menutup kedua telingaku, mengesampingkan hujatan dan ketakterbakan mereka padaku.
Mulutku hanya sanggup berbisik pada hati untuk terus menjadikan dirinya lebih besar dari apa yang mereka bayangkan.

Untuk memaafkan prasangka akibat ketidaktahuan orang lain.
Kali ini aku akan berhenti meronta, atas ikatan aksara yang menyiksa dan mencoba untuk nikmati tiap denyut luka yang menganga.
Keyakinan yang tetap membuat aku tetap berdiri yaitu penilaian TUHAN atas dirikulah yang paling MUTLAK.