Ganjaran Mengajak Kebaikan Dan Kesesatan

Telah bercerita kepada kami Ali bin Hujr telah mengkhabarkan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Al Ala’ bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyeru kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun”. Abu Isa berkata; ‘Hadits ini hasan shahih”.

HR. Tirmidzi

Membedakan Riya’ Dan Mengajak Kebaikan

Akhir akhir ini banyak sekali yang melakukan riya’ tanpa disadari oleh seorang Muslim.

Mereka tidak bisa membedakan mana yang mengajak dan mana yang riya’. Oleh karena itu saya kumpulkan contoh contoh mana yang termasuk riya’ mana yang termasuk mengajak.

Berikut adalah contohnya, semoga menjadi renungan dan bermanfaat.

Riya’ : Alhamdulillah hari ini puasa, Alhamdulillah berbuka, foto di tempat ibadah (Dengan caption bla bla bla), niatnya ingin dipuji Manusia.

Mengajak : Memberi tahu amalan yang bersumber dari Al-Quran dan Sunnah serta kebiasaan para sahabat atau orang saleh terdahulu disertai niat ikhlas mencari ridho Allah.

Mari kita saling mengingatkan supaya kita menjauhi riya’ yang sebenarnya sangat merugikan diri kita sendiri. Karena sudah capek capek ibadah tapi malah hangus amalannya.
Yuk #share