Berhenti Mencari Kesalahan Orang Lain • Umat Muhammadiyah

Berhenti Mencari Kesalahan Orang Lain • Umat Muhammadiyah

Sobat Muhammadiyah, kita tidak boleh mencari kesalahan orang lain! Daripada kita terus menerus menyibukkan dan melelahkan diri kita dengan mengorek-ngorek dan mencari-cari kesalahan dan kelalaian orang lain, yang bisa kita jadikan senjata untuk menyerangnya, bukankah lebih baik kita berpikir positif dan berusaha untuk terus meningkatkan kualitas diri kita?
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah

Mencari Bekal Mumpung Masih Di Dunia • Umat Muhammadiyah

Mencari Bekal Mumpung Masih Di Dunia • Umat Muhammadiyah

Jangan lelah dalam berbuat kebaikan ya sobat Muhammadiyah, karena itulah yang akan menjadi bekal kita di akhirat nanti. Jangan sampai di usia yang semakin berkurang ini, amalan kita juga berkurang, berupaya lah agar amalan baik kita terus bertambah.
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah

Mencari Bekal Sebelum Meninggal • Aulia Izzatunisa

GOLEK SANGU MATI

Seorang nenek tua renta mendatangi sebuah masjid. Dengan badan yang sudah bungkuk dan langkahnya yang pelan. Dia berjalan menuju masjid kampung itu. Saat itu waktu masih terang dan sore belum beranjak gelap. Bulan puasa itu seolah menjadi saksi bahwa nenek ini sangat bersemangat hadir di masjid sebelum anak-anak kecil datang untuk TPA dan buka puasa.

Nenek itu telah tiba sebelum para remaja dan pemuda datang untuk menyiapkan kegiatan sore hari di masjid itu. Nenek tua itu mengakrabi masjid dan mencerminkan keinginan kuat untuk bisa hadir shalat berjama‘ah di masjid. Dia rela untuk hadir sebelum sore tiba dan tetap menunggu datangnya shalat ‘Isya’ dan Tarawih di masjid itu setelah jama‘ah shalat Maghrib usai.

Seorang nenek yang menyadari bahwa hidup ini adalah saat untuk membekali diri dengan amal shalih. Ketika bertemu seorang pemuda, sang nenek pun mengungkapkan sebuah kalimat berbahasa Jawa yang sangat membekas yang kurang lebih berbunyi, “Simbah iki lagi golek sangu mati…”. Artinya, “Nenek ini sedang mencari bekal untuk menyambut kematian…”.

Saudaraku yang dirahmati Allah, disadari atau tidak kita sering kali terjerumus dalam hal-hal yang merusak dan menghancurkan hidup kita sendiri. Kita tidak sesadar nenek tua itu. Kita tidak secerdas sang nenek. Kita sering lalai bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan fana. Akan ada kehidupan setelah kematian yang menuntut pertanggungjawaban.

Oleh sebab itu, sang nenek dengan nada polos dan penuh keimanan menyatakan bahwa apa yang dia lakukan adalah suatu hal yang sangat wajar; yaitu mempersiapkan diri dengan amal untuk menyambut kematian.

Bersyukurlah kepada Allah apabila pada saat ini Anda masih diberikan taufik untuk memeluk Islam; agama yang sempurna dan mengatur segala sudut kehidupan anak manusia. Agama yang menunjukkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat bagi pemeluknya.

Bersyukurlah Anda apabila ternyata hari ini Allah masih bukakan pintu taubat untuk Anda. Karena taubat tidak lagi diterima ketika nyawa sudah berada di tenggorokan. Bersyukurlah wahai saudaraku atas nikmat kesehatan dan waktu luang yang selama ini Allah curahkan kepadamu.

Dari Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua buah nikmat yang kebanyakan orang terpedaya karenanya; yaitu kesehatan dan waktu luang”.

(HR. Bukhari No. 6412)

Banyak orang yang tidak sadar bahwa sehat dan waktu luang adalah kesempatan emas untuk meraup pahala dan membekali diri dengan amal shalih dan ketaatan untuk mencari surga.

Banyak orang yang lalai dengan nikmat yang Allah berikan kepadanya sehingga waktu terbuang sia-sia dan kesehatan pun dia gunakan dalam hal-hal yang membuat Allah murka kepadanya.

Sungguh bijak perkataan Abu Hazim -rahimahullah-,

“Setiap nikmat yang tidak semakin menambah kedekatan diri kepada Allah, maka itu adalah malapetaka”.

Betapa banyak malapetaka hati yang kita ledakkan dan betapa sedikit rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Pantaslah jika Allah menyinggung di dalam kitab-Nya, bahwa ‘sangat sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang pandai bersyukur…’. Sebab itulah kenyataan yang sebenarnya.

Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan setiap insan akan menemui ajalnya, cepat atau lambat. Apabila telah tiba saatnya kematian tidak bisa ditunda ataupun diajukan walaupun hanya satu jam. Setiap yang akan datang itu adalah dekat, dan kematian itu pasti datang, maka kematian adalah dekat.

Begitu pula kiamat, kiamat sudah mendekat namun kita selalu terlena dan hanyut dalam kelalaian. Belumkah tiba saatnya bertaubat dan kembali ke jalan Allah?

http://www.al-mubarok.com
______________________
📌 Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan tulisan ini, bagikan kembali di sosial media yang Anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.

______________________
♻ Silakan disebarluaskan

Mencari Rezeki Yang Halal • Aulia Izzatunisa

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1054)

Hadits yang mulia menunjukkan besarnya keutamaan seorang muslim yang memiliki sifat qana’ah. (Syarhu shahiihi Muslim imam an-Nawawi 7/145)

Karena dengan itu semua dia akan meraih kebaikan dan keutamaan di dunia dan akhirat, meskipun harta yang dimilikinya sedikit. (Faidhul Qadiir 4/508)

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini

Arti qana’ah adalah merasa ridha dan cukup dengan pembagian rizki yang Allah Ta’ala berikan. (Faidhul Qadiir 4/508

Sifat qana’ah adalah salah satu ciri yang menunjukkan kesempurnaan iman, karena sifat ini menunjukkan keridhaan orang yang memilikinya terhadap segala ketentuan dan takdir Allah, termasuk dalam hal pembagian rizki. (Fiqhul asma-il husna hal. 81

Yang dimaksud dengan rizki dalam hadits ini adalah rizki yang diperoleh dengan usaha yang halal, karena itulah yang dipuji dalam Islam. (Faidhul Qadiir” (4/508)