Kisah Mujahid Yang Dimandikan Oleh Malaikat

Hanzhalah sang mujahid, sang pengantin satu malam telah bangkit menenteng senjata menyusul Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyusun barisan pasukan, menyusun barisan hati untuk dijual di jalan Allah. Hanzhalah turun ke pasar surga dan peperangan pun mulai berkecamuk.

Perang Uhud memang mengakibatkan kerugian besar bagi umat islam. Salah satunya adalah gugurnya Hamzah bin Abu Mutholib, pelindung Nabi saw dan pembela islam yang gigih. Termasuk Hanzhalah dan para sahabat yang lainnya.

Saat Rosulullah saw dan para sahabat lainnya melakukan pengecekan jenazah, beliau menemukan jasad Hanzhalah. Betapa beliau terkejut, atas ijin Allah SWT, beliau melihat jasad Hanzhalah tengah dimandikan para malaikat. Sebuah peristiwa yang belum pernah beliau saksikan sebelumnya. 

Seorang sahabat menceritakan peristiwa tersebut kepada istri Hanzhalah. Perempuan shalihah yang cantik dan anggun itu pun menjawab, “Dia pergi ke medan perang ketika mendengar seruan jihad. Padahal pada waktu itu dia masih dalam keadaan junub.”Rosulullah pun menjelaskan,

“Sebab itulah ia dimandikan para malaikat.” Hanzhalah bin Abu Amir kemudian dikenal dengan sebutan “Ghoisulmalaikat” (orang yang dimandikan para malaikat). .

Jumlah Malaikat Dimalam Lailatul Qadar Beserta Tugasnya • Aulia Izzatunisa

🌖🌗⭐🌟⛅🌥🌟⭐🌓🌔

*📋 JUMLAH MALAIKAT YANG TURUN DI MALAM LAILATUL QODR DAN TUGAS MEREKA*

➡ Allah ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

🌴 “Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.”

[Al-Qodr: 4-5]

*📝 BERAPA BANYAK MALAIKAT YANG TURUN?*

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

“Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.”

[HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

يَكْثُرُ تَنزلُ الْمَلَائِكَةِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ لِكَثْرَةِ بَرَكَتِهَا، وَالْمَلَائِكَةُ يَتَنَزَّلُونَ مَعَ تَنَزُّلِ الْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ

“Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.”

[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Sebagian ulama menjelaskan bahwa saking banyaknya jumlah malaikat yang turun di malam lailatul qodr sehingga matahari terbit di pagi hari cahayanya tidak menyilaukan, karena banyaknya malaikat yang kembali ke langit.

Dan inilah tanda lailatul qodr yang paling jelas, namun sayang kita menyadarinya saat malam telah berlalu. Maka berbahagialah dan bersyukurlah kepada Allah bagi siapa yang telah diberikan anugerah hidayah untuk memperbanyak ibadah di malam lailatul qodr yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

Dan sayang sekali bagi yang lebih banyak tidur atau melakukan kesia-siaan bahkan kemaksiatan di malam yang penuh berkah tersebut, tatkala ia bangun di pagi hari ia baru menyadari lailatul qodr, dan malam sudah berlalu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

فَقِيلَ لَهُ: بِأَيِّ شَيْءٍ عَلِمْت ذَلِكَ ؟ فَقَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ. {أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا}. فَهَذِهِ الْعَلَامَةُ الَّتِي رَوَاهَا أبي بْنُ كَعْبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْهَرِ الْعَلَامَاتِ فِي الْحَدِيثِ وَقَدْ رُوِيَ فِي عَلَامَاتِهَا”{أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ} وَهِيَ سَاكِنَةٌ لَا قَوِيَّةُ الْحَرِّ وَلَا قَوِيَّةُ الْبَرْدِ وَقَدْ يَكْشِفُهَا اللَّهُ لِبَعْضِ النَّاسِ فِي الْمَنَامِ أَوْ الْيَقَظَةِ. فَيَرَى أَنْوَارَهَا أَوْ يَرَى مَنْ يَقُولُ لَهُ هَذِهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ وَقَدْ يُفْتَحُ عَلَى قَلْبِهِ مِنْ الْمُشَاهَدَةِ مَا يَتَبَيَّنُ بِهِ الْأَمْرُ. وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.

“Dikatakan kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu: Dengan apa engkau mengetahui malam lailatul qadr? Beliau berkata:

✅ Dengan tanda yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا

“Beliau mengabarkan kepada kami, bahwa matahari terbit di pagi harinya seperti baskom, tidak memiliki cahaya yang menyilaukan.”

Inilah tanda yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang termasuk tanda yang paling masyhur dalam hadits.

✅ Dan juga diriwayatkan tentang tanda-tandanya,

أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ

“Bahwasannya lailatul qodr adalah malam yang jernih (bulannya) lagi bercahaya.”

✅ *Malam itu dalam keadaan tenang,*

✅ *Tidak terlalu panas,*

✅ *Tidak pula terlalu dingin.*

Dan bisa jadi Allah ta’ala menampakkan malam itu bagi sebagian orang ketika tidur maupun terjaga, maka mereka dapat melihat cahaya-cahayanya, atau melihat orang yang mengatakan kepadanya inilah lailatul qadr, dan bisa jadi pula dibuka hati seseorang untuk dapat menyaksikan lailatul qadr. Wallahu ta’ala A’lam.”

[Majmu’ Fatawa, 25/284-286]

✅ Saudaraku rahimakallaah, andai lailatul qodr telah berlalu sekali pun, masih ada sedikit hari-hari Ramadhan yang tersisa, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih, sungguh rahmat Allah sangat luas, tidak terbatas di malam lailatul qodr saja, akhiri Ramadhan dengan yang lebih baik, semoga bisa menjadi penutup atas kekurangan-kekurangan sebelumnya.

➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَالِاعْتِبَارُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِنَقْصِ الْبِدَايَةِ

“Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan.”
[Majmu’ Al-Fatawa, 15/55]

*📝 APA TUGAS PARA MALAIKAT YANG TURUN DI MUKA BUMI PADA MALAM LAILATUL QODR?*

1. Menetapkan Takdir Tahunan

Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

يقضى فيها ما يكون في السنة إلى مثلها

“Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.”

[Tafsir Ath-Thobari, 24/534]

Catatan takdir yang ada di tangan malaikat inilah yang dapat berubah dengan doa dan amal-amal shalih. Adapun catatan takdir yang ada di sisi Allah, yaitu di al-lauhul mahfuzh, yang telah ditulis 50.000 tahun sebelum langit dam bumi diciptakan, tidak akan berubah.

2. Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah

Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

تَسْلِيمُ الْمَلَائِكَةِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى أَهْلِ الْمَسَاجِدِ، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah sampai terbit fajar.”

[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Oleh karena itu di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam lebih meningkatkan ibadah, dan membangunkan keluarga beliau untuk beribadah.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan maka beliau mengencangkan sarungnya (tidak berhubungan suami istri dan mengurangi makan dan minum), menghidupkan malamnya (dengan memperbanyak ibadah) dan membangun keluarganya (untuk ibadah).”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Malaikat Jibril Membantu Rasulullah Dalam Peperangan

Telah menceritakan kepada kami Musa telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Humaid bin Hilal dari Anas radliallahu ‘anhu, ia berkata; “Seolah-olah aku melihat debu-debu beterbangan di lorong-lorong jalan suku Bani Ghanmin. Hal ini sebagi bukti keterlibatan malaikat Jibril -shalawatullah ‘alaihi- ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyerbu perkampungan Bani Quraizhah.”

HR. Bukhari

Malaikat Penjaga Sholat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malaikat malam dan Malaikat siang bergantian dalam menjaga kalian. Mereka berkumpul pada shalat asar dan shalat fajar. Kemudian malaikat yang menjaga kalian di waktu malam naik, Allah lalu bertanya kepada mereka – dan Allah lebih tahu dengan keadaan mereka-: “Bagaimana keadaan para hamba-Ku saat kalian tinggalkan?” mereka menjawab, “Kami meninggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami mendatangi mereka juga dalam keadaan shalat.”

HR. Malik

Cara Mendapatkan Shalawat Dari Malaikat

Selesai shalat berjamaah, jangan langsung pergi. Duduk dan berpikirlah terlebih dahulu. Insyaallah akan didoakan malaikat.

– @islam_nasehat

– Nasehat Islam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Para malaikat akan senantiasa bershalawat kepada salah seorang dari kalian selama masih di tempat shalatnya, mereka berdoa; ‘Ya Allah ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia.'”

(HR. Ahmad)

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk