Jangan Bedakan Makanan Majikan Dan Pembantu

Indahnya Islam

MAKANAN MAJIKAN DAN MAKANAN PEMBANTU

Saudaraku, banyak diantara kita yang belum tau bahwa pelayan atau pembantu dirumah kita memiliki hak yang sama terhadap makanan yang kita makan.
.
Seringkali kita dengar bahwa majikan makan di meja makan, sementara pembantu makan di dapur. Makanan majikan dan makanan pembantu berbeda, sang majikan makan ayam goreng, pembantu makannya tempe dibalut tepung ayam goreng.
.
Benarkah ini? Bagaimana adab yang diajarkan Rasululloh shallallāhu ‘alayhi wa sallam? .
Nabi kita Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, .
إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَلْيُنَاوِلْهُ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ، أَوْ أَكْلَةً أَوْ أَكْلَتَيْنِ، فَإِنَّهُ وَلِيَ حَرَّهُ وَعِلَاجَهُ
.
Apabila pelayan seseorang di antara kalian datang menyuguhkan makanan, lalu ia tidak mau mempersilakan pelayan untuk makan bersamanya, maka hendaklah ia memberikan kepadanya sesuap atau dua suap makanan, sepiring atau dua piring makanan, karena sesungguhnya pelayanlah yang memasak dan yang menghidangkannya. (HR Bukhori no 2370)
.
Bagitulah saudaraku, tempat boleh beda, tapi makanannya tetap sama..

Kenapa Harus Makan Makanan Halal Dan Thoyyib?

Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal (boleh) dan thoyyib (baik), seperti firman Allah pada Surat Al-Maidah ayat 88 “dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya.”

Kenapa harus halal dan thoyyib?
Begini logikanya, makan ayam goreng itu halal ga? Halal. Thoyyib? Thoyyib
Lalu, makan rumput itu halal ga? Halal. Tapi apakah thoyyib? Tidak

Kita semua pasti sudah tau kriteria makanan yang halal, yang pasti
1.  Sesuai syariat Islam
2.  Tidak terbuat, mengandung dan terkontaminasi zat haram/najis
3.  Tidak memabukkan
Meskipun makanan itu halal tapi tidak thoyyib/baik, hendaknya tidak kita makan
Kriteria makanan yang baik itu diantaranya;
1.  Bersih
2.  Aman, yang tidak mengandung zat-zat yang membahayakan kesehatan kita
3.  Bermanfaat, misalnya mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral
4.  Berkualitas, tidak busuk atau basi sehingga warna, bau, dan rasanya berubah

Nah, mulai sekarang yuk lebih perhatian lagi soal halal dan thoyyibnya makanan yang akan kita santap
Jangan makan cuma karna memang lagi hitz, atau enak rasanya tapi belum jelas tentang halal dan thoyyibnya

Makanan Halal

Apa makanan yang belum bersertifikasi halal bisa dikatakan makanan haram?

Nyatanya ga gitu ya dear…
Contoh kecil, kedai kopi milik umat yang sering kita jumpai di sekitar masjid. Apakah lantas kita akan mencurigai bahwa kopi yang dibuatnya adalah haram hanya kerena tidak bersertifikasi lembaga halal?

Pernah ga mikir, padahal kita tinggal di negara yang mayoritas masyarakatnya muslim. Tapi kenapa sih kita masih sering tanya-tanya sama mba-mba/mas-mas penjaga disitu soal kehalalan produk yang akan kita beli? Bukankah SEHARUSNYA apapun yang masuk ke negeri yang mayoritas muslim sudah terjamin kehalalannya?

Yang seharusnya menjadi asas jaminan keamanan halal dan haram untuk kaum muslimin adalah tugas penguasa untuk meregulasi produk, restoran, usaha apapun yang masuk, muncul dan beredar di tengah mayoritas masyarakat muslim

Walaupun di beberapa swalayan sudah ada yang memisahkan antara makanan yang halal dan non haram, tapi bukankah jika negara memberlakukan sistem yang menjamin kehalalan segala produk akan lebih mudah?
Para produsen tak lagi perlu mengajukan sertifikasi halal kepada lembaga yang berwenang, yang diperlukan adalah sertifikasi produk haram, dengan maksud agar mudah dijauhi. Tentunya juga kita akan lebih mudah mengkonsumsi apa saja kecuali yang ada logo haramnya

Di sisi lain, ketaatan individu juga perlu di tingkatkan (pun ini tak lepas dari peran penguasa)
Yah, meskipun rasanya akan sedikit lebih sulit jika sistem ini dijalankan di era sekarang, tapi kita bisa ambil contoh dari kisah Khalifah Umar bin Khattab
dan gadis penjual susu. Seorang khalifah yang turun langsung untuk memastikan dan menjamin keadaan penduduknya, mengintip satu rumah yang terdengar suara berbisik-bisik, itulah si gadis penjual susu dan Ibunya. Tatkala sang Ibu menyuruhnya untuk berbuat curang dengan mencampurkan air ke dalam susu. Gadis itu dengan cepat menolaknya bukan karena takut diawasi oleh Khalifah melainkan karena pengawasan Allah, hingga ia enggan berbuat curang dengan mencampur susu jualannya dengan air

Kalau masalah kecil seperti takaran dan kemurnian produk begitu jujur dijaga, maka mustahil bila seorang mukmin yang senantiasa merasa diawasi Allah akan diam-diam menjual produk yang haram, kan?

Jadi, lebih mudah melaksanakan sistem pelebelan haram bukan? Karena akan lebih memudahkan kaum muslimin untuk mengkonsumsi apapun tanpa rasa was-was

Pahala Menjilat Piring Setelah Makan

Keutamaan Menjilat Piring Setelah Makan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr Bakr bin Khalaf dan Nashr bin Ali keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Al Mu’ali bin Rasyid Abu Al Yaman telah menceritakan kepadaku Nenekku dari seorang laki-laki penduduk Hudzail yang di sebut Nubaisyah Al Khair, ia berkata, 

“Nubaisyah datang menemui kami ketika itu kami sedang makan di atas piring milik kami, maka dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan kepada kami, beliau katakan: “Barangsiapa makan di atas piring kemudian ia menjilatinya, maka piring tersebut akan memintakan ampun untuknya.”

HR. Ibnu Majah

Makanan Jin

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Yahya bin Sa’id berkata, telah mengabarkan kepadaku kakekku dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa dia pernah membawakan sebuah kantung air terbuat dari kulit untuk wudlu’ dan hajat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan dia mengikuti beliau dengan membawa kantung air tersebut, beliau bertanya: “Siapakah ini?”. Ia menjawab; “Saya Abu Hurairah”. Maka beliau berkata: “Carikanlah aku beberapa batu untuk aku gunakan sebagai alat bersuci dan jangan bawakan aku tulang dan kotoran hewan”. Kemudian aku datang dengan membawa beberapa batu dengan menggunakan ujung bajuku dan meletakkannya di samping beliau. Kemudian aku pergi. Ketika beliau telah selesai, aku berjalan bersama beliau bertanya; “kenapa dengan tulang dan kotoran hewan?”. Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Dan sesungguhnya pernah datang kepadaku utusan jin dari Nashibin, dia adalah sebaik-baik jin, lalu mereka meminta kepadaku tentang bekal. Maka aku memohon kepada Allah untuk mereka agar mereka tidak melewati tulang dan kotoran hewan melainkan mereka mendapatkannya sebagai makanan”.

HR. Bukhari

– Islam Nasehat

– Nasehat Islam

– @islam_nasehat

– @nasehatislampage

Fuyunghai Chinese – Marimasak

FUYUNGHAI AUTHENTIC CHINESE STYLE
.
.
Bahan-bahan
Saus
3 butir Telur Ayam
1 buah Tomat ukuran sedang
1/2 buah Wortel ukuran sedang
2 siung Bawang Putih
2 lembar Kol ukuran kecil
3 sdm Saus Tomat
5 siung Bawang merah
Air 5 sdm + 2 sdm
Daun bawang 6 batang uk kecil
1/2 sdt Maizena
50 gr Ayam Fillet
2 sdm Minyak Goreng
Garam 1 sdt atau secukupnya
1/2 sdt Lada
4 sdm Maizena
1 cangkir Minyak Goreng
.
Langkah
1. Goreng bawang merah hingga kuning lalu angkat sisihkan (lupa difoto), cincang halus bawang putih, wortel dipotong korek api, kol iris memanjang, fillet ayam dan tomat dipotong dadu kecil
.
2. kocok telur ayam didalam mangkuk besar. lalu campurkan wortel, kol, ayam, daun bawang, bawang merah goreng, garam dan lada
.
3. Masukkan 4 sdm makan tepung maizena lalu aduk rata adonan fuyunghai
.
4. Panaskan minyak diatas panci teflon dengan api sedang. Jika panci mulai mengeluarkan asap putih tandanya minyak sudah benar benar panas. baru tuangkan adonan fuyunghai. Minyak yang digunakan harus banyak agar bagian atas fuyunghai tergoreng merata
.
5. Intip bagian bawah fuyunghai jika sudah kecoklatan saatnya membalik adonan agar tidak gosong. Supaya waktu dibalik adonan tidak terbelah tips saya gunakan golok dibagian bawah spatula dibagian atas. jepit kedua sisi balik perlahan
.
6. goreng sampai bagian lainnya matang. Intip sesekali supaya tidak terlalu gosong.
.
7. Tiriskan diatas piring, gunakan tisu dapur dengan menekan perlahan fuyunghai agar minyak terserap
.
8. Sementara itu kita buat sausnya dengan menumis bawang putih dan tomat dengan 2 sdm minyak. tunggu hingga tomat mulai mengeluarkan air
.
9. Tambahkan air dan saus tomat aduk rata dengan api kecil
.
10. Tuang larutan maizena. Aduk rata hingga mengental matikan api. Siram diatas fuyunghai
.
Resep dari Riska – cookpad(dot)com
.
#resep #resepmasakan #resepmakanan #resepyummy #resepdapur #resepmasakanindonesia #resepmasakannusantara

Tumis Kangkung Jamur – Marimasak

Tumis kangkung jamur 
Baru kali ini numis kangkung dicampur pake jamur merang, biasanya dicampur pake jamur biasa atau ditambah suwiran ayam, dan ternyata rasanya jauuuuuhhhhhhh bgt lebih enak dibanding pake jamur tiram biasa / ayam… dan baru tau, jenis jamur ini namanya jamur merang, dr dulu tau nya yg gini tuh namanya jamur kancing aja,, 😀
_
TUMIS KANGKUNG JAMUR MERANG… _
Bahan :
2 ikat (200 gram) kangkung, disiangi
75 gram jamur merang, dipotong 2 – 3 bagian
3/4 sendok teh garam
1/2 sendok teh gula pasir
penyedap rasa
1/5 sendok teh merica bubuk
75 ml air
2 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Tumbuk Kasar/ cincang :
2 siung bawang putih
3 butir bawang merah
(1 sendok terasi, dibakar) ga pake juga gapapa
3 buah cabai merah keriting, potong2
Cara Membuat:
Panaskan minyak. Tumis bumbu yg dicincang/ditumbuk kasar sampai harum.
Masukkan jamur merang. Aduk sampai layu.
Tambahkan garam, gula pasir, merica bubuk dan sedikit air. Aduk rata. Masukkan kangkung. Tumis sampai matang.
* Tumis kangkung jamur merang ini bisa dibuat menjadi 4 porsi, selamat mencoba dan menikmati tumis kangkung jamur merang yang empuk, gurih dan spesial..
#jamur #jamurmerang #tumiskangkung #tumisjamur #tumiskangkungjamur

Hukum Halal & Haram Pada Makanan

“Dahulu orang-orang jahiliyah biasa makan beberapa macam makanan dan meninggalkan beberapa makanan karena jijik. Kemudian Allah Ta’ala mengutus Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dan menurunkan Kitab-Nya, serta menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram. Maka apa yang Allah halalkan adalah halal, apa yang Allah haramkan adalah haram, dan apa yang Allah diamkan maka hukumnya dimaafkan.” Kemudian Ibnu Abbas membaca ayat: ‘(Katakanlah: “Aku tidak mendapatkan dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan…) ‘ (Qs. Al An’aam: 145) hingga akhir ayat.”

– HR. Abu Daud

Makanan Terburuk Dalam Pesta Pernikahan

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam al-Bukhari Rahimahumullahu Ta’ala dari sahabat mulia Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, #Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menyebutkan ciri #walimah #pernikahan yang paling #buruk. Hendaknya kita memperhatikan riwayat ini, agar #makanan yang kita hidangkan dalam walimah nikah tidak tergolong dalam seburuk-buruknya hidangan.
.
“Makanan yang paling buruk adalah makanan dari pesta walimah yang tidak diundang di dalamnya orang yang mau datang kepadanya (#orangmiskin), tapi diundang orang yang engggan datang kepadanya (#orangkaya). Barang siapa tidak memperkenankan undangan, sesungguhnya telah #durhaka kepada #Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.”
.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini, makanan yang paling buruk dinisbatkan pada hidangan walimah yang hanya mengundang orang kaya. Padahal, orang kaya sudah terbiasa mengonsumsi makanan enak dan sangat jarang merasa puas dengan hidangan makan yang disediakan dalam walimah pernikahan yang dia hadiri.

Sebaliknya, dalam walimah tersebut tidak mengundang orang-orang miskin, padahal mereka sangat menghajatkan makanan yang #enak dalam pesta walimah karena jarang mengonsumsinya. “Seburuk-buruk makanan ialah makanan (walimah) yang hanya mengundang orang-orang kaya, tetapi meninggalkan orang-orang miskin.”
.
Senada dengan hadits pertama, hadits kedua yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari menyebutkan bahwa semewah apa pun makanan yang dihidangkan dalam sebuah walimah pernikahan, jika hanya mengundang orang-orang kaya dan tidak melibatkan orang-orang miskin, maka makanan tersebut disebut oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebagai seburuk-buruknya makanan.

Dua hadits yang mulia ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi sebagian kita. Islam sebagai agama yang mulia benar-benar mengatur seluruh persoalan yang dihadapi oleh umat manusia. Bahkan dalam hal walimah pernikahan, #Islam memberikan panduan yang sangat jelas, manusiawi, dan sesuai dengan norma-norma kebaikan yang terkandung dalam masyarakat.
.
.
.
IG : @islam_nasehat

Blog : http://www.islam-nasehat.tk