Ilmuilah

Ulama hadits terkemuka, yakni Al Bukhari berkata, “Al ‘Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat)“. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala, “Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad [47]: 19).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Dalam ayat ini, Allah memulai dengan ‘ilmuilah’ lalu mengatakan ‘mohonlah ampun’. Ilmuilah yang dimaksudkan adalah perintah untuk berilmu terlebih dahulu, sedangkan ‘mohonlah ampun’ adalah amalan. Ini pertanda bahwa ilmu hendaklah lebih dahulu sebelum amal perbuatan.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Al Muhallab rahimahullah mengatakan, “Amalan yang bermanfaat adalah amalan yang terlebih dahulu didahului dengan ilmu. Amalan yang di dalamnya tidak terdapat niat, ingin mengharap-harap ganjaran, dan merasa telah berbuat ikhlas, maka ini bukanlah amalan (karena tidak didahului dengan ilmu, pen). Sesungguhnya yang dilakukan hanyalah seperti amalannya orang gila yang pena diangkat dari dirinya.“ (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 1/144).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ibnul Munir rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan oleh Al Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu perkataan dan perbuatan.  Suatu perkataan dan perbuatan itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Oleh sebab itulah, ilmu didahulukan dari ucapan dan perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat. Niat nantinya yang akan memperbaiki amalan.” (Fathul Bari, 1/108). Semoga bermanfaat 🙂
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Ibu Adalah Pendidik Pertama Anak-Anak

Ibu adalah pendidik pertama anak-anaknya. Allah bekali kita kelembutan dalam berbahasa, kesabaran yang lebih dari pada lelaki biasanya, kosakata yang banyak dll. Ini adalah bekal bahwa kita ditugasi Allah untuk menjadi pengajar bagi anak-anak kelak.
.
Lalu apakah tugas mendidik ini hanya dibebankan pada ibunya saja sehingga ayahnya pun lepas tangan? tentu tidak, justru Ayah punya tanggu jawab yang lebih besar yaitu memastikan seluruh anggotanya terdidik dengan baik, memiliki akhlak Islam yang tinggi, atau memastikan tak ada yang berbuat maksiat dalam keluarganya.
.
Tapi yang jelas, untuk memiliki generasi yang berkualitas, usaha kita tidak bisa hanya standar saja. Kita harus berjuang perbanyak bekal ilmu. Sehingga saat hari itu datang, kita sudah terhiasi denang ilmu-ilmu yang melekat. Dan ideologis keislaman yang tinggi, sehingga generasi yang terlahir adalah generasi-generasi terbaik yang Allah jadikan sebagai senjatanya tuk memerangi kedzoliman.
.
#DakwahTandaCinta

Pahala Jariyah Selama Lamanya

Ayo kita ajarkan kepada siapa saja, terutama anak anak untuk membaca Al Fatihah dan Mengamalkannya. Insyaallah akan jadi pahala jariyah untuk kita semua.

Berikut adalah Surat Al Fatihah dan terjemahannya..

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 1]

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ  ۙ
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 2]

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ  ۙ
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 3]

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ   ؕ
Pemilik hari pembalasan.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 4]

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ   ؕ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 5]

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ  ۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
[QS. Al-Fatihah: Ayat 6]

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ   ۙ  غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّآلِّيْنَ
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
[QS. Al-Fatihah: Ayat 7]