Jangan Kerja Haram

Bekerja itu Ibadah. Tapi yang dilakukan melanggar syariat.
Lalu, nilai ibadahnya dimana??

Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang dia ambil, apakah dari hasil yang halal atau yang haram.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan An-Nasa’i dari hadits Abu Hurairah z, Shahih At-Targhib no. 1722)
.
Suapan yang haram tak lain kecuali akan menyebabkan pemakannya terhalangi dari surga. Rasulullah bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِيَ بِحَرَامٍ
.
“Tidak akan masuk ke dalam surga sebuah jasad yang diberi makan dengan yang haram.” (Shahih Lighairihi, HR. Abu Ya’la, Al-Bazzar, Ath-Thabarani dalam kitab Al-Ausath dan Al-Baihaqi, dan sebagian sanadnya hasan. Shahih At-Targhib 2/150 no. 1730)
.
Oleh karenanya, istri para as-salaf ash-shalih (para pendahulu kita yang baik) bila suaminya keluar dari rumahnya, iapun berpesan:

إِيَّاكَ وَكَسْبَ الْحَرَامِ، فَإِنَّا نَصْبِرُ عَلَى الْجُوْعِ وَلاَ نَصْبِرُ عَلىَ النَّارِ
.
“Jauhi olehmu penghasilan yang haram, karena kami mampu bersabar atas rasa lapar tapi kami tak mampu bersabar atas neraka.” (Mukhtashar Minhajul Qashidin)
Tentu mencari yang halal merupakan kewajiban atas setiap muslim, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Qudamah t dalam kitabnya Mukhtashar Minhajul Qashidin: “Ketahuilah bahwa mencari yang halal adalah fardhu atas tiap muslim.” Karena demikianlah perintah Allah l dalam ayat-ayat-Nya dan perintah Rasul n dalam hadits-haditsnya. Di antaranya: .
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)
.

Hukum Kerja Sebagai Traveller

Bagaimana jika traveling kita ini untuk suatu pekerjaan, seperti proyek menulis yang bisa berbulan-bulan disana. Apakah diperbolehkan?
.
Bismillah Alila coba jawab pertanyaan diatas ya 😊
.
Sepemahaman Alila tidak boleh bersafar sendiri, karena syarat Bersafar adalah harus dengan mahram, dan Alila juga mengabil dalil boleh bersafar 
tapi dengan jamaah wanita.
.
Disini banyak yang harus dibahas. Pertama, syarat safar seperti yang Alila jawab diatas. Yang kedua, traveling karena ada pekerjaan, seperti projek buku. Nah yang kedua ini kembali lagi kepada syarat safar, apakah kesana nya bersama suami?, jika bersama suami/mahrom maka di perbolehkan bersafar dan mengerjakan tugasnya.
.
Terus yang ketiga kita harus ketahui, berapa lama kita bersafar?
kalau misalnya berbulan bulan dan kita tidak tau kapan kita pulang, maka lebih baik kita pake niat menetap saja.
.
Jika berniat kita menetap, maka status kita bukan lagi musafir, melainkan mukim. Sehingga syarat2 safar itu tidak lagi berlaku ketika kita ditempat tujuan. Maka ini diperbolehkan, contohnya seperti kita mengenyam pendidikan jauh sehingga kita harus pindah, atau bekerja yg jauh di luar kota, itu boleh-boleh saja.
.
Seperti itu yaa dear..
Semoga bermanfaat 😇
#SyariTraveller

Cara Bekerja Dan Dikuranginya Dosa

Apa sih yang kita cita-citakan atau apa sih tujuan kita kenapa mau susah-susah untuk bekerja? Yang Alila tau standar tujuan manusia biasanya sih pingin punya kehidupan yang nyaman, Rumah, kendaraan, pakaian, jalan-jalan, dan lain sebagainya yang bersifat kenikmatan duniawi.
.
Tapi pernah gak berazam, bahwa kita bekerja ya sebagai bentuk ibadah saja sama Allah ta’ala. pernah? kalo pernah itulah tujuan bekerja yang benar. Niat Bekerja karena ibadah dan RidhoNya.
.
Karena memang Allah ciptakan manusia untuk beribadah. Maka niat kerja kita pun untuk beribadah. Agar yang kita terima bukan hanya hasil duniawi yang bersifat sementara, melainkan Ridho Allah Ta’ala yang menjadikan keselamatan hidup di Dunia dan akhirat.
.
Rugi banget, kalo kita hanya mendapat duniawi dari hasil kerja kita. Padahal sama-sama kerja dan sama-sama capek. Jadi, mulai sekarang jadikan pekerjaan mu itu fii sabilillah ya Dear..
.
#SemangatFiisabiiLilLaah

Benarkah Hijab Syar’i Susah Cari Kerja Di Indonesia?

Berkali-kali mencoba, ternyata susah sekali mendapatkan pekerjaan dengan hijab syari. Akhirnya sekarang aku diterima di perusahaan yang membolehkan berhijab tapi tidak syari. Apa aku salah? Dan, jika islam memuliakan kita mengapa negara yang mayoritas islam ini justru mempersulit untuk menjalankan syariat?
.
Assalamu’alaikum #lovalila, Alila coba jawab pertanyaan ini ya dear. Bismillahirrahmanirrahiim…
.
Sebagai seorang wanita kita juga ingin ya dear memiliki penghasilan, dan itu diperbolehkan kok dalam Islam. Asalkan kita tetap menjaga kewajiban-kewajiban kita salah satunya berhijab Syar’i, yang menjadi keresahan penanya kita kali ini.
.
Nah masalahnya jika kita sudah ikhtiar kesana kemari mencari  kerja yang membolehkan berhijab syar’i tapi tidak kunjung dapat, gimana? maka jawabannya adalah ikhtiar dengan cara lain. Kan mrncari uang tidak harus bekerja di perusahaan. Mungkin Allah menginginkan kita untuk berwirausaha misalnya, atau di jalan yang lain.
.
Yang pasti kewajiban berhijab syar’i tidak bisa gugur hanya karena kita tidak kunjung mendapat pekerjaan ya dear. Allah itu sedang menguji keistiqomahan kita untuk taat terhadap syari’atNya. InsyaAllah kemudahan hidup senantiasa Allah berikan bagi yang bertaqwa, karena itulah JanjiNya.
.
Untuk permasalahan Negeri yang mayoritas muslim, tapi seakan sulit untuk taat terhadap Islam. Ya itulah risiko yang yang harus kita terima jika pemimpim dan pemerintahannya tidak sesuai sistem Islam. Dan risiko ini akan terus kita rasakan, bahkan semakin parah, jika kita tidak sama-sama berjuang/berdakwah agar negeri kita menganut sistem Islam. Dan menerapkan Islam secara kaffah.
.
#IslamMemuliakanku