Kemaksiatan Beredar Gratis

Sekarang lagi jamannya membungkus sesuatu yang menyesatkan dengan hal yang menyenangkan, sebab orang2 diluar sana punya cita2 untuk merusak pemuda pemudi Islam yang nantinya akan menjadi para pejuang kebangkitan Islam.
Dengan apa? Salah satunya dengan tv, melalui acara2 tv yang sama sekali ga mendidik itulah mereka merusak kita. Yang penting mereka meraup keuntungan yang besar.
Mulai dari sinetron cinta2an sampe setan2an, cuma labelnya ada film remaja eh tetep aja ujung2nya ada adegan yang sebenernya hanya boleh dilihat org dewasa. Dan lebih parahnya sih malah difasilitasi oleh pemerintah😣
Mulai sekarang kurangi (atau kalau bisa sih stop aja) nonton film2 yg gaada manfaatnya gitu buat akhirat kita.
Nah, pesan dari Alila buat yang masih muda2, yuk kerahkan tenaga dan pikiran kita untuk mendukung kebangkitan Islam, hayooo mana yang merasa masih muda😂

Membatasi Kiriman Kemaksiatan Di Ruang Publik

Bismillah, Dear #Lovalila untuk saat ini sosial media atau ruang publik adalah tempat yang cepat untuk memviralkan sesuatu. Banyak sekali dari kita menggunakan ruang publik untuk mendapatkan informasi yang sedang terjadi saat ini.
.
Pesan Alila, Jangan biarkan ruang publik di penuhi kemaksiatan. Contohnya menyebarkan postingan yang banyak mudhorotnya, video lucu-lucuan yg unfaedah, yg berdampak buruk pada perkembangan remaja yang sedang mencari jati diri, sehingga remaja kehilangan rasa malu, berani melakukan hal yang kurang baik bahkan diluar syariat karena di contohkan oleh apa yang dia lihat.
.
Gunakanlah sosial media untuk menyampaikan kebenaran dan menebarkan manfaat.
.
Jadilah pengguna yang menginspirasi membuat gerakan dakwah, agar semakin banyak orang yang berhijrah, karena ruang publik sangat signifikan memengaruhi pola pikir pengguna sosial media. Dan.. In Syaa Allah kita pun akan selalu teringatkan, terjaga dalam ketaatan, jika para pengguna lainnya pun menyebarkan kebaikan.
.
Pikirkanlah dampak postinganmu ya dear.. Akankah postingan itu mengubah kita menjadi lebih baik, atau sebaliknya?
Kalo postinganku gimana dear?
Ask to your friend.. Mention temenmu ya 😉
.
#DakwahTandaCinta

Ketaatan Dan Kemaksiatan • Fatwa NU

Ketaatan Dan Kemaksiatan • Fatwa NU

“Engkau lebih membutuhkan belas kasih-Nya ketika taat daripada ketika bermaksiat.” -Ibnu Atha’illah Assakandari-
.
.
Sudah pasti ketaatan tetap lebih utama daripada kemaksiatan. Ketaatan lebih memberi jaminan tentang kebahagiaan hidup daripada kemaksiatan. Ketaantan juga lebih membawa maslahat bagi masyarakat ketimbang kemaksiatan. Namun, apakah kelebihan-kelebihan itu lantas mengantarkan manusia pada level aman? Tidak. Tugas tak ringan ternyata dipikul setelah itu.
.
Dengan menelaah kata bijak Syekh Ibnu Athai’illah tersebut, dapat dikatakan bahwa orang yang taat lebih memerlukan pertolongan Allah karena ia berada pada kondisi yang rawan tergelincir. Karena merasa sangat saleh, seseorang bisa saja punya kecenderungan untuk mengabaikan bahaya dosa-dosa kecil. Karena merasa banyak ibadah, seseorang kadang punya tendensi meremehkan orang lain. Dan seterusnya. Demikianlah, ketaatan membawa jebakan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam perasaan ‘ujub (bangga diri), angkuh, atau sombong.
.
Dikatakan tanggung jawab orang yang taat lebih berat ketimbang orang yang bermaksiat karena orang yang bermaksiat punya potensi untuk insaf, introspeksi, tobat, hingga pembenahan diri. Tapi bukan berarti maksiat lebih baik dari taat. Sebab, yang dibicarakan di sini adalah tentang olah rohani, suasana batin, yang sering diterlewatkan dari pikiran manusia lantaran tak terlihat oleh kasat mata. Kebanggaan atas prestasi ibadah kerap muncul samar-samar di dalam hati, dan justru di sinilah tantangan terberatnya.
.
Pernyataan Syekh Ibnu Atha’illah tersebut mengingatkan kita semua bahwa semakin bertakwa seseorang seharusnya semakin takut ia terperosok pada takabur. Beribadah atau berbuat baik mungkin adalah hal yang susah, tapi jelas lebih susah beribadah dan berbuat baik namun tanpa merasa lebih baik daripada orang yang tak beribadah atau berbuat baik. Karena itu prestasi ketakwaan secara lahiriah harus diimbangi dengan terus-menerus koreksi diri secara batiniyah.
.
***
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #alhikam #ibnuathaillahassakandari #quotes #quotesoftheday #islamicquotes #ulamaquotes #kutipan #kutipanislami #kutipanulama