Doa Melihat Kebaikan Dan Keburukan

Muslimah Cantik Indonesia

Mata tidak lepas dari aktivitas melihat baik hal yang disukai maupun yang tidak disukai. Namun demikian semua hal itu tetap harus disyukuri. Semuanya harus dikembalikan kepada Allah SWT. karenanya Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika melihat hal yang disukai.

الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Alhamdulillâhilladzi bini‘matihî tatimmus shâlihât

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang dengan-Nya kebaikan-kebaikan menjadi sempurna.” Sementara ketika melihat hal yang tidak menyenangkan Rasulullah mengajarkan doa ini.

الحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Alhamdulillâhi alâ kulli hâl

Artinya, “Segala puji bagi Allah atas segala keadaan.” Doa ini mengajarkan umat Islam untuk selalu mengingat Allah SWT dalam segala kondisi. Doa ini disebutkan Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar.

Melangkah Ke Hal Yang Baik • Umat Muhammadiyah

Melangkah Ke Hal Yang Baik • Umat Muhammadiyah

Jejak manakah yang selama ini banyak kita tinggalkan, kebaikan atau keburukan ? .
.
Mari sobat Muhammadiyah kita bersama-sama langkah kan kaki menuju jalan-jalan kebaikan yang senantiasa diberkahi dan dirahmati oleh Allah SWT
#muhammadiyah #quote #kebaikan #bertakwa

Langkah Lurus Menuju Kebaikan • Umat Muhammadiyah

Langkah Lurus Menuju Kebaikan • Umat Muhammadiyah

Jadikan tiap langkah sebagai langkah menuju kebaikan, dan jauhi langkah dari hal yang mungkar.
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah

Tidak Ada Kebaikan Pada Kata Kata Kasar • Aulia Izzatunisa

tidak ada kebaikan pada kata-kata kasar, dan sudah pasti tidak akan menghasilkan perbaikan

yang ada kata-kata kasar itu hanya menunjukkan, kualitas pengucap dan rendahnya pemikiran

celaan, hinaan, makian, hanya mewakili lemahnya argumen, kepanikan dan mental kalah

dan yang terpenting, kata-kata kasar, kotor itu menandakan bahwa jauh dia dari pemahaman Islam

Nabi berpesan, “mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor” (HR Al-Bukhari)

Al-Qur’an itu indah dan dihiasi keindahan, yang membacanya tentu terhindar dari kata-kata keji menyakiti

Dan hatinya akan dipenuhi cinta, sayang akan saudara, dan dakwah yang tumbuh dari keduanya

Yang merindukan Nabi Muhammad, akan menyayangi apa yang beliau sayangi, yakni ummatnya

Lantas, apalagi alasan kita berkata penuh cela, apa lagi argumen kita untuk menyakiti sesama mukmin?

Allahu musta’an..

Ohya, tak bosan-bosan saya mengingatkan pada penikmat ilmu, pecinta Allah dan Rasulnya, follower pages ini, agar tidak melayani komentar-komentar kasar dan tak bermutu, biarkan saja mereka menunjukkan wajah aslinya, tak perlu ditanggapi

Jangan sampai terpancing, lalu mendebat balik, takkan ada gunanya, syaithan itu menghendaki permusuhan diantara manusia, apalagi sampai membalas mencela dan lebih kasar

Fokus saja berbuat baik, berkarya dan bermanfaat bagi yang lainnya, hidup ini singkat dan jangan sampai kita disibukkan perkara tak bermanfaat 😀

Barakallahu fiikum

Ganjaran Mengajak Kebaikan Dan Kesesatan

Telah bercerita kepada kami Ali bin Hujr telah mengkhabarkan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Al Ala’ bin Abdurrahman dari bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa menyeru kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun”. Abu Isa berkata; ‘Hadits ini hasan shahih”.

HR. Tirmidzi

Bacaan Ringan Yang Luar Biasa Pahalanya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:

“Barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilIallaahu wahdah, Iaa syariikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir’

(Tiada tuhan selain Allah, Dialah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya. Allah adalah Maha Kuasa atas segaIa sesuatu)

dalam sehari seratus kali, maka orang tersebut akan mendapat pahala sama seperti orang yang memerdekakan seratus orang budak dicatat seratus kebaikan untuknya, dihapus seratus keburukan untuknya.

Pada hari itu ia akan terjaga dari godaan syetan sampai sore hari dan tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya, kecuali orang yang membaca lebih banyak dan itu.

Barang siapa membaca Subhaanallaah wa bi hamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.”

(HR. Muslim)

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk