7 Kriteria Jilbab Sesuai Syariat

KRITERIA JILBAB MUSLIMAH MENURUT SYARI’AT

Sungguh aneh kalau hijab diperlombakan, atau dibikin keren untuk bergaya, padahal tujuan hijab untuk menutupi kecantikan wanita, agar tidak menarik pandangan kaum pria. Lalu apa saja kriteria hijab menurut syari’at?

1. Menutupi seluruh tubuh.

2. Bukan perhiasan, bukan pula sesuatu yang menggoda atau menarik perhatian kaum pria, seperti mengenakan hiasan-hiasan, motif-motif, logo-logo dan yang semisalnya. Karena tujuan pakaian syar’i bagi muslimah adalah untuk menutupi perhiasannya.

3. Tidak ketat, tidak tipis dan tidak tembus pandang.

4. Tidak mengenakan harum-haruman.

5. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir atau fasik.

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

7. Bukan pakaian ketenaran.

Kerudung Bukan Jilbab

Banyak yang mengira bahwa jilbab hanyalah penutup rambut kepala. Tak apalah katanya berpakaian ketat yang penting rambut kepala sudah tertutup. Benarkah pengertian demikian?

Perintah mengenakan jilbab sebagaimana diterangkan dalam ayat

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Jika kita telusuri penjelasan dari Imam Nawawi -ulama besar Syafi’iyah-, kita akan mendapat titik terang manakah yang dimaksud jilbab.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disebutkan dalam Al Bayan, jilbab adalah khimar (penutup kepala) dan izar (kain penutup badan). Al Kholil berkata, “Jilbab itu lebih lebar dari khimar dan lebih tipis dari izar.” Al Mahamili berkata, “Jilbab adalah izar (kain penutup badan) itu sendiri.” Penulis kitab Al Matholi’ berkata bahwa An Nadhr bin Syamil berkata, “Jilbab adalah kain yang lebih pendek dari khimar, yang lebih lebar dan menutup kepala wanita.” Penulis Matholi’ mengatakan, ulama lainnya berkata bahwa jilbab adalah kain yang lebar selain rida’ (mantel) yang di mana kain tersebut menutupi punggung dan dada wanita.

Bagaimana Hukum Berjilbab Asal Asalan Dan Bikin Vlog Untuk Publik?

Bagaimana dengan mereka yang selfie, membuat vlog dengan hijab yang belum syar’i dan dengan alasan untuk mencari uang?
.
Bismillah Alila coba jawab ya
.
Dear, Hijab itu tidak menentukan kita shalihah atau engga. Tapi yang jelas, jika kita tidak memaknai hijab, artinya kita telah berdosa. Sebab tidak mengikuti syariat.
.
Hijab adalah perintah Allah kepada muslimah untuk menutup auratnya, perintah ini termaktub pada QS. Ahzab ayat 59 (diliiat catatan kakinya ya bahwasannya hijab adalah baju kurung atau baju terusan)
.
Dan Lihat juga QS. An-Nur ayat 33 Allah memerintahkan wanita untuk menggunakan khimar sampe ke dada, dari sini bisa kita simpulkan bahwa jika muslimah yang sejati adalah yang benar-benar taat kepada Allah, melaksanakan perintahnya dan menjauhi laranganNya
.
– berhijab syar’i dan ia menjaga dirinya dengan rasa malunya.
– berhijab syar’i dan tetap cantik tanpa make up.
– berhijab syar’i dan ga suka mengupload foto selfie.
– Melakukan apapum tujuannya. Ridha Allah bukan hanya materi.
.
Maka, muslimah seperti inilah yang bisa di katakn shalihah. Karena dia berhijab dan dia melaksanakan semuanya karena Allah, tidak dengan tujuan lain. Jadi kita sama-sama belajar dari muslimah sejati sperti yang dicontohkan di atas ya dear..
Kenalilah perilaku dan akhlak muslimah yang Allah suka, bukan dari wanita yang berhijab tapi tidak memaknai hijabnya, dan berambisi mencari harta dengan melupakan Rasa malu yang ada pada dirinya.
Ketahuilah, yang demikian sebenarnya telah melanggar syariat dan sedang mempermalukan dirinya sendiri.
.
#IslamMemuliakanku

Lebah Dan Lalat

Muslimah Cantik Indonesia

🍃🍃🍃»» RENUNGAN ««🍃🍃🍃

Berpikiran dan Bertindak Positif
Perumpamaan LEBAH vs LALAT
“Mengapa Lebah cepat menemukan Bunga…..?
“Sedangkan Lalap cepat menemukan kotoran….. ?”
“Karena naluri Lebah hanya menemukan Bunga…..”
“… Sedangkan naluri Lalat hanya menemukan kotoran…..”
“Lebah tidak terlarik pada kotoran…”
“Lebah tertarik pada harum dan keindahan Bunga…..”
“Alhasil… Lebah kaya akan Madu…”
“… Sedangkan Lalat kaya kuman penyakit…”
“Mengapa ada orang menjadi JAHAT dan ada orang menjadi BAIK ?”
“Orang jahat tidak tertarik pada hal – hal yang baik,
Sebaliknya pada hal – hal yang jahat dan menyakitkan….”
Bohong…
Permusuhan…
Gosip…
Irihati…
Dengki…
Semua hal yang jahat…
“Orang BAIK ialah orang yang tidak tertarik akan hal – hal buruk.”
“Hidup ini sangat tergantung dengan Pikiran”
“Apa yang dipikirkan menghasilkan yang dilihat.
“Apa yang dilihat menghasilkan yang diperoleh.”
“Jika Pikiran selalu negatif maka apa saja yang dilihat akan selalu negatif…”
“… Hasilnya adalah Penderitaan, Sakit hati, Kecewa, Iri hati dan Dengki…”
* Ingin Bahagia…? Berhasil.. ? *
“Miliki Pikiran yang selalu Positif”
“… Maka apa saja yang dilihat akan selalu positif dan hasilnya adalah kebahagiaan.”
“Jika kita seperti LEBAH yang menghasilkan Madu, maka orang – orang di sekeliling kita juga akan mencicipi manisnya.”
“Tapi jika kita seperti LALAT, maka Kuman yang kita taburkan akan menyebarkan penyakit dan mencelakakan orang lain.”
“Pikiran Adalah Raja Kehidupan.
Derita atau Bahagia berasal dari Pikiran”.
🍒

Semoga kita semua hidup bahagia. 🙏.
Baarakallahuu Fiikum

Stop Ghibah

Asy-Syeikh Ahmad bin Abubakar Basya’ban Ra bertanya:

“Tentang menggunjing keburukan orang lain, yang menurut Islam dinilai lebih berat dari tiga puluh kali berbuat zina. Padahal menggunjing keburukan orang lain tidak termasuk dalam salah satu dosa besar sebagaimana perbuatan zina.”

   Al-‘Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad Ra menjawab: “Secara lahiriyah, perbuatan menggunjing kesalahan orang lain tidak sekeji perbuatan zina yang dapat mengacaukan jalur keturunan manusia dan menimbulkan kerusakan-kerusakan lainnya.

   Akan tetapi yang menyebabkan perbuatan zina hanyalah rangsangan nafsu seks, seperti yang ada pada binatang. Namun yang menimbulkan perbuatan menggunjing kesalahan orang lain adalah rasa dengki dan hasud kepada seorang Muslim, padahal perbuatan itu termasuk perbuatan setan yang kejelekannya tiga puluh kali lebih buruk dari kejelekan binatang, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits.

   Di lain riwayat disebutkan, menggunjing kesalahan orang lain, nilainya lebih berat dari berzina, karena perbuatan itu merusak hak asasi manusia.

   Padahal menurut sebuah riwayat dikatakan, menganiaya seorang hamba satu kali dapat diambil daripadanya tujuh ratus pahala shalat yang diterima dan menganiaya hak-hak orang lain termasuk perbuatan yang pasti akan dituntut di persidangan Allah SWT.”

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.
[ an-Nafaais al-‘Uluwiyyah Fi al-Masaail ash Shuufiyah’ lil Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad]

Bila Allah Sudah Tidak Menghendaki Kita Lagi

BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta…..

Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan…..

Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan…..

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta’alla  dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah…..

sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati…..

Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah……….

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah…..

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita…..

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita…..

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah…..

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita…..

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah…..

Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan…..

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain  bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota…..

Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al’Quran sebulan dua kali…..

kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur’an…..

Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam…..

Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah…..

Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah……

Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita…..
maka panggilan Illahi makin bertambah dekat…

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat……….

Sesungguhnya

MATI itu PASTI….

ALAM KUBUR itu BENAR, 

HISAB itu BENAR, 

MAHSYAR ALLAH itu BENAR,

SYURGA dan NERAKA itu BENAR…….

Penyesalan itu selalu terlambat…….
Menunda Taubat menunggu usia Tua…..
Itupun kalau masih sempat….
Sebab syarat MATI gak harus tua, gak harus sakit…..

Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga serendah rendahnya 10x dunia beserta isinya

Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik…..???

Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya…..

آمـــــين يا ربّ العالمــين

Bila Allah Sudah Tidak Menghendaki Kita Lagi

BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta…..
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan…..
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan…..
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta’alla  dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah…..
sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati…..
Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah……….
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah…..
Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita…..
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita…..
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah…..
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita…..
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah…..
Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan…..
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain  bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota…..
Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al’Quran sebulan dua kali…..
kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur’an…..
Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam…..
Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah…..
Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah……
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita…..
maka panggilan Illahi makin bertambah dekat…
Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat……….
Sesungguhnya
MATI itu PASTI….
ALAM KUBUR itu BENAR, 
HISAB itu BENAR, 
MAHSYAR ALLAH itu BENAR,
SYURGA dan NERAKA itu BENAR…….
Penyesalan itu selalu terlambat…….
Menunda Taubat menunggu usia Tua…..
Itupun kalau masih sempat….
Sebab syarat MATI gak harus tua, gak harus sakit…..
Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga serendah rendahnya 10x dunia beserta isinya
Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik…..???
Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya…..
آمـــــين يا ربّ العالمــين

Perbedaan Hijab Dan Jilbab • Fatwa NU

Perbedaan Hijab Dan Jilbab • Fatwa NU

Ini Perbedaan Istilah Jilbab dan Hijab dalam Syariat
.
Perkembangan fashion pakaian sangat beragam. Berbagai gaya pakaian didesain untuk menambah keelokan paras dan menambah pesona. Pilihan busana juga kian beragam, termasuk model kerudung penutup kepala.
.
Preferensi dan kepantasan berkerudung, tentu adalah pilihan. Namun patut diketahui, bagaimana kita mendudukkan istilah penutup kepala yang ada dalam Islam?
.
Setidaknya masalah ini berkaitan erat dengan ayat-ayat Al Quran yang memuat dua istilah hijab dan jilbab. Utamanya terkait dengan perintah Allah kepada para istri-istri Nabi untuk tidak berinteraksi secara terbuka kepada lawan jenisnya. Hendaknya hal tersebut dilakukan di balik hijab.
.
Seorang sastrawan Arab bernama Ibnul Manzhur menyebutkan dalam kitabnya Lisanul Arab tentang makna hijab. Hijab bermakna As-Sitr, yang bermakna tutup. Ia bisa diartikan tirai, penghalang, dan sebagainya.
.
Bagaimana dengan masalah penghalang untuk lawan jenis? Hal ini terjadi pada pemaknaan surat Al-Ahzab ayat 53 yang memerintahkan istri Rasulullah untuk tidak berbicara kepada selain mahram kecuali dengan menggunakan tirai penghalang terhadap kontak langsung, atau dengan menutup wajah mereka.
.
…وَإِذَا سَأَلۡتُمُوهُنَّ مَتَٰعٗا فَسۡ‍َٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٖۚ ذَٰلِكُمۡ أَطۡهَرُ لِقُلُوبِكُمۡ وَقُلُوبِهِنَّۚ… .
Artinya: “…Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…”
.

Ayat ini disebutkan terkait dengan masalah etika ketika bersama istri-istri Nabi. Karena itu, hijab di atas ini bermakna penutup kontak langsung, bukan terkait pakaian. Sedangkan bagaimana dengan jilbab? Jilbab disebutkan sekali dalam Al-Qur’an, dalam surat Al-Ahzab ayat 59. Penyebutannya dalam bentuk plural, yaitu jalabîb.
.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا
.
Artinya, “Wahai Nabi, katakanlah terhadap istri-istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri orang-orang yang beriman (agar) mereka mengulurkan jalaabib mereka. Demikian itu, supaya mereka lebih mudah dikenal dan tidak disakiti. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
.
Imam As-Suyuthi dalam kitabnya Lubabun Nuqul fi Asbabin Nuzul menyebutkan bahwa penyebab turunnya ayat di atas adalah suatu ketika, istri Nabi keluar karena suatu keperluan. Dahulu menggunakan kain penutup kepala belum begitu populer. Kemudian ternyata ada sekelompok orang nakal yang mengganggu mereka.
.
Mereka yang digoda itu mengadu ke Rasulullah. Melalui turunnya ayat ini, maka mereka diperintahkan untuk menutupi kepala hingga dada agar mudah dikenal, serta terhindar dari gangguan laki-laki yang nakal. Selain itu, perempuan yang merdeka ditandai dengan jilbab, sedangkan budak perempuan dengan kepala terbuka. Demikianlah asbabun nuzul dan konteks turunnya ayat tentang jilbab.
.
Maka dari paparan di atas, setidaknya dalam Islam istilah yang muncul untuk busana penutup kepala perempuan adalah jilbab dibanding hijab, meskipun dalam perkembangannya dua kata tersebut sama-sama digunakan. Jilbab digunakan dalam masalah ajaran Islam, sedangkan istilah hijab bisa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Perbedaan tersebut, asalnya bukan dibedakan berdasarkan model pakaiannya. Yang terpenting dari cara berpakaian, busana yang sopan tentu akan tampak menawan. Wallahu a’lam. (Muhammad Iqbal Syauqi)
√ Fatwa NU 

Karena Syarat Berjilbab Bukan Baik • Aulia Izzatunnisa

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Karena Syarat Berjilbab Bukan Baik

Assalamualaikum ukhty..
Apa kabar hari ini?
Masihkah kau enggan mengganti rambut hitammu dengan sehelai kain penutup?
Allah tak perlu banyak syarat agar kau mengenakannya ukhty.
Oh ya?? Iya, percayalah.
Hanya satu syaratnya, saat kau sudah menginjak usia baligh.
Maka, jika saat ini kau belum juga berjilbab itu hanya karena syarat-syarat yang kau buat-buat sendiri ukhty.
Kau bilang ” aku nanti aja berjilbabnya, malu masak berjilbab tapi masih berbuat gak baik”
Hei ukhty, wanita adalah manusia, bukannya malaikat yang tanpa dosa. Apakah sajaknya harus begitu?
Jika saja Allah tetapkan syarat seperti itu, maka sampai saat ini pun wanita-wanita akan enggan berjilbab. Dan entah kapan akan memulai berjilbab.
Asma binti Abu Bakar telah telah menemui Rasulullah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasulullah “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja” (HR. Bukhari & Muslim)
Kau terjaga ukhty dengan jilbabmu.. Selain sebagai identitas, jilbab menjagamu dari pandangan laki-laki, dan hei, lihatlah. Kau membantunya menundukkan pandangan.
Berpikirlah sederhana tentang jilbab ukhty.. Berpikir dan yakinlah, dengan berjilbab akhlakmu akan menjadi semakin baik. Jadikan ia (jilbab) sebagai benteng imanmu, dan juga sebagai pengingat. ” masak iya, sudah berjilbab tapi melakukan yang tidak baik”. Pahamilah konsep ini.. Wanita yang berjilbab belum tentu ia baik. Tapi wanita yang baik pastilah berjilbab. ^^ Bagaimana??? Apakah masih enggan??? Marilah, melangkah setapak demi setapak bersamaku. Meniti jalan-Nya. Tidak untuk menggurui, tetapi membersamai. Agar perjalananmu tak membosankan.
Marilah, berjalan bersama untuk satu titik yang sama.
Ukhty cantik, bagaimana?
Yuk, kita mulai dari hari ini. Yang belum berjilbab untuk berjilbab. Dan yang sudah berjilbab, mari mengistiqomahkan hati.
Mari memulai dengan Bismillah dan luruskan niat💕

13 Aurat Wanita Yang Wajib Dijaga

13 Aurat Wanita Yang Wajib Dijaga

Wanita memang diberkati oleh Allah dengan segala keindahan,tapi terkadang itu salah digunakan untuk membuat para pria tergoda dan terbayang.nah apa saja 13  Aurat Wanita tersebut.

1. Bulu kening (Alis)

– Menurut Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening –
(Petikan dari Hadits Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari)

2. Kaki (tumit kaki) semacam hantu loceng

– Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan –
(Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31. Keterangan : Menampakkan kaki dan mengayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng, sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah)

3. Wangi-wangian

– Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berkumpul itu kata orang sekarang hidung belang –
(Petikan dari Hadits Riwayat Nasa’i, Ibn Khuzaimah dan Hibban)

4. Dada

– Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bagian depan dada-dada mereka –
(Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31)

5. Gigi

– Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir (pangur) gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya –
(Petikan dari Hadits Riwayat At-Thabrani, Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah – Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

6. Leher

– Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasanmu seperti orang jahilliah yang dahulu –
Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Membayang Anggota Tubuh

– Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menampakkan anggota badan kecuali telapak tangan dan wajah saja –
(Petikan dari Hadits Riwayat Muslim dan Bukhari)

8. Berjabat Tangan

– Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya –
(Petikan dari Hadits Riwayat At Tabrani dan Baihaqi)

9. Memandang

– Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya –
(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31. Keterangan sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama saja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram – Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

10. Mulut (suara)

– Janganlah perempuan-perem -puan itu terlalu mendayu-dayu dalam berbicara sehingga orang yang mendengarkan ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perka -taan yang baik –
(Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32)

11. Kemaluan

– Dan katakanlah kepada perempuan-perem -puan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka –
(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31)
– Apabila seorang perempuan itu sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Surga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya –
(Petikan dari Hadits Riwayat Riwayat Al Bazzar)
– Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah –
(Petikan dari Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah)

12. Pakaian

– Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebiha -n terutama yang menyolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti –
(Petikan dari Hadits Riwayat Ahmad, Abu Daud , An Nasa’i dan Ibn Majah)
(Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Keterangan : Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab dan longgar, yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Dan karena itu mereka tidak diganggu. Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang)
– Sesungguhnya sebagian ahli Neraka ialah perempuan-perem -puan yang berpakaian tetapi telanjang yang cenderung pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium baunya –
(Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim. Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ -membentuk dan berbelah/ -membuka bahagian-bahagi -an tertentu)

13. Rambut

– Wahai anakku Fatimah!Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mau menutup rambutnya dari pandangan/ -dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya –
(Petikan dari Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

sekarang anda memiliki dua pilihan,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini

2. Membagikan pengetahuan ini kesemua teman anda , insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk