Cintailah Agamamu

Baru-baru ini kita melihat salah satu atlet asal Aceh, Miftahul Jannah membuktikan kalau seseorang yang mencintai agamanya, bangga dengan identitas Islamnya, bagaimanapun lingkungan sekitar mengekang dan orang2 tak menyukai dirinya, ia tetap akan mempertahankan prinsipnya dan bangga menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim.
Ia tetap menjaga hijabnya, yang katanya hanya selembar kain walaupun harus didiskualifikasi dari pertandingan.
Tapi sebagai muslimah ia bangga dengan selembar kain itu, sebab dengan selembar kain itu ia terjaga, ia mempunyai identitas dan selembar kain itulah yang membedakan dirinya dengan wanita kafir.
Semoga kita semua bisa menjadikan Miftahul Jannah sebagai contoh baik ya… bangga sebagai muslimah yang mempertahankan hijab walaupun lingkungan mengekang dan bangga menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim yang baik😊

Kesibukan Yang Sia-sia

Media Hijab Alila
Hanya ada 2 pilihan untuk kita, waktu yang diisi untuk melakukan kebaikan atau memilih untuk melakukan keburukan. 
Yang pasti, keduanya akan dimintai pertanggung jawabannya kelak dan menentukan posisi kita di akhirat nanti.
Masa muda kita digunakan untuk apa nanti akan dipertanyakan.
Dilakukan untuk berdakwah atau malah menentang aturan-Nya?
Maka, mari sama-sama bermuhasabah dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Mari sama-sama tanyakan pada diri, sedang berbuat apakah kita saat ini?
Berbuat kebaikan atau keburukan?

Kemaksiatan Beredar Gratis

Sekarang lagi jamannya membungkus sesuatu yang menyesatkan dengan hal yang menyenangkan, sebab orang2 diluar sana punya cita2 untuk merusak pemuda pemudi Islam yang nantinya akan menjadi para pejuang kebangkitan Islam.
Dengan apa? Salah satunya dengan tv, melalui acara2 tv yang sama sekali ga mendidik itulah mereka merusak kita. Yang penting mereka meraup keuntungan yang besar.
Mulai dari sinetron cinta2an sampe setan2an, cuma labelnya ada film remaja eh tetep aja ujung2nya ada adegan yang sebenernya hanya boleh dilihat org dewasa. Dan lebih parahnya sih malah difasilitasi oleh pemerintah😣
Mulai sekarang kurangi (atau kalau bisa sih stop aja) nonton film2 yg gaada manfaatnya gitu buat akhirat kita.
Nah, pesan dari Alila buat yang masih muda2, yuk kerahkan tenaga dan pikiran kita untuk mendukung kebangkitan Islam, hayooo mana yang merasa masih muda😂

Penyalahgunaan HAM

Tak cukupkah teguran-Nya akhir2 ini melalui erupsi, gempa bumi, dan tsunami menjadikan kita lebih berintrospeksi?
Seharusnya dengan apa yang telah terjadi, bisa melembutkan hati
Kami mengajak bermuhasabah dan mengingatkan, bukan untuk menggurui
Tapi itu salah satu bukti rasa cinta kami
Feminisme dibiarkan, pelaku LGBT dilestarikan, eh… yang terkena bencana malah ditelantarkan
Jangan biarkan rasa ga enakan membuat kita membiarkan kemaksiatan
Apalagi sampai mengatas namakan HAM dan keberagaman

Waspada LGBT

Waspada LGBT

Kalau menurut kamu mendukung kaum LGBT itu salah satu bentuk toleransi, itu salah.

Kalau menurut kamu dengan mendukung kaum LGBT itu adalah orang-orang yang keren dan berpikiran kritis, itu salah
Kalau menurut kamu kaum LGBT berlaku seperti itu adalah faktor genetik, itu SALAH BANGET.

Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki dengan perempuan, bukan laki-laki dengan laki-laki, dan perempuan dengan perempuan
Allah menciptakan manusia beserta dengan akal
Kalau binatang aja yang ga dibekali akal memilih pasangan hidupnya dengan yang lawan jenis, masa manusia yang punya akal malah memilih pasangan hidupnya dengan yang sesama jenis?

Lagi pula… keluarga macam apa yang mau dibangun?
Bukan lagi keluarga berencana, malah jadi keluarga bencana

Bolehkah Safar Tanpa Mahram?

Hai dear, Alila mau jawab nih pertanyaan tentang “bagaimana sih hukum safar bagi wanita tanpa mahram?”
Nah nanti setelah Alila paparkan, silahkan temen-temen ambil pendapat yang sesuai dengan keyakinan dan kecenderungannya. Yang terpenting adalah, kita jangan menyalahkan pendapat yang diambil orang lain, selama orang tersebut mampu memberikan dalil yang kuat. 😊
.
Pendapat Pertama, seorang wanita tidak boleh melaksanakan ibadah haji kecuali dengan mahramnya. Ini adalah pendapat Abu Hanifah dan Ahmad dalam salah satu riwayat dari beliau.
Mereka berdalil dengan keumuman hadits yang melarang seorang wanita melakukan safar tanpa mahram, diantaranya adalah hadits Ibnu Abbas ra bahwa dia mendengar Nabi  saw bersabda:
“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita dan janganlah sekali-kali seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya.”Lalu ada seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah mendaftarkan diriku untuk mengikutu suatu peperangan sedangkan istriku pergi menunaikan hajji.”Maka Beliau bersabda, “Tunaikanlah haji bersama istrimu.” (HR. Bukhari).
Hadits tersebut menunjukkan bahwa mahram adalah syarat wajib haji bagi seorang wanita muslimah.
.
Pendapat Kedua, seorang wanita muslimah dibolehkan melaksanakan ibadah haji tanpa mahram. Mahram bukanlah syarat wajib haji bagi seorang wanita muslimah.Ini adalah pendapat Hasan Basri, Auza’i, Imam Malik Syafi’I, dan Ahmad dalam salah satu riwayat dari beliau, serta pendapat Zhahiriyah. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Taimiyah dalam riwayat terakhir beliau (al-Majmu’: VIII/382, al-Furu’: III/ 177).
.
Imam Malik menyatakan bahwa :
Imam Malik menyatakan bahwa mahram bisa diganti dengan rombongan wanita yang bisa dipercaya selama perjalanan aman. Imam al-Baji al-Maliki berkata:
“Adapun yang disebut oleh sebagian ulama dari teman-teman kami, itu dalam keadaan sendiri dan jumlah yang sedikit. Adapun dalam keadaan jumlah rombongan sangat banyak, sedang jalan – yang dilewati – adalah jalan umum yang ramai dan aman, maka bagi saya keadaan tersebut seperti keadaan dalam kota yang banyak pasar-pasarnya dan para pedagang yang berjualan, maka seperti ini dianggap aman bagi wanita yang bepergian tanpa mahram dan tanpa teman wanita. “ (al-Muntaqa: III/17).
.
Dalil mereka adalah sebagai berikut:
Dalil Pertama, hadits Adi bin Hatim ra, bahwa Nabi saw bersabda:
“Seandainya kamu diberi umur panjang, kamu pasti akan melihat seorang wanita yang mengendarai kendaraan berjalan dari Al-Hirah hingga melakukan thawaf di Ka’bah tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah.” (HR. Bukhari).
.
Hadits tersebut berisi tentang pujian dan sanjungan pada suatu perbuatan, hal itu menunjukkan kebolehan.Sebaliknya hadist yang mengandung celaan kepada suatu perbuatan menunjukkan keharaman perbuatan tersebut. (Umdatu al-Qari: XVI/148).
.
Dalil Kedua, atsar Ibnu Umar ra.
Dari Ibnu Umar bahwa beliau memerdekakan beberapa budak perempuannya.Kemudian beliau berhaji dengan mereka.Setelah dimerdekakan, tentunya mereka bukan mahram lagi bagi Ibnu Umar.Berarti para wanita tersebut pergi haji tanpa mahram.(Disebutkan Ibnu Hazm dalam al-Muhalla).
Dalil Ketiga, atsar Aisyah ra.
Dari Aisyah tatkala ada orang yang menyampaikan kepada beliau bahwa mahram adalah syarat wajib haji bagi wanita muslimah, beliau berkata, “Apakah semua wanita memiliki mahram untuk pergi haji?” (Riwayat Baihaqi).
.
Dalil Keempat, kaidah fiqhiyah.
“Dalam masalah ibadah mahdhah dasarnya adalah  ta’abbud (menerima apa adanya tanpa dicari-cari alasannya, seperti jumlah rakaat shalat) dan dalam masalah muamalah dasarnya adalah  ta’lil (bisa dicerna dengan akal dan bisa dicari alasannya, seperti jual beli dan pernikahan).”
Masalah safar wanita termasuk dalam katagori muamalah, sehingga bisa kita cari alasan dan hikmahnya, yaitu untuk menjaga keselamatan wanita itu sendiri dan ini bisa terwujud dengan adanya teman-teman wanita yang bisa dipercaya apalagi dalam jumlah yang banyak dan jalan dianggap aman.
.
Dalil Kelima, kaidah fiqhiyah.
“Hukum yang ditetapkan dengan ijtihad bisa berubah menurut perubahan waktu, keadaan, tempat dan perorangan.”
Berdasarkan kaidah tersebut, sebagian ulama kontemporer seperti Syaikh Abdurrazaq Afifi (Fatawa wa Rasail: I/201) membolehkan seorang wanita bepergian sendiri atau bersama beberapa temannya yang bisa dipercaya dengan naik pesawat, diantar oleh mahramnya ketika pergi dan dijemput juga ketika datang.  Bahkan keadaan seperti ini jauh lebih aman dibanding jika seorang wanita berjalan sendiri di dalam kota, khususnya kota-kota besar.
.
Dalil Keenam, kaidah fiqhiyah.
“Apa-apa yang diharamkan karena zatnya, tidaklah dibolehkan kecuali dalam keadaan darurat, dan apa-apa yang diharamkan dengan tujuan menutup jalan (kemaksiatan), maka dibolehkan pada saat dibutuhkan.”
Ketidakbolehan wanita melakukan safar tanpa mahram tujuannya untuk menutup jalan kemaksiatan dan bahaya baginya. Oleh karena itu, hal itu menjadi dibolehkan manakala ada kebutuhan, khususnya jika ditemani dengan rombongan yang dipercaya dan keadaan jalan aman.
Pendapat Yang Kuat:
Pendapat yang kuat bahwa mahram bukanlah syarat wajib haji bagi wanita muslimah berdasarkan hadits dan atsar di atas.Tetapi boleh bersama rombongan perempuan yang bisa dipercaya, khususnya jika keadaan aman.
Adapun hadits Ibnu Abbas ra yang mensyaratkan mahram, peristiwa tersebut bukan pada haji wajib, tetapi pada haji yang sunnah. Sebab, haji baru diwajibkan pada tahun 10 H, dimana Rasulullah pada waktu itu juga melaksanakan ibadah haji.
Walaupun demikian, diharapkan bagi wanita yang ingin melaksanakan haji dan umrah atau melakukan safar wajib lainnya, hendaknya bersama mahramnya, karena itu lebih terhindar dari fitnah dan marabahaya lainnya.
.
Semoga bermanfaat 😇
#SyariTraveller

Ditinggikannya Derajat Orang Yang Beriman Dan Berilmu

“يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ “
.
“..Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(AL-Mujadilah-11)”
.
Dear.. Selain karena iman, Dengan ilmu pengetahuan derajatmu pun kan ditinggikan.
Maka jangan malas menuntut ilmu. Jangan salah fokus ketika mengenyam pendidikan. Yang terpenting bukan nilai atau titel, tapi ilmu yang bermanfaat dan amalan dari ilmumu untuk ummat.
.
Siap-siap bangun peradaban dengan #MuslimahBerpendidikan 😇

Berhijab Syar’i Setiap Saat

Dear #Lovalila ..
Masih ingat Tentang tauhid asma’ wassiffat yang pernah Alila jelaskan di vlog? Penjelasan detailnya, coba tonton youtube Alila lagi ya 😊
.
Dalam hidup ini kita harus menetapkan batasan terendah sebagai seorang mukmin, yaitu “meyakini Allah sedang melihat kita”  karena bila kita masih berada dibawah batasan ini, berarti kita termasuk golongan yang lalai.  Kita semua mengetahui bahwa Allah SWT : Al-Bashir (Maha Melihat)  dan Al-Syahid (Maha menyaksikan).
.
Meyakini Allah sedang melihat kita, disebut juga dengan kesadaran muraqabah, Pengertian muraqabahadalah :  menerapkan kesadaran bahwa Allah selalu melihat dan  mengawasi  kita dalam segala keadaan. Bahwa Allah selalu mengetahui apa yang kita rasakan, ucapkan dan kita perbuat.
.
Bila kita tidak bisa menerapkan keyakinan bahwa Allah sedang melihat kita, (muraqabah), maka kita akan menjadi hamba yang lupa akan pengawasan Allah, sehingga kita mudah melanggar syariat-Nya. Karena kita mengira bahwa Allah tidak mengetahui apa yang kita kerjakan.
.
Mudah-mudahan temen-temen semua selalu merasa muraqabatullah ya dear, Allah melihat kita kapanpun, dan dimanapun. 😇
.
#SyariEverywhere

Aktivitas Yang Menyesuaikan Hijab

Dear shalihat..
Bagi kamu yang baru memulai hijrah berhijab syar’i, pastinya punya berbagai kendala yah..
Mulai dari lingkungan, pekerjaan, keluarga, teman, hingga berbagai aktivitas lainnya yang membuat kita jadi harus beradaptasi ulang. Mulai dari harus beli banyak baju baru, menyesuaikan baju untuk berkegiatan, dan hal lainnya.
.
Lalu terkadang mungkin pernah merasa ribet dan sulit, lalu berpikir “hmm seragam kerja aku udah begini, gak bisa syar’i, yaudalah gapapa ntar pas pulang baru pake pakaian syar’i lagi” Atau “yah gimana dong udah tuntutan pekerjaan bajunya begini”
.
Dear, kalo kita hijrah niat nya lillahi ta’ala, yuk kita ubah pola pikir kita. Syariat islam itu diatas peraturan apapun di dunia. Maka dari itu kita harus mengupayakan untuk #IstiqomahBerhijabSyar’i .
Aktivitas lah yang menyesuaikan hijab kita. Lakukan kegiatan yg masih bisa dikerjakan dengan tetap memakai hijab syar’i. Tapi jangan membuat ini jadi penghambat, karena kita masih bisa tetap leluasa beraktivitas kok dengan memilih hijab syar’i yang nyaman mulai dari bahan dan bentuknya.
.
Jangan sampai hijab yang menyesuaikan aktivitas. Karena lagi mau ke pantai, terus kaos kaki jadi ditinggalin, dipakenya ntar lagi. Karena lagi kerja lapangan, kerudungnya diiket-iket dulu, pake celana panjang dulu pakai gamisnya ntar lagi aja. Jangan sampai begitu yah dear..
.
Fokuskan tujuan kita hanya meraih Ridho Allah, jangan sampai mendahulukan kepentingan dunia yang hanya sementara ini ?
.
#SyariEverywhere

Wanita Adalah Pendidik Terbaik Keturunannya

Dear #Lovalila, menjadi wanita itu istimewa bukan?
Jika wanita berhasil menjadikan putra-putrinya menjadi orang yang shalih dan shalihah itu adalah keberhasilan yang hakiki.
.
Ingat baik-baik ya dear bahwa seorang wanita adalah pendidik terbaik keturunanya, maka jika anak tersebut bisa mengerjakan perintah-perintah Allah dari kecil, cerdas dan tegas dalam menyampaikan kebenaran. Maka kita bisa melihat ada ibu yang luar biasa di balik anak tersebut
.
Mau jadi wanita seperti itu?
Ayoo belajar islam lah. Teruslah belajar jangan perah kita putus asa dalam belajar
Dan jadikan islam sebagai wadah untuk menjemput ilmu-ilmu lainnya. Maka Sebaik-baiknya wanita yang luhur agama dan akhlaknya
.
#WanitaBerpendidikan