Belajar Hadits Sunan Darimi

Belajar Hadits Sunan Darimi

1. dari Ja’far bin ‘Amr bin Umayyah Adh Dhamri dari ayahnya: ” Ia pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membasuh kedua khufnya dan sorbannya”. Ditanyakan kepada Abu Muhammad: “Apakah kamu menjadikannya sebagai hujjah?”, ia menjawab: “Ya, Demi Allah subhanallahu wa ta’ala”.

– Hadits Riwayat Darimi

2. dari Sayyar bin Salamah ia berkata, “Saya bersama ayahku menemui Abu Barzah Al Aslami yang saat itu berada di atas loteng yang terbuat dari kayu. Ayahku lalu bertanya kepadanya tentang waktu shalat yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia lalu menjawab, “Beliau melakukan shalat siang hari yang kalian sebut zhuhur saat matahari telah bergeser ke Barat, dan beliau melakukan shalat asar saat salah seorang dari kami menemui keluarganya di ujung Madinah, sementara matahari dalam keadaan putih dan sangat panas -Sayyar berkata, ‘Dan saya lupa apa yang ia sebutkan mengenai shalat Maghrib-. Dan beliau senang mengakhirkan shalat Isya` yang kalian sebut ‘Atamah. Beliau beranjak dari shalat Subuh ketika seseorang mengetahui siapa orang yang duduk di sebelahnya, dan pada shalat tersebut (subuh) beliau membaca antara enam puluh hingga seratus ayat.”

– Hadits Riwayat Darimi

3. dari Al Miqdam bin Ma’di Karib Abu Karimah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang muslim manapun yang bertamu ke suatu kaum namun hingga pagi hari ia tidak mendapatkan jamuan, maka kewajiban setiap muslim lainnya untuk menolong hingga ia mengambil haknya dengan membuatkan jamuan malamnya dari tanaman dan hartanya.”

– Hadits Riwayat Darimi

4. Dari Nafi’ bin Jubair bin Muth’im dari Ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada setiap malam Allah Ta’ala turun ke langit dunia, kemudian berfirman: ‘Apakah ada orang yang memohon hingga Aku memberinya? Apakah ada orang yang meminta ampunan hingga Aku mengampuninya?”

– Hadits Riwayat Darimi

5. dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memasuki Makkah pada tahun penaklukan Mekkah dan di atas kepala beliau terdapat topi besi. Tatkala beliau melepasnya, seorang laki-laki datang kepada beliau sambil berkata; “Wahai Rasulullah, Ibnu Khathal bergantungan pada tirai Ka’bah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bunuhlah dia! ” Abdullah bin Khalid berkata; telah dibacakan kepada Malik, ia berkata; Ibnu Syihab berkata; “Pada saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak dalam keadaan berihram.”

– Hadits Riwayat Darimi

Hadits Riwayat Ahmad Pilihan Untuk Belajar

Hadits Riwayat Ahmad Pilihan Untuk Belajar

1. dari Abu Hurairah Bahwasanya ia berkata; Seorang lelaki dari kaum muslimin datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang berada di masjid, lalu dia menyeru beliau dan berkata; “Wahai Rasulullah, aku telah berzina, ” tetapi beliau berpaling, lalu lelaki itu mendatangi dari arah depan Rasulullah seraya berkata; “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah berzina, ” tetapi beliau tetap berpaling, sampai-sampai beliau lakukan hal itu hingga empat kali, maka ketika lelaki tersebut mengakui atas dirinya berzina hingga empat kali, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya, dan beliau bertanya: “Apakah kamu punya sakit gila?” ia menjawab; “Tidak, ” beliau bertanya lagi: “Apakah kamu telah menikah?” ia menjawab; “Ya, ” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “bawa lelaki ini dan rajamlah.” Ibnu Syihab berkata; Orang yang mendengar dari Jabir bin Abdullah mengabarkan kepadaku, ia berkata; “Aku termasuk orang yang ikut merajamnya, kami merajamnya di tanah lapang, maka ketika ia terkena lemparan batu ia kabur, kami lalu menangkapnya kembali dan kemudian marajamnya.”

– Hadits Riwayat Ahmad

2. Anas bin Malik ia berkata; “Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah makan di atas meja makan ataupun dengan piring, dan beliau juga tidak pernah dibuatkan roti yang dilembutkan.” Yunus berkata; Aku bertanya kepada Qotadah; “Lalu mereka makan dengan apa?” ia menjawab; “Di atas sufroh (kulit yang dihamparkan untuk meletakkan makanan).”

– Hadits Riwayat Ahmad

3.  ‘Amr berkata; saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Barangsiapa membebaskan seorang budak muslim, maka dari setiap anggota tubuh budak itu akan membebaskannya dari neraka. Barangsiapa yang beruban di jalan Allah, maka dia akan mendapatkan cahaya pada Hari Kiamat. Barangsiapa yang melempar dengan satu panah lalu sampai dan tepat sasarannya atau meleset, maka sebagaimana orang yang membebaskan budak dari anak Isma’il.”

– Hadits Riwayat Ahmad

4. Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda saat berkhutbah dihaji wada’ beliau menunggangi Jad’a` seraya meletakkan kaki di pijakan kaki kendaraan seraya memperlamban, beliau bersabda; “Apa kalian tidak mendengar?” orang yang berada paling belakang berkata; Apa yang baginda katakan? Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Sembahlah Rabb kalian, shalatlah lima waktu, puasalah ramadhan, tunaikan zakat harta kalian, taatilah pemimpin kalian niscaya kalian akan masuk surga Rabb kalian.” Saya berkata padanya; Sejak kapan kau mendengar hadits ini hai Abu Umamah? Ia menjawab; Saat aku berusia tigapuluh tahun.

– Hadits Riwayat Ahmad

5. dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman pada hari kiamat; ‘Dimanakah hari ini orang-orang yang saling mencinta karena keagungan-Ku? Aku akan menaunginya dalam naungan-Ku pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Ku.'”

– Hadits Riwayat Ahmad

6. dari Jabir bin Abdullah berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk masjid dan ternyata ada sekelompok orang yang membaca Al Qur’an. (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: bacalah Al Qur’an dan carilah ridha Allah Azzawajalla sebelum datangnya sebuah kaum yang membacanya sebagaimana dia menegakkan bejana, mereka mengharapkan pahala yang disegerakan (materi-duniawi) dan tidak mengharapkan pahala yang ditangguhkan (akherat).

– Hadits Riwayat Ahmad

7. dari Abu Musa bahwa ia pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di tempat pembuangan hajat, sementara di tangan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terdapat sebatang kayu yang beliau pasang antara air dan tanah. Kemudian datang seorang laki-laki meminta izin untuk dibukakan (pintu), maka beliau pun bersabda: “Bukalah baginya (pintu) dan sampaikan padanya berita gembira berupa surga.” Dan ternyata laki-laki itu adalah Abu Bakar radliallahu ‘anhu. Maka saya pun membukakan (pintu) untuknya, dan menyampaikan padanya berita gembira dengan surga. Kemudian datang lagi seorang laki-laki dan meminta izin untuk dibukakan pintu. Beliau bersabda: “Bukalah (pintu) untuknya dan berilah kabar gembira dengan surga.” Ternyata laki-laki itu adalah Umar radliallahu ‘anhu. Saya pun membuka (pintu) baginya dan memberinya kabar gembira dengan surga. Kemudian datanglah seorang laki-laki dan meminta untuk dibukakan (pintu). Beliau bersabda: “Bukalah (pintu) untuknya dan berilah kabar gembira dengan surga (setelah mendapatkan fitnah besar) yang akan menimpanya.” Ternyata laki-laki itu adalah Utsman radliallahu ‘anhu. Saya pun membuka (pintu) untuknya dan memberinya kabar gembira. Maka ia pun berkata, “Allah-lah yang Maha memberi pertolongan.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Telah menceritakan kepada kami Utsman yakni Ibnu Ghiyats, dari Abu Utsman dari Abu Musa Al Asy’ari ia berkata; Saya pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada Kakus di kota Madinah. Maka ia pun menyebutkan makna hadits Yahya. Hanya saja ia mengatakan terkait dengan ungkapan Utsman radliallahu ‘anhu; “ALLAHUL MUSTA’AAN ALLAHUMMA SHABRAN WA ‘ALALLAHIT TUKLAAN (Allah Maha Menolong, Ya Allah berilah kesabaran padaku. Dan kepada Allahlah diserahkan segala urusan).”

– Hadits Riwayat Ahmad

8. dari Abu Dzar dia berkata, “Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai hamba-Ku, kalian semua adalah orang yang berdosa kecuali yang telah aku maafkan, maka mohonlah ampun kepada-Ku pasti aku ampuni kalian. Barangsiapa mengetahui bahwa Aku mampu memberikan ampunan kemudian dia memohon kepada-Ku dengan kekuasaan-Ku, maka Aku pasti akan mengampuninya tanpa perduli. Kalian adalah orang yang sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepada-Ku pasti Aku akan berikan petuntuk kepada kalian. Kalian adalah orang-orang misikin kecuali yang Aku berikan kecukupan, maka mintalah kepada-Ku pasti kalian akan Aku beri kecukupkan. Seandainya orang-orang yang telah terdahulu dan yang paling terakhir dari kalian, yang masih hidup dan yang sudah mati dari kalian, yang masih basah dan yang sudah kering dari kalian, mereka semua keadaannya menyatu menjadi manusia yang hatinya paling jelek dari hamba-Ku, kesemua itu tidak mengurangi kekuasaan-Ku walau sebesar sayap nyamuk pun, demikian pula seandainya mereka keadaannya menyatu menjadi manusia yang hatinya paling takwa dari hamba-Ku, semuanya tidak akan menambah kepada kekuasaan-Ku walaupun sebesar sayap nyamuk. Seandainya orang-orang yang telah terdahulu dan yang paling terakhir dari kalian, yang masih hidup dan sudah mati dari kalian, yang masih basah dan yang sudah kering dari kalian berkumpul menjadi satu, lalu setiap dari mereka memohon kepada-Ku menurut keinginannya dan Aku mengabulkan permohonan masing-masing dari mereka, maka semuanya itu tidak akan mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali seperti salah seorang dari kalian yang berjalan di tepi lautan kemudian dia menyelupkan jarum ke dalamnya lalu mengangkatnya kembali, seperti itu tidak akan mengurangi kekuasaan-Ku. Sesungguhnya Aku Maha Pemurah, Maha mulia, dan tempat bergantung. Pemberian dan siksaku cukup dengan perkataan, maka jika Aku berkehendak terhadap sesuatu cukup Aku katakan ‘jadilah’ maka jadilah dia.” Telah menceritakan kepada kami Hasyim bin Al Qasim dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid dia berkata, telah menyebutkan kepada kami Syahr dia berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Ghanm bahwa Abu Dzar telah menceritakan kepadanya dari Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam, bahwa beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah berfirman: “Kenapa kamu tidak menyembah-Ku dan tidak berharap kepada-Ku?. Sesungguhnya Aku adalah Dzat yang mengampuni dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Wahai hamba-Ku, seandainya kamu menemui-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi selama tidak berbuat syirik kepada-Ku, niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa sepenuh bumi ampunan.” Abu Dzar menyebutkan, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian semua adalah orang yang berdosa kecuali orang yang Aku telah mengampuninya…lalu ia menyebutkan hadits yang semakna, hanya saja ia menyebutkan, “Yang demikian itu karena Aku adalah Dzat yang Maha Pemurah, Maha kaya dan Maha mulia, pemberian-Ku cukup hanya dengan perkataan.”

– Hadits Riwayat Ahmad

9.  Aku mendengar Abu Ayyub Al Anshari berkata; Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam menemui mereka lalu bersabda: ” Rabb kalian menawariku antara tujuhpuluh ribu umatku masuk surga tanpa hisab atau simpanan disisiNya untuk ummatku.” Sebagian sahabat bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah! Apakah Rabb baginda menyembunyikannya?. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam masuk rumah lalu keluar, beliau bertakbir lalu bersabda: ” Rabbku menambahiku, setiap seribunya bersama tujuhpuluh ribu, dan simpanan disisiNya.” Berkata Abu Ruhm: Hai Abu Ayyub! Menurutmu, simpanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam itu apa? lalu orang-orang memakannya dengan mulut-mulut mereka. Mereka bertanya: menurutmu, apa maksud simpanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam? Berkata Abu Ayyub: Biarkan orang itu dan aku akan memberitahu kalian tentang simpanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam seperti yang aku kira, bahkan seperti orang yang yakin bahwa simpanan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam adalah firman Rabb: “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya seraya lisannya membenarkan hatinya, Aku memasukkannya ke surga.”

– Hadits Riwayat Ahmad

10. dari Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dajjal tidak akan masuk Madinah dan tidak pula Makkah.”

– Hadits Riwayat Ahmad

Kumpulan Sholawat Dari Hadits Beserta Artinya

Kumpulan Sholawat Dari Hadits Beserta Artinya 

• Silahkan diamalkan dan dibagikan, Insyaallah jadi Sadaqah ilmu jariyah yang pahalanya mengalir walaupun kita sudah meninggal dunia

dari ‘Amru bin Sulaim Az Zuraqiy telah mengabarkan kepadaku Abu Humaid as-Sa’idiy radliallahu ‘anhu bahwa mereka berkata; 

“Wahai Rasulullah, bagaimana caranya kami bershalawat kepada baginda?”. 

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ucapkanlah; Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa azwaajihi wa dzurriyyatihii kamaa shollaita ‘alaa aali Ibrahim wa baarik ‘alaa Muhammadin wa azwaajihi wa dzurriyyatihii kamaa baarakta ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majiid”

 (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, istri-istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim dan berilah barakah kepada Muhammad, istri-istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia) “.

(HR. Bukhari 3369)

 telah bercerita kepadaku ‘Abdullah bin ‘Isa dia mendengar ‘Abdur Rahman bi Abi Laila berkata; Ka’ab bin ‘Ujrah menemui aku lalu berkata;
 “Maukah kamu aku hadiahkan suatu hadiah yang aku mendengarnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam”. Aku jawab; “Ya, hadiahkanlah aku”. 
Lalu dia berkata; “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya kami bershalawat kepada tuan-tuan kalangan Ahlul Bait sementara Allah telah mengajarkan kami bagaimana cara menyampaikan salam kepada kalian?”. 
Maka Beliau bersabda: “Ucapkanlah; Allahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibrahiim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majid. Allahumma baarik ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa baarakta ‘alaa Ibrahiim wa ‘alaa aali Ibrahim innaka hamiidun majiid” 
(Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah berilah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia) “.
(HR. Bukhari 3370)
@islam_nasehat
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Al Hakam dia berkata; saya mendengar Abdurrahman bin Abu Laila dia berkata; Ka’b bin ‘Ujrah pernah menemuiku, lalu dia berkata; “Maukah kamu aku beri petunjuk? Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam pernah keluar menemui kami, lalu kami bertanya; “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui salam kepadamu, lalu bagaimanakah caranya bershalawat kepadamu?
 Beliau menjawab: “Ucapkanlah; ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA ‘ALAA AALII IBRAAHIM INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ‘ALAA ‘AALI IBRAHIIMA INNAKA HAMIIDUM MAJIID
 (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah berilah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim, sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia).”
(HR. Bukhari 6357)
• Nasehat Islam 
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Hamzah telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Hazim dan Ad Darawardi dari Yazid dari Abdullah bin Khabbab dari Abu Sa’id Al Khudri dia berkata; kami bertanya; “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui salam kepadamu, lalu bagaimanakah kami bershalawat?” beliau menjawab: “Ucapkanlah; ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMAD ‘ABDIKA WARASUULIKA KAMAA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIM WA BAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAARAKTA ‘ALAA IBRAHIIM WA ‘ALAA AALI IBRAHIIMA (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad hamba dan utusan-Mu sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahiim, dan berilah barakah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada Ibrahim, dan keluarga Ibrahim).”
(HR. Bukhari 6358)
• Islam Nasehat 
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakr dari Ayahnya dari ‘Amru bin Sulaim Az Zuraqi dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Humaid As Sa’idi bahwa mereka berkata; “Wahai Rasulullah, bagaimana kita bershalawat kepadamu?” beliau bersabda: “Ucapkanlah; ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMADIN WA AZWAAJIHI WA DZURRIYYATIHII KAMAA SHALLAITA ‘ALAA AALI IBRAHIM WA BAARIK ‘ALAA MUHAMMADIN WA AZWAAJIHI WA DZURRIYYATIHII KAMAA BAARAKTA ‘ALAA AALI IBRAHIM INNAKA HAMIIDUN MAJIID” (Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad, istri-istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada keluarga Ibrahim dan berilah barakah kepada Muhammad, istri-istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberi barakah kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkah Maha Terpuji dan Maha Mulia).”
(HR. Bukhari 6360)
@islam_nasehat
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamimi dia berkata, saya membaca di hadapan Malik dari Nu’aim bin Abdullah al-Mujmir bahwa Muhammad bin Abdullah bin Zaid al-Anshari dan Abdullah bin Zaid yang dia adalah orang yang diberi petunjuk dalam hal panggilan untuk shalat (adzan), dia telah menceritakannya dari Abu Mas’ud al-Anshari dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi kami sedangkan kami berada dalam majlis Sa’d bin Ubadah, maka Basyir bin Sa’ad berkata kepadanya, ‘Allah memerintahkan kami untuk mengucapkan shalawat atasmu wahai Rasulullah, lalu bagaimana cara bershalawat atasmu? ‘ Perawi berkata, “Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam hingga kami berangan-angan bahwa dia tidak menanyakannya kepada beliau. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Katakanlah, ‘ALLOOHUMMA SHOLLI ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD, KAMAA SHOLLAITA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA WABAARIK ‘ALAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BAAROKTA ‘ALAA AALI IBROOHIIMA FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID.” Ya Allah, berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi shalawat atas keluarga Ibrahim, dan berilah berkah atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberi berkah kepada keluarga Ibrahim di dunia. Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.’ Dan salam sebagaimana yang telah kamu ketahui.”
(HR. Muslim 405)

Orang Kaya Yang Boleh Mendapat Sedekah

√ Nasehat Islam

√ Orang Kaya Yang Boleh Mendapat Sedekah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sedekah tidak halal untuk dimiliki oleh orang yang berkecukupan kecuali untuk lima orang; amilnya, orang yang berjihad di jalan Allah, orang kaya tapi ia dapat dengan jalur lain (membeli/hadiah, seperti mahar dll), orang miskin yang mendapatkan sedekah kemudian diberikan kepada orang kaya, dan orang yang terlilit hutang.”

√ Hadits Ibnu Majah

Hadits Abu Daud Pilihan Nasehat Islam

Hadits Abu Daud Pilihan Nasehat Islam

Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Katsir, telah mengabarkan kepada Kami Syu’bah dari Salamah bin Kuhail dari Suwaid bin Ghafalah, ia berkata; aku pernah berperang bersama Zaid bin Shuhan, serta Salman bin Rabi’ah, kemudian aku mendapatkan sebuah cambuk. Kemudian mereka berkata kepadaku; letakkan cambuk itu! Maka aku katakan; tidak, akan tetapi apabila aku mendapatkan pemiliknya maka akan aku berikan kepadanya, jika tidak maka aku akan menikmatinya. Kemudian aku melakukan haji dan melewati Madinah, kemudian aku bertanya kepada Ubai bin Ka’b, kemudian ia berkata; aku pernah mendapatkan sebuah kantong yang berisi uang seratus dinar.

Kemudian aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau berkata: “Umumkan selama satu tahun.” Lalu aku mengumumkannya selama satu tahun, kemudian aku datang kepada beliau, dan beliau berkata: “Umumkan selama satu tahun.” Lalu aku umumkan selama satu tahun. Kemudian aku datang kepada beliau dan beliau bersabda: “Umumkan selama satu tahun.” Lalu aku mengumumkannya selama satu tahun. Kemudian aku berkata; aku tidak mendapatkan orang yang mengakuinya.

Lalu beliau bersabda: “Simpanlah jumlahnya isinya dan kantong dan talinya. Jika datang pemiliknya maka serahkan dan jika tidak maka manfaatkanlah.” Dia berkata; saya tidak tahu apakah mengatakannya tiga kali atau umumkanlah sekali saja. Telah menceritakan kepada Kami Musaddad, telah menceritakan kepada Kami Yahya, dari Syu’bah semakna. Yaitu; “Umumkanlah satu tahun” dan dikatakan tiga kali, dan saya tidak mengetahuinya apakah itu dikatakan dalam satu tahun atau dalam tiga tahun. Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammad telah menceritakan kepada kami Salamah bin Kuhail dengan sanadnya. Hammad menambahkan: “Apabila pemiliknya telah datang dan mengetahui jumlahnya, serta talinya maka serahkan kepadanya.” Abu Daud berkata; tidak ada yang mengatakan kalimat ini kecuali Hammad dalam hadits ini, yaitu kata “dan mengetahui jumlahnya.”

– Hadits Abu Daud

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali, Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair, bahwa Ali Al Azdi telah mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu Umar telah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila telah berada di atas untanya keluar untuk melakukan safar, 
beliau bertakbir tiga kali, kemudian mengucapkan: SUBHAANALLADZII SAKHKHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN, WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN. ALLAAHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARANAA HAADZAA, ALLAAHUMMATHWI LANAL BU’DA. ALLAAHUMMA ANTASH SHAAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIIATU FIL AHLI WAL MAALI (Maha Suci Dzat yang telah menundukkan untuk kami hewan ini, dan tidaklah kami dapat memaksakannya, dan kepada Tuhan kami niscaya kami akan kembali. Ya Allah, permudahlah bagi kami perjananan ini, dan dekatkanlah jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah Teman diperjalanan dan pengganti berada diantara keluarga serta harta kami). 
Dan apabila kembali beliau mengucapkan hal tersebut ditambah: “AAYIBUUNA, TAAIBUUNA ‘AABIDUUNA LIRABBINAA HAAMIDUUN” (Kami kembali, kami bertaubat, kami menyembah, dan kepada Tuhan kami, kami memuji). Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serta para pasukannya apabila menaiki tempat yang tinggi mereka bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih, kemudian shalat ditetapkan seperti itu. 
– Hadits Abu Daud 
@islam_nasehat
Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Manshur, telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Sa’id bin Masruq, dari Asy Sya’bi, dari Sam’an dari Samurah, ia berkata;
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah kepada kami, kemudian beliau berkata: “Apakah di sini terdapat seseorang dari Bani Fulan?” kemudian terdapat seorang laki-laki yang berdiri dan berkata; saya wahai Rasulullah. 
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Apa yang menghalangimu untuk menjawabku, pada dua pertanyaan pertama? Adapun aku, maka tidaklah aku menyebutkan kepada kalian kecuali kebaikan. 
Sesungguhnya sahabat kalian tertahan dengan hutangnya.” Sungguh aku melihatnya telah membayar hutang tersebut untuknya hingga tidak tersisa seorangpun yang menuntut sesuatu kepadanya. Abu Daud berkata; Sam’an bin Musyannij. 
– Hadits Abu Daud 

Bolehkah Orang Yang Bunuh Diri Disholatkan? • Nasehat Islam

Bolehkah orang yang bunuh diri disholatkan?

• Rasulullah sendiri tidak mau menyolatkannya.

Tapi para ulama berbeda pendapat ada yang boleh ada yang tidak, selama dia masih sholat menghadap Kiblat.

Kalau pendapat saya pribadi, saya tidak akan ikut menyolatkannya. Saya meniru Rasulullah, karena saya Umat Rasulullah.

Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Isa, telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Isra`il dan Syarik dari Simak bin Harb dari

Jabir bin Samurah bahwa seorang laki-laki telah bunuh dirinya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menshalatinya. Abu Isa berkata;

“Ini merupakan hadits hasan sahih. Ulama berselisih dalam masalah ini. Sebagian berkata; ‘Semua orang yang masih shalat menghadap kiblat, maka harus dishalati walau orang yang bunuh diri.’

Ini merupakan pendapat Ats Tsauri dan Ishaq. Ahmad berkata; ‘Imam tidak boleh menshalati orang yang bunuh diri, sedang selain imam boleh menshalatnya’.”

(HR. Tirmidzi)

√ Nasehat Islam

√ Islam Nasehat

√ @islam_nasehat

Anjing Hitam Adalah Setan

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Ismail Ibnu Ulayyah dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Yunus dari Humaid bin Hilal dari Abdullah bin ash-Shamit dari Abu Dzarr dia berkata,

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian hendak shalat, sebaiknya kamu membuat sutrah (penghalang) di hadapannya yang berbentuk seperti kayu yang diletakkan diatas hewan tunggangan, apabila di hadapannya tidak ada sutrah seperti kayu yang diletakkan diatas hewan tunggangan, maka shalatnya akan terputus oleh keledai, wanita, dan anjing hitam.’ Aku bertanya, ‘Wahai Abu Dzarr, apa perbedaan anjing hitam dari anjing merah dan kuning? Dia menjawab, ‘Aku pernah pula menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sebagaimana kamu menanyakannya kepadaku, maka jawab beliau, ‘Anjing hitam itu setan’.” Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin al-Mughirah dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Jarir telah menceritakan kepada kami Bapakku dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ishaq juga telah mengabarkan kepada kami al-Mu’tamar bin Sulaiman dia berkata, “Saya mendengar Salm bin Abi adz-Dzayyal dia berkata, –Lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepadaku Yusuf bin Hammad al-Ma’ni telah menceritakan kepada kami Ziyad al-Bakkai dari ‘Ashim al-Ahwal masing-masing meriwayatkan dari Humaid bin Hilal dengan isnad Yunus sebagaimana haditsnya.

HR. Muslim

3 Hal Yang Rasulullah Akan Bersumpah Akan Kebenarannya

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Numair telah menceritakan kepada kami Ubadah bin Muslim telah menceritakan kepadaku Yunus bin Khabbab dari Sa’id Abu Al Bakhtari dari Abu Kabsyah Al Anmari ia berkata,

“Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga hal yang aku bersumpah (akan kebenarannya), dan aku akan mengkisahkan suatu hadits kepada kalian, maka hafalkanlah.”

Beliau melanjutkan bersabda: “Tiga hal yang aku telah bersumpah akan kebenarannya adalah; harta seorang mukmin tidak akan berkurang lantaran sedekah. Tidaklah seorang hamba dizhalimi dengan suatu kezhaliman lalu ia bersabar atasnya, kecuali Allah ‘azza wajalla akan menambah kemuliaan untuknya. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu untuk meminta-minta, kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran.

Adapun yang akan saya kisahkan kepada kalian, maka hafalkanlah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya permisalan dunia itu tergambar pada empat macam orang; pertama, seorang hamba yang diberi harta dan ilmu, kemudian dengan harta itu ia bertakwa kepada Rabbnya, menyambung silaturrahi dan ia mengetahui hak di dalam hartanya.

Maka inilah kedudukan yang paling utama. Kedua, hamba yang diberi karunia ilmu oleh Allah ‘azza wajalla namun ia tidak diberikan harta. Kemudian ia berkata, ‘Sekiranya saya memiliki harta, niscaya saya akan beramal sebagaimana amalan si Fulan.’ Maka ganjaran pahala keduanya adalah sama.” Kemudian beliau melanjutkan: “Ketiga, seorang hamba yang diberi karunia harta oleh Allah ‘azza wajalla namun tidak diberi ilmu, kemudian ia menggunakan hartanya dengan tanpa ilmu. Ia tidak bertakwa kepada Rabb-nya ‘azza wajalla, tidak menyambung silaturrahmi dan tidak mengetahui hak Allah yang terdapat di dalam hartanya.

Ini adalah kedudukan yang paling buruk. Keempat, hamba yang tidak dikaruniai harta oleh Allah dan tidak pula ilmu, kemudian hamba itu pun berkata, ‘Sekiranya saya memiliki harta, niscaya saya akan beramal sebagaimana amalan si Fulan.'” Beliau bersabda: “Itulah niatnya. Maka dosa keduanya pun akan sama.”

HR. Ahmad

9 Hadits Terbaik Pilihan • Nasehat Islam

9 Hadits Terbaik Pilihan • Nasehat Islam

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Pada hari jum’at para malaikat berdiri di pintu-pintu masjid, mereka menulis orang yang datang lebih awal secara berurutan. Maka permisalan orang yang lebih awal datang ke masjid adalah seperti seorang yang bersedekah dengan seekor unta, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan seekor sapi, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan seekor kambing, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan seekor ayam, kemudian seperti seorang yang bersedekah dengan sebutir telur, maka apabila imam telah keluar dan duduk di atas mimbar mereka menutup buku catatan mereka, lalu mereka duduk dan mendengarkan khutbah.”

(HR. Ahmad)

http://www.islam-nasehat.tk

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berhadats saat shalat hendaklah ia pergi wudlu, kemudian shalatlah kembali.” Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Janganlah kalian menggauli para wanita pada dubur-dubur mereka, sesungguhnya Allah subhanallahu wa ta’ala tidak pernah malu atas sebuah kebenaran.”

(HR. Darimi)

http://www.islam-nasehat.tk

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bersedekah dari usaha yang baik, dan Allah tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya dia telah meletakkannya di telapak tangan Yang Maha Pengasih. Allah akan memeliharanya sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kudanya atau anak untanya, hingga (sedekah itu) menjadi seperti gunung.”
(HR. Malik)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Hendaknya kamu selalu mengucapkan Subhanallah wal hamdulillah wa laailaaha illallah wallahu akbar (Maha suci Allah, dan segala pujian bagi Allah, dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha besar), maka kalimat tersebut akan menggugurkan kesalahan-kesalahan sebagaimana pohon menjatuhkan dedaunannya.”
(HR. Ibnu Majah)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ” Seluruh dosa semoga Allah mengampuninya kecuali seorang laki-laki membunuh seorang mukmin secara sengaja, atau serang laki-laki yang meninggal sebagai orang kafir. 
(HR. Nasa’i)
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang ia sukai, sebenarnya mimpi tersebut berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah karenanya dan ceritakanlah, adapun jika ia bermimpi selainnya yang tidak disukai, maka itu berasal dari setan, maka hendaklah ia meminta perlindungan dari keburukannya, dan jangan menceritakannya kepada orang lain, sehingga tidak membahayakannya.”
(HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membuat gambar (bernyawa), maka karenanya Allah akan menyiksanya pada hari kiamat hingga ia mampu meniupkan ruh ke dalam gambar tersebut, padahal ia tidak akan mampu. Barangsiapa berpura-pura bermimpi, maka akan dibebankan kepadanya untuk mengikat biji gandum. Dan barangsiapa mencuri dengar pembicaraan suatau kaum yang mereka tidak suka jika didengar, maka pada hari kiamat telinganya akan disiram dengan timah panas.”
(HR. Abu Daud)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergauilah manusia dengan akhlak yang baik.” 
(HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ya Allah, aku hanyalah Muhammad, seorang manusia yang bisa marah sebagaimana manusia yang lain. Sesungguhnya aku telah membuat perjanjian dengan-Mu yang Engkau tidak akan menyelisihinya. Maka mukmin mana saja yang pernah aku sakiti, atau aku cela, atau aku cambuk, hendaklah hal itu Engkau gantikan untuknya sebagai penghapus dosa dan pengorbanan yang dengannya mereka bisa mendekatkan diri kepada-Mu pada hari kiamat kelak.”
(HR. Muslim)

11 Istri Yang Menceritakan Sifat Suaminya

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Abdurrahman dan Ali bin Hujr keduanya berkata, Telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari Abdullah bin Urwah dari Urwah dari Aisyah ia berkata;

Sebelas wanita duduk-duduk kemudian berjanji sesama mereka untuk tidak mnyembunyikan sedikitpun seluk-beluk suami mereka. Wanita pertama berkata, “Suamiku adalah daging unta yang kurus, berada di puncak gunung yang sulit, tidak mudah didaki, dan tidak gemuk sehingga mudah diangkat.” Wanita kedua berkata, “Suamiku? Aku tidak akan menyebarkan seluk-beluk tentang dirinya. Aku takut tidak bisa meninggalkannya jika aku menyebutnya, aku menyebutkan kebaikan dan keburukannya sekaligus.” Wanita ketiga berkata, “Suamiku jangkung. Jika aku berkata, ia menceraikanku. Jika aku diam, ia menggantungkan (urusanku).” Wanita keempat berkata, “Suamiku sedang, seperti cuaca Gunung Tihamah. Ia tidak panas, dingin, menakutkan, dan membosankan.” Wanita kelima berucap, “Suamiku? Jika ia masuk, ia seperti anak singa. Jika ia keluar, ia seperti singa. Ia tidak pernah bertanya apa yang ia ketahui.” Wanita keenam mengemukakan, “Suamiku? Jika makan, ia mencampur semua jenis makanan. Jika minum, ia menghabiskan seluruh air. Jika tidur, ia berselimut. Ia tidak memasukkan telapak tangan untuk mengetahui kesedihan (tidak penyayang kepadanya).” Wanita ketujuh berkata, “Suamiku tidak tahu kemaslahatan dirinya dan bodoh. Baginya, semua penyakit adalah obat. Ia membelah kepalamu atau memecahkanmu, atau melakukan kedua-duanya terhadapmu.” Wanita kedelapan berkata, “Suamiku halus sehalus kelinci dan harum seharum zarrab (tanaman yang harum).” Wanita kesembilan mengatakan, “Suamiku tinggi tiangnya, panjang bantuannya, besar asapnya, dan rumahnya dengan api.” Wanita kesepuluh mengemukakan, “Suamiku adalah majikan dan tidak ada majikan sebaik dia. Ia mempunyai unta yang banyak sekali dan dekat pengembalaannya. Jika unta-unta tersebut mendengar suara rebana sebagai tanda kedatangan tamu, unta-unta tersebut merasa yakin bahwa mereka akan disembelih.” Wanita kesebelas berkata, “Suamiku adalah Abu Zar’in. Tahukah kamu siapakah Abu Zar’in? Ia menggerak-gerakkan perhiasan kedua telingaku, memenuhi lemak kedua lenganku, dan membahagiakanku hingga jiwaku berbahagia. Ia mendapatiku di tempat pemilik kambing kecil di gunung kemudian membawaku ke pemilik kuda yang banyak, unta yang banyak, penggiling makanan, dan pengusir burung. Di tempatnya, aku berkata dan tidak menjelek-jelekkan, tidur hingga pagi, dan minum hingga puas. Ibu Abu Zar’in. siapakah ibu Abu Zar’in? Tempat makanannya besar dan rumahnya luas. Anak laki-laki Abu Zar’in. Siapakah anak laki-laki Abu Zar’in? Tempat tidurnya seperti pedang yang diambil dari sarungnya (ringan) dan ia dibuat kenyang dengan lengan kambing yang berusia empat bulan. Anak perempuan Abu Zar’in. Siapakah anak perempuan Abu Zar’in? Ia patuh kepada ayah ibunya dan membuat marah tetanggganya. Budak wanita Abu Zar’in. Siapakah budak wanita Abu Zar’in? Ia tidak merusak pembicaraan kami, tidak memindahkan warisan kami, dan tidak memenuhi rumah kami dengan kotoran seperti rumput. Abu Zar’in keluar sedang tempat-tempat susu digerak-gerakkan dengan keras, kemudian ia bertemu dengan seorang wanita bersama dua anaknya seperti anak singa yang sedang bermain di bawah pinggangnya dengan dua buah delima, kemudian Abu Zar’in menceraikanku dan menikahi wanita tersebut. Sesudahnya aku menikah dengan seorang laki-laki yang mulia, mengendarai dengan cepat, mengambil tombak, mengembalikan hewan ternak kepadaku, dan memberiku bau harum semuanya sepasang. Ia berkata, ‘Makanlah hai Ummu Zar’in dan berilah makan keluargamu.’ Jika aku kumpulkan semua yang diberikan suami keduaku tersebut, tidak mencapai bejana terkecil Abu Zar’in. Aisyah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Terhadapmu aku seperti Abu Zar’in terhadap Ummu Zar’in.” berkata Abu Abdullah; berkata Sa’id bin Salamah dari Hisyam dan janganlah engkau penuhi rumah kami dengan sisa-sisa rumah (sampah). Abu Abdullah mengatakan, sebagian mengatakan “Maka aku minum hingga puas.”. Dan ini lebih sahih.

HR. Bukhari

√ @islam_nasehat

√ Nasehat Islam