Potret Ibu Kota sejatinya kita kenal dengan segala kemegahannya. Tentang gedung-gedung yang menjulang tinggi, tentang akses transportasi yang menunjang kehidupan, dan tentang segala sesuatu yang mudah didapatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kemegahan-kemegahan lainnya.
.
Namun, jika kita menilik lebih dalam, tak dapat dipungkiri Ibu Kota masih menyisakan segala keterbatasannya. Terutama tentang potret kehidupan masyarakatnya. Faktanya, masih ada dari mereka yang tinggal di Ibu Kota hidup dalam garis kemiskinan atau masuk ke dalam keluarga “belum sejahtera”.
.
Di bulan Ramadhan ini, Pemprov DKI menggandeng lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap untuk turut membantu pemerintah memberikan layanan makanan gratis kepada penduduk Jakarta yang masih hidup dalam garis kemiskinan atau “belum sejahtera”. Untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa lapar apalagi merasakan lapar di saat berbuka puasa. .
Melalui program “Berbuka Bersama Jakarta Bahagia Semua Kebagian Berkahnya”, mari kita turut menjadi bagian untuk menolong saudara-saudara kita yang belum berkecukupan. Ayo pastikan tetangga kita, kampung kita, warga Jakarta yang terpinggirkan untuk tidak sampai merasakan kelaparan di saat berbuka puasa.
.
Salurkan kepedulian Sahabat melalui
.
Category: fakir miskin
Cara Menjadi Saudara Rasulullah
Cara Menjadi Saudara Rasulullah
Jika anda ingin menjadi saudara Rasulullah, maka cintailah anak yatim. Rawatlah sebanyak mungkin yang Anda bisa. Karena Rasulullah dulunya juga anak yatim.
Dan beliau juga sangat mencintai anak yatim dan kaum fakir miskin.
Inilah janji Rasulullah Kepada Muslim siapa saja yang mau mengadopsi minimal 3 anak yatim dengan niat mencari Ridho Allah.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengurus tiga anak yatim maka ia ibarat orang yang melakukan qiyamul lail pada malam harinya, berpuasa pada siang harinya, berangkat pagi dan sore hari dengan pedang terhunus di jalan Allah, aku dan dia berada di surga seperti dua saudara sebagaimana dua ini yang bersaudara.” Dan beliau menempelkan dua jarinya, yaitu jari telunjuk dan jari tengah.”
(HR. Ibnu Majah)