Ketika Hidup Terasa Pahit – Dunyakhirah

Ketika Hidup Terasa Pahit – Dunyakhirah
.
السلام عليكم ورحمت الله وبركاته
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Ada saat nya dalam Kehidupan kita merasa Begitu sulit untuk dijalani.
Terasa PAHIT, terasa berat rasanya ingin menangis, terlintas dalam hati ingin lari dari keramaian yang tidak sepaham dengan hati tidak ada rasa kedamaian disana.
.
.
.
Soleha… Hidup bukan tentang sebuah Kesenangan apa yang kita inginkan akan kita dapatkan selalu. Namun tentang ketaqwaan tentang sabar syukur atas APA yang Allah berikan kepada kita. Begitulah sejatinya hidup untuk Allah untuk mendapatkan ridha Allah,
Nah bagaimana untuk tau Allah ridha terhadap kita yaitu apabila kita ridha atas ketentuan Allah kepada kita.
Mematuhi perintah mentaati kewajiban.
.
.
.
Dalam Kehidupan pasti akan diuji dan ujian itu yang akan meninggikan derajat kita disisi Allah. Jangan Bersedih apabila apa yang kita inginkan tidak kita dapat Kan, karena Allah memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
Percayalah Allah lebih tau mana yang terbaik untuk hambanya.
.
ingatlah pesan ini sahabat,
Allah Sang Pemilik Semesta berfirman,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah : Ayat 216)
.
.
.

AGAMA DI DALAM SISTEM SEKULER

.
AGAMA DI DALAM SISTEM SEKULER
.
Dunyakhirah, Sistem sekuler/demokrasi tidak atheis seperti sistem sosialis/komunis.
Di dalam sistem sosialis/komunis, agama dipandang sebagai candu. Karenanya masyarakat harus dijauhkan dari agama.
Sedang di dalam sistem sekuler/demokrasi, agama diterima terbatas dalam wilayah pribadi. Difungsikan hanya di wilayah ibadah dan ahlaq.
Hukum publik diserahkan pada common sense. Sedangkan Hukum negara diserahkan pada mekanisme legislatif.
Kenyataannya, hukum yg diproduksi oleh legislatif adalah hukum yang tunduk pada para sponson, yaitu kapitalis dalam maupun luar negeri.
Seluruh agama yg ada, kecuali Islam, cukup kompatible dg sistem sekuler/demokrasi. Karena agama-agama tersebut hanya mengatur wilayah pribadi.
Namun berbeda dengan Islam. Islam mengatur kehidupan pribadi, sosial, hingga negara.
Sistem ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hubungan Internasional, hukum perdata, hukum pidana, semua ada di dalam Islam.
Seluruh hukum itu wajib diterapkan oleh kaum muslim. Sehingga ketika kaum muslim hidup di dalam sistem sekuler/demokrasi, mereka hanya bisa mengamalkan sebagian kecil ajaran agamanya, yaitu wilayah ibadah dah ahlaq saja.
Sistem Islam, yg lengkap tersebut, dahulu diterapkan secara kaffah sejak Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, hingga Turki Usmani.
Selama era tersebut, warga negara negeri Islam tidak hanya muslim. Melainkan beragam.
Namun penerapan syari’at Islam tidak pernah bertabrakan dg keberagamaan warga negara non muslim. Peribadahan mereka bahkan dilindungi oleh negara Islam.
Syari’at Islam yang bersifat personal seperti sholat, puasa, zakat, hijab, dll, tidak mengikat warga non-muslim.
Syari’at yg mengikat seluruh warga (muslim / non muslim) adalah syariat yg bersifat publik seperti sistem ekonomi, sosial, perdata, pidana, dan semacamnya.
Sehingga, agama apapun bisa hidup di dalam sistem Islam. Seperti mereka hidup di sistem sekuler saat ini.
Bedanya, sistem ekonomi Islam lebih adil dan menyejahterakan dibanding sistem demokrasi kapitalis ini.
Namun sebaliknya, Islam dan Demokrasi Sekuler tidak akan bisa berdampingan kecuali Islam harus dikebiri di bagian syari’at publiknya.