Category: cinta
Cinta Kepada Allah
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
إن الله يقول يوم القيامة: أين المتحابون بجلالي اليوم أظلهم في ظلي يوم لا طل إلا طلي
.
“Sesungguhnya Allah akan bertanya nanti pada hari Kiamat : “Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka di bawah naungan-Ku yang tiada yang tiada naungan kecuali naungan-Ku”
Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadis qudsi,
.
قال الله عز وجل: المتحابون في جلالي لهم منابر من نور يغطهم النبيون والشهداء.
.
“Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat cemburu para Nabi dan Syuhada”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
إن من عباد الله عبادا ليسوا بأنبياء، يغبطهم الأنبياء والشهداء، قيل: من هم لعلنا نحبهم؟ قال: هم قوم تحابوا بنور الله من غير أرحام ولا أنساب، وجو ههم نور على منا بر من نور، لا يخافون إذا خاف الناس، ولا يحزنون إذا حزن الناس، ثم قرأ:
ألا إن أوليـاء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون
.
“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah ada yang bukan Nabi, tetapi para Nabi dan Syuhada merasa cemburu terhadap mereka.
Ditanyakan : “Siapakah mereka? Semoga kami dapat mencintai mereka. Nabinya menjawab : “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena cahaya Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Wajah-wajah mereka tidak taku di saat manusia takut dan mereka tidak bersedih di saat manusia bersedih.
Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membacakan ayat : “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS. Yunus : 62)
Semoga kita dikumpulkan oleh Allah di akhirat dengan para nabi dan rasul, para shiddiqin, syuhada, dan para ulama pewaris Nabi… Karena mencintai dan saling berkasih sayang dengan mereka. Aamiin.
Pesan KH Saifuddin Amsir Untuk Mencintai NU • Fatwa NU
KH Saifuddin Amsir: Sebandel Apapun Kita, Jangan Kurang Cinta NU
.
.
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Saifuddin Amsir mengajak jamaah majelis taklim Ahad pagi Masjid Ni‘matul Ittihad untuk terlibat aktif dalam kegiatan Nahdlatul Ulama. Ia mengajak segenap jamaah majelis taklim berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan ke-NUan.
.
Demikian disampaikan Kiai Saifuddin Amsir di sela pengajian Ahad pagi di Masjid Ni‘matul Ittihad Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Ahad (11/2) pagi.
.
“Sebandel apapun kita, harus cinta NU,” kata Kiai Saifuddin Amsir.
.
Ia menceritakan bagaimana para kiai di Jakarta dahulu melibatkan diri gerakan NU, sebuah gerakan Ahlussunnah wal Jamaah.
.
“Guru-guru kita dulu terlibat aktif dalam NU. Ente kudu jadi pengurus NU. Kita harus cinta pada NU,” kata Kiai Saifuddin Amsir.
.
KH Saifuddin Amsir adalah Rais Syuriyah PBNU 2010-2015. Di Masjid Nikmatul Ittihad Pondok Pinang pada pengajian Ahad pagi, ia mengajar Kitab Mughnil Muhtaj dan Kitab I‘jazul Quran. (Alhafiz K)
.
***
.
.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #quotes #quotesoftheday #kiaisaifuddinamsir #islamicquotes #ulamaquotes #quotesislami #quotesulama #kutipanislami #kalamulama #nasihat #nasihatulama #aswaja #ahlussunnahwaljamaah #islam #islamnusantara
Cinta √ Aulia Izzatunisa
C.I.N.T.A.❤
_
Apa itu cinta..¿¿
.
.
💟Cinta… .
Adalah ‘Ali, ketika dia berbaring tidur menggantikan Rasulullah di kasur nya, padahal dia tahu bahwa sekelompok orang kafir telah berkumpul untuk membunuh Rasulullah, dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas di kasur yang sama!!
.
💟Cinta… .
Adalah Bilal, ketika dia tidak lagi mengumandangkan adzan setelah wafatnya Rasulullah, lalu atas perintah ‘Umar, Bilal mengumandangkan adzan lagi, saat penaklukan Baitul Maqdis. Tidak pernah tangisan itu terlihat begitu membahana sebelumnya, Pada detik-detik Bilal mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadar-Rasulullaah”.
.
💟Cinta…
Adalah Abu Bakar yang mengatakan: “saat kami berhijrah, aku heran dengan munculnya susu yang tercampur air, lalu aku berikan susu tersebut kepada Rasulullah, dan aku katakan: “Minumlah wahai Rasulullah”. Abu Bakar mengatakan: “Maka Rasulullah pun minum sehingga hilanglah dahagaku” (Rasulullah yang minum, Abu Bakar yang hilang dahaganya).
.
💟Cinta… .
Adalah Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan-jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam.
.
💟Cinta…
Adalah Rabi’ah bin Ka’b saat Rasulullah bertanya kepadanya “apa yang kamu butuhkan?” Rabi’ah pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”.
.
Cinta Dunia Takut Mati • Aulia Izzatunisa
😣😣😣
Sadarkah kita sering melakukannya ?
#
Saat batre Hp mulai low, kita sibuk mencari colokan untuk bisa ngecas.
#
Saat Hp ketinggalan dirumah, padahal perjalanan sudah setengah ke tempat tujuan. Kita bela2in pulang untuk ambil Hp.
#
Saat kuota internet mulai menipis, bergegas kita isi ulang biar tetap bisa eksis bin narsis di sosmed.
#
Saat Hp kita jatuh, kita udah panik takut kalo Hp lecet bahkan rusak.
#
Saat Hp kita hilang, kita sibuk ngedumel, marah2, emosi, kesel, dongkol, nangis, uring2an.
#
Ya Allah…
Itu hanya sebuah benda kecil…
#
Tapi bisa membuat kita melalaikan dari memenuhi panggilan-Nya.
#
Bisa membuat kita mengabaikan perintah-Nya.
#
Bahkan sewaktu-waktu bisa membinasakan iman kita kepada-Nya.
#
Ya Allah…
Apa kabar dengan Al Qur’an yang selalu menanti dibaca, tapi hati berat untuk bergerak meski hanya sekedar menyentuhnya.
#
Ya Allah…
Apa kabar dengan panggilan-Mu yang sering didengar, tapi sengaja dibiarkan dianggap bagai angin berlalu yang menyapu dedauan kering.
#
Ya Allah… Apa kabar nasib diri ini di hari pertanggungjawaban kelak ? KAU beri waktu didunia berpuluh puluh tahun. Tapi sudah cukupkah bekal untuk menghadap-Mu ?
#
Semoga Allah beri kesadaran bagi hati yang sedang membeku, karna terlena dengan keindahan dunia.
#
Harta benda, jabatan, pasangan hidup, anak, kecintaan semua yang didunia ini hanyalah fana semata. Semua itu hanyalah titipan Allah. Yang nantinya akan dipulangkan kepada-Nya.
#
Khawatirlah pada amalan yang belum sempat kita kerjakan. Tapi waktu sudah tak berpihak pada kita :’) #likeislam#islam#ntms#selfreminder#muhasabah
Silahkan LIKE&SHARE jika dirasa bermanfaat…..
Kisah Cinta Zainab Binti Rasulullah • Aulia Izzatunisa
Kisah Cinta Sejati Zainab binti Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam: Keimanan di Batas Ajal
Inilah salah satu kisah sangat langka dan jarang sekali diketahui di kalangan umat Islam. Kisah cinta sangat mengharukan Zainab binti Muhammad radhiallahu ‘anha – putri sulung Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Berkisah tentang kesetiaan suami istri yang dipisahkan oleh iman dan dipersatukan kembali oleh iman di batas ajalnya. Zainab merupakan putri sulung Nabi yang terlahir dari rahim Siti Khadijah radhiallahu ‘anha.
Zainab merupakan hiasan teramat berharga bagi suaminya, Abul Ash ibn Rabi’. Sosok Zainab menjadi cermin istri yang begitu setia dalam khidmat untuk suaminya. Cinta kasih sayangnya tidak lekang oleh keberpisahan karena perbedaan iman dan ketaatan memenuhi perintah ayahandanya untuk hijrah ke Madinah, meninggalkan suaminya tercinta.
Bagaimanakah kisah romantika suami istri yang sangat merawankan hati ini terjadi? Ketika Zainab menyampaikan berita risalah tauhid bahwa ayahandanya mendapat wahyu kenabian melalui malaikat Jibril, Abul Ash, suaminya mengingkari kenabian mertuanya Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam. Abul Ash tidaklah menyangkal bahwa ayah mertuanya, yang telah mendapat gelar al Amin dari kalangan para pemuka Quraisy – sukunya – merupakan orang yang tidak pantas diingkari, tetapi demi alasan mengikuti ajaran nenek moyangnya lebih ia utamakan untuk menolak risalah kenabian tersebut.
Dalam perang Badar, Abul Ash melibatkan diri sebagai bagian dari 1.000 musyrikin Quraisy Makkah yang memerangi ayah mertuanya sendiri. Tidaklah terbayangkan kegalauan perasaan hati Zainab saat itu menghadapi peperangan diantara mertua dengan menantunya. Ia sangat berharap-harap cemas akan keselamatan ayahnya. Namun di saat yang sama, ia juga teramat gundah dengan nyawa suaminya dalam perang Badar.
Perang yang sangat menentukan nasib ayahnya dan risalah kenabian. Bagaimana tidak? Karena perang ini sangat tidak berimbang, 303 muslim generasi paling awal menghadapi kekuatan 1.000 orang musrik Makkah yang ingin melenyapkannya.
Namun akhirnya datang kabar berita ke dalam rumahnya bahwa 70 orang musyrikin Mekkah telah tertawan di Madinah, dan salah satu adalah Abul Ash. suaminya. Siapakah yang akan menebus suaminya sebagai tawanan kaum muslimin? Zainab sang istri yang akhirnya menebus pembebasannya.
Demikianlah ketaatan seorang istri yang beriman terhadap suaminya yang masih kafir, sementara belum ada perintah larangan Nabi untuk memisahkan suami istri yang berbeda iman. Belum turun wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memerintahkan seorang istri harus terpisah dari suaminya karena perbedaan iman.
Dari Makkah, Zainab mengirimkan tebusan untuk membebaskan suaminya sejumlah harta tebusan dan seuntai kalung batu Onyx Zafar pemberian ibundanya tercinta. Ini kalung teramat istimewa bagi Rasulullah karena mengingatkan akan istri tercintanya. Kalung itu juga hadiah pernikahan Zainab dari ibunya, Khadijah.
Ketika Nabi melihat kalung itu, ingatannya melayang ke masa lalunya pada cinta sejatinya, Khadijah. Nabi berseru pada kaum muslimin Madinah, jika mereka setuju Nabi meminta agar Abul Ash dibebaskan dan kalung itu dikembalikan ke Zainab, putri kesayangannya yang masih tertinggal di Mekkah. Begitulah adab Nabi, meski sebagai pemimpin yang berkuasa penuh namun dia masih meminta persetujuan umat menyangkut kemaslahatan keluarganya (terkait kalung tebusan tawanan).
Berita gembira kembalinya Abul Ash kepada istri yang sangat mencintainya, Zainab, ternyata juga membawa kabar yang sangat memiriskan hati pasangan suami istri tersebut. Nabi bersabda bahwa iman telah memisahkan mereka sebagai pasangan istri. Iman telah menjadi batas hubungan suami istri. Dan Zainab diminta berhijrah ke Madinah oleh Nabi.
Zainab harus berhijrah ke Madinah, menempuhi jarak 400 KM, karena kewajiban iman guna memenuhi perintah Rasulullah. Kala itu Zainab sedang mengandung buah cinta dengan Abul Ash dan kelak akhirnya keguguran karena terjatuh dari untanya. Keduanya, Zainab dan Abul Ash, harus berpisah dengan air mata menggenang. Demikianlah ketaatan Zainab kepada agamanya dan kesetiaan pada suaminya.
Sementara dalam masa yang sama, ada seorang laki-laki di Mekkah diriwayatkan melakukan hijrah ke Madinah karena ingin menemui wanita yang akan dinikahinya.
Beberapa waktu sebelum Fathul Makkah (penaklukan Mekkah), Abul Ash memimpin kafilah dagang dari Syam. Lagi-lagi, seluruh hartanya disita kaum muslimin. Ketika gelap malam merayapi kota Madinah, Abul Ash diam-diam menemui Zainab, setelah terpisah selama 6 tahun, dan meminta Zainab memberi perlindungan. Zainab pun menyanggupi permintaan suaminya.
Zainab pun berseru dari balik dinding masjid ketika Rasul dan kaum muslimin berdiri menegakkan shalat Subuh.
“Wahai kaum muslimin, Abul Ash berada dalam perlindungan Zainab.”
Abul Ash dan hartanya pun selamat.
Dan ini klimaks dari kisah cinta sejati putri sulung Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Sepulang kembali ke Makkah dan menunaikan amanat orang Quraisy, Abul Ash berseru dan berikrar syahadat memasuki ke haribaan Islam.
Abul Ash pun dengan sangat segera menyusul istri yang sangat menyayanginya, Zainab binti Rasullah Shalallahu’alaihi wasallam , ke Madinah. Kembali kepada belahan jiwanya setelah 6 tahun berpisah karena iman. Abul Ash dan Zainab pun kembali bersatu cintanya karena iman.
Cinta dan kasih sayang Zainab kepada suaminya akhirnya tergenapkan. Kerinduan sang istri agar berkas cahaya iman bersemayam di dada suaminya pun terpenuhi. Tak berselang lama, hanya setahun kemudian wafatlah Zainab binti Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam.
Cinta Abul Ash, entah bagaimana, telah menyebabkan tangisannya begitu menyayat sehingga yang mendengarnya pun ikut menangis. Usai dimandikan, Nabi bersabda :
“Kafanilah ia dengan kain ini.”
Dalam perjalanannya ke negeri Syam, Abul Ash mengenang istri tercinta,
”Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.’
Demikianlah ridha suami telah dibawa serta oleh Zainab untuk menemaninya di alam kubur. Itu bayangan kecintaan Zainab, putri pemimpin para Nabi, kepada suaminya.
🌾🌸 Wadah Aspirasi Muslimah 🌸🌾
Cinta Dan Takut Pada Allah • Aulia Izzatunisa
CINTA DAN TAKUT KEPADA ALLAH
#Bismillah
Cinta dan takut merupakan dua kata yang hati kita tidak akan lepas darinya. Baik ketika kita masih kecil, remaja, dewasa, bahkan ketika sudah tua. Namun terkadang kita masih saja salah mengartikan dan menyalurkan cinta dan takut pada sesuatu yang terlarang dalam agama. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk mempelajarinya agar tidak terjatuh pada perkara yang haram. Marilah kita luangkan sejenak waktu, untuk mempelajari sekelumit tentangnya.
Ibadah itu tidak hanya shalat, puasa, zakat, haji, sedekah, berdzikir, dan lainnya dari ibadah-ibadah anggota badan (lisan dan perbuatan). Di sana masih ada ibadah lain bahkan ibadah yang paling agung yang disebut ibadah qalbiyyah (yang berhubungan dengan hati) seperti sabar, tawakkal, ikhlas, cinta, dan lain-lain. Karena definisi ibadah sebagaimana disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir) (lihat kitab al ‘Ubudiyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).😊
Mencintai Madinah
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah menceritakan kepada kami al-Harits bin ‘Umair dari Humaid, at-thowil dari Anas, Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam jika tiba dari suatu perjalanan dan melihat ke dinding-dinding Madinah, beliau percepat untanya dan jika diatas kendaraannya, ditarik-tariknya, karena begitu cintanya kepada Madinah.
HR. Ahmad
Zuhud Terhadap Dunia
“Alangkah jauhnya perilaku kalian terhadap perilaku Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling zuhud terhadap dunia, sedangkan kalian adalah orang yang paling cinta terhadap dunia.”
(HR. Ahmad)
IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk
Cinta Dunia, Takut Mati
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?”
beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.”
Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”
(HR. Abu Daud)