Social Mediamu Adalah Cerminanmu

socmedmu cerminanmu
.
Bissmillah Dear #Lovalila, Alila mau ajakin nih temen-temen semuanya cek instagram masing-masing karena apa yang di follow dan di posting kita di sosial media itu sama dengan kita didunia nyata .
ketika kita melihat postingan-postingan yang di follow kita ga berfaedah atau bahkan kita sampe stalking berlebihan itu yang 
pertama kita mendapatkan dosa zina mata yang kedua mendaptkan dosa lalai. Astagfirullah
.
sekali lagi sosial media itu cerminan diri, jika kita follow, orang-orang yang selalu mengingatkan kepada Allah, berarti diri kita adalah orang yang sama- sama semnagat ingin mengingatkan kepada yang lainnya itu kebaikan
.
sudah di cek kah akumu?
yu mulai sekarang unfollow akun-akun yang gaberfaedah dan followin orang-orang yang inspirasi In Syaa Allah akan mengubahmu menjadi lebih baik, kebayang kan dear jika folowing kita ini banyaknya selebgram yang setiap hari memposting eksistensinya, yang ada kita kepengen seperti mereka
.
Mulai Malam Ini Alila kasih tugas ya dear untuk para #Lovalia. tugasnya itu ingetin, sahabat terdekat kalian agar memfollow akun-akun berfaedah dan unfollowin akun-akun ga jelas.
.
Ingat ya dear sosial media adalah cerminan mu jika sosialmedia mu di gunakan untuk bantu temen-temen yang lain menjemput hidayah-Nya. maka kamu memang seperti itu gamau sahabatnya lalai .
Semangaat !!!
.
#islammemuliakanWanita

Cerminan Pemimpin

Baik buruknya masyarakat ditentukan oleh para pemimpinnya. Jika pemimpinnya baik, maka masyarakat pun akan menjadi baik. Namun, bila pemimpinnya rusak, maka masyarakat pun akan rusak.

Rasulullah sudah mewartakan, bahwa di antara tanda-tanda Kiamat adalah diserahkannya tampuk kepemimpinan kepada orang-orang bodoh, yang tidak mau mengambil petunjuk dari al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak mau menerima nasihat.

Jabir ibn Abdillah r.a.a meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. berkata kepada Ka’ab ibn ‘Ajrah, “Semoga Allah melindunginya dari kepemimpinan orang bodoh, wahai Ka’ab”

Ka’ab lantas bertanya, “Apakah yang dimaksud kepemimpinan orang-orang bodoh, wahai Rasulullah?” .

Nabi menjawab, “Sepeninggalku nanti, akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula mengambil sunnah-sunnahku”
.
“Barangsiapa membenarkan kedustaan mereka serta mendukung kezaliman mereka, maka mereka itu bukan termasuk golonganku dan aku pun bukan bagian dari mereka”
.
“Mereka tidak akan dapat mendekati telagaku. Barangsiapa tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak mendukung kezaliman mereka, maka mereka termasuk golonganku dan aku pun merupakan bagian dari mereka, dan mereka akan mendapatkan bagian dari telagaku.“ (HR. Ahmad & Al Bazzar)

Yang dimaksud dengan orang-orang bodoh disini adalah orang yang kemampuan berpikirnya lemah, dan tak bisa memimpin. Jangankan mengatur orang lain, mengatur dirinya sendiri saja ia tak bisa.

Apabila para penguasa, pemimpin, dan pejabat publik seperti ini, maka masyarakatpun akan rusak. Pembohong dianggap benar, orang jujur dianggap pendusta, pengkhianat dipercaya, orang yang bisa dipercaya malah dianggap pengkhianat, orang bodoh akan berbicara, dan orang pintar diam saja.

Asy-Sya’bi berkata, “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai ilmu dianggap kebodohan dan kebodohan dianggap sebagai ilmu”

Rasulullah juga pernah bersabda, “Tanda-tanda Hari Kiamat adalah disingkirkannya orang-orang baik dan diangkatnya orang-orang jahat“ (HR. Hakim dalam al-Mustadrak)
.
.
.