Belajar Ilmu Agama • Aulia Izzatunisa

Bismillah,

Sering kita mendengar,
Ilmu agama itu harus dipelajari, bahkan sesibuk apapun kita.
Mengapa? Karena ilmu agama itu merupakan bekal kita diakhirat kelak.

Namun, tak jarang kita mendapati orang yg menyepelekan hal itu.

Belajar ilmu dunia 6 hari dibangku pendidikan dari pagi hingga sore sanggup ia lakukan, namun meluangkan minimal satu hari dalam seminggu untuk sekedar duduk dimajelis mendengarkan ilmu agama sulit dilakukan atau bahkan tidak pernah.

Seharusnya kita tau, orang-orang yang hadir dalam majelis bukan orang-orang yg tidak sibuk, bahkan sebagian merupakan orang yang sangat sibuk tetapi mereka tetap hadir walaupun sekedar duduk selama 60 menit.

Mengapa mereka melakukan hal itu?
Karena mereka tau ilmu agama itu sangat penting.

Mengapa mereka bisa hadir?
Karena mereka berusaha meluangkan waktu sibuknya untuk mempelajari perkara akhirat.

Jangan jadikan kesibukan dunia menjadikan kita lalai bahkan menyepelakan untuk belajar ilmu agama.

Jangan sibuk belajar demi mengejar gelar dunia namun lupa belajar ilmu agama .

Ingatlah kematian tidak menunggu waktu siapmu untuk mendatangimu.

Semoga kita selalu belajar ilmu agama yg benar sampai maut yg menghentikannya, bukan rasa malas karena bisikan syaitan.

Sesudah Kesulitan Kemudahan Datang • Aulia Izzatunisa

Sesudah Kesulitan Kemudahan Datang • Aulia Izzatunisa

Dalam hidup ini,  tiada jalan yang mulus tak berbatu.  Akan selalu ada cobaan yang menghampirimu dalam lika-liku kehidupan ini. Namun,  yakinlah bahwa badai pasti berlalu Yakinlah akan kuasa dan pertolonganNya Yakinlah bahwa ada hikmah di setiap kejadian yang dilalui. Yakinlah pula akan janji Allah: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya (QS Al-Baqarah 286) Dan janji Allah bahwa cobaan pasti akan berlalu : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.  Al-Insyirah: 5)

Umat Islam Bersatu • Aulia Izzatunisa

Setiap umat Islam ingin umatnya bersatu, tidak ada yang ingin umat ini terpecah belah. Namun ada yang menganggap berbeda-beda dalam prinsip beragama yang penting hati kita menyatu. Logikanya saja, bagaimana mungkin bisa bersatu jika satu pihak berkeyakinan bolehnya sesajen, namun yang lainnya ingin umat itu bertauhid?!

Padahal jika ada perselisihan tentang suatu keyakinan, kita dituntut untuk mengembalikannya pada Al-Qur’an dan As Sunnah.
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
.
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa’: 59).
.
Janganlah kembalikan perselisihan tersebut kepada perkataan si fulan atau perkataan seseorang, namun rujukannya adalah Al Kitab dan As Sunnah.

Melakukan ishlah atau memperbaiki hubungan antar sesama ketika terjadi perpecahan adalah salah satu cara persatuan umat, Allah Ta’ala berfirman,
.
وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
.
“Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anfal: 1).
.
Semoga bermanfaat
.
==========

10 Karakter Muslim Sejati • Aulia Izzatunisa

** 10 Karakter Muslim/Muslimah Sejati **
——————————————

Karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi serta menjadi tiang penyangga peradaban dunia.

Kesepuluh karakter itu adalah :

1. Salimul Aqidah
Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.

2. Shahihul Ibadah
Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.

3. Matinul Khuluq
Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).

4. Qowiyul Jismi
Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.

5. Mutsaqoful Fikri
Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.

6. Qodirun ‘alal Kasbi
Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

7. Mujahidun linafsihi
Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.

8. Haritsun ‘ala waqtihi
Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.

9. Munazhom Fii Su’unihi
Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.

10. Naafi’un Li Ghairihi
Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.

Mudah-mudahan dengan kesepuluh karakter yang dikemukakan diatas menjadikan kita termotivasi untuk dapat merealisasikannya dalam diri kita.

Aamiin Yaa Rabbal’ Aalamiin.

Menjadi Ibu Yang Santun • Aulia Izzatunisa

Bismillaah

Jadi ibu itu harus santun loh 😌

“ih,  ko boros banget bu, masa tiap hari makannya beli….males masak atau jangan-jangan ga bisa masak ya , kalo aku sih selalu berusaha keras meski serepot apapun akan nyempetin masak buat keluargaku 😌”

“hah???,  kaya gitu aja mesti nyuruh orang?  Kalo aku sih apa-apa juga kerjain sendiri… Jangan sampe deh manja kaya gitu, kan gampang tinggal gimana kita pinter-pinter atur waktu dan tenaga aja….. 😌”

“anak baru segitu aja ko repot sih,   dulu aku waktu anak masih kecil-kecil,  ga ada tuh anak pada berantem,  smua akuuur banget…ya gimana kita ngedidiknya juga sih 😌”

“anak kan harus diajarin bu,  masa dinding rumah kotor begitu. Itu kan bukan tempat gambar,  coba dikasih kertas, diajarin,  pasti anak akan nurut, percaya deh sama saran aku 😌”

“anak banyak kecil-kecil rumah berantakan itu ga banget deh, aku tetep selalu utamakan kerapihan, demi kebaikan mereka juga kan, harus kita yang kasi contoh gimana supaya ntar tertanam cinta kerapihan di hati mereka 😌”

Yang hamil banyak tiduran dikomentarin.
Yang abis lahiran pake khadimat dikomentarin.
Yang anaknya sedikit dikomentarin.
Yang anaknya banyak dikomentarin. 
Sagala we 😓

Soooooopppaaaaaaaannnnnn banget buuuuuuuu………..

Hati-hati tapi ya bu santun, jangan coba-coba ngomong ‘sopan’ kaya gitu kalo ga tau cerita di balik kebiasaan setiap keluarga.

Bisa-bisa ibu yang dikenal pendiam dan sabarpun lama-lama marah dan muak.

Hidup udah lelah, masih berusaha jadi orang sabar,  ehhhh…..ada aja makhluk-makhluk yang dijadikan ujian 😣

Ada yang kerjaannya sekian banyak, ngurusin sekian banyak manusia, sekian sekian kerepotan sehingga masak dan nyetrika itu dia delegasikan ke orang lain.

Ada yang memang anaknya seolah berantem mulu karena ibu tsb ga mau sedia mainan banyak, ga mau sedia tivi maupun gadget yang dilansir sangat ‘aman’ bikin anak diem berjam-jam ga peduli sekitar, ga mau keluar uang buat hal-hal mubazir lainnya tapi ibu itu rela ikut main sama anaknya berikut setiap hari mendamaikan aneka konflik.

Ada yang memang memberi kebebasan anaknya berekspresi tanpa memberi kekangan terlalu berlebihan selama hal-hal itu bukan pelanggaran agama.

Ada yang memang terlalu letih untuk diceritakan dengan aneka masalah yang tidak kita ketahui,  sehingga apa yang setiap ibu pilih untuk kerjakan, metode apa, bagaimana dia mengurus rumahtangganya,  bukanlah apa yang harus kita komentari 😶😷

Kata-kata yang diucapkan secara ‘santun’ tapi isinya pedes dan nyelekit tanpa ada empati ya sama aja cari perkara 😡

Kalo orang udah merasa ga aman dari lisan kita,  merasa perlu menjaga jarak dengan diri kita karena kapok disakiti,  sementara kita malah merasa sebagai orang santun yang ga pernah menyakiti orang lain,  cek-cek lagi, introspeksi diri 😣

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash radhiyallahu’anhum, ia berkata:
Seseorang bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam :
Orang Islam manakah yang paling baik? Rasulullah menjawab: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
(Shahih Muslim No.57)

Hadis riwayat Abu Musa radhiyallahu’anhuma, ia berkata:
Aku pernah bertanya:
Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama?
Rasulullah bersabda: Orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya.
(Shahih Muslim No.59)

Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Orang Islam itu adalah orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya; dan orang yang berhijrah (muhajir) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.”
HR. Bukhari

Abu Musa radhiyallahu’anhuma berkata, “Mereka (para sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, Islam manakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang orang-orang Islam lainnya selamat dari lidah dan tangannya. “’
HR. Bukhari

Jangan jadi ujian bagi orang lain.
Jangan sampai orang terbiasa ‘harap maklum-kibas tangan’ dengan lisan non empati kita.

Hati-hati dengan hati.
Pengingat diri
Bicara baik atau diam 😷

Barakallaahu fiik

Stop Ejekan Sunnah Rasul Dimalam Jumat • Aulia Izzatunisa

•STOP EJEKAN SUNNAH RASUL•

Wahai ummat Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, jangan kamu lecehkan Rasulmu.

Sangat miris malam Jumat yg memiliki kekhususan ibadah & Sunnah Rasul yg jelas untuk:
– Membaca Surah Al-Kahfi,
– Membaca ayat suci Al Qur’an,
– Memperbanyak Sholawat & Dzikir,
– dan merupakan waktu Istijabah (waktu byk doa-doa hamba dikabulkan olehAllah).

Malah diselewengkan oleh sebagian umat Islam secara sadar ataupun tidak telah menyebarkan dakwahan vulgar bahwa malam Jumat adl hanya sebatas Malam Sunnah Rasul yg identik dengan hubungan suami istri (bahkan untuk perzinahan). Padahal hadist yg menjelaskan tentang berhubungan suami-istri di malam Jumat itu perlu dipertanyakan ke-shahih-annya­. Dan Hadits itu tidaklah ada kebenaran dan shahihnya. Lainnya pertanyakan dng ustad/ustadah kalian.

Yg lebih miris lagi di radio-radio& TV-TV penyiarnya dg vulgar bertanya pd pendengar/­penontonnya sambil tertawa, “Lagi Sunnah Rasul ya?”

Juga di Facebook, BBM, Twitter & jejaring sosial yg lain bahkan memasang foto/gambar vulgar/porno dg Tulisan: “Malam Jumat Malam Sunnah Rasul”, “Jangan Ganggu lagi Sunnah Rasul”, dan tulisan2 lain berbau porno/vulgar yg ditujukan atas nama “Sunnah Rasul.”

Wahai ummat Rosulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, apa setega itu kalian melecehkan Nabimu sendiri dgn olok-olok dan ejekan-ejekan yg menghinakan?

Apa kau identikkan gambar2 & foto2 porno itu atas nama Sunnah Rasulullah sebagai pelampiasan nafsumu?

Mengapa dari sebegitu banyak Sunnah Agung Rasulullah yg kamu sebarkan adalah olok-olok porno/vulgar tentang hubungan pria-wanita?
أَسْتَغفِرُالله­َ الْعَظيِمْ
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْن

Jangan kamu permalukan/­hinakan & lecehkan Nabimu Muhammad صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

STOP berolok-olok ttg malam Sunnah Rasul dg niatan buruk/­melecehkan.

Allah Maha Mengetahui.

#Tulisan dirangkum dari berbagai sumber#correct me if im wrong.

Senyum Adalah Ibadah • Aulia Izzatunisa

Sungguh mulia agama kita ini. Bahkan hal yang sangat ringan, mudah dan sederhana ini
bisa bernilai ibadah di dalam Islam. Senyum mungkin urusan yang kecil dan ringan, akan
tetapi bisa memberikan implikasi yang luar biasa besar: mengeratkan persaudaraan,
menghangatkan suasana dan menularkan kebahagiaan.

Dan, Rosululloh Saw. adalah sosok yang sangat mengajarkan tersenyum dan paling baik
senyumannya. Abdulloh bin Al Harits bin Jaz’i pernah mengatakan, “Aku tidak pernah
melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rosululloh sholallahu ‘alaihi
wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Pacaran Itu Dosa • Aulia Izzatunnisa

Bismillaah,

Ingatlah sahabat fillah,
Pacaran itu perbuatan yang dimurkai oleh Allah!!!,
Pacaran itu jalan menuju perzinahan,
Pacaran itu maksiat,
Pacaran itu mengambil hak yang belum tentu miliknya!,
Dan…,
Pacaran itu hanya menjaga jodoh orang!
Karna pacar itu belum tentu menjadi jodoh kita?!,
Karna Allah belum tentu menjodohkannya kepada diri kita?
Lantas apa gunanya menjaga milik orang?!
Percuma saja kan?
Seseorang…,yang belum berhak menjadi milik kita?!!
Tapi kemana-mana,
Selalu berduaan!
Itu hanya mubazzir waktu saja!
Betulkan sobat!!!
Bukannya dapat pahala?!,
Tapi justru cuma nambahin dosa!??
Sahabat…,
Jangan biarkan malaikat sebelah kirimu terus bekerja mencatat setiap amal burukmu!,
Sementara malaikat sebelah kananmu hanya diam tak bekerja!
Ketahuilah,
pacaran itu ibaratnya sebuah taruhan…,
Jadinya belum pasti,tapi dosanya pasti sudah jadi!,
Tanpa kau pertanyakan lagi!,
Dan setiap detiknya,dosamu akan terus dicatat!!!
Terlebih lagi jika sering berdua-duaan,
Tanpa ikatan yang jelas!?
Ingat dia itu bukan mahram kamu!?
Hati-hati yang ketiga itu setan!!!
Setan akan selalu membisikkan manusia untuk berbuat dosa dan maksiat!,
Ingat tak,
Kisah nabi adam yang digoda oleh iblis?!,
Ketahuilah setan dan iblis adalah musuh terbesar kita!!!,
Maka sahabat…,
Jangan membenarkan dan membolehkan apa yang dilarang oleh Allah!!!
Apapun alasannya,pacaran itu ngga boleh dan pacaran itu haram dalam agama islam!!!
Jika kita tidak menaati perintah Allah?!,
Apa kita akan mengikuti langkah setan??!
Jangan sampai dirimu meninggal,
Dalam keadaan bermaksiat kepada Allah!!!,
Semua perbuatanmu baik atau buruk,
Engkau akan bertanggung jawab dihadapan Allah,
Sekecil apapun,tetap akan tersimpan rapi dalam catatanmu!!!
Sahabat,
Jangan kau biarkan catatan amalanmu penuh dengan amal-amal burukmu!!!
Karna seorang muslim dan muslimah yang baik,
Tentu takkan mau diajak pacaran,
Seorang muslim dan muslimah yang baik,
Akan selalu menaati perintah Allah,
Dan seorang muslim dan muslimah yang baik,
Tentu takut untuk berbuat dosa dan maksiat!
Bukan mengikuti langkah setan!!!
Jika kamu mencari seorang pacar yang shalih dan shalihah,
Maka itu takkan pernah kau temui!!,
Sebab seorang muslim dan muslimah yang baik,
Tentu tidak akan mau diajak berbuat dosa,apalagi mau di ajak pacaran,
Sebab ia tahu kalau pacaran,
Bukan ciri muslim dan muslimah yang baik!!!

Kisah Cinta Zainab Binti Rasulullah • Aulia Izzatunisa

Kisah Cinta Sejati Zainab binti Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam: Keimanan di Batas Ajal

Inilah salah satu kisah sangat langka dan jarang sekali diketahui di kalangan umat Islam. Kisah cinta sangat mengharukan Zainab binti Muhammad radhiallahu ‘anha – putri sulung Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Berkisah tentang kesetiaan suami istri yang dipisahkan oleh iman dan dipersatukan kembali oleh iman di batas ajalnya. Zainab merupakan putri sulung Nabi yang terlahir dari rahim Siti Khadijah radhiallahu ‘anha.

Zainab merupakan hiasan teramat berharga bagi suaminya, Abul Ash ibn Rabi’. Sosok Zainab menjadi cermin istri yang begitu setia dalam khidmat untuk suaminya. Cinta kasih sayangnya tidak lekang oleh keberpisahan karena perbedaan iman dan ketaatan memenuhi perintah ayahandanya untuk hijrah ke Madinah, meninggalkan suaminya tercinta.

Bagaimanakah kisah romantika suami istri yang sangat merawankan hati ini terjadi? Ketika Zainab menyampaikan berita risalah tauhid bahwa ayahandanya mendapat wahyu kenabian melalui malaikat Jibril, Abul Ash, suaminya mengingkari kenabian mertuanya Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam. Abul Ash tidaklah menyangkal bahwa ayah mertuanya, yang telah mendapat gelar al Amin dari kalangan para pemuka Quraisy – sukunya – merupakan orang yang tidak pantas diingkari, tetapi demi alasan mengikuti ajaran nenek moyangnya lebih ia utamakan untuk menolak risalah kenabian tersebut.

Dalam perang Badar, Abul Ash melibatkan diri sebagai bagian dari 1.000 musyrikin Quraisy Makkah yang memerangi ayah mertuanya sendiri. Tidaklah terbayangkan kegalauan perasaan hati Zainab saat itu menghadapi peperangan diantara mertua dengan menantunya. Ia sangat berharap-harap cemas akan keselamatan ayahnya. Namun di saat yang sama, ia juga teramat gundah dengan nyawa suaminya dalam perang Badar.

Perang yang sangat menentukan nasib ayahnya dan risalah kenabian. Bagaimana tidak? Karena perang ini sangat tidak berimbang, 303 muslim generasi paling awal menghadapi kekuatan 1.000 orang musrik Makkah yang ingin melenyapkannya.

Namun akhirnya datang kabar berita ke dalam rumahnya bahwa 70 orang musyrikin Mekkah telah tertawan di Madinah, dan salah satu adalah Abul Ash. suaminya. Siapakah yang akan menebus suaminya sebagai tawanan kaum muslimin? Zainab sang istri yang akhirnya menebus pembebasannya.

Demikianlah ketaatan seorang istri yang beriman terhadap suaminya yang masih kafir, sementara belum ada perintah larangan Nabi untuk memisahkan suami istri yang berbeda iman. Belum turun wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memerintahkan seorang istri harus terpisah dari suaminya karena perbedaan iman.

Dari Makkah, Zainab mengirimkan tebusan untuk membebaskan suaminya sejumlah harta tebusan dan seuntai kalung batu Onyx Zafar pemberian ibundanya tercinta. Ini kalung teramat istimewa bagi Rasulullah karena mengingatkan akan istri tercintanya. Kalung itu juga hadiah pernikahan Zainab dari ibunya, Khadijah.

Ketika Nabi melihat kalung itu, ingatannya melayang ke masa lalunya pada cinta sejatinya, Khadijah. Nabi berseru pada kaum muslimin Madinah, jika mereka setuju Nabi meminta agar Abul Ash dibebaskan dan kalung itu dikembalikan ke Zainab, putri kesayangannya yang masih tertinggal di Mekkah. Begitulah adab Nabi, meski sebagai pemimpin yang berkuasa penuh namun dia masih meminta persetujuan umat menyangkut kemaslahatan keluarganya (terkait kalung tebusan tawanan).

Berita gembira kembalinya Abul Ash kepada istri yang sangat mencintainya, Zainab, ternyata juga membawa kabar yang sangat memiriskan hati pasangan suami istri tersebut. Nabi bersabda bahwa iman telah memisahkan mereka sebagai pasangan istri. Iman telah menjadi batas hubungan suami istri. Dan Zainab diminta berhijrah ke Madinah oleh Nabi.

Zainab harus berhijrah ke Madinah, menempuhi jarak 400 KM, karena kewajiban iman guna memenuhi perintah Rasulullah. Kala itu Zainab sedang mengandung buah cinta dengan Abul Ash dan kelak akhirnya keguguran karena terjatuh dari untanya. Keduanya, Zainab dan Abul Ash, harus berpisah dengan  air mata menggenang. Demikianlah ketaatan Zainab kepada agamanya dan kesetiaan pada suaminya.

Sementara dalam masa yang sama, ada seorang laki-laki di Mekkah diriwayatkan melakukan hijrah ke Madinah karena ingin menemui wanita yang akan dinikahinya.

Beberapa waktu sebelum Fathul Makkah (penaklukan Mekkah), Abul Ash memimpin kafilah dagang dari Syam. Lagi-lagi, seluruh hartanya disita kaum muslimin. Ketika gelap malam merayapi kota Madinah, Abul Ash diam-diam menemui Zainab, setelah terpisah selama 6 tahun, dan meminta Zainab memberi perlindungan. Zainab pun menyanggupi permintaan suaminya.

Zainab pun berseru dari balik dinding masjid ketika Rasul dan kaum muslimin berdiri menegakkan shalat Subuh.

“Wahai kaum muslimin, Abul Ash berada dalam perlindungan Zainab.”

Abul Ash dan hartanya pun selamat.

Dan ini klimaks dari kisah cinta sejati putri sulung Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam. Sepulang kembali ke Makkah dan menunaikan amanat orang Quraisy, Abul Ash berseru dan berikrar syahadat memasuki ke haribaan Islam.

Abul Ash pun dengan sangat segera menyusul istri yang sangat menyayanginya, Zainab binti Rasullah Shalallahu’alaihi wasallam , ke Madinah. Kembali kepada belahan jiwanya setelah 6 tahun berpisah karena iman. Abul Ash dan Zainab pun kembali bersatu cintanya karena iman.

Cinta dan kasih sayang Zainab kepada suaminya akhirnya tergenapkan. Kerinduan sang istri  agar berkas cahaya iman bersemayam  di dada suaminya pun terpenuhi. Tak berselang lama, hanya setahun kemudian wafatlah Zainab binti Muhammad Shalallahu’alaihi wasallam.

Cinta Abul Ash, entah bagaimana, telah menyebabkan tangisannya begitu menyayat sehingga yang mendengarnya pun ikut menangis. Usai dimandikan, Nabi bersabda :

“Kafanilah ia dengan kain ini.”

Dalam perjalanannya ke negeri Syam, Abul Ash mengenang istri tercinta,

”Puteri Al-Amiin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.’

Demikianlah ridha suami telah dibawa serta oleh Zainab untuk menemaninya di alam kubur. Itu bayangan kecintaan Zainab, putri pemimpin para Nabi, kepada suaminya.

🌾🌸 Wadah Aspirasi Muslimah 🌸🌾

Antara Orang Beriman Dan Sesat • Aulia Izzatunisa

Antara Orang Beriman Dan Sesat • Aulia Izzatunisa

Allah Ta’ala berfirman:

    فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 125)

Pada ayat ini dijelaskan kondisi orang beriman, yang fithrahnya teguh diatas tauhiid, maka Allah melapangkan dadanya bagi Islam, menyinari jalannya, dan menolongnya dengan kebaikan. Sedangkan orang yang menolak menerima iman, dan condong pada kesesatan, maka Allah menambah kesesatannya dan menjadikan dadanya sempit terjepit,Ia digambarkan seperti orang yang sedang terbang ke langit. Semakin tinggi ia terbang, akan semakin sesak dadanya, hingga hilang nyawanya. Ia tidak mampu menyelamatkan dirinya
  
Allah memperkuat hati orang-orang yang bertauhiid dan menambah petunjuk serta iman kepada mereka
    .
Allah Ta’ala berfirman:

    وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَّاٰتٰٮهُمْ تَقْوٰٮهُمْ

“Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan mereka.”
(QS. Muhammad 47: Ayat 17)

Sedangkan orang-orang sesat, maka setan akan menguasai hati mereka, dan mencekik mereka
   
Allah Ta’ala berfirman:

    اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰٮهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِ ۗ اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.”
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 19)