Gagal Modus • Aulia Izzatunisa

GAGAL MODUS
_________________________________________
“Janganlah engkau melihat kecilnya suatu dosa, namun hendaklah engkau melihat siapa yang engkau durhakai.”
(Bilal bin Sa’ad Radiallahu’anhu)
_________________________________________
Berbagai manuver iblis dalam menggelincirkan anak cucu adam terus bergulir sampai batas hari kiamat besar.
.
maka iblis mengutus pasukannya bangsa jin dan setan mencari target sebanyak-banyaknya anak cucu adam yang tidak memiliki pondasi akidah yang kuat, akan dikader menemani mereka dalam kehinaan yang kekal, naudzubillah
.
waspadalah! jangan sampai mereka berhasil menjadikan kita bagian dari target mereka. Selalu mohon perlindungan pada Allah dan istiqomah dalam jalan kebenaran islam.

*In Syaa Allah

Jumlah Malaikat Dimalam Lailatul Qadar Beserta Tugasnya • Aulia Izzatunisa

🌖🌗⭐🌟⛅🌥🌟⭐🌓🌔

*📋 JUMLAH MALAIKAT YANG TURUN DI MALAM LAILATUL QODR DAN TUGAS MEREKA*

➡ Allah ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

🌴 “Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.”

[Al-Qodr: 4-5]

*📝 BERAPA BANYAK MALAIKAT YANG TURUN?*

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى

“Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.”

[HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205]

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

يَكْثُرُ تَنزلُ الْمَلَائِكَةِ فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ لِكَثْرَةِ بَرَكَتِهَا، وَالْمَلَائِكَةُ يَتَنَزَّلُونَ مَعَ تَنَزُّلِ الْبَرَكَةِ وَالرَّحْمَةِ

“Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.”

[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Sebagian ulama menjelaskan bahwa saking banyaknya jumlah malaikat yang turun di malam lailatul qodr sehingga matahari terbit di pagi hari cahayanya tidak menyilaukan, karena banyaknya malaikat yang kembali ke langit.

Dan inilah tanda lailatul qodr yang paling jelas, namun sayang kita menyadarinya saat malam telah berlalu. Maka berbahagialah dan bersyukurlah kepada Allah bagi siapa yang telah diberikan anugerah hidayah untuk memperbanyak ibadah di malam lailatul qodr yang pahalanya lebih baik dari seribu bulan.

Dan sayang sekali bagi yang lebih banyak tidur atau melakukan kesia-siaan bahkan kemaksiatan di malam yang penuh berkah tersebut, tatkala ia bangun di pagi hari ia baru menyadari lailatul qodr, dan malam sudah berlalu.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

فَقِيلَ لَهُ: بِأَيِّ شَيْءٍ عَلِمْت ذَلِكَ ؟ فَقَالَ بِالْآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ. {أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا}. فَهَذِهِ الْعَلَامَةُ الَّتِي رَوَاهَا أبي بْنُ كَعْبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَشْهَرِ الْعَلَامَاتِ فِي الْحَدِيثِ وَقَدْ رُوِيَ فِي عَلَامَاتِهَا”{أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ} وَهِيَ سَاكِنَةٌ لَا قَوِيَّةُ الْحَرِّ وَلَا قَوِيَّةُ الْبَرْدِ وَقَدْ يَكْشِفُهَا اللَّهُ لِبَعْضِ النَّاسِ فِي الْمَنَامِ أَوْ الْيَقَظَةِ. فَيَرَى أَنْوَارَهَا أَوْ يَرَى مَنْ يَقُولُ لَهُ هَذِهِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ وَقَدْ يُفْتَحُ عَلَى قَلْبِهِ مِنْ الْمُشَاهَدَةِ مَا يَتَبَيَّنُ بِهِ الْأَمْرُ. وَاَللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.

“Dikatakan kepada Ubay bin Ka’ab radhiyallahu’anhu: Dengan apa engkau mengetahui malam lailatul qadr? Beliau berkata:

✅ Dengan tanda yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,

أَخْبَرَنَا أَنَّ الشَّمْسَ تَطْلُعُ صُبْحَةَ صَبِيحَتِهَا كَالطَّشْتِ لَا شُعَاعَ لَهَا

“Beliau mengabarkan kepada kami, bahwa matahari terbit di pagi harinya seperti baskom, tidak memiliki cahaya yang menyilaukan.”

Inilah tanda yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang termasuk tanda yang paling masyhur dalam hadits.

✅ Dan juga diriwayatkan tentang tanda-tandanya,

أَنَّهَا لَيْلَةٌ بلجة مُنِيرَةٌ

“Bahwasannya lailatul qodr adalah malam yang jernih (bulannya) lagi bercahaya.”

✅ *Malam itu dalam keadaan tenang,*

✅ *Tidak terlalu panas,*

✅ *Tidak pula terlalu dingin.*

Dan bisa jadi Allah ta’ala menampakkan malam itu bagi sebagian orang ketika tidur maupun terjaga, maka mereka dapat melihat cahaya-cahayanya, atau melihat orang yang mengatakan kepadanya inilah lailatul qadr, dan bisa jadi pula dibuka hati seseorang untuk dapat menyaksikan lailatul qadr. Wallahu ta’ala A’lam.”

[Majmu’ Fatawa, 25/284-286]

✅ Saudaraku rahimakallaah, andai lailatul qodr telah berlalu sekali pun, masih ada sedikit hari-hari Ramadhan yang tersisa, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih, sungguh rahmat Allah sangat luas, tidak terbatas di malam lailatul qodr saja, akhiri Ramadhan dengan yang lebih baik, semoga bisa menjadi penutup atas kekurangan-kekurangan sebelumnya.

➡ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَالِاعْتِبَارُ بِكَمَالِ النِّهَايَةِ لَا بِنَقْصِ الْبِدَايَةِ

“Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan.”
[Majmu’ Al-Fatawa, 15/55]

*📝 APA TUGAS PARA MALAIKAT YANG TURUN DI MUKA BUMI PADA MALAM LAILATUL QODR?*

1. Menetapkan Takdir Tahunan

Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata,

يقضى فيها ما يكون في السنة إلى مثلها

“Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.”

[Tafsir Ath-Thobari, 24/534]

Catatan takdir yang ada di tangan malaikat inilah yang dapat berubah dengan doa dan amal-amal shalih. Adapun catatan takdir yang ada di sisi Allah, yaitu di al-lauhul mahfuzh, yang telah ditulis 50.000 tahun sebelum langit dam bumi diciptakan, tidak akan berubah.

2. Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah

Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

تَسْلِيمُ الْمَلَائِكَةِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى أَهْلِ الْمَسَاجِدِ، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

“Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah sampai terbit fajar.”

[Tafsir Ibnu Katsir, 8/444]

Oleh karena itu di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam lebih meningkatkan ibadah, dan membangunkan keluarga beliau untuk beribadah.

Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata,

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan maka beliau mengencangkan sarungnya (tidak berhubungan suami istri dan mengurangi makan dan minum), menghidupkan malamnya (dengan memperbanyak ibadah) dan membangun keluarganya (untuk ibadah).”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim]

Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Jika Ada Lelaki Yang Datang Melamarmu • Aulia Izzatunisa

JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU 👉 untuk mu Ukhty salihah..😊

#Baca ini..👇 JIKA_DATANG_PRIA_MELAMARMU …

🍃 👉Jangan katakan…. Hartanya dan ketampanannya …Jangan pula katakan…… Profesinya,rumahnya, dan gelarnya …

#Namun ….. 👉katakanlah.. :
Agamanya dan akhlaqnya……! ~*~*~*~*~*~*~*~*~

💕Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(wahai para Ayah) Jika datang kepada kalian (untuk melamar), seseorang yang kalian ridhai agamanya dan akhlaqnya, maka maka nikahkanlah dia, jika tidak, maka akan terjadi cobaan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
(Hadits dihasankan oleh Syaikh Al-Albaany) ~*~*~*~*~*~*~*~*~

📌Seorang muslim melamar seorang muslimah yang istiqamah (komitmen dengan ajaran islam) #Sedangkan sang pria TIDAK komitmen … Sang wanita MAU menikah dengannya …

👇 Sang wanita tadi berkata….: “Mudah-mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!” #Ini adalah perbuatan “menunggu sesuatu yang tak pasti” Yang kita lihat di hadapan kita adalah …..: “dia bukan orang yang komitmen”

👉Jika sang wanita berkata: “Mudah- mudahan Allah akan memberinya hidayah dengan sebab aku!” Maka kita katakan pada sang wanita….: Namun bisa jadi engkau yang akan ‘tersesat’ dengan sebab dia, dan itu semua mungkin terjadi…..! Dan “tersesatnya” engkau dengan sebab dia itu LEBIH MUNGKIN terjadi daripada dia akan diberi hidayah dengan sebab engkau …..

➡Karena biasanya, pengaruh pria terhadap wanita itu lebih besar dari pada pengaruh wanita terhadap pria…! Betapa banyak suami yang menyeret istrinya agar mengikuti keinginan sang suami …

Sampai sang suami dapat membuat istrinya melakukan apa yang diinginkan sang suami, …. padahal sang istri tak ingin melakukannya …

Ini adalah hal yang biasa dan banyak terjadi …

Yang terpenting bagiku  adalah….: Kita mengetahui bahwa seseorang itu diberi tanggung jawab sesuai dengan apa yang terlihat, bukan dengan apa yang dinanti (bukan dengan apa yang belum terjadi –pen).
(Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin, “Fath Dzi Al-Jalaal wa Al- Ikraam Syarh Buluugh Al-Maraam”, 4/519)

Wallahu ‘alam…..

🍁 Pilihlah yang baik agamanya… INSYAALLAH kau akan bahagia….

Tips Hijrah Ke Hijab Syar’i • Aulia Izzatunisa

TIPS HIJRAH KE HIJAB SYAR’I

Assalamu’alaikum ukhty shalihah.. Berikut tips-tips jika ingin memulai atau mencoba untuk berhijab syar’i😇

1. Begitu ada keinginan untuk mulai berhijab syar’i, langsung mulai. Jangan dipikir nanti begini, nanti begitu. karena gak akan ada habisnya. Biasakan saja diri kita dengan hijab panjang, lama-lama kita akan menemukan kenyamanannya.

2. Kalau kalian aktif di social media, cobalah lebih banyak follow akun-akun yang menginspirasi untuk berhijab syar’i atau follow sosok-sosok inspiratif yang berhijab syar’i. Karena tidak dipungkiri kalau kita banyak follow akun yang memperlihatkan hijab style yang masa kini dan keren, kita juga ingin seperti itu. Yaa kalau sudah begitu, harus diingat balik lagi tujuan berhijab kita apa, untuk terlihat keren dimata manusia atau Allah Subhanahu Wa Ta’ala 🙂

3. Jangan beralasan untuk berhijab syar’i itu mahal karena harus beli baju baru atau harga baju syar’i set yang mahal-mahal. Kalian bisa koq pakai yang ada. Bisa cari info dan tutorial hijab syar’i dari google dan youtube juga lho..

4. Coba lebih banyak membaca buku ataupun tulisan yang bikin kita JLEB JLEB JLEB. Banyak yang beralasan, kalau kita sudah tahu ilmunya tapi tidak dipraktekkan kan kita berdosa. Jadi lebih baik tidak baca, jadi tidak tahu, dan tidak berdosa. Padahal ini juga salah. Sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk terus menuntut ilmu Agama. Kita wajib mencari tahu yang benar tentang Islam dan ajaran-ajarannya yang benar-benar sesuai Al-Qur’an dan hadist.

5. Tips yang terakhir ini agak ekstrem, yaitu Fake It Until You Make It. Bisa dibilang sekarang hijab syar’i kan lagi trend, lagi banyak banget brand yang memproduksi baju syar’i. Yaa ikutin aja trendnya. Kalau menurut saya, tidak apa awalnya mau ikutan trend kalau lama-lama jadi terbiasa. Daripada tidak dimulai-mulai. hehe. Yang penting kalau sudah terbiasa dan nyaman, coba luruskan lagi niatnya, jangan karena trend semata tapi harus karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Hijab syar’i yang di maksud dalam tulisan ini adalah tampilan hijab yang menutup dada, baju longgar dan tidak membentuk badan, dan menutup aurat seperti kaki dan tangan (selain punggung dan telapak tangan). Semoga bermanfaat Ukhty Shalihah 😊

Islam Agama Kebenaran • Aulia Izzatunisa

Islam Itu Yang Benar☝

Ada yang memiliki hanya kepercayaan saja, tidak sampai derajat agama, tapi tetap saja berkata “apa yang saya yakini itu yang paling benar”, dia bangga walau salah

Ada yang mempunyai hanya ideologi buatan manusia saja, dan tidak punya tuntunan akhirat, tapi berkata, “inilah sistem yang paling baik”, dia bangga walau sesat

Anehnya, malah ada yang mengaku Muslim, tapi malah minder dengan Islamnya, lalu bilang “Allah tidak melihat agama, yang penting baik dalam hidup”. Wow

Memang sekarang zamannya orang kelihatan berilmu tapi sesat dan menyesatkan, bahkan pemahaman tauhid saja tidak ajeg, walau bergelar panjang dan banyak

Padahal dalam ilmu tauhid, dasarnya jelas kalimat “Laa ilaaha illa Allah”. Tiada sesembahan, tiada tuhan, selain hanya Allah saja, satu-satunya tiada serikat baginya

Lalu bagaimana mungkin menganggap ada kepercayaan lain atau ideologi lain yang sama benarnya seperti Islam? Padahal Allah sudah tegaskan, hanya Islam yang Dia ridhai

Dan bila keimanan dan ke-Islaman itu tidak penting, lalu untuk apa Rasulullah dan para sahabat berdakwah dan berjuang, didera, disiksa dan diboikot sebab Islam

Lalu untuk apa Allah menyampaikan klasifikasi manusia dalam Al-Quran? Ada yang beriman ada yang kafir, ada yang beroleh surga dan ada yang beroleh neraka

Lalu untuk apa Allah turunkan Al-Quran bila semua manusia boleh menentukan standar baik sendiri-sendiri? Bukankah Al-Quran itu petunjuk dan pembeda bagi kita

Manusia memang sama dihadapan Allah, sama-sama hamba-Nya, akan tetapi Allah sampaikan dalam Al-Quran, ada yang beriman ada yang kafir, yang manakah kita?

Perbuatan baik memang sama-sama manfaat, siapapun yang melakukannya, tapi Allah sampaikan juga pada kita, ada yang amalnya sampai akhirat ada yang hanya di dunia

Percayalah, sesalih apapun tampilannya, sepanjang apapun gelarnya, seterkenal dan apapun judulnya. Bila ada yang mengatakan semua agama sama, dia sedang mabuk

Rasulullah saja yang dijamin masuk surga, belajarnya langsung dari Jibril, kekasih Allah, banyak ibadah dan amal salihnya, bahkan tidak pernah mengatakan yang begitu

Anda? Bukan Nabi bukan Rasul, surga belum pasti, amal masih keteteran, ibadah masih berantakan, hisab juga menegangkan, lalu bilang semua agama sama, Anda siapa? Anda sehat????

Agar Terbebas Dari Riya Dan Ujub • Aulia Izzatunisa

Status Nasehat:
# Agar Terbebas dari Sifat Ujub dan Riya’ #

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

“Banyak orang yang mengidap riya’ dan ujub. Riya’ itu termasuk dalam perbuatan mempersekutukan Allah dengan makhluk. Adapun ujub merupakan bentuk mempersekutukan Allah dengan diri sendiri, dan inilah kondisi orang yang sombong.

Seorang yang riya’ berarti tidak melaksanakan kandungan ayat Iyyaka na’budu. Adapun orang yang ujub maka dia tidak mewujudkan kandungan ayat Iyyaka nasta’in.

Barangsiapa yang mewujudkan maksud ayat Iyyaka na’budu maka dia terbebas dari riya’. Dan barangsiapa yang berhasil mewujudkan maksud ayat Iyyaka nasta’in maka dia akan terbebas dari ujub…”

(lihat Mawa’izh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 83)
__________________
📌 Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan share ini, share lagi ke sosial media yang anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.

♻ Silahkan disebarluaskan

Tidak Ada Yang Lebih Tinggi Dari Islam • Aulia Izzatunisa

Tak Ada Yang Lebih Tinggi Dari Islam

Ide “semua agama sama” ini adalah salah satu jualan liberalis dan munafik, yang termasuk dalam program de-radikalisasi yang sebenarnya adalah de-Islamisasi

Ummat Muslim dipaksa untuk meyakini ide yang bukan berasal dari mereka, tidak pernah diajarkan oleh Allah dan Rasulullah, bahkan ide ini bertentangan dengan Islam

Yang mereka inginkan, ummat Muslim tak lagi peduli agamanya, dan memandang kebenaran itu relatif, bukan lagi dari Allah, hingga beragama atau tidak sama saja

Di lapangan, yang teriak tentang pluralisme, yang promo semua agama sama, biasanya juga buzzer dan komplotan yang sama yang kemarin mendukung para penista agama

Sementara Muslim meyakini Islam itu tinggi dan tak ada yang lebih tinggi darinya, disaat yang sama kita pun mengasihi dan menghormati yang berbeda dengan kita

Tapi menghargai pluralitas atau keberagaman bukan berarti kita juga harus mengakui pluralisme atau konsep semua agama itu sama, itu dua hal yang berbeda

Meyakini Islam sebagai satu-satunya agama yang benar itu bagian aqidah, sedang bermuamalah yang baik dengan semua yang beragama lain itu juga diatur syariat

Alhamdulillah, inilah Islam, yang bisa tetap bertoleransi tanpa mengorbankan aqidah, yang menghormati pemeluk agama lain tanpa harus berkata semua agama sama.

Adab Hari Raya • Aulia Izzatunisa

♻ Adab Adab Berhari Raya♻

Pastikan telah membayar zakatul fitri Sunnah ditunaikan 1 atau 2 hari sebelum hari raya

1⃣. Mandi Sunnah sebagaimana mandi junub. HR.Malik (426)

2⃣. Berhias dan mengenakan  baju yg paling bagus. ingat baju yg paling bagus yaa …bukan baju baru. HR Bukhari (886) Muslim (2068)

3⃣. Makan beberapa butir kurma (bilangan ganjil) HR Bukhari  (953)
Jika kita ingin sesuai dengan teks Hadist yaa makan kurma sebelum berangkat sholat iedul fitri… jika tidak ada maka makan makanan yg ada…ketupat, nasi,kue yg penting berbuka, tidak dalam kondisi berpuasa

4⃣. Bertakbir ketika berangkat ke tempat sholat ied (QS. AL-BAQARAH 185)
Sunnahnya tempat ied di Lapangan terbuka jika hujan baru di Masjid / Gedung tertutup.

Batasan bertakbir sejak keluar rumah hingga sholat iedul fitri ditegakkan. HR.Ibnu Abu Syaibah (l/487)

Sunnah mengeraskan suara takbir dan Tahlil HR.Al-Baihaqi  (3/279)
takbir dilakukan masing masing (tidak dikomando)

5⃣. Berjalan dengan jalan yg berbeda ketika berangkaAriestia

tika pulang. HR. BUKHARI  (986)

Sunnah dengan berjalan kaki. HR. At-Tirmidzi (l/164); Ibnu Majah (1071)

6⃣. Disunnahkan berangkat lebih awal bada shubuh dan ambil posisi terdepan sebelah kanan lalu bertakbir hingga.. imam berdiri untuk memimpin  sholat. Kitab Syarh Sunnah, Al-Baghawi  (4/302)

7⃣Boleh mengucapkan selamat Berhari raya seperti ucapan Taqabbalallohu minna waminkum
Syaikh Islam dalam Majmu Fatawa (24/253) berdasarkan  riwayat sebagian sahabat bahwa mereka melakukannya  (Al-Hafidz dalam kitab Fath Al Bari (2/517)

Insyaa Alloh bernilai pahala & bermanfaat untuk umat

#sunnah #tauhid #salaf #Makassar #Indonesia #muslim #muslimah #world

Mahram Dalam Islam • Aulia Izzatunisa

Hanya Mengingatkan :
Nah Saat Idul Fitri di masyarakat kita Indonesia yang beragam ini, kita harus hati-hati nih sama urusan salam-salaman.
*Kita harus paham siapa aja yg bukan mahrom yg kita GA BOLEH BERSENTUHAN ATAU BERSALAMAN dengan mereka.*

*⇩ Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:*
1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (mantan suami yg pernah bersetubuh dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga

Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst).

*■ Nah SELAIN DARI POIN 1-14… itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar.

*_CATATAN_*
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram
———————–📝

Jadi kalo besok idul fitri, antum (anda) ketemu *sama lelaki/wanita SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini,  Antum DILARANG berjabat tangan, Na’am (yaa).*

Limaza ..❓( kenapa ? )
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
‎لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

*”Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa “ga enak” kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..
Tapi anehnya, dia tidak merasa “ga enak” saat melanggar perintah Rosululloh..

Hayya Bina !!!
saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihan kita :

➡ Pilih “ga enak” sama manusia, atau “ga enak” sama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wasallam..❓
➡ Pilih ridho manusia, apa pilih ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.. ❓
➡ Pilih merasa “aman” di dunia yg sesaat, atau “aman” di akhirat yg kekal abadi.. ❓

Semoga keluarnya kita dari Ramadhan tahun inii menjadi hamba Allah yang bertakwa, aamiin

Berhasilnya Ramadhan kita, kita makin takut dengan azab Allah bukan azab manusia, Na’am
Karena azab manusia hanya sebentar sementara azab Allah itu kekal abadi, Nauzubillah min zhalik..

Ada perubahan dalam diri kita mengenai ajaran Dienul Islam, Na’am

Tandanya antara lain :
– Mudah melakukan perubahan ketika terdapat dalil dari Al Qur’an wa Sunnah yang dipahami oleh para Sahabat.
– Mudah menerima nasehat kebaikan untuk mendekat kepada Allah dan mengikuti Sunnah Rasulullah
– Mudah meninggalkan maksiat kepada Allah dan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
– Mudah meninggalkan Perbankan Konvensional ( Ribawi ) hijrah menuju Perbankan Syariah
– Mudah meninggalkan musik/ Nyanyian
– Mudah meninggalkan Rokok
– Mudah meninggalkan pakaian yg masih terlihat aurat ( wanita menggunakan celana panjang seperti lelaki )
– Mudah meninggalkan rapat ketika terdengar azan berkumandang

Semoga kita termasuk orang orang yg terpilih oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi orang terbaik pilihanNya, dan nantinya dipertemukan Allah di Jannah, aamiin

Akhirnya tak lupa dan tak bosan bosannya dan tetep istiqomah untuk menyampaikan, mengingatkan, mengajak dan mendakwahkan :