1001 Cara Untuk Menasehati Ahlul Bid’ah Yang Ngeyel

Dikasih Tahu.. Malah Ngeyel.. Malah Nantang Debat.. Terus, Harus Gimana ??
.
Bagaimana Cara Menyampaikan Nasehat Terhadap Orang-Orang Yang “Ngeyel” Melakukan Kebid’ahan atau kesyirikan ??
.
Al Jawaab :

Sampaikanlah dengan jelas dan dengan penuh hikmah.. Jika mampu dan memungkinkan : Maka ajak juga untuk dialog dan bertukar pikiran.. Semoga Allah menghilangkan segala syubhat serta membukakan pintu hati dan pikirannya lewat penjelasan – penjelasan kita..
.
Namun.. Jika ini (dialog) justru malah memberikan madhorot yang besar, yaitu jika hanya berujung debat dan saling bantah.. Apalagi jika tanpa dasar pondasi ilmu, menang-menangan dan hanya ingin menuruti hawa nafsu (debat kusir), apalagi kalo yang dinasehati sudah mulai berkata kasar.. Maka dialog tsb tidak perlu..
.
Cukup berikan nasehat seperlunya, tinggalkanlah jika sudah berujung kepada debat tanpa dasar pondasi ilmu dan hanya memperturutkan hawa nafsu.. Dan selalu tunjukkanlah akhlaq yang baik..
.
Berikanlah nasehat lain kali jika kondisi sudah tidak memperturutkan hawa nafsu lagi..
.
Doakanlah dia semoga selalu dibimbing dan dirahmati Allah Ta’ala.. Dan do’akan juga diri kita sendiri agar bisa memberikan penjelasan dan memahamkan ilmu kepadanya..
.
Nabi Musa ‘Alaihis salaam juga berdo’a sebelum berdialog dan menerangkan al-Haq kepada fir’aun laknatullooh ‘alaihi..
.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. [QS An-Nahl :125]
.
Imam Asy-Syafi’i rohimahulloh pernah berkata :
.
“Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu.”
.
Do’a Nabi Musa ‘Alaihis Salaam : “Wahai Robb-ku, lapangkanlah bagiku dadaku, mudahkanlah bagiku urusanku, dan lepaskanlah simpulan/kekakuan dari lisanku, Supaya mereka bisa memahami perkataanku (Penjelasanku)” (QS. Taha:25-28)
.
Wallahu A’lam Bish showaab..
.
Semoga Allah memberi hidayah pada kita semua.. Aamiin

Ancaman Bagi Ahlul Bid’ah

DIANTARA ANCAMAN BAGI PELAKU KEBID’AHAN
.

Pelaku bid’ah dijauhkan dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat
.
Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, katanya,
.
أَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا (رواه مسلم وابن ماجه وأحمد)
.
“Aku akan mendahului kalian menuju telaga… sungguh, akan ada beberapa orang yang dihalau dari telagaku sebagaimana dihalaunya onta yang kesasar. Aku memanggil mereka: “Hai datanglah kemari…!” namun dikatakan kepadaku: “Mereka telah mengganti-ganti (ajaranmu) sepeninggalmu…” maka kataku: “Menjauhlah sana… menjauhlah sana (kalau begitu)” (H.R Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad).
.

Wajah pelaku bid’ah akan menghitam di hari kiamat
.
Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala yang berbunyi,
.
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
.
“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula yang hitam muram…” (Ali ‘Imran: 106).
.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,
.
يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةَ، حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَالُفُرُقَةِ {تفسير ابن كثير – (ج 2 / ص 92)}
.
“Yaitu hari kiamat… ketika wajah ahlussunnah wal jama’ah putih berseri, sedangkan wajah ahlul bid’ah wal furqah hitam legam”