Meremehkan Sholat

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“
.
(Imam Ahmad, dalam “Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha”, Ibnul Qayyim)
.

AGAMA DI DALAM SISTEM SEKULER

.
AGAMA DI DALAM SISTEM SEKULER
.
Dunyakhirah, Sistem sekuler/demokrasi tidak atheis seperti sistem sosialis/komunis.
Di dalam sistem sosialis/komunis, agama dipandang sebagai candu. Karenanya masyarakat harus dijauhkan dari agama.
Sedang di dalam sistem sekuler/demokrasi, agama diterima terbatas dalam wilayah pribadi. Difungsikan hanya di wilayah ibadah dan ahlaq.
Hukum publik diserahkan pada common sense. Sedangkan Hukum negara diserahkan pada mekanisme legislatif.
Kenyataannya, hukum yg diproduksi oleh legislatif adalah hukum yang tunduk pada para sponson, yaitu kapitalis dalam maupun luar negeri.
Seluruh agama yg ada, kecuali Islam, cukup kompatible dg sistem sekuler/demokrasi. Karena agama-agama tersebut hanya mengatur wilayah pribadi.
Namun berbeda dengan Islam. Islam mengatur kehidupan pribadi, sosial, hingga negara.
Sistem ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hubungan Internasional, hukum perdata, hukum pidana, semua ada di dalam Islam.
Seluruh hukum itu wajib diterapkan oleh kaum muslim. Sehingga ketika kaum muslim hidup di dalam sistem sekuler/demokrasi, mereka hanya bisa mengamalkan sebagian kecil ajaran agamanya, yaitu wilayah ibadah dah ahlaq saja.
Sistem Islam, yg lengkap tersebut, dahulu diterapkan secara kaffah sejak Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, hingga Turki Usmani.
Selama era tersebut, warga negara negeri Islam tidak hanya muslim. Melainkan beragam.
Namun penerapan syari’at Islam tidak pernah bertabrakan dg keberagamaan warga negara non muslim. Peribadahan mereka bahkan dilindungi oleh negara Islam.
Syari’at Islam yang bersifat personal seperti sholat, puasa, zakat, hijab, dll, tidak mengikat warga non-muslim.
Syari’at yg mengikat seluruh warga (muslim / non muslim) adalah syariat yg bersifat publik seperti sistem ekonomi, sosial, perdata, pidana, dan semacamnya.
Sehingga, agama apapun bisa hidup di dalam sistem Islam. Seperti mereka hidup di sistem sekuler saat ini.
Bedanya, sistem ekonomi Islam lebih adil dan menyejahterakan dibanding sistem demokrasi kapitalis ini.
Namun sebaliknya, Islam dan Demokrasi Sekuler tidak akan bisa berdampingan kecuali Islam harus dikebiri di bagian syari’at publiknya.

Menikahi Wanita Yang Paham Agama • Nasehat Islam

Menikahi Wanita Yang Paham Agama • Nasehat Islam 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu,

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.”

(HR. Bukhari)

Sebenarnya hadits tersebut sudah sering saya post kan di sosmed sosmed pribadi saya.

Tapi supaya hadits tersebut membekas dan menjadi mindset dalam pikiran saudara saudara muslim, maka saya akan terus mengingatkannya.

Perlu diingat, bahwa menikahi karena agamanya itu bukan hanya karena agamanya yang sama. Sama sama Islam. Itu juga penting, tapi yang dimaksud dalam hadits ini adalah pilihlah wanita yang paham agama.

Jika memang belum paham agama, setidaknya pilihlah yang mau berhijrah dan belajar agama. Ingat, tidak ada kata terlambat untuk hijrah dan belajar agama.

Karena agama adalah bekal kita di kehidupan yang kekal nanti, akhirat.

Semoga bermanfaat, itu saja yang mau saya sampaikan.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu..

@islam_nasehat

Mimpi Rasulullah Tentang Agama

Mimpi Rasulullah Tentang Agama

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaidillah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d dari Shalih dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif bahwasanya dia mendengar Abu Said Al Khudri berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya: “Apa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ad-Din (agama) “.

HR. Bukhari

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Shalih dari Ibnu Syihab mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Umamah bin Sahal bahwasanya ia mendengar Abu Sa’id Al Khudzri mengatakan; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku tidur, aku melihat manusia diperlihatkan kepadaku sedang mereka memakai baju gamis, ada yang sampai ke dadanya, ada yang sampai lebih bawah daripada itu, dan Umar bin Khattab melewati dengan gamis yang ia seret.” Para sahabat bertanya; ‘Bagaimana anda menakwilkan? ‘ Rasulullah menjawab: “Itulah agama!”

Akhlak Agama Islam Adalah Malu

Jika kamu sudah tidak punya malu, mungkin kamu iman kamu patut dipertanyakan.

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Salamah bin Shafwan bin Salamah Az Zuraqi dari Zaid bin Thalhah bin Rukanah dia memarfu’kan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.”

√ Hadits Riwayat Malik

Doa Ditambahkan Ilmu • Umat Muhammadiyah

Doa Ditambahkan Ilmu • Umat Muhammadiyah

Mengharapkan segala sesuatu, hendaknya kita selalu memohon kepada Allah SWT. Apapun itu, asal kita percaya bahwa pertolongan Allah itu ada, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan. Termasuk ilmu, tuntutlah ilmu dengan menyebut nama Allah agar selalu berkah dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah #nasihat #petuah #kuotemuhammadiyah

Islam Agama Kebenaran • Aulia Izzatunisa

Islam Itu Yang Benar☝

Ada yang memiliki hanya kepercayaan saja, tidak sampai derajat agama, tapi tetap saja berkata “apa yang saya yakini itu yang paling benar”, dia bangga walau salah

Ada yang mempunyai hanya ideologi buatan manusia saja, dan tidak punya tuntunan akhirat, tapi berkata, “inilah sistem yang paling baik”, dia bangga walau sesat

Anehnya, malah ada yang mengaku Muslim, tapi malah minder dengan Islamnya, lalu bilang “Allah tidak melihat agama, yang penting baik dalam hidup”. Wow

Memang sekarang zamannya orang kelihatan berilmu tapi sesat dan menyesatkan, bahkan pemahaman tauhid saja tidak ajeg, walau bergelar panjang dan banyak

Padahal dalam ilmu tauhid, dasarnya jelas kalimat “Laa ilaaha illa Allah”. Tiada sesembahan, tiada tuhan, selain hanya Allah saja, satu-satunya tiada serikat baginya

Lalu bagaimana mungkin menganggap ada kepercayaan lain atau ideologi lain yang sama benarnya seperti Islam? Padahal Allah sudah tegaskan, hanya Islam yang Dia ridhai

Dan bila keimanan dan ke-Islaman itu tidak penting, lalu untuk apa Rasulullah dan para sahabat berdakwah dan berjuang, didera, disiksa dan diboikot sebab Islam

Lalu untuk apa Allah menyampaikan klasifikasi manusia dalam Al-Quran? Ada yang beriman ada yang kafir, ada yang beroleh surga dan ada yang beroleh neraka

Lalu untuk apa Allah turunkan Al-Quran bila semua manusia boleh menentukan standar baik sendiri-sendiri? Bukankah Al-Quran itu petunjuk dan pembeda bagi kita

Manusia memang sama dihadapan Allah, sama-sama hamba-Nya, akan tetapi Allah sampaikan dalam Al-Quran, ada yang beriman ada yang kafir, yang manakah kita?

Perbuatan baik memang sama-sama manfaat, siapapun yang melakukannya, tapi Allah sampaikan juga pada kita, ada yang amalnya sampai akhirat ada yang hanya di dunia

Percayalah, sesalih apapun tampilannya, sepanjang apapun gelarnya, seterkenal dan apapun judulnya. Bila ada yang mengatakan semua agama sama, dia sedang mabuk

Rasulullah saja yang dijamin masuk surga, belajarnya langsung dari Jibril, kekasih Allah, banyak ibadah dan amal salihnya, bahkan tidak pernah mengatakan yang begitu

Anda? Bukan Nabi bukan Rasul, surga belum pasti, amal masih keteteran, ibadah masih berantakan, hisab juga menegangkan, lalu bilang semua agama sama, Anda siapa? Anda sehat????

Indahnya Jika Suami Istri Berlandaskan Agama • Aulia Izzatunisa

Perekat paling kuat antara suami isteri bukanlah rasa cinta, tapi *AGAMA*. Oleh karenanya, seringkali kita melihat cinta suami kepada isteri atau sebaliknya justru semakin besar dan memuncak, ketika keduanya membangun rumah tangganya dg pondasi agama.
.
Oleh karena itulah, Nabi shollallohu alaihi wa sallam mewasiatkan kepada kita untuk mementingkan faktor ini, yaitu dalam sabda beliau (yg artinya):
“Dapatkanlah isteri yg memiliki agama (yg baik); niscaya kamu akan beruntung”. [Muttafaqun alaih; Shahih Bukhori: 5090, Shahih Muslim: 1466].
.
Bahkan Sahabat Umar bin Khottob -rodhiallohu anhu- saat menjadi khalifah pernah ditanya seorang perempuan: .
“Wahai amirul mukminin, suamiku telah menyumpahku agar aku tidak berbohong, sehingga aku merasa bersalah jika berbohong, apakah aku masih boleh berbohong wahai amirul mukminin”
.
Maka sahabat Umar pun menjawab:
“Ya, silahkan berbohong kepada kita (sebagai suami), jika salah seorang dari kalian (para isteri) tidak suka kepada seseorang dari kami, maka jangan katakan itu kepadanya!
.
Karena, rumah tangga yg dibangun di atas rasa cinta itu *sangat sedikit*.
.
Namun manusia biasanya menjalin hubungan itu karena *Islam, hubungan nasab, dan jiwa sosial*”. [Alma’rifah wat tarikh 1/392].
.
Dan hendaklah kita selalu ingat sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- (yg artinya):
“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (isteri), karena jika dia membenci salah satu perangainya; dia pasti masih suka perangai yg lainnya”.
[HR. Muslim: 1469].
.
Ternyata, faktor agama ini tidak hanya berguna untuk akherat, tapi juga sangat berguna untuk memupuk cinta keduanya selama di dunia, wallohu a’lam
.

Bersungguh-sungguh Dalam Agama

Bersungguh-sungguh Dalam Agama

Kita banyak menemui orang yang berpura-pura salih, baik yang sadar ataupun tidak sadar. Tapi hampir tidak ada Muslim yang berpura-pura fasik, setidaknya scara sengaja

Karena dalam Islam kita tidak boleh berpura-pura beriman, iman itu 100% dan tidak bisa dibuat-buat. Walau kita punya maksud tertentu, keimanan tetap harus dipegang

Yang tidak beragama, atau yang agamanya tidak memiliki aturan yang lengkap, akan menghalalkan segala caranya mencapai tujuan, pokoknya asal tujuannya tercapai

Berpura-pura menjadi Muslim itu sudah biasa dilakukan oleh orang-orang, tapi tidak ada Muslim berilmu yang berpura-pura menjadi orang yang kafir, sebab tak boleh

Lebih daripada itu, yang mendapatkan hidayah Islam dengan benar, maka dia akan membanggakan Islam melebihi segala, hingga tak ada yang lebih layak dari Islam

Kadang, orang yang beriman memang diuji, sebab mereka tak boleh balas membohongi ketika dibohongi, tetap rendah hati walau orang lain tinggi hati dan sombong

Seorang Muslim diuji ketika mereka tak boleh mendzalimi walau didzalimi, tetap berlaku adil ketika mendapatkan ketidakadilan, tetap berprasangka baik dalam keadaan apapun

Tapi bukan berarti kita tak berbuat apapun didepan kedzaliman dan ketidakadilan, justru itu salah. Kita diperintahkan mengubah, hanya dengan cara yang Allah ridhai

Dan tak ada yang lebih tahu tentang cara mengubah semua itu kecuali Rasulullah, maka teladanilah Rasulullah, dan teguhnya beliau ketika berada di jalan dakwah

Jangan berpura-pura dalam agamamu kawan, kelak engkau akan dipertemukan dengan orang yang sungguh-sungguh dalam agama ini, dan itu indah insyaAllah
.