10 Kemungkaran Tahun Baru

Bissmillahirrahmannirrahim

๐Ÿšง MEWASPADAI SEPULUH KEMUNGKARAN DALAM PERAYAAN TAHUN BARU

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

1. Kerusakan aqidah, yaitu tidak adanya sikap berlepas diri dari orang-orang kafir dan kesesatan mereka, seperti hari raya mereka dan ritual atau acara mereka.

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,

ู‚ุฏ ุฏู„ุช ุงู„ุฃุฏู„ุฉ ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ู…ู† ุงู„ูƒุชุงุจ ูˆุงู„ุณู†ุฉ ุนู„ู‰ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ุจุฑุงุกุฉ ู…ู† ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ูˆุงุนุชู‚ุงุฏ ูƒูุฑู‡ู… ู…ุชู‰ ุนู„ู… ุงู„ู…ุคู…ู† ุฐู„ูƒ ุŒ ูˆุงุชุถุญ ู„ู‡ ูƒูุฑู‡ู… ูˆุถู„ุงู„ู‡ู…

“Sesungguhnya dalil-dalil syari’at yang berasal dari Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah telah menunjukkan wajibnya berlepas diri dari kaum musyrikin dan wajibnya meyakini bahwa mereka adalah orang-orang kafir, ketika seorang mukmin telah mengetahui dan menjadi jelas baginya kekafiran dan kesesatan mereka.” [Al-Fatawa, 28/226]

2. Dosa terbesar, yaitu syirik dan kekafiran, apabila seseorang mengikuti atau menyetujui hari raya orang kafir disertai dengan keridhoaan atau persetujuan terhadap agama mereka, contohnya setuju dengan keyakinan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam yang mereka sebut Yesus adalah anak Allah yang dilahirkan atau setuju dengan penyembahan mereka kepada beliau, maka siapa yang menyetujuinya dia kafir seperti mereka, berdasarkan kesepakatan ulama.

Syaikhul Islam Muhammad At-Tamimi rahimahullah berkata,

ู…ู† ู„ู… ูŠูƒูุฑ ุงู„ู…ุดุฑูƒูŠู† ุฃูˆ ุดูƒ ููŠ ูƒูุฑู‡ู… ุฃูˆ ุตุญุญ ู…ุฐู‡ุจู‡ู… : ูƒููŽุฑูŽ ุฅุฌู’ู…ุงุนุงู‹

“Barangsiapa tidak mengkafirkan kaum musyrikin, atau ragu dengan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat (kufur) mereka, maka dia kafir berdasarkan ijma’ (kesepakatan ulama).” [Nawaqidhul Islam: 3]

3. Bidโ€™ah, menambah perayaan hari besar selain Idul Fitri dan Idul Adha, sama saja apakah merayakanya dengan hura-hura atau dengan dzikir, doa dan istighotsah yang dikhususkan pada hari tersebut, padahal tidak ada dalil yang mengkhususkannya, bahkan Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam telah melarang semua perayaan hari besar selain Idul Fitri dan Idul Adha.

Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahuโ€™anhu berkata,

ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู†ู ูŠูŽู„ู’ุนูŽุจููˆู†ูŽ ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุงู†ู ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู†ู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู†ูŽู„ู’ุนูŽุจู ูููŠู‡ูู…ูŽุง ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠูŽู‘ุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุจู’ุฏูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุถู’ุญูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู

โ€œKetika Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam mendatangi kota Madinah, para sahabat memiliki dua hari raya yang padanya mereka bersenang-senang. Maka beliau bersabda: Dua hari apa ini? Mereka menjawab: Dua hari yang sudah biasa kami bersenang-senang padanya di masa Jahiliyah. Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu idul adha dan idul fitri.โ€ [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1039]

4. Tasyabbuh, menyerupai orang-orang kafir dalam merayakannya, berpesta pora, berpakaian seperti mereka, meniup terompet, saling memberi hadiah, memberi diskon penjualan, ucapan selamat dan libur kerja karena momen Natal atau Tahun Baru dan lain-lain.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุดูŽุจู‘ูŽู‡ูŽ ุจูู‚ูŽูˆู’ู…ู ููŽู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’

โ€œBarangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.โ€ [HR. Ahmad dan Abu Daud dari Abdullah bin Umar radhiyallahuโ€™anhuma, Shahihul Jaamiโ€™: 6149]

โžก Peringatan dari Himpunan Ulama Besar Ahlus Sunnah yang Tergabung dalam Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa:

ูˆุฅุฐุง ุงู†ุถุงู ุฅู„ู‰ ุงู„ุนูŠุฏ ุงู„ู…ุฎุชุฑุน ูƒูˆู†ู‡ ู…ู† ุฃุนูŠุงุฏ ุงู„ูƒูุงุฑ ูู‡ุฐุง ุฅุซู… ุฅู„ู‰ ุฅุซู… ุ› ู„ุฃู† ููŠ ุฐู„ูƒ ุชุดุจู‡ุง ุจู‡ู… ูˆู†ูˆุน ู…ูˆุงู„ุงุฉ ู„ู‡ู… ุŒ ูˆู‚ุฏ ู†ู‡ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุนู† ุงู„ุชุดุจู‡ ุจู‡ู… ูˆุนู† ู…ูˆุงู„ุงุชู‡ู… ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ุนุฒูŠุฒ

โ€œDan apabila tenyata hari perayaan yang diada-adakan tersebut asalnya dari orang-orang kafir maka bertambahlah dosanya, sebab dalam hal itu terdapat tasyabbuh (penyerupaan) dan merupakan satu bentuk loyal kepada orang-orang kafir. Dan sungguh Allah subhanahu wa taโ€™ala dalam kitab-Nya yang mulia telah melarang kaum mukminin untuk tasyabbuh dan loyal kepada orang-orang kafir.โ€ [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 2/263 no. 21203]

5. Kerusakan akhlak, diantaranya membuka aurat, campur baur laki-laki dan wanita, pacaran hingga perzinahan, semakin marak di malam Tahun Baru.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

ูˆูŽู„ุง ุชูŽู‚ู’ุฑูŽุจููˆุง ุงู„ุฒูู‘ู†ูŽุง ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽุงุญูุดูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุกูŽ ุณูŽุจููŠู„ุง

โ€œJanganlah kalian mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan.โ€ [Al-Israโ€™: 32]

6. Pemborosan dan penyia-nyiaan harta dengan berpesta pora, membeli petasan, rokok, khamar dan lain-lain.

Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุจูŽุฐู‘ูุฑู’ ุชูŽุจู’ุฐููŠุฑู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุจูŽุฐู‘ูุฑููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ู

โ€œDan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.โ€ [Al-Isra: 26-27]

7. Membahayakan diri dan mengganggu kenyamanan orang lain dengan menyalakan petasan, kembang api, suara gaduh nyanyian dan musik, memacetkan jalan dan lain-lain.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam telah mengingatkan bahaya kezaliman,

ุฃูŽุชูŽุฏู’ุฑููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณู ูููŠู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูŽุชูŽุงุนูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุณูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ูŽู‘ุชูู‰ ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูุตูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุตููŠูŽุงู…ู ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุงุฉู ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฐูŽููŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ู…ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุณูŽููŽูƒูŽ ุฏูŽู…ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ููŽู†ููŠูŽุชู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชูู‡ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูุฎูุฐูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ูู…ู’ ููŽุทูุฑูุญูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ุทูุฑูุญูŽ ููู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

โ€œTahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu? Sahabat menjawab: Orang yang bangkrut di tengah-tengah kami adalah orang yang tidak memiliki dinar dan harta. Maka Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah seseorang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan sholat, puasa, zakat, namun dia pernah mencaci fulan, menuduh fulan, memakan harta fulan, menumpahkan darah fulan dan memukul fulan. Maka diambil kebaikan-kebaikan yang pernah dia lakukan untuk diberikan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi. Hingga apabila kebaikan-kebaikannya habis sebelum terbalas kezalimannya, maka kesalahan orang-orang yang pernah ia zalimi tersebut ditimpakan kepadanya, kemudian ia dilempar ke neraka.โ€ [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu]

8. Begadang malam menunggu momen pergantian tahun hingga terlambat bangun sholat Shubuh, bahkan tidak sholat sama sekali, padahal meninggalkan sholat termasuk kekafiran.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ุชูŽุฑู’ูƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

โ€œSesungguhnya, batas antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.โ€ [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuโ€™anhuma]

Dan sabda beliau shallallahuโ€™alaihi wa sallam,

ุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽููŽุฑูŽ

โ€œPerjanjian antara kami dan mereka adalah sholat, barangsiapa meninggalkannya sungguh ia telah kafir.โ€ [HR. At-Tirmidzi dari Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahuโ€™anhu, Shahihut Targhib: 564]

Abdullah bin Syaqiq Al-โ€˜Uqaili rahimahullah berkata,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑูŽูˆู’ู†ูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ูƒููู’ุฑูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

โ€œDahulu para sahabat Nabi Muhammad shallallahuโ€™alaihi wa sallam tidaklah menganggap ada satu amalan yang apabila ditinggalkan menyebabkan kekafiran, kecuali sholat.โ€ [Riwayat At-Tirmidzi, Shahihut Targhib: 565]

9. Lagu-lagu, nyanyian dan musik, padahal hukumnya haram.

Allah subhanahu wa taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดู’ุชูŽุฑููŠ ู„ูŽู‡ู’ูˆูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ู„ููŠูุถูู„ูŽู‘ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽูŠูŽุชูŽู‘ุฎูุฐูŽู‡ูŽุง ู‡ูุฒููˆู‹ุง ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจูŒ ู…ูู‡ููŠู†

โ€œDan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.โ€ [Luqman: 6]

Sahabat yang Mulia Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahuโ€™anhu ketika menjelaskan makna, โ€œperkataan yang tidak bergunaโ€ beliau berkata,

ุงู„ุบู†ุงุกุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ู‡ูˆุŒ ูŠุฑุฏุฏู‡ุง ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช

โ€œMaksudnya adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia,โ€ beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.โ€ [Tafsir Ath-Thobari, 21/39, sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, 6/330]

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู„ูŽูŠูŽูƒููˆู†ูŽู†ูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุฃูู…ูŽู‘ุชูู‰ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽุงู…ูŒ ูŠูŽุณู’ุชูŽุญูู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ู’ุญูุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑููŠุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุนูŽุงุฒูููŽ

โ€œAkan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan, pen), khamar dan alat-alat musik.โ€ [HR. Al-Bukhari dari Abu Malik Al-โ€˜Asyโ€™ari radhiyallahuโ€™anhu]

10. Menyia-nyiakan waktu dengan perbuatan yang tidak bermanfaat, bahkan membahayakan, dan lupa dengan kematian.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูู†ู’ ุญูุณู’ู†ู ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุชูŽุฑู’ูƒูู‡ู ู…ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ู†ููŠู‡ู

“Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallaahuโ€™anhu, Shahihul Jaami’: 5911]

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

Masalah Kentut โ€ข Aulia Izzatunisa

Masalah Kentut โ€ข Aulia Izzatunisa

telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri dari Sa’id dan ‘Abbad bin Tamim dari pamannya Seorang lelaki mengadukan kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bahwa dirinya seolah-olah mengeluarkan sesuatu (kentut) ketika shalat.

Beliau bersabda: “Tidak perlu membatalkan shalatnya sehingga dia mendengar suara atau mencium bau.”

(HR. Muslim)

Tentang Jodoh โ€ข Aulia Izzatunisa

Tentang Jodoh โ€ข Aulia Izzatunisa

Kalau dia benar mencintaimu, dia takkan mengkhianatimu.
Kalau dia benar menyayangimu, dia rela berpisah demi kebaikanmu.
Kalau dia benar setia padamu, ia takkan menduakanmu.
Karena masalah jodoh,
bukan masalah seberapa tampan atau cantik dirinya.
Bukan seberapa kaya dan terkenal dirinya,
Atau seberapa dekat kau dengannya.
Tapi jodoh adalah masalah kecocokan jiwa.
Dan kesiapan untuk hidup bersama dalam suka dan duka.
Menerima kelebihannya, juga memaklumi kekurangannya.
Bukan titik yang menciptakan tinta.
Tapi tintalah yang menyebabkan titik.
Bukan cinta yang membuat jadi cantik,
tapi karena cintalah ia terlihat cantik.
Moga, yang sedang dalam penantian diberikan keistiqomahan dan sikap positif. Sehingga jika tiba saatnya, moga Allah berikan dia yang akan setia menjadi pendamping hidupmu….Aamiin

MASYA ALLAH…
Semoga yang mengucapkan Aamiin & yang Membagikan mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

(โ€œJika kita telah mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini, jangan lupa membagikannya kepada orang lain agar orang lain merasakan juga keajaiban dalam hidup merekaโ€)

Wassalam,


Hari ini kita bisa lakukan satu kebaikan untuk sesama. Buat hidup Anda lebih berarti untuk orang lain. Di suatu tempat di luar sana, seseorang sedang mengalami kepedihan hati sepanjang hari. Anda bisa menenangkan mereka, merangkul mereka dengan kasih sayang. menyampaikan kabar kepada mereka bahwa ada kesejukan dan kedamaian bagi orang selalu dekat dengan Allah. “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Raad : 28).

Manfaat Sholat 5 Waktu โ€ข Aulia Izzatunisa

Manfaat Sholat 5 Waktu โ€ข Aulia Izzatunisa

SHALAT LIMA WAKTU BILA DILAKSANAKAN SECARA TERATUR

1. BILA SUBUH UTUH :
โ—† Pagi tumbuh,
โ—† Hati teduh,
โ—† Pribadi tidak angkuh,
โ—† Keluarga tidak keruh,
โ—† Maka damai akan berlabuh..

2. BILA DZUHUR TERATUR :
โ—† Diri pribadi jujur,
โ—† Hati tidak kufur,
โ—† Rasa selalu bersyukur,
โ—† Amal tidak udzur,
โ—† Keluarga selalu akur,
โ—† Maka pribadi pun menjadi makmur..

3. BILA ASHAR KELAR :
โ—† Jiwa jadi sabar,
โ—† Raga jadi tegar,
โ—† Senyum menyebar,
โ—† Dan Rezeki pun lancar..

4. BILA MAGRIB TERTIB :
โ—† Ngaji jadi wajib,
โ—† Wirid jadi karib,
โ—† Jauh dari Aib,
โ—† InsyaALLAH Syafa’at tidak raib..

5. BILA ISYA TERJAGA :
โ—† Malam bercahaya,
โ—† Rumah bagai istana,
โ—† Hidup terasa di Syurga,
โ—† Bahagia dan sejahtera..

โ—† Semoga sahabatku Mukjizat & Doa yang hadir disini :
Di mudahkan segala urusannya,
Di panjangkan umurnya dalam kesuksesan dan keberkahan hidup..

โ—† SESIBUK APAPUN KERJA JANGAN TINGGALIN SHALAT,
KARENA SHALAT ITU WAJIB..!!
AGAR SELAMAT DUNIA AKHIRAT..

Aamiin Ya Rabbal’alamiin..

Like juga yuk sob page Wanita Muslimah Shalehah

Aura Jiwa โ€ข Aulia Izzatunisa

โˆš Aura Jiwa โ€ข Aulia Izzatunisa

Belajar Mengenal Aura Jiwa Manusia

CIRI-CIRI ORANG BAIK

1. Orang Baik cenderung LEBIH BANYAK TERSENYUM.
Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah dan bisa dipercaya.

2. Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik.
Orang Baik akan selalu MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman.

3. Orang Baik biasanya lebih sering MENYAPA DULUAN. Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yg berbuat jahat padanya sekalipun.
Orang baik selalu terhindar dari rasa menjadi orang penting, ingin dicari dan dibutuhkan.
Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.

4. Orang Baik TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK. Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya.

5. Orang Baik selalu PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI. Mereka terlihat sangat sabar dan toleran.
Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri.

6. Orang Baik akan bercerita atau MEMBAGIKAN HAL-HAL YG BERMANFAAT dengan tujuan memberi tahu.
Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yg benar.

7. Orang Baik selalu menghafal 3 kata sakti. Yaitu MAAF, TOLONG, & TERIMA KASIH.

8. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain.

Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan
segan-segan untuk MEMINTA MAAF & MEMPERBAIKI KESALAHAN. Berbeda dengan orang jahat yg memiliki gengsi tinggi & menganggap dirinya selalu benar.
Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi, Ada saja alasan untuk mencari kesalahan serta untuk menjatuhkan orang lain.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi setiap kejahatan & perilaku orang jahat.
“MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TETAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG YG BAIK”
In syaa Allah Bermanfaat.

Yuuuk … Kita sama-sama berusaha dan belajar menjadi
ORANG YG BAIK

Aamiin..

Seperti saudaraku yg sedang baca postingan ini adalah orang baik & mulia hatinya_๐Ÿ‘๐Ÿ™๐Ÿ˜„๐Ÿ‘

Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam โ€ข Aulia Izzatunisa

Kok Banyak Larangan Ya Dalam Islam โ€ข Aulia Izzatunisa

~ “KAGET …”

Kaget..setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini ga boleh.. Kaget…setelah sekian lama mengenal islam kok ternyata ini diharamkan. *

Hati bergejolak..emosi ga karuan..Tapi setelah dibaca baca lagi kok hadisnya sohih.. Seakan akan seperti mimpi..berkali kali memastikan..bertanya pada diri sendiri..ah apa iyaa begini? Ah apa iya begitu? Kenapa ini itu diharamkan…?

Wajarrrr…hal itu wajar saja kawan.. Kita sudah terbiasa melihat yang biasa orang lakukan..sudah hal biasa melihat pemandangan yg justru menurut kita tidak dosa..tapi TERNYATA DOSA DIMATA ALLOH.. Lalu kita berdalih..lah itu ajaa di tv pada begitu..lah itu mereka smua begitu kok gapapa.. AYO DICARI ILMUNYA.. jangan sampe kita udah banyak mencela ternyata malu sendiri..islam ini bukan milik si fulan dan si fulan..islam ini MILIK ALLAH, ada halal ada haram.. patokan kebenaran liat dulu apakah sesuai sama yg Rasulullah Shallallohu A’laihi Wasallam contohkan atau tidak? Bukan dilihat dari banyaknya orang melakukan… *

Hal yang sangat wajar.. berpuluh puluh taun beribadah terasa nikmat tanpa banyak yg dilarang larang..kenapa sekarang kok banyak bgt haram haramnyaa? Yup…itu semua karna kita mencari ilmu..wajib bagi kita menuntut ilmu..mo tua ,mo muda, mo item,mo putih, mo cakep,mo jelek, mo kaya , mo miskin..WAJIB MENUNTUT ILMU SYAR’I

Karna ternyata islam itu luarrr biasaaa lengkapnya.. semua Allah atur, tentunya kalau kita mengaku muslim apapun yg kita terima harus kita tabayun dulu.. cari sumber yg tsiqoh(akurat).. udah tau dalilnya.. udah tau itu haram ..BERUSAHA TERUS BUAT MENINGGALKAN.. udah tau ilmunyaaa ya amalkan..

Tidak akan bergerak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ditanya tentang lima perkara.โ€ Di antara lima perkara tersebut yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallohu A’laihi Wasallam, seseorang akan ditanyakan tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan dari ilmunya?โ€

SAMINA WA ATHONA yang artinya DENGAR DAN TAAT. bukan denger lantas dibantah.

Doa Terbebas Dari Kegelisahan โ€ข Aulia Izzatunisa

Doaย Terbebas Dari Kegelisahan โ€ข Aulia Izzatunisa

ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽู…ู‘ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฒูŽู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุณูŽู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุฎู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจู’ู†ู ูˆูŽุถูŽู„ูŽุนู ุงู„ุฏู‘ูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุบูŽู„ูŽุจูŽุฉู ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู

“Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa dhala’iddaini wa ghalabatir rijaal”

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menggelisahkan dan menyedihkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”ย 
[HR. Bukhari]

Tafsir Dan Hikmah Dibalik Turunnya Surat An Nashr

โˆš Nasehat Islam

Tafsir Dan Hikmah Dibalik Turunnya Surat An Nashr

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Walid telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Abu Ubaidah dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata,

“Ketika turun ayat: ‘ (Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan) ‘ (Qs. An Nashr: 1), Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam banyak mengucapkan: “Maha Suci Engkau Ya Allah, dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat) ‘.”

โˆš Hadits Ahmad

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ar Rabi’ Telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Al A’masy dari Abu Dluha dari Masruq dari Aisyah radliallahu ‘anha, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak shalat setelah turunnya ayat, “IDZAA JAA`A NASHRULLAHI WAL FATH.” Kecuali di dalam shalatnya membaca: “SUBHAANAKA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGH FIRLII (Maha Suci Engkau, wahai Rabb kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah ampunilah aku).”
โˆš Hadits Bukhariย 

Shalat Di Hijir Ismail Jika Ingin Masuk Kakbah

โˆš Nasehat Islam

Shalat Di Hijir Ismail Jika Ingin Masuk Kakbah

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari ‘Alqamah bin Abu ‘Alqamah dari ibunya dari ‘Aisyah berkata; “Dahulu, saya suka masuk ke Ka’bah dan shalat di dalamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tanganku dan memasukanku ke Hijir Ismail, lantas memerintahkan: ‘Shalatlah di Hijir, jika hendak masuk ke Ka’bah. Karena hijir adalah bagian dari Ka’bah namun kaummu melewatkannya ketika membangun Ka’bah, mereka telah mengeluarkannya dari bangunan Ka’bah.” Abu ‘Isa berkata; “Ini merupakan hadits hasan shahih dan ‘Alqamah bin Abu ‘Alqamah ialah ‘Alqamah bin Bilal.”

โˆš Hadits Tirmidzi

Telah menceritakan kepada kami Al Qa’nabi, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz dari ‘Alqamah dari ibunya dari Aisyah, ia berkata; aku ingin memasuki Ka’bah dan melakukan shalat di dalamnya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggandeng tanganku dan memasukkanku ke dalam Hijr, dan beliau berkata: “Apabila engkau hendak memasuki Ka’bah, sesungguhnya Hijr tersebut merupakan bagian dari Ka’bah. Sesungguhnya kaummu menguranginya ketika membangun Ka’bah, dan mengeluarkan Hijr dari Ka’bah.”
HR Abu Daudย 

Orang Kaya Yang Boleh Mendapat Sedekah

โˆš Nasehat Islam

โˆš Orang Kaya Yang Boleh Mendapat Sedekah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah memberitakan kepada kami Ma’mar dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha bin Yasar dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sedekah tidak halal untuk dimiliki oleh orang yang berkecukupan kecuali untuk lima orang; amilnya, orang yang berjihad di jalan Allah, orang kaya tapi ia dapat dengan jalur lain (membeli/hadiah, seperti mahar dll), orang miskin yang mendapatkan sedekah kemudian diberikan kepada orang kaya, dan orang yang terlilit hutang.”

โˆš Hadits Ibnu Majah