Malu Kepada Allah

Dari Abdullah bin Mas’ud ;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Malulah engkau kepada Allah dengan sebenar-benar malu.” Ia berkata; Kami bertanya; Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami malu, alhamdulillah. 
Beliau menjawab: “Bukan demikian, tetapi barangsiapa yang malu kepada Allah dengan sebenar-benar malu, hendaklah ia menjaga kepala dan apa yang dikandungnya, menjaga perut dan apa yang ditampungnya, hendaklah ia mengingat kematian dan kebinasaan, barangsiapa yang menginginkan akhirat, hendaklah ia meninggalkan perhiasan dunia. Barangsiapa yang melakukan itu semua, ia telah malu kepada Allah Azza wa Jalla dengan sebenar-benar malu.”
(HR. Ahmad)

Ketika Hidup Terasa Pahit – Dunyakhirah

Ketika Hidup Terasa Pahit – Dunyakhirah
.
السلام عليكم ورحمت الله وبركاته
.
بسم الله الرحمن الرحيم
.
.
Ada saat nya dalam Kehidupan kita merasa Begitu sulit untuk dijalani.
Terasa PAHIT, terasa berat rasanya ingin menangis, terlintas dalam hati ingin lari dari keramaian yang tidak sepaham dengan hati tidak ada rasa kedamaian disana.
.
.
.
Soleha… Hidup bukan tentang sebuah Kesenangan apa yang kita inginkan akan kita dapatkan selalu. Namun tentang ketaqwaan tentang sabar syukur atas APA yang Allah berikan kepada kita. Begitulah sejatinya hidup untuk Allah untuk mendapatkan ridha Allah,
Nah bagaimana untuk tau Allah ridha terhadap kita yaitu apabila kita ridha atas ketentuan Allah kepada kita.
Mematuhi perintah mentaati kewajiban.
.
.
.
Dalam Kehidupan pasti akan diuji dan ujian itu yang akan meninggikan derajat kita disisi Allah. Jangan Bersedih apabila apa yang kita inginkan tidak kita dapat Kan, karena Allah memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.
Percayalah Allah lebih tau mana yang terbaik untuk hambanya.
.
ingatlah pesan ini sahabat,
Allah Sang Pemilik Semesta berfirman,
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah : Ayat 216)
.
.
.

Islam Membangun Negara Tanpa Pajak Dan Hutang

.
ISLAM MEMBANGUN NEGARA TANPA PAJAK TANPA HUTANG
.
.
Setiap negara bersistem demokrasi-kapitalis membangun negeri dengan pajak dan hutang.
Sementara Rakyat harus membayar kebutuhan hidupnya seperti pendidikan, dan kesehatan. Paling banter, negeri kapitalis hanya meyelenggarakan wajib asuransi.
Berbeda dengan sistem negara Khilafah Islam.
Negara bisa dibangun tanpa hutang tanpa pajak.
Bahkan kesehatan & pendidikan rakyat bisa gratis bagi seluruh rakyat, baik muslim maupun non-muslim.
Islam mengatur kehidupan negara dengan sangat baik. Sehingga negara bisa dibangun tanpa membebani rakyat dengan hutang dan pajak.
Bahkan kebutuhan rakyat seperti pendidikan dan kesehatan bisa gratis.
Rahasianya adalah pada pengelolaan kepemilikan sumber daya alam dan industri dengan syariat Islam.
Di dalam sistem Islam, kepemilikan sumber daya dibagi tiga; 1) milik negara, 2) milik rakyat bersama, 3) milik individu
Sumber daya air (sungai, laut, danau), api (minyak bumi, batu bara, gas, dll) dan vegetasi (hutan, padang rumput), adalah milik rakyat. Dikelola oleh negara, kemudian hasilnya digunakan untuk memenuhi hajat hidup rakyat seperti kesehatan dan pendidikan gratis.
Sementara itu, sumber daya selain ketiganya, yaitu seperti emas, timah, nikel, dll, adalah milik negara. Hasilnya untuk membangun negara dan membiayai operasional negara.
Dengan demikian negara tidak perlu hutang dan menarik pajak.
Industri yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat, seperti listrik, telekomunikasi, transportasi, dll, juga dikelola negara.
Sementara Rakyat secara individual boleh miliki bisnis apapun asal dihalalkan oleh syariat.
Negeri demokrasi-kapitalis tidak bisa melakukan seperti itu. Negeri kapitalis harus membangun negeri dengan pajak. Memenuhi hajat hidup rakyat dengan asuransi.
Karena sumber daya yang mestinya digunakan untuk membiayai negara dan hajat hidup rakyat justru diserahkan pada para kapitalis.
Sungguh tragis rakyat di negeri kapitalis.
.

Sejarah Jabal Thariq – Dunyakhirah

.
.
Salah satu pahlawan besar Islam yang banyak dikenang dan diingat orang adalah seorang panglima yang bernama Thariq bin Ziyad.
Thariq adalah salah seorang panglima besar dalam sejarah Islam yang merupakan prajurit Kerajaan Umawiyah (Bani Umayyah). Tak banyak yang tahu ia adalah seorang muallaf bekas budak dari bangsa Barbar.
Setelah Musa bin Nushair membuka jalan pasukan Islam di Afrika bagian Utara (negeri Maghrib/Maroko), Thariq bin Ziyad, anak buah terbaik Musa menyempurnakannya dengan menaklukkan Andalusia.
Salah satu rahasia mengapa agama Islam begitu diterima di wilayah-wilayah yang ditaklukkannya karena umat Islam tidak memperbudak dan bukan bertujuan mengusai, akan tetapi tujuannya adalah membebaskan wilayah tersebut. Membebaskannya dari kezaliman penguasa dan hukum-hukum yang tidak adil.
Oleh karena itu, kita jumpai wilayah-wilayah yang ditaklukkan umat Islam, penduduk pribuminya berbondong-bondong memeluk agama Islam.
Sebelum umat Islam menguasai Andalus, daratan itu dikuasai oleh seorang raja zalim yang dibenci oleh rakyatnya, yaitu Raja Roderick. Di sisi lain, berita tentang keadilan umat Islam masyhur di masyarakat seberang Selat Gibraltar ini.
Oleh karena itu, orang-orang Andalusia sengaja meminta tolong dan memberi jalan kepada umat Islam untuk menggulingkan Roderick dan membebaskan mereka dari kezalimannya.
Thariq mulai masuk Andalus tahun 710 M. Dan pada 28 Ramadhan 92 H bertepatan dengan 18 Juli 711 M, pecah perang Sidonia selama 9 hari. Dan atas izin Allah kemenangan pertama umat Islam di Benua Eropa berhasil didapat dengan gilang gemilang.
Allahu Akbar!

AGAMA DI DALAM SISTEM SEKULER

.
AGAMA DI DALAM SISTEM SEKULER
.
Dunyakhirah, Sistem sekuler/demokrasi tidak atheis seperti sistem sosialis/komunis.
Di dalam sistem sosialis/komunis, agama dipandang sebagai candu. Karenanya masyarakat harus dijauhkan dari agama.
Sedang di dalam sistem sekuler/demokrasi, agama diterima terbatas dalam wilayah pribadi. Difungsikan hanya di wilayah ibadah dan ahlaq.
Hukum publik diserahkan pada common sense. Sedangkan Hukum negara diserahkan pada mekanisme legislatif.
Kenyataannya, hukum yg diproduksi oleh legislatif adalah hukum yang tunduk pada para sponson, yaitu kapitalis dalam maupun luar negeri.
Seluruh agama yg ada, kecuali Islam, cukup kompatible dg sistem sekuler/demokrasi. Karena agama-agama tersebut hanya mengatur wilayah pribadi.
Namun berbeda dengan Islam. Islam mengatur kehidupan pribadi, sosial, hingga negara.
Sistem ekonomi, pemerintahan, pendidikan, hubungan Internasional, hukum perdata, hukum pidana, semua ada di dalam Islam.
Seluruh hukum itu wajib diterapkan oleh kaum muslim. Sehingga ketika kaum muslim hidup di dalam sistem sekuler/demokrasi, mereka hanya bisa mengamalkan sebagian kecil ajaran agamanya, yaitu wilayah ibadah dah ahlaq saja.
Sistem Islam, yg lengkap tersebut, dahulu diterapkan secara kaffah sejak Rasulullah SAW, Khulafaur Rasyidin, hingga Turki Usmani.
Selama era tersebut, warga negara negeri Islam tidak hanya muslim. Melainkan beragam.
Namun penerapan syari’at Islam tidak pernah bertabrakan dg keberagamaan warga negara non muslim. Peribadahan mereka bahkan dilindungi oleh negara Islam.
Syari’at Islam yang bersifat personal seperti sholat, puasa, zakat, hijab, dll, tidak mengikat warga non-muslim.
Syari’at yg mengikat seluruh warga (muslim / non muslim) adalah syariat yg bersifat publik seperti sistem ekonomi, sosial, perdata, pidana, dan semacamnya.
Sehingga, agama apapun bisa hidup di dalam sistem Islam. Seperti mereka hidup di sistem sekuler saat ini.
Bedanya, sistem ekonomi Islam lebih adil dan menyejahterakan dibanding sistem demokrasi kapitalis ini.
Namun sebaliknya, Islam dan Demokrasi Sekuler tidak akan bisa berdampingan kecuali Islam harus dikebiri di bagian syari’at publiknya.

Akibat Menghalalkan Yang Haram

Wahai saudara muslim, taatilah perintah Allah dan Rasul-Nya. Supaya tidak akan ada azab bagi kita semua.
Silahkan renungkan Hadits dibawah ini,
dari Ibnu ‘Abbas
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Demi jiwa yang Muhammad berada ditanganNya, sungguh beberapa orang dari ummatku bermalam dengan bersuka ria, menyalahgunakan nikmat dan bermain-main, di pagi harinya mereka menjadi kera dan babi karena mereka menghalalkan yang haram, nyanyian, minum khamer, makan riba dan mengenakan sutera.”
(HR. Ahmad)

Sebab Sebab Tayamum – Fatwa NU

Sebab-sebab Tayamum
.
.
Mengenai sebab-sebab bertayamum telah dijelaskan para ulama fiqih, di antaranya oleh Syekh Mushthafa al-Khin dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzahib al-Imam al-Syafi‘i (Terbitan Darul Qalam, Cetakan IV, 1992, Jilid 1, hal. 94). Menurutnya, ada empat alasan dibolehkannya bertayamum. .
1. Ketiadaan air, baik secara kasat mata maupun secara syara‘. Ketiadaan air secara kasat mata misalnya dalam keadaan bepergian dan benar-benar tidak ada air, sedangkan ketiadaan air secara syara‘ misalnya air yang ada hanya mencukupi untuk kebutuhan minum.
.
2. Jauhnya air, yang keberadaannya diperkirakan di atas jarak setengah farsakh atau 2,5 kilometer. Artinya, jika dimungkinkan ada air tetapi di atas jarak tersebut, maka diperbolehkan bertayamum mengingat beratnya perjalanan, terlebih ditempuh dengan berjalan kaki. .
3. Sulitnya menggunakan air, baik secara kasat mata maupun secara syara‘. Sulit secara kasat mata contohnya airnya dekat, tetapi tidak bisa dijangkau karena ada musuh, karena binatang buas, karena dipenjara, dan seterusnya. Sementara sulit menggunakan air secara syara‘ misalnya karena khawatir akan datang penyakit, takut penyakitnya semakin kambuh, atau takut lama sembuhnya. Hal ini berdasarkan riwayat seorang sahabat yang meninggal setelah mandi, sedangkan kepalanya terluka. Kala itu, Rasulullah saw. bersabda, “Padahal, cukuplah dia bertayamum, membalut lukanya dengan kain, lalu mengusap kain tersebut dan membasuh bagian tubuh lainnya.” (H.R. Abu Dawud)
.
4. Kondisi sangat dingin. Artinya, jika menggunakan air, kita akan kedinginan karena tidak ada sesuatu yang dapat mengembalikan kehangatan tubuh. Diriwayatkan bahwa ‘Amr ibn ‘Ash pernah bertayamum dari junubnya karena kedinginan.  Hal itu lalu disampaikan kepada Rasulullah saw., dan beliau pun mengakui serta menetapkannya, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud. Namun, dalam keadaan terakhir ini, terlebih jika ada air, seseorang diharuskan mengqadha shalatnya. .
***
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #tayamum

Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Bertayamum

Selanjutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat bertayamum. .
1. Tayamum harus dilakukan setelah masuk waktu shalat. .
2. Jika alasannya ketiadaan air, maka ketiadaan itu harus dibuktikan setelah melakukan pencarian dan pencarian itu dikerjakan setelah masuk waktu. .
3. Tanah yang dipergunakan harus yang bersih, lembut, dan berdebu. Artinya, tidak basah, tidak bercampur tepung, kapur, batu, dan kotoran lainnya. .
4. Tayamum hanya sebagai pengganti wudhu dan mandi besar, bukan pengganti menghilangkan najis. Artinya, sebelum bertayamum, najis harus dihilangkan terlebih dahulu. .
5. Tayamum hanya bisa dipergunakan untuk satu kali shalat fardhu. Berbeda halnya jika usai shalat fardhu dilanjutkan dengan shalat sunat, shalat jenazah, atau membaca Al-Quran. Maka rangkaian ibadah itu boleh dengan satu kali tayamum. .
.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #tayamum

Jodoh Yang Sempurna – Gus Mus

“Barangsiapa mencari jodoh yang sempurna, maka bersiaplah untuk jomblo seumur hidup.” -Gus Mus-
.
Punya jodoh yang beriman, mapan, dan rupawan siapa menolak? Tapi, ketika kau menjadikannya kriteria jodoh sempurna maka bersiaplah untuk menjomblo seumur hidup. Bisa jadi yang kriterianya seperti di atas tadi seleranya bukan kamu. 😜
.
Hanya Allah saja yang sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna. Semua makhluk punya kelebihan dan kekurangan. Tapi kau bisa belajar menerima kekurangan itu dengan sempurna.
.
Selamat menjemput jodoh! 😉
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #gusmus #gusmisquotes #quotes #quotesoftheday #islamicquotes #ulamaquotes #kutipan  #kutipanislami #kutipanulama #quotesislami #quotesulama #nasihat #nasihatislami #nasihatulama #aswaja #ahlussunnahwaljamaah #islam #islamnusantara