Cara Menghindari Adzab Allah

Apa alasanku untuk tidak meminta ampun pada-Nya? Padahal aku telah banyak bermaksiat pada-Nya 
Apa alasanku untuk tidak taat pada-Nya? Padahal Dia yang telah menciptakanku
Apa alasanku untuk tidak menyembah-Nya? Padahal kelak aku akan kembali hanya pada-Nya
Allah Maha Baik, Maha Belas Kasih, Maha Pemberi Maaf 
Allah tahan adzab-Nya untuk kita padahal kita telah melampaui batas
Allah telah mengutus seorang Rasul untuk memberi tuntunan dan Al-Quran sebagai pedoman, tapi sebagian manusia malah memperolok bahkan mendustakan
Mari sama-sama tanyakan pada diri, sampai kapan tuntunan itu hanya akan menjadi sebuah tontonan, ketaatan dianggap sebagai keanehan dan memenuhi segala seruan-Nya dipandang sebagai perilaku berlebihan?

Indonesia Butuh Pemuda Pemudi Beriman

Dulu kokohnya Benteng konstantinopel ditaklukan oleh panglima perang yang berumur 21 tahun, Muhammad Al Fatih namanya. Begitupun pada zaman Rasulullah SAW. Beliau menegakkan Daulah Islamiyyah di Madinah, karena beliau memilih tuk dikelilingi dan dibantu oleh para Pemuda. Bukan pemuda biasa tapi pemuda yang hatinya dipenuhi dengan taqwa.
.
Mengapa pemuda?
.
Karena tenaganya, fikirannya, dan waktunya Allah kasih dalam porsi terbanyak dari fase-fase manusia lainnya.
.
Jadi, bukan hal yang spesial sebenarnya, jika pemuda mampu membuat perubahan besar kearahan yang benar. Karena memang itu sudah dilakukan oleh pemuda-pemuda di zaman dulu, asalkan 1 ada Taqwa di hati mereka. .
Kini pemuda di Indonesia menjadi sorotan. Karena memang tak bisa di nafikkan, jika menginginkan perubahan yang besar, maka pemudalah yang bergerak. Dan Jika perubahannya itu ingin menuju kebenaran, maka installah pemahaman Islam pada setiap pemudanya
.
Karena tegaknya Peradaban Islam, berada ditangan Pemuda yang beriman.

Kisah Pemuda Soleh Mush’ab Bin Umair

Kisah Pemuda Soleh Mush’ab Bin Umair
Masa muda atau usia remaja adalah saat orang-orang mulai mengenal dan merasakan manisnya dunia. Pada fase ini, banyak pemuda lalai dan lupa, jauh sekali lintasan pikiran akan kematian ada di benak mereka. Apalagi bagi mereka orang-orang yang kaya, memiliki fasilitas hidup yang dijamin orang tua. Mobil yang bagus, uang saku yang cukup, tempat tinggal yang baik, dan kenikmatan lainnya, maka pemuda ini merasa bahwa ia adalah raja.
Di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang pemuda yang kaya, berpenampilan rupawan, dan biasa dengan kenikmatan dunia. Ia adalah Mush’ab bin Umair. Ada yang menukilkan kesan pertama al-Barra bin Azib ketika pertama kali melihat Mush’ab bin Umair tiba di Madinah. Ia berkata,
رَجُلٌ لَمْ أَرَ مِثْلَهُ كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ الجَنَّةِ “Seorang laki-laki, yang aku belum pernah melihat orang semisal dirinya. Seolah-olah dia adalah laki-laki dari kalangan penduduk surga.” Ia adalah di antara pemuda yang paling tampan dan kaya di Kota Mekah. Kemudian ketika Islam datang, ia jual dunianya dengan kekalnya kebahagiaan di akhirat.
Kelahiran dan Masa Pertumbuhannya
Mush’ab bin Umair dilahirkan di masa jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun 571 M (Mubarakfuri, 2007: 54), sehingga Mush’ab bin Umair dilahirkan pada tahun 585 M.
Ia merupakan pemuda kaya keturunan Quraisy; Mush’ab bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abdud Dar bin Qushay bin Kilab al-Abdari al-Qurasyi.
Dalam Asad al-Ghabah, Imam Ibnul Atsir mengatakan, “Mush’ab adalah seorang pemuda yang tampan dan rapi penampilannya. Kedua orang tuanya sangat menyayanginya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat kaya. Sandal Mush’ab adalah sandal al-Hadrami, pakaiannya merupakan pakaian yang terbaik, dan dia adalah orang Mekah yang paling harum sehingga semerbak aroma parfumnya meninggalkan jejak di jalan yang ia lewati.”
.
(al-Jabiri, 2014: 19).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا رَأَيْتُ بِمَكَّةَ أَحَدًا أَحْسَنَ لِمَّةً ، وَلا أَرَقَّ حُلَّةً ، وَلا أَنْعَمَ نِعْمَةً مِنْ مُصْعَبِ بْنِ عُمَيْرٍ
“Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya, dan paling banyak diberi kenikmatan selain dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).
Ibunya sangat memanjakannya, sampai-sampai saat ia tidur dihidangkan bejana makanan di dekatnya. Ketika ia terbangun dari tidur, maka hidangan makana sudah ada di hadapannya.
Demikianlah keadaan Mush’ab bin Umair. Seorang pemuda kaya yang mendapatkan banyak kenikmatan dunia. Kasih sayang ibunya, membuatnya tidak pernah merasakan kesulitan hidup dan kekurangan nikmat.
Menyambut Hidayah Islam
Orang-orang pertama yang menyambut dakwah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah istri beliau Khadijah, sepupu beliau Ali bin Abi Thalib, dan anak angkat beliau Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhum. Kemudian diikuti oleh beberapa orang yang lain. Ketika intimidasi terhadap dakwah Islam yang baru saja muncul itu kian menguat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah secara sembunyi-sembunyi di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam radhiyallahu ‘anhu. Sebuah rumah yang berada di bukit Shafa, jauh dari pengawasan orang-orang kafir Quraisy.
Mush’ab bin Umair yang hidup di lingkungan jahiliyah; penyembah berhala, pecandu khamr, penggemar pesta dan nyanyian, Allah beri cahaya di hatinya, sehingga ia mampu membedakan manakah agama yang lurus dan mana agama yang menyimpang. Manakah ajaran seorang Nabi dan mana yang hanya warsisan nenek moyang semata. Dengan sendirinya ia bertekad dan menguatkan hati untuk memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah al-Arqam dan menyatakan keimanannya.
Kemudian Mush’ab menyembunyikan keislamannya sebagaimana sahabat yang lain, untuk menghindari intimidasi kafir Quraisy.
Dalam keadaan sulit tersebut, ia tetap terus menghadiri majelis Rasulullah untuk menambah pengetahuannya tentang agama yang baru ia peluk. Hingga akhirnya ia menjadi salah seorang sahabat yang paling dalam ilmunya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah untuk berdakwah di sana.
Menjual Dunia Untuk Membeli Akhirat
Suatu hari Utsmani bin Thalhah melihat Mush’ab bin Umair sedang beribadah kepada Allah Ta’ala, maka ia pun melaporkan apa yang ia lihat kepada ibunda Mush’ab. Saat itulah periode sulit dalam kehidupan pemuda yang terbiasa dengan kenikmatan ini dimulai.
Mengetahui putra kesayangannya meninggalkan agama nenek moyang, ibu Mush’ab kecewa bukan kepalang. Ibunya mengancam bahwa ia tidak akan makan dan minum serta terus beridiri tanpa naungan, baik di siang yang terik atau di malam yang dingin, sampai Mush’ab meninggalkan agamanya. Saudara Mush’ab, Abu Aziz bin Umair, tidak tega mendengar apa yang akan dilakukan sang ibu. Lalu ia berujar, “Wahai ibu, biarkanlah ia. Sesungguhnya ia adalah seseorang yang terbiasa dengan kenikmatan. Kalau ia dibiarkan dalam keadaan lapar, pasti dia akan meninggalkan agamanya”. Mush’ab pun ditangkap oleh keluarganya dan dikurung di tempat mereka.
Hari demi hari, siksaan yang dialami Mush’ab kian bertambah. Tidak hanya diisolasi dari pergaulannya, Mush’ab juga mendapat siksaan secara fisik. Ibunya yang dulu sangat menyayanginya, kini tega melakukan penyiksaan terhadapnya. Warna kulitnya berubah karena luka-luka siksa yang menderanya. Tubuhnya yang dulu berisi, mulai terlihat mengurus.
Berubahlah kehidupan pemuda kaya raya itu. Tidak ada lagi fasilitas kelas satu yang ia nikmati. Pakaian, makanan, dan minumannya semuanya berubah. Ali bin Abi Thalib berkata, “Suatu hari, kami duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid. Lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau pun menangis teringat akan kenikmatan yang ia dapatkan dahulu (sebelum memeluk Islam) dibandingkan dengan keadaannya sekarang…” (HR. Tirmidzi No. 2476).
Zubair bin al-Awwam mengatakan, “Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk dengan para sahabatnya di Masjid Quba, lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan kain burdah (jenis kain yang kasar) yang tidak menutupi tubuhnya secara utuh. Orang-orang pun menunduk. Lalu ia mendekat dan mengucapkan salam. Mereka menjawab salamnya. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji dan mengatakan hal yang baik-baik tentangnya. Dan beliau bersabda, “Sungguh aku melihat Mush’ab tatkala bersama kedua orang tuanya di Mekah. Keduanya memuliakan dia dan memberinya berbagai macam fasilitas dan kenikmatan. Tidak ada pemuda-pemuda Quraisy yang semisal dengan dirinya. Setelah itu, ia tinggalkan semua itu demi menggapai ridha Allah dan menolong Rasul-Nya…” (HR. Hakim No. 6640).
Saad bin Abi Waqqash radhiayallahu ‘anhu berkata, “Dahulu saat bersama orang tuanya, Mush’ab bin Umair adalah pemuda Mekah yang paling harum. Ketika ia mengalami apa yang kami alami (intimidasi), keadaannya pun berubah. Kulihat kulitnya pecah-pecah mengelupas dan ia merasa tertatih-taih karena hal itu sampai-sampai tidak mampu berjalan. Kami ulurkan busur-busur kami, lalu kami papah dia.” (Siyar Salafus Shaleh oleh Ismail Muhammad Ashbahani, Hal: 659).

Hukum Celana Longgar Bagi Muslimah

Hukum memakai Hijab Syar’i yang Alila ambil adalah sesuai dengan dalil dalam AlQur’an, yaitu:
KHIMAR (QS.24:31)+ JILBAB (QS. 33:59)-TABARRUJ (33:33)
.
Nah karena pertanyaanya adalah boleh kah pakai celana longgar? Maka sesuai dengan pendapat yang Alila ambil, jawabannya adalah tidak. Karena yang Alila pelajari, bahwa yg dimaksud Jilbab dari ayat (QS. 33:59) adalah kain yang menjulur ke seluruh tubuh seperti lorong, jadi tidak ada potongan disitu. Lalu, penggunaan celana itu dari pendapat yang Alila yakini membentuk kaki karena tardapat belahan ditengah.
.
Tapi Alila keembalikan lagi kepada temen-temen sekalian jika ada pendapat yang memang dianggap lebih kuat. Yang jelas jadikan setiap apa yang kita lakukan itu adalah bentuk ibadah kepada Allah, namun kembali lagi Ibadah pun ada syari’at atau aturannya agar mendapat ridho Allah…
#sesiQnAspesial

Muhasabah

Sebenarnya apasih pentingnya bermuhasabah?
Penting banget, karena dengan bermuhasabah berarti kita mengingat, menyesali lalu mengevaluasi diri. Berusaha untuk ga mengulang kesalahan itu lagi.
.
Salah satu cara bermuhasabah yang paling kecil adalah dengan sering berucap istighfar, sering berdzikir, dan sebutkan segala kesalahan saat berdo’a.
.
walaupun awalnya berat tapi yang terpenting adalah berproses dan berprogres. Dan itu bisa berprogres jika kita paksakan.
.
Tapi sayangnya… banyak juga yang ga menjadikan kelaliannya sebagai pelajaran. Yang terjadi malah sebaliknya, berlarut-larut dalam kesalahan dan yang lebih parah tak pernah merasa mempunyai salah dalam dirinya.
.
Astaghfirullah… semoga Allah ampuni kesalahan-kesalahan kita dan semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa bermuhasabah dan selalu memperbaiki diri. Aamiin…

Cobaan Penggugur Dosa

Dulu aku sempet mikir kenapa sih kok aku dikasih cobaan yang berat? Kenapa harus aku?
Kayaknya masalah orang lain ga seberat masalahku.
⠀ 
Tapi ternyata aku salah, ternyata aku terlalu fokus di bagian menyedihkannya aja, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”. (HR. Bukhari)
⠀ 
Aku ga lihat bagian hebatnya dari sebuah cobaan, bahwa disitu Allah kasih kesempatan yang sangaaaaat luas untuk aku memperoleh pahala dan menghapus dosa-dosaku. ⠀
Caranya? Ya dengan bersabar dan mengerjakan amal-amal saleh
‎إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Hud 11:11)
Bersabar dan berdoalah tanpa mengenal sebab… karena, Allah menjawab semua doa dan mengampuni segala dosa

Keutamaan Bersabar

Mungkin pandangan kita sebagai manusia kepada saudara2 kita di Palu, Lombok, Palestina, Afghanistan, Rohingya dan di belahan dunia manapun yang saat ini terkena musibah adalah suatu bentuk kerugian, sebab banyak yang kehilangan harta benda, nyawa, dan sanak saudara.
Tapi dibalik itu semua Allah berikan ganjaran pahala tanpa batas untuk mereka yang bersabar dalam menjalankan ujian dan sabar dalam menjalankan ketaatan. Jadi sejauh mana kita akan terus mengingat Allah walaupun dalam keadaan susah maupun senang.
Pun pahala tanpa batas untuk kita sebagai saudara-saudari muslim mereka untuk bersabar, terus mendoakan dan memberikan bantuan kepada mereka.
Tak tanggung2, pahala yang Allah berikan itu tanpa batas, tak terhitung jumlahnya yang penghitungannya tidak memakai neraca dan timbangan lagi.
Maa Syaa Allah, yuk mulai sekarang belajar lagi untuk lebih bersabar😊

Cintailah Agamamu

Baru-baru ini kita melihat salah satu atlet asal Aceh, Miftahul Jannah membuktikan kalau seseorang yang mencintai agamanya, bangga dengan identitas Islamnya, bagaimanapun lingkungan sekitar mengekang dan orang2 tak menyukai dirinya, ia tetap akan mempertahankan prinsipnya dan bangga menunjukkan identitasnya sebagai seorang muslim.
Ia tetap menjaga hijabnya, yang katanya hanya selembar kain walaupun harus didiskualifikasi dari pertandingan.
Tapi sebagai muslimah ia bangga dengan selembar kain itu, sebab dengan selembar kain itu ia terjaga, ia mempunyai identitas dan selembar kain itulah yang membedakan dirinya dengan wanita kafir.
Semoga kita semua bisa menjadikan Miftahul Jannah sebagai contoh baik ya… bangga sebagai muslimah yang mempertahankan hijab walaupun lingkungan mengekang dan bangga menunjukkan identitas kita sebagai seorang muslim yang baik😊

Penyebab Generasi Muda Rusak

Secara ga langsung, cepat atau lambat, acara tv yang mempertontonkan adegan2 yang seharusnya ga dipertontonkan khalayak dan yang mendekati hal2 musyrik akan mempengaruhi pola pikir kita. 
Semakin sering kita nonton acara2 semacam itu maka kita akan mengikuti tingkah laku mereka.
Acara tv yang ada adegan romantis2 lah… sadar ga sadar pasti ada aja yang kebawa baper, iyakan….? ⠀
Kalaulah yang nonton itu hanya orang2 dewasa, tapi seandainya yang nonton juga ada anak2 dibawah umur? bisa2 mereka malah mengikuti tingkah laku para aktor yang ada dalam acara tv tsb.
Pacaran, pandang2an, pegangan tangan, padahal jelas2 bukan mahrom😭
Kalau anak2 udah mulai bertingkah laku mengikuti perilaku yang kurang baik, nanti akhirnya generasi penerus akan rusak dan yang pasti ga mencerminkan kepribadian Islam

Kesibukan Yang Sia-sia

Media Hijab Alila
Hanya ada 2 pilihan untuk kita, waktu yang diisi untuk melakukan kebaikan atau memilih untuk melakukan keburukan. 
Yang pasti, keduanya akan dimintai pertanggung jawabannya kelak dan menentukan posisi kita di akhirat nanti.
Masa muda kita digunakan untuk apa nanti akan dipertanyakan.
Dilakukan untuk berdakwah atau malah menentang aturan-Nya?
Maka, mari sama-sama bermuhasabah dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Mari sama-sama tanyakan pada diri, sedang berbuat apakah kita saat ini?
Berbuat kebaikan atau keburukan?