Hukum Menerima Orderan Natal

Menerima Orderan Natal
.
Apa hukum menerima orderan atau pesanan natal? Seringkali didapat pertanyaan hangat seperti ini menjelang natal terutama dari para pelaku bisnis karena banyak orderan menjelang natal 25 Desember.
.
Tentu saja kita selaku muslim tidak mendukung ritual keagamaan non-muslim. Menerima orderan berkaitan dengan acara natal berarti mendukung. Mendukung seperti ini tidaklah dibolehkan dalam agama kita.
.
Allah Ta’ala berfirman,
.
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
.
“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al-Maidah: 2). Ayat ini menunjukkan bahwa terlarang saling tolong menolong dalam maksiat.
.
Kami cuma ingatkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut bagi yang begitu khawatir rugi karena meninggalkan order yang tidak boleh diterima seorang muslim.
.
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
.
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
.
Padahal rezeki kita tidak pernah tertukar. Kenapa khawatir?
.
Moga siapa saja yang meninggalkan sesuatu karena Allah, moga usaha dan bisnisnya lebih berkah.

Islam Tidak Sempurna?

ISLAM TIDAK SEMPURNA (?)
.
Jika kau pikir ada yang belum sempurna dengan islam, maka lihatlah sejenak ayat ini : “.. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu..” [Al-Mâidah :3]
.
Maka jika ada wanita berhijab lebar gemar bergosip ria, bukan hijab lebarnya yang kau persalahkan. Tapi akhlaknya.
.
Maka jika ada laki-laki berjenggot yang gemar kebut-kebutan di jalan, bukan jenggotnya yang kau caci maki. Tapi nasihatilah perilakunya.
.
Karena sesungguhnya syari’at yang sempurna ini datangnya dari yang Maha Sempurna, maka tiada pantas dihina karena sebab salahnya akhlak manusia.
.
Sesungguhnya islam yang rahmatan lil ‘alamiin ini agama yang mengajarkan segala aspek kebaikan, nafsu dan syahwat lah yang membuat anak adam sering tersilap dan berbuat nista.
.
Maka biasakanlah diri menasehati muslim atas keburukan sikapnya tanpa menyalahkan satu ketaatannya pada Tuhannya. Tentu secara empat mata.
.
Berikanlah ratusan udzur syar’i atas kesalahan saudaramu sebelum engkau menghakimi atas kelalaiannya. Kau pun tentu ingin diperlakukan serupa.
.
Memang berat hadist Nabi : “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri” (HR Bukhari dan Muslim)
.
Mari sama-sama berbenah diri. Tugas kita sebagai terdakwa pengadilan Akhirat adalah memperbanyak kebaikan dan saksi kebaikan. Jika tidak sekarang, kapan lagi? Jika bukan kita sebagai muslim, siapa lagi? 🙂
.

Ancaman Bagi Ahlul Bid’ah

DIANTARA ANCAMAN BAGI PELAKU KEBID’AHAN
.

Pelaku bid’ah dijauhkan dari telaga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari kiamat
.
Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, katanya,
.
أَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا (رواه مسلم وابن ماجه وأحمد)
.
“Aku akan mendahului kalian menuju telaga… sungguh, akan ada beberapa orang yang dihalau dari telagaku sebagaimana dihalaunya onta yang kesasar. Aku memanggil mereka: “Hai datanglah kemari…!” namun dikatakan kepadaku: “Mereka telah mengganti-ganti (ajaranmu) sepeninggalmu…” maka kataku: “Menjauhlah sana… menjauhlah sana (kalau begitu)” (H.R Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad).
.

Wajah pelaku bid’ah akan menghitam di hari kiamat
.
Dalilnya ialah firman Allah Ta’ala yang berbunyi,
.
يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ
.
“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula yang hitam muram…” (Ali ‘Imran: 106).
.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,
.
يَعْنِي: يَوْمَ الْقِيَامَةَ، حِيْنَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَهْلِ الْبِدْعَةِ وَالُفُرُقَةِ {تفسير ابن كثير – (ج 2 / ص 92)}
.
“Yaitu hari kiamat… ketika wajah ahlussunnah wal jama’ah putih berseri, sedangkan wajah ahlul bid’ah wal furqah hitam legam”

Ibu

IBU, AKU RINDU PADAMU

Ibu..
Terasa hatiku rindu padamu…
Rindu ingin berjumpa mencium keningmu…
Aku ingin sekali datang memeluk tubuhmu..
Mengharap sentuhan lembut dan hangat dari kedua tanganmu yang menyejukkanku… Ibu..
Aku rindu, sungguh aku sangat rindu..
Menghibur lara yang enggan menghilang…
Sungguh, kepergianmu bagiku bagaikan kehilangan sebagian hidupku… Ibu..
Aku rindu senyumu, tawamu, candamu, nasihatmu, kasih sayangmu..
Tak ada satupun yang bisa menggantikan sosokmu di hatiku, dan  aku sangat menyayangimu.. Ibu..
Tiada putus sujudku untuk menghantarkan sepucuk do’a rinduku kepadamu..
Saat ini dengan air mata yang terus menetes, kutuliskan apa yang ada di hatiku.. Ya Allah..
Ampunilah segala dosa ibuku…
Tempatkanlah dia di tempat yang terbaik..
Kasihanilah dia dengan kasih sayang-Mu..
Jagalah dia dari adzab kubur dan Neraka-Mu..
Dan masukkanlah dia ke dalam Surga-Mu..

Membahas Sufi

IJAZAH AMALAN ANTI MATI
.
.
Diantara penyimpangan orang2 sufi adalah suka membuat amalan-amalan, wirid2, dzikir2 dan berbagai macam praktek peribadatan baru
.
.
Seakan mereka lebih pintar dari Rasulullah ﷺ…
.
.
Sebenarnya kalau kita mau berfikir ilmiah, mudah saja. yaitu ;
.
#PERTAMA : Jika amalan2 buatan habib2 sufi tersebut adalah ajaran Islam maka Rasulullah dan para sahabat lebih pantas mengamalkannya dan istiqomah supaya beliau tidak mati dan bisa ada di tengah2 kita saat ini dan memberikan solusi kepada umat yg sedang berselisih
.
.
#KEDUA: Amalan2 buatan habib sufi ini sangat cocok buat saudara kita yg berada di Palestina yg sedang dijajah Zionis Yahudi namun sayang habib2 sufi hanya pandai ngibul karena kalau mereka mengaku punya banyak karomah sakti maka mereka harusnya berangkat jihad menyelamatkan Al-Quds
.
.
So… Sudah saatnya hijrah dari kebodohan, mari berfikir ilmiah dalam beragama supaya tidak mudah dibodohi oleh para pendusta agama
.
.
Jangan mau dibodohi dgn amalan2 bodong walaupun diembel-embeli dengan berbagai khasiat2 seperti misal “Barang siapa mengamalkan WIRID “A” bisa punya ilmu kebal, cepat kaya atau “Barangsiapa mengamalkan sholawat “B” bisa memikat lawan jenis, atau “Barang siapa mengamalkan Dzikir “C” bisa awet muda dan lain-lain.. .
.
.
.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
.
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
.
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)
.
.
Amalan yang sunnah sangatlah banyak bahkan kita sampai kedodoran, lalu untuk apa kita melakukan amalan2 yg aneh2 dan gak jelas
.
.
Maka dari itu Cukup kita beramal dengan amalan2 yg jelas dasarnya yaitu amalan2 yg diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan dipraktekkan oleh para sahabat, juga para ulama salafusholih.. .
.

Semoga Allah memberi hidayah .

Sholat Tahajud

Bismillah…

Kunci segala persoalan kita ada pada sepertiga malam.
Ketika itu, Allah menurunkan malaikat-malaikatNya ke bumi untuk mendengarkan dan menyampaikan doa hamba-hambaNya.
Karena itu bangunlah dan laksanakanlah shalat Tahajjud.
.
“Doa shalat tahajud adalah laksana anak panah yang tak pernah meleset dari sasarannya” (Imam Syafi’i)
.
Membiasakan diri mengadukan semua persoalan kepada Allah.
Allah Maha mendengar bukan? Lepaskan dan hamparkan setiap keinginan juga cita-cita di hamparan sajadah dan sujud-sujud panjang. Menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah.
Usah resah bila tak kunjung terkabul, mungkin belum waktunya dan sungguh, Allah memiliki rencana yang jauh lebih indah.
.
Sepertiga malam merupakan waktu yang sangat indah. untuk bercengkrama dengan Allah. dan waktu sepertiga malam itu ialah waktu yang mustajab untuk berdoa. betapa ruginya jika kita melewatkannya begitu saja….

Sholat Penjamin Surga

RENUNGKANLAH DUA WAKTU SHALAT INI (SHALAT SUBUH DAN ASHAR BERJAMAAH)
.
Saudaraku..
Renungkanlah dua waktu ini, waktu shalat bardain (shalat ashar dan shalat subuh)…
.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
.
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
.
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari 574 dan Muslim 635)
.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan :
“Shalat al-Bardain (dua dingin) adalah shalat Fajar (Shubuh) dan shalat Ashar. Dinamakan demikian karena shalat Fajar dilakukan saat cuaca paling dingin di malam harinya (malam yang paling dingin adalah di waktu Shubuh), sedangkan shalat Ashar dilakukan pada saat cuaca paling dingin di siang harinya (siang hari yang paling dingin adalah di waktu Ashar) setelah tergelincir matahari. Barangsiapa yang mengerjakan dua shalat tersebut, maka ia akan masuk al-Jannah. Maksudnya adalah barangsiapa yang bersungguh-sungguh menjaga dan menegakkan shalat Shubuh dan Ashar, maka ini merupakan salah satu sebab seseorang masuk al-Jannah.” (Syarh Riyadhush Shalihin)

Ibnu Baththol rahimahullah berkata :
“Shalat shubuh akan membuat seseorang mendapatkan perhatian Allah pada hari kiamat. Kenapa dikhususkan dua shalat ini? Karena berkumpulnya para malaikat malam dan siang di dua waktu tersebut. Inilah makna firman Allah Ta’ala :
.
وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
.
“Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al Isro’ 78).” (Syarh Al Bukhari, 3: 250, Asy Syamilah)

Dan janganlah engkau meninggalkan shalat ashar wahai saudaraku..
.
مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ
.
“Barangsiapa meninggalkan shalat Ashar, maka terhapuslah amalannya.” (HR. Bukhari 594).
.
Semoga Allah memudahkan kita mengamalkannya dan istiqomah diatasnya.. Aamiin ya rabbal ‘alamin..
.
________________________________

Bacaan Saat i’tidal

Bacaan Saat i’tidal

Ketika bangkit dari ruku’ sembari mengangkat kedua tangan.
.
Ketika bangkit sambil mengucapkan “sami’allahu liman hamidah”. Ini berlaku bagi imam dan orang yang shalat sendirian.
.
Sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik disebutkan,
.
وَإِذَا رَفَعَ فَارْفَعُوا ، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
.
“Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika ia mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah (artinya: Allah mendengar pujian dari orang yang memuji-Nya) ‘, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamdu (artinya: Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji)’.” (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411)
.
Setiap orang mengucapkan “robbana wa lakal hamdu, hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fiih, mil-assamaa-i, wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du”.
.
Ucapan robbana wa lakal hamdu, bisa dipilih dari empat bacaan:
.
a- Allahumma robbanaa lakal hamdu. (HR. Muslim no. 404)
.
b- Allahumma robbanaa wa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 795)
.
c- Robbanaa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 722 dan Muslim no. 477)
.
d- Robbanaa wa lakal hamdu. (HR. Bukhari no. 689 dan Muslim no. 411).
.
Bacaan yang lebih lengkap ketika i’tidal (bangkit dari ruku’),
.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
.
“Allahumma robbanaa lakal hamdu mil-assamawaati wa mil-al ardhi, wa mil-a maa syi’ta min syai-in ba’du, ahlats tsanaa-i wal majdi, laa maani’a limaa a’thoita, wa laa mu’thiya lima mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu (artinya: Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Wahai Tuhan yang layak dipuji dan diagungkan. Tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan dan tidak ada pula yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang memiliinya, hanyalah dari-Mu kekayaan itu)” (HR. Muslim no. 471).

Nasehat Umar Bin Khatab Soal Dagang

Nasehat Umar Bin Khatab Soal Dagang

Madrasah Muslimah

Mengingat pentingnya kehalalan pendapatan rakyatnya, Umar bin Khatab -radhiyallahu’anhu- memainkan perannya sebagai khalifah kala itu, dengan membuat sejenis regulasi guna melindungi pasar rakyatnya . Beliau pernah menyampaikan ultimatum yang ditujukan kepada para pedagang di pasar-pasar Madinah, bahwa pedagang yang tidak memahami aturan jual beli Islam (fikih buyu’), akan dicabut perizinan operasional dagangnya.

Beliau menyatakan,

لا يقعد في سوق المسلمين من لا يعرف الحلال والحرام, حتى لا يقع في الربا ويوقع المسلمين

Tidak boleh berjualan di pasar-pasar umat Islam orang yang tidak mengetahui halal dan haram. Sehingga iapun terjatuh pada riba dan menjerumuskan kaum muslimin pada riba.. (lihat : Ihya’ ‘ulumuddin 2/59, dikutip dari Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh hal. 8)

Peraturan inipun turun-menurun menjadi aturan yang diterapkan oleh pemerintahan-pemerintahan Islam sepeninggal Umar bin Khatab -radhiyallahuánhu-. Bahkan menjadi aturan yang lumrah di zaman kekhilafahan-kekhilafahan Islam dahulu, yang saat ini, aturan semacam ini menjadi sangat asing, bahkan hampir punah di lingkungan-lingkungan masyarakat Islam.

Ar-Rahuni menyebutkan dalam bukunya “Audhah Al-Masalik” beliau mendapatkan informasi dari salah seorang guru beliau,

أنه أدرك المحتسب يمشي في الأسواق، ويقف على الدكان ويسأل صاحبه على الأحكام التي تلزمه في سلعته، من أين يدخل عليه الربا فيها؟ وكيف يحترز منها؟ فإن أجابه أبقاه في الدكان، وإن جهل شيئا من ذلك أقامه من الدكان ويقول:
لا يمكنك أن تقعد في سوق المسلمين تطعم الناس الربا وما لا يجوز

Sang guru pernah menjumpai polisi pasar sedang  patroli di pasar. Dia berhenti di sebuah toko lalu menanyakan pemiliknya tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan barang yang ia jual. “Dari arah mana riba bisa masuk ke dalam barang dagangan anda..? Bagaiman cara menghindarinya..?” Bila pedagang itu mampu menjawab, ia tetap diizinkan berjualan di tokonya. Bila tidak mengetahui ilmu tentang jawaban itu, akan dicabut izin dagang dari pedagang itu. “Tidak mungkin..”kata polisi pasar itu “anda berjualan di pasar umat islam, bisa-bisa anda memberi makan masyarakat dengan riba atau hal yang diharamkan.” (Dikutip dari Al-Mu’amalat Al-Maliyah Al-Mu’ashiroh hal. 9)

Musik

Siapa saja yang hidup di akhir zaman, tidak lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian. Bahkan mungkin di antara kita –dulunya- adalah orang-orang yang sangat gandrung terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari gitar dan musik. Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah mengenalkannya dengan Al haq (penerang dari Al Qur’an dan As Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian. Alhamdulillah, dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan kalamullah (Al Qur’an) yang semakin membuat dirinya  mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Rabbnya.
.
Lalu, apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada kalamullah dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja, karena taufik Allah kemudian siraman ilmu. Dengan ilmu syar’i yang dia dapati, hatinya mulai tergerak dan mulai sadarkan diri. Dengan mengetahui dalil Al Qur’an dan Hadits yang membicarakan bahaya lantunan yang melalaikan, dia pun mulai meninggalkannya perlahan-lahan. Juga dengan bimbingan perkataan para ulama, dia semakin jelas dengan hukum keharamannya.