Tantangan Dr. Zakir Naik Kepada Misionaris Kristen

Dr. Zakir Naik
.
Salah satu cara yang digunakan oleh misionaris untuk menyesatkan umat adalah dengan “pengobatan spiritual”. Mengklaim bisa menyembuhkan penyakit-penyakit kronis seperti lumpuh dan kebutaan tanpa operasi.
.
Di sejumlah wilayah, misionaris tampil di panggung lalu meminta orang yang sakit naik ke panggung tersebut dan disembuhkan seketika “atas nama Yesus.” Dr Zakir Naik mengamati beberapa panggung dan akhirnya menemukan modus penipuan mereka.
.
Pernah satu kali misionaris memanggil orang yang kakinya cacat untuk naik ke panggung. Bersama sejumlah orang, mereka kemudian ditampilkan di panggung itu dan sang misionaris berkomat-kamit membaca doa. Lalu, “Atas nama Yesus, larilah engkau!” Hadirin terkagum-kagum karena orang itu tiba-tiba bisa berlari. Namun, Zakir Naik jeli. Ternyata orang yang lari itu bukanlah orang yang sebenarnya cacat.
.
Lalu, untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar telah menipu, Dr Zakir Naik menantang mereka.
.
“Jika kalian benar-benar bisa menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut dengan mudah tanpa operasi, mari datang ke rumah sakitku. Di sana banyak orang yang sedang sakit. Sembuhkanlah mereka!” tantang Dr Zakir Naik.
.
Ternyata tidak ada satu orang pun yang berani menjawab tantangan itu.

Hormati Orang Yang Lebih Tua

TIDAK MENGHORMATI LAWAN BICARA YANG LEBIH TUA

Di antara bentuk kesalahan yang umum terjadi adalah tidak bisa menjaga tutur kata ketika berbicara dengan orang lain. Padahal syariat kita yang mulia mendorong dan menekankan umatnya untuk menjaga dan memperhatikan adab terhadap lawan bicara, terutama mereka yang lebh tua, kerabat, dan orang yang memiliki kedudukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ
.
“Bersikaplah terhadap sesama manusia sesuai dengan kedudukan mereka.” (HR. Abu Dawud no. 4842)

Khusus terhadap orang yang lebih tua, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ كَبِيرَنَا
.
“Bukan termasuk golonganku mereka yang tidak menghormati orang-orang lanjut usia di antara kami.” (HR. Ahmad no. 6937 dan Tirmidzi no. 1920,hadits shahih)
Hendaklah kita menjaga tutur kata terhadap lawan bicara kita,tidak tertawa terbahak-bahak,meninggikan suara,atau tutur kata yang menunjukkan tidak punya malu dan bentuk-bentuk adab dan akhlak rendahan lainnya.

Tinggalkan Bid’ah Dan Islam Tradisi Nusantara

NGAPAIN SIH NGERIBUTIN BID’AH…?
.
Celetukan yang selalu dilontarkan banyak orang yang belum memahami hakikat bid’ah dan bahayanya.
.
Padahal setiap hari kita membaca al Fatihah: “Ghairil maghdluubi ‘alaihim waladlaalliin”. Bukan jalannya orang-orang yang dibenci, bukan jalan orang yang sesat. Yang sesat adalah Nasrani, karena mereka suka beramal tanpa dasar ilmu…alias suka berbuat bid’ah dalam agama mereka.
.
Dalam Riwayat Muslim, acapkali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam khutbahnya selalu bersabda :
.
“Sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah. Sebaik-baik petunjuk Rasulullah, seburuk-buruk perkara adalah yang dibuat-buat (Muhdats), dan setiap Muhdats adalah bid’ah.”
.
Jadi siapa yang pertama kali meributkan bid’ah?? Jawabannya, “Ya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
.
Kenapa harus diributkan? Karena bid’ah merusak kesempurnaan Islam.
.
Tanyakan kepada pelaku bid’ah: Apakah Islam baru sempurna dengan perbuatan bid’ah Anda? Ataukah sudah sempurna tanpa perbuatan bid’ah Anda? Jawaban yang pasti : SUDAH SEMPURNA tanpa perbuatan bid’ah Anda. Jadi buat apa mengada ada? Karena bid’ah sama saja menuduh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhianat.
.
Imam Malik rahimahullahu ta’ala berkata :
.
“Siapa yang membuat sebuah bid’ah, maka ia telah menuduh  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkhianat, karena kewajiban Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah menyampaikan  risalah. Dan lisan pelaku bid’ah seakan berkata :
.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam belum menyampaikan semua jalan kebaikan dan keburukan, sehingga saya butuh membuat sebuah ibadah yang mengantarkan ke Surga. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raji’uun..
.
Musibah…
.
Oleh : Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى.*
.
Catatan tambahan bagi mereka yang masih suka “ngeyel” jika dinasihati soal bid’ah :
.
Kami membahas bid’ah itu bukan karena kami sok benar, sok pintar, suka menyalah-nyalahkan, apalagi memecah belah kaum Muslim. .
Tapi kami ingin menasihati, bahwa itu ada yang keliru, karena kami ini orangnya sayang dan mencintai sesama Muslim. .
Bahkan kami ingin menyatukan kaum Muslim agar beribadah sesuai Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

Benarkah Rokok Itu Haram?

ROKOK ITU HARAM
.
Tahukah Anda, menurut data Badan Kesehatan Dunia, jumlah perokok di Indonesia adalah terbesar ketiga di dunia dan kematian akibat kebiasaan merokok mencapai 400 ribu orang per tahun.
Perokok Indonesia = 65 juta perokok atau 28 % per penduduk Indonesia (300 miliar batang per tahun). Jika digabungkan antara perokok kalangan anak + remaja + dewasa, maka jumlah perokok Indonesia sekitar 27.6%. Artinya, setiap 4 orang Indonesia, terdapat seorang perokok.
.
Seharusnya umat Islam di Indonesia merasa malu dengan negeri kafir yang malah mereka lebih sedikit jumlah perokoknya. Umat Islam dengan segala aturan ketat di dalamnya malah lebih banyak merokok dibanding orang-orang kafir bahkan ateis sekalipun.
.
Merokok makruh? Lihatlah apa dampaknya! Anak-anak, remaja, wanita, dan pria beralasan dengan memgambil hukum yang paling enak saja, yaitu makruh. Padahal ulama-ulama dunia berbagai negara mengeluarkan fatwa rokok itu haram. Dalilnya :
.
1. Merokok itu sesuatu yang khobits (buruk).
.
”Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” {QS Al-A’raaf: 157).
.
2. Merokok termasuk perbuatan mubadzir.
.
”Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabb-nya.” {QS Al-Israa’: 26-27).
.
3. Merokok adalah perbuatan yang berlebih-lebihan / melampaui batas.
Sedangkan Alloh subhanahu wataala berfirman : ”Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” {QS Al-’Araaf: 31}
.
4. Merokok sama saja bunuh diri.
.
Merokok meningkatkan risiko keseluruhan kematian sebesar 70% dibandingkan kepada bukan perokok, dan perokok meninggal 5-8 tahun lebih awal dibandingkan bukan perokok.
.
”Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Alloh adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS An-Nisa’: 29)
.
5. Merokok sama saja melemparkan diri dalam jurang kebinasaan.
.
”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. 2: 195)

Berhentilah Dari Syirik

Kau bilang itu ajaran leluhur?
Bathil tetaplah bathil…..

ingat!
Pedoman hidup kita al quran dan hadist .. bukan leluhurmu!
.
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
.
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).
.
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
.
“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az Zumar: 65).
Dalam hadits dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
.
مَنْ مَاتَ لاَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ النَّارَ
.
“Barangsiapa yang mati dalama keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik pada Allah, maka ia akan masuk neraka” (HR. Muslim no. 93).
.
Hanya Allah yang memberikan taufik dan hidayah.

Fatwa Imam Ghazali Yang Tidak Diketahui Islam Nusantara

Imam Ghazali : mencium dan mengusap kuburan adalah amalan orang nasrani dan yahudi.
.
Ada seorang ustadz bercerita tentang laskar atau tentara Arab Saudi selalu ditempatkan disekitar kuburan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wassallam, mereka ditempatkan disana untuk mengingatkan jamaah haji yang ziarah agar tidak berlebihan dalam melakukan ziarah kubur, diantara tindakan yang diingatkan yakni meratap dan menangis dipintu kuburan Nabi, ini masuk perbuatan yang tercela dan mendekati kesyirikan.
.
Mari kita simak penjelasan ulama madzhab syafi’i. Imam Nawawi menjelaskan : “Barangsiapa terbetik dalam benaknya bahwa mengusap dengan tangan dan semisalnya lebih mendatangkan barakah, maka keyakinan itu tidak lain bersumber dari kebodohan dia dan kelalaiannya sebab keberkahan itu hanya bisa didapat dengan melaksanakan syariat. Bagaimana mungkin keutamaan diupayakan dengan perbuatan yang bertolak belakang dengan kebenaran ?! (Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab:VIII/275)
.
Berikutnya tak kalah tegasnya Imam al-Ghazali (w.505H) berkata : “Sesungguhnya mengusap dan mencium kuburan merupakan adat kaum yahudi dan nasrani”. (Ihya’ Ulumuddin I/254).
.
Dan dalam kitabnya yang sangat bagus al-Maqrizi asy-Syafi’i (w. 845 H) berkata:
“Syirik dalam bentuk perbuatan seperti sujud kepada selain Allah, Thawaf bukan di Baitullah (Ka’bah), Mencukur rambut dalam rangka beribadah dan tunduk kepada selain Allah (Ini banyak dilakukan oleh kaum sufi ghulat/ekstrem), mencium batu selain hajar aswad yang ia sebelah kanan Allah di bumi (hadits tentang hajar aswad sebelah kanan Allah adalah dhaif bahkan palsu), mencium kuburan atau mengusapnya dan sujud kepadanya”.

(Tajridut Tauhid al-Mufid hal. 31).

Sibuk Menuntut Ilmu Dan Beramal Saleh

Sibukkan lah diri dengan menuntut ilmu. Jangan menyibukkan diri dengan mengurusi fitnah.
.
Berapa banyak kitab ulama yang belum kita baca?Berapa???? “Ribuan!! *
.
Ya Ikhwan fillah, fitnah menyerang agama islam tidak akan ada habisnya sampai hari kiamat, namun semangat menuntut ilmu kadang kandas ditengah jalan.
.
Kenapa umat Islam bingung ada aliran Islam ini dan aliran Islam begitu?
“Bingung karena tidak memiliki ilmunya.
.
Kenapa umat Islam merasa asing dengan agamanya sendiri?
.
Merasa asing karena tidak berilmu.
.
Kenapa Islam kok begini kok begitu, kita harus dengan apa menghadapi ini dan itu?
Dan lain sebagainya…semua akibat kurangnya menuntut ilmu. *
.
Masih banyak ilmu yang belum kita pelajari, mari perbanyak duduk di majelis-majelis kajian, datangi kajian kajian sunnah, baca kitab, datangi kajian kitab, perjalanan kita masih amat panjang.
.
Siapkan diri untuk menjadikan generasi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita, agar jauh lebih berilmu dalam agama dibanding kita.
.
Dengan menguasai ilmu agama yang benar segala macam fitnah terhadap Islam akan bisa dibendung, dagangan-dagangan bid’ah tidak lagi laku, dagelan dagelan liberal menjadi sampah tak berguna, shaf semakin rapat dan musuh-musuh Islam tidak akan berhasil menembusnya.
.
Mari saudara-saudaraku,
perbanyaklah menuntut ilmu dan mengamalkan sedikit demi sedikit sampai waktu kita masuk ke liang lahat
.
Sibukkan lah dengan ilmu
Sibukkan lah dengan ilmu
Sibukkan lah dengan ilmu.
.
Lalu beramal shalih.
.
Maka dengan ilmu lah kita bisa tahu mana yang haq dan mana yang bathil.
.
Maka dengan ilmulah kita bisa tahu mana yang sunnah dan mana yang bid’ah
:
Nasehat berharga untuk saya pribadi dan kita semua.
.
Barakallahu fiikum.

Jangan Bedakan Makanan Majikan Dan Pembantu

Indahnya Islam

MAKANAN MAJIKAN DAN MAKANAN PEMBANTU

Saudaraku, banyak diantara kita yang belum tau bahwa pelayan atau pembantu dirumah kita memiliki hak yang sama terhadap makanan yang kita makan.
.
Seringkali kita dengar bahwa majikan makan di meja makan, sementara pembantu makan di dapur. Makanan majikan dan makanan pembantu berbeda, sang majikan makan ayam goreng, pembantu makannya tempe dibalut tepung ayam goreng.
.
Benarkah ini? Bagaimana adab yang diajarkan Rasululloh shallallāhu ‘alayhi wa sallam? .
Nabi kita Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda, .
إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ فَلْيُنَاوِلْهُ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ، أَوْ أَكْلَةً أَوْ أَكْلَتَيْنِ، فَإِنَّهُ وَلِيَ حَرَّهُ وَعِلَاجَهُ
.
Apabila pelayan seseorang di antara kalian datang menyuguhkan makanan, lalu ia tidak mau mempersilakan pelayan untuk makan bersamanya, maka hendaklah ia memberikan kepadanya sesuap atau dua suap makanan, sepiring atau dua piring makanan, karena sesungguhnya pelayanlah yang memasak dan yang menghidangkannya. (HR Bukhori no 2370)
.
Bagitulah saudaraku, tempat boleh beda, tapi makanannya tetap sama..

Mukjizat Air Rasullullah

Anas bin Malik menceritakan: .
“Saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan ketika itu waktu Ahsar telah tiba. Lalu manusia mencari air untuk berwudhu, tetapi tidak memperolehnya.
.
Lalu ada seseorang membawakan air untuk berwudhu. Maka beliau meletakkan tangannya ke dalam bejana tempat air itu, dan menyuru semua orang berwudhu dari situ.”
.
Anas bin Malik Radiyallahu Anhu berkata: “Saya melihat air keluar dari jari-jari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga semua orang dapat berwudhu dengan air itu.”
.
(HR. Bukhari, 3573, dalam kitab Manaqib, Bab: Alamat Nubuwwah fil-Islam, dan Muslim, 2279)
.
Pada suatu hari saat peperangan Hudaibaiyyah, orang-orang mengalami kehausan. Mereka tidak mendapatkan air untuk minum dan berwudhu kecuali sedikit yang ada di wadah minum Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
.
Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, lalu manusia berebut untuk mendapatkan air karena sangat sedikitnya air, sehingga beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah yang terjadi dengan kalian?”
.
Mereka menjawab, “Kami tidak memiliki air untuk berwudhu dan minum melainkan yang engkau miliki.”
.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di sebuah tempat, lalu air memancar dari jari-jari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam seperti mata air. Kemudian kamipun minum dan berwudhu.
.
Kemudian perawi hadits, Salim bin Abi Ja’d bertanya kepada Jaabir bin Abdillah: “Berapakah jumlah kalian?” Jaabir menjawab, “Seandainya jumlah kami seratus ribu, pastikan akan mencukupi. Akan tetapi jumlah kami hanya lima ratus orang).”
.
(HR. Al-Bukhari no. 3576, dan Muslim no. 1856)

Hidayah Untuk Kaum Majusi

Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui berbagai cara. Terkadang seseorang tidak tersentuh dengan dakwah yang berbentuk ceramah, tetapi saat menyadari kemuliaan akhlak sang dai, hatinya pun luluh. Hidayah menyirami jiwanya dan syahadat pun diikrarkannya.

Seperti yang dialami oleh tetangga Sahal bin Abdullah At Tustari. Tetangga yang beragama majusi ini hidup sekian lama di lantai dua, di atas rumah Sahal. Tetapi ia tidak pernah menyadari bahwa WC nya bocor dan menetes di rumah Sahal.
.
Setiap hari, Sahal meletakkan ember besar untuk menampung kotoran yang menetes dari WC tetangganya ini. Ketika malam tiba, Sahal membuangnya. Ia memilih waktu malam agar orang lain tak melihatnya, agar tetangganya tidak menjadi malu karenanya.
.
Hingga suatu hari di tahun 283 hijriyah, Sahal jatuh sakit. Kebetulan saat itu orang majusi tersebut bertamu ke rumahnya. Ia pun melihat ada yang menetes dari arah WC nya. Tetesan itu jatuh ke dalam ember besar milik Sahal. “Apa ini?” tanyanya dengan nada hati-hati.
.
“Itu kotoran dari WC mu yang bocor. Aku membuangnya kala malam tiba. Hal ini telah kulakukan cukup lama. Hanya saja aku khawatir jika aku telah tiada, orang yang menempati rumah ini tidak dapat menerimanya. Bagaimana menurut pendapatmu?”
.
Mendengar jawaban Sahal ini, barulah ia menyadari kemuliaan akhlak Sahal. Tak ada tetangga sepertinya yang betah hidup bertahun-tahun bersamanya.
.
Maka ia pun menjawab: “Wahai Syaikh, engkau berinteraksi denganku seperti ini sudah lama sekali. Sedangkan aku hidup dalam kekafiran. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”
.
Subhanallah… tetangga Sahal itu akhirnya menjadi saudara seaqidah. Dan tak lama kemudian, Sahal pun berpulang ke rahmatullah.