Orang Yang Celaka Dibulan Ramadhan • Aulia Izzatunisa

🚧 ORANG YANG CELAKA DI BULAN RAMADHAN

➡ Saudaraku rahimakumullaah, waspadalah…!

Tidak semua orang mendapatkan rahmat dan ampunan di bulan Ramadhan, ada pula orang yang celaka, yaitu mereka yang tidak memanfatkan Ramadhan sebagai momen untuk kembali kepada Allah dan bertaubat dari semua dosa dan kesalahan.

Malaikat yang paling mulia telah diperintahkan untuk berdoa agar mereka celaka, dan doa ini diaminkan oleh makhluk yang paling mulia.

➡ Inilah doa Malaikat Jibril ‘alaihissalaam yang diaminkan oleh Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam,

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan, tetapi sampai Ramadhan berakhir, ia belum juga diampuni.” [HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod dari Jabir radhiyallahu’anhu, Shahih Al-Adabil Mufrod: 501]

➡ Al-Hafizh Al-Munawi rahimahullah berkata,

أي رغم أنف من علم أنه لو كفَّ نفسه عن الشهوات شهرا في كل سنة، وأتى بما وظف له فيه من صيام وقيام، غفر له ما سلف من الذنوب، فقصَّر ولم يفعل حتى انسلخ الشهر ومضى، فمن وجد فرصة عظيمة بأن قام فيه إيمانا واحتسابا عظمه الله ومن لم يعظمه حقره الله وأهانه

“Makna hadits yang mulia ini adalah seorang hamba yang mengetahui bahwa seandainya dia mengekang syahwatnya dalam sebulan (Ramadhan) di setiap tahun dan melakukan amalan khusus yang disyari’atkan baginya di bulan ini, yaitu puasa dan sholat tarawih, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, namun ia menyia-nyiakan dan tidak mengerjakannya sampai Ramadhan berakhir, maka ia menjadi hamba yang celaka.

Oleh karena itu, barangsiapa yang mendapatkan kesempatan besar berjumpa dengan bulan Ramadhan, kemudian ia melakukan amalan yang disyari’atkan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah maka Allah akan memuliakannya. Dan siapa yang tidak Allah muliakan maka Dia akan merendahkan dan menghinakannya.” [Faidhul Qodir, 4/34]

═════ ❁✿❁ ═════

➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵

Mahram Dalam Islam • Aulia Izzatunisa

Hanya Mengingatkan :
Nah Saat Idul Fitri di masyarakat kita Indonesia yang beragam ini, kita harus hati-hati nih sama urusan salam-salaman.
*Kita harus paham siapa aja yg bukan mahrom yg kita GA BOLEH BERSENTUHAN ATAU BERSALAMAN dengan mereka.*

*⇩ Mahram kamu (untuk perempuan) adalah:*
1. Ayah
2. Kakek
3. Anak
4. Cucu
5. Saudara sekandung
6. Saudara seayah (beda ibu)
7. Saudara seibu (beda ayah)
8. Keponakan lelaki dari saudara/i kamu yg sekandung, atau yg hanya seayah, atau yg hanya seibu denganmu
9. Paman dari saudara ayah atau saudara ibu
10. Suami ibu (ayah tiri) atau mantan suami ibu (mantan suami yg pernah bersetubuh dgn ibu)
11. Anak lelaki suami yg dibawa dari pernikahannya sebelumnya dan anak lelaki dari mantan suami
12. Mertua atau mantan mertua
13. Menantu atau mantan menantu
14. Saudara sesusuan dan siapa saja yg merupakan mahram saudara sesusuanmu dari nasab dia, maka menjadi mahrammu juga

Untuk mahram laki-laki sama seperti poin di atas, hanya diganti perempuan semua (ibu, nenek, saudari sekandung, dst).

*■ Nah SELAIN DARI POIN 1-14… itu BUKAN mahram kamu.* Mereka ga boleh bersentuhan dan bersalaman dgn kamu, ga boleh liat aurat kamu, dan ga boleh nemenin kamu safar.

*_CATATAN_*
*❗Sepupu bukan mahram*
*❗Ipar bukan mahram*
*❗Anak angkat atau anak asuh bukan mahram*
*❗Ayah angkat bukan mahram*
*❗Suaminya tante (suami dari saudarinya ibu atau ayah) juga bukan mahram
———————–📝

Jadi kalo besok idul fitri, antum (anda) ketemu *sama lelaki/wanita SELAIN DARI POIN 1-14 dan yg disebut dlm CATATAN di atas ini,  Antum DILARANG berjabat tangan, Na’am (yaa).*

Limaza ..❓( kenapa ? )
Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
‎لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

*”Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”* (HR. Thobroni)

Kadang sebagian orang merasa “ga enak” kalau ga jabat tangan dengan lawan jenis bukan mahramnya..
Tapi anehnya, dia tidak merasa “ga enak” saat melanggar perintah Rosululloh..

Hayya Bina !!!
saatnya introspeksi, ubah pola pikir kita, tentukan sendiri pilihan kita :

➡ Pilih “ga enak” sama manusia, atau “ga enak” sama Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wasallam..❓
➡ Pilih ridho manusia, apa pilih ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.. ❓
➡ Pilih merasa “aman” di dunia yg sesaat, atau “aman” di akhirat yg kekal abadi.. ❓

Semoga keluarnya kita dari Ramadhan tahun inii menjadi hamba Allah yang bertakwa, aamiin

Berhasilnya Ramadhan kita, kita makin takut dengan azab Allah bukan azab manusia, Na’am
Karena azab manusia hanya sebentar sementara azab Allah itu kekal abadi, Nauzubillah min zhalik..

Ada perubahan dalam diri kita mengenai ajaran Dienul Islam, Na’am

Tandanya antara lain :
– Mudah melakukan perubahan ketika terdapat dalil dari Al Qur’an wa Sunnah yang dipahami oleh para Sahabat.
– Mudah menerima nasehat kebaikan untuk mendekat kepada Allah dan mengikuti Sunnah Rasulullah
– Mudah meninggalkan maksiat kepada Allah dan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam
– Mudah meninggalkan Perbankan Konvensional ( Ribawi ) hijrah menuju Perbankan Syariah
– Mudah meninggalkan musik/ Nyanyian
– Mudah meninggalkan Rokok
– Mudah meninggalkan pakaian yg masih terlihat aurat ( wanita menggunakan celana panjang seperti lelaki )
– Mudah meninggalkan rapat ketika terdengar azan berkumandang

Semoga kita termasuk orang orang yg terpilih oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi orang terbaik pilihanNya, dan nantinya dipertemukan Allah di Jannah, aamiin

Akhirnya tak lupa dan tak bosan bosannya dan tetep istiqomah untuk menyampaikan, mengingatkan, mengajak dan mendakwahkan :

5 Hal Yang Harus Dihindari Saat Hari Raya • Aulia Izzatunisa

HINDARI 5 HAL INI KETIKA HARI RAYA

1️⃣.  Menunda-nunda Shalat

Dengan alasan silaturahmi, seseorang kadang menunda-nunda pelaksanaan shalat wajib.

Bersikap lalai dalam shalat telah dinyatakan sebagai dosa besar, berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat Al-Ma’un,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلاتِهِمْ سَاهُونَ

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (Yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5).

Diantara makna “lalai” dalam ayat di atas mencakup : menunda-nunda shalat hingga baru dikerjakan ketika waktu shalat hampir berakhir.

2️⃣. Makan Berlebihan

Sebagian orang ingin “balas dendam” ketika datang hari raya setelah sebelumnya berpuasa satu bulan.

Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ حَسْبُ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.”

“Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al Hakim, Hasan)

3️⃣. Tabarruj

Memang disunnahkan berpakaian rapi di hari raya. Namun sebagian orang berlebihan dalam berpakaian. Sehingga kadang mereka melewati batas syar’i. Mulai dari tidak menutup aurat, berpakaian ketat dan tabarruj (berdandan berlebihan), hal ini biasanya dilakukan oleh para wanita.

Allah ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzab : 33)

4️⃣. Bersalaman dengan non mahram

Mengunjungi kerabat biasanya diawali dengan salam-salaman, namun harus selalu diperhatikan jangan sampai bersalaman dengan non mahram.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani, Syaikh Albani mengatakan hadits ini Shahih)

5️⃣. Boros

Banyaknya THR yang mungkin kita terima di hari raya, jangan sampai membuat kita jadi bersikap boros. Menuruti semua keinginan mata bukan berdasarkan prioritas kebutuhan kita.

Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Sesungguhnya orang yang boros (mubadzir) itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.” (QS. Al Isra’: 27)

Ketuhanan Yang Maha Esa • Aulia Izzatunisa

Islam dan kaum muslimiin lah yang PALING MENJUNJUNG TINGGI #KetuhananYangMahaEsa

Bagaimana tidak? Syarat untuk menjadi muslim, seseorang HARUS BERSAKSI bahwa “Tiada sesembahan (yg berhak diibadahi), kecuali Allah”,  karena Dialah Tuhan Yang Maha Esa, yang satu-satunya sesembahan yang berhak diibadahi. Dia TIDAK BERANAK, TIDAK DIPERANAK, TIDAK MENITIS (pada makhluqNya), TIDAK PULA memiliki sekutu.

Tidak hanya itu pula, kitab suci umat Islam: al-Qur’an, seruan utamanya pun jelas: Seruan Tauhid!

Jika kita membuka halaman paling depan, maka langsung kita temui:  إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ [[(HANYA kepadaMu kami menyembah, dan HANYA kepadaMu kami memohon pertolongan. (Al-Fatihah 5)]]

Dan KATA PERINTAH yang paling pertama kali disebutkan dalam al-Qur’an pun adalah PERINTAH untuk MENTAUHIDKAN ALLAH. Allah berfirman: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [[wahai  MANUSIA, SEMBAHLAH Tuhan kalian Yang telah MENCIPTAKAN KALIAN, dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. (Al-Baqarah 21)]]

Maka bagaimana bisa kok sampai-sampai ada yang hendak mempertentangkan antara Islam, kaum muslimin, dan #KetuhananYangMahaEsa!?

Justru yang perlu kita tanyakan, ini yang mempertentangkan:

Sudahkah ia BERTUHAN kepada Tuhan Yang Maha Esa!? Ataukah justru ia malah mengangkat tuhan-tuhan selainNya, yang sebenarnya hanyalah MAKHLUK, yang sama sekali BUKAN TUHAN!?

Sudahkah ia menjadikan Tuhan Yang Maha Esa sebagai SATU-SATUNYA SESEMBAHAN-Nya!? Ataukah justru ia malah mengada-adakan sesembahan selainNya!?

Jika ternyata ia belum bertuhankan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahkan malah mengangkat tuhan-tuhan lain bersamaNya, bahkan malah mengadakan sekutu-sekutu bagiNya… maka justru dialah yang lebih patut DIPERMASALAHKAN dalam hal ini!

Semoga bermanfaat..

Waspada Islam KTP Dan Munafik • Aulia Izzatunisa

Diantara kesalahan fatal seorang muslim ialah apabila ia MERASA AMAN dengan keislamannya… Merasa kalau sudah beridentitas ‘Islam’, maka berarti akan terus menjadi muslim sampai mati (tanpa peduli dengan AMALANnya)…

Tidakkah ia tahu bahwa MUNAAFIQ pun adalah orang yang MENGAKU-NGAKU muslim, sementara MENYEMBUNYIKAN KEKUFURAN di dalam HATInya!? Yang mana disisi Allah, TIDAK DIANGGAP sebagai Muslim?!

Adakah ia lupa bahwa seorang muslim pun BISA BATAL KEISLAMANnya dikarenakan UCAPAN atau PERBUATAN, sehingga TIDAK LAGI dianggap sebagai seorang muslim karenanya!?

Bahkan bukankah dalam al-Qur’an, setelah Allah menyebutkan keutamaan Nabi-Nabinya, maka Dia berfirman: وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [[Sekiranya mereka (para nabi dan Rasul tersebut) mempersekutukan/mengkufuri Allah, pasti lenyaplah amalan yang telah mereka kerjakan… (Al-An’am: 88)]]

Maka siapakah selain dari mereka yang merasa aman dari kesyirikan dan kekufuran setelah ini!?! Selama kita khawatir jatuh pada kekufuran, maka selama itu kita akan menjaga diri kita… Adapun jika merasa aman, maka khawatirnya, hal ini akan menjatuhkan kita ke dalamnya, sedangkan kita tidak menyadari…

Berkata al-Hasan al-Bashriy: مَا خَافَهُ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَلَا أَمِنَهُ إِلَّا مُنَافِقٌ [[“Tidak ada yang khawatir akan kemunafikan melainkan seorang mukmin, dan tidak ada yang merasa aman darinya melainkan seorang munafik.”]]

Berkata Imam ibnu Hajar: فَمَنْ أَصَرَّ عَلَى نِفَاق الْمَعْصِيَة خُشِيَ عَلَيْهِ أَنْ يُفْضِي بِهِ إِلَى نِفَاق الْكُفْر [[“Siapa yang terus menerus mengerjakan nifak maksiat; maka dikhawatirkan hal itu akan menggiringnya kepada nifak kufur.” (Fath al-Baari: 1/138, kutipan)]]

Maka jangan sampai kita wafat, sedangkan kita telah MEMBATALKAN KEISLAMAN kita, sedangkan kita tidak menyadari, na’uudzubillaah.

Karena siapa yang wafat dalam keadaan demikian, maka merekalah yang dimaksud dengan apa yang difirmankanNya: وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا [[Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (al-Furqan: 23)]], na’uudzubillaah

Semoga Allah menjauhkan kita sejauh-jauhnya dari kesyirikan dan kekufuran; serta memberi petunjuk keislaman dan keimanan pada kita semua, serta menetapkan kita diatasnya hingga wafat kita..

Allahumma Aamiin..

Wanita Dalam Islam • Aulia Izzatunisa

🌿 Wanita Didalam Islam 🌿

Wanita itu ujung tombaknya peradaban.
sebab darinya lahirlah generasi penerus.

Dengan tangannya terdidik jiwa-jiwa yang tangguh.

Wanita itu mulia kedudukannya di dalam islam.

Ketika kecil, ia menjadi jembatan ayahnya menuju surga.

Ketika menjadi istri, ia penyempurna separuh agama suaminya.

Ketika menjadi ibu, surga di bawah telapak kakinya.

Maka dalam islam.
Wanita itu hanya dua pilihannya
Menjadi sebaik-baiknya perhiasan
(wanita sholeha),

Atau menjadi sebesar-besarnya fitnah *na’uzubillah.

Maka jadilah wanita sholeha
yang taat kepada Allah, menjaga kehormatannya, dan patuh terhadap suaminya, maka kamu akan masuk surga melalui pintu mana saja yang kamu (wanita) kehendaki (H.R. Ibnu Hibban)

Begitulah kedudukanmu duhai wanita
di dalam islam.

Merindukan Allah • Aulia Izzatunisa

MERINDUKAN dia APA DIA

Tak bisa disangkal, manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Bahkan ada yang sampai merindukan dan mencintai sang kekasih lebih dari mencintai-NYA.

Padahal yang harus dilakukan Adalah kembali padaNYA.

Beribadah kepada Allah Ta’ala. Berusahalah untuk Ikhlas dalam Beribadah
.
Ikhlas adalah obat manjur penyakit rindu. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya.

Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”

Sumber: RumayshoCom
Ust. Abduh Tuasikal

Twitter @IslamDiaries
Instagram @DiariesImage
Telegram Channel IslamDiaries

#Jumuahmubarok
#ctatanutkdirisndiri

Iqro’ • Aulia Izzatunisa

ﺑِﺴْــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــﻢ

سُبْحَانَ اللَّهِ

وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ

وَ لاَ اِلهَ إلاَّ اللَّهُ

وَ اللَّهُ أَكْبَر

وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْم
ِ اَلَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ لْحَيُّ لْقَُوْمُ وَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ

اللَّهُــــــــمّے صَــــــلٌ علَےَ سيدنا مُحمَّــــــــد و علَےَ آل سيدنا مُحمَّــــــــدْ كما صَــــــلٌيت علَےَ سيدنا إِبْرَﺍﻫِﻴﻢَ و علَےَآل سدنا إِبْرَاهِيمَ وبارك علَےَ سيدنا مُحمَّــــــــد
ْ و علَے. آل سيدنا مُحمَّــــــــد كما باركت علَےَ سيدنا إِبْرَاهِيمَ و علَےَ آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فى الْعَالَمِينَ إنك حميد مجيد

آمِيّنْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
😉 🙂

Hakikat Rezeki • Aulia Izzatunisa

HAKIKAT REZEKI

Pagi itu *seorang penjual koran* berteduh di tepi sebuah warung…

*Sejak subuh hujan turun lebat sekali….*

Seakan menghalangi nya melakukan aktivitas untuk  berjualan koran seperti biasa.

_Terbayang di pikiranku, tidak ada satu rupiahpun  uang yg akan di peroleh seandainya hujan tidak berhenti._

_Namun, ….kegalauan yg kurasakan …_
ternyata tidak nampak sedikitpun di wajah Penjual  Koran itu._

Hujan masih terus turun.
Si penjual koran masih tetap duduk di tepi warung itu sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari jauh, lembar demi lembar dia baca.

Awalnya aku tdk tahu apa yg sedang dibacanya. Namun perlahan2 ku dekati….

*Ternyata Kitab Suci Al-Quran yg dibacanya.*

+ “Assalamu ‘alaikum” …
– “Wa’alaikumus salam”

+ “Bagaimana jualan korannya  mas ?” …
– “Alhamdulillah, …
sdh terjual satu.”

+ “Susah juga ya, kalau hujan begini” …
– *“Insyaa Allah sdh diatur rezekinya.*”

+ “Terus, ….kalau hujannya sampai siang ?”
– “Itu berarti *rezeki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdo’a.”*

+ “Kenapa ?”
– “Bukankah …….
*Rasulullah SAW pernah besabda, ketika hujan adalah saat yg mustajab untuk berdoa*. Maka, kesempatan berdo’a itu adalah rezeki juga.”

+ “Lantas, *kalau tdk dapat uang,* bagaimana ?”
– “Berarti, *rezeki saya adalah bersabar”*

+ “Kalau tidak ada yg bisa dimakan ?” …..
– “Berarti *rezeki saya berpuasa”*

+ “Kenapa  bisa berfikir seperti itu ?”
– “Allah SWT yg memberi kita rezeki.
*Apa saja rezeki yg Allah SWT berikan saya syukuri.*

*_Selama berjualan koran*.. *walaupun tidak laku, _dan harus berpuasa_*…
*_”saya tidak pernah  kelaparan_*” – kata-kata ikhlas menutup pembicaraan

● Saudaraku …
Hujan pun berhenti….
Si penjual  koran bersiap2 untuk terus menjajakan korannya.
Ia pergi sambil memasukkan Al-Quran ke dalam tasnya.

● Aku termenung …
tanpa kusadari …
Mata ku menjadi gelap…. karena cucuran tangisku…
Aku tersadar….
setelah aku merenungi setiap kalimat tausiah yg diucapkan penjual  koran tadi…

● Ada penyesalan di dalam hati….mengapa kalau hujan ada yg resah-gelisah….

Khawatir tidak mendapat uang….

Risau rumahnya akan terendam banjir…..

Bimbang tidak bisa datang kekantor…..

Keluh kesah tidak bisa bertemu rekan bisnis…..

● Kembali baru ku sadari,… Rezeki bukan saja uang…
Tetapi bisa dalam bentuk…
*Hidayah*…..
*kesabaran*,…..
*berpuasa*,…..
*berdoa,* …..
*beribadah*…..
*rasa syukur*…..

Semuanya merupakan *amal sholeh yg perlu kita syukuri*…..yg juga merupakan *rezeki dari Allah SWT.*

Subhanallaah …
walhamdulillaah…
Walaa ilaaha illallaah…
Allaahu Akbar.

‎وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga bermanfaat dan Mencerahkan…

Ikhlas Berbuat Baik • Aulia Izzatunisa

Rosululloh Saw. bersabda, “Sesungguhnya Alloh tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi)

Saudaraku, yang membuat hidup ini terasa berat adalah jikalau hati tidak ikhlas dalam beramal. Meski amal yang dilakukan adalah amal yang ringan, namun jika tidak ikhlas maka akan terasa sangat menyusahkan. Orang yang ikhlas akan ringan saja menjalani hidup ini karena besar atau kecil amal yang ia lakukan, ia akan senantiasa menikmatinya karena yakin Alloh Maha Mengetahui dan Maha Menepati Janji. Sedangkan orang yang tidak ikhlas, meski hanya memindahkan bungkus permen yang tercecer ke dalam tong sampah, akan terasa berat jikalau tidak ada orang yang melihatnya.